
Hana hanya bisa menuruti perintah suaminya, meski pun di hati kecilnya Hana merasa masih sedih tapi dengan susah payah Hana menahan perasaan itu.
“Meski pun mas belum sepenuhnya mencintai Hana, tapi Hana akan selalu melayani mas dengan senang hati. Karena Hana tahu saat ini mas sudah mulai mencintai Hana, hanya saja mas belum percaya dengan cinta itu” ucap Hana di dalam hati.
Brian sedikit mengangkat baju tidur Hana yang memang tidak terdapat kancing dengan sigap Brian langsung sedikit merendahkan posisi tidurnya dan melahap gunung sekalnya sesekali memijit gunung satunya dengan perlahan.
Hana yang melihat Brian sangat agresif hanya bisa mengusap rambut Brian sesekali menghapus air matanya. Brian yang tidak sengaja melihat air mata Hana langsung melepaskan dotnya sambil menatap Hana.
“Kok nangis? Apa aku terlalu kasar ya?” tanya Brian.
“Aduh maaf mas ini loh Hana kelilipan tadi sama rambut mas jadi berair deh matanya hehe.., sudah ayo lanjutkan habis itu kita tidur ya biar mas besok tidak ke siangan kerjanya” Hana tersenyum sambil sedikit mengucek matanya seolah-olah ia benaran kelilipan rambut Brian.
Brian kembali dengan aksinya, sudah merasa puas dengan sang gunung kini beranjak jari jemari lihainya turun ke arah hutan lebat mencari goa kecil lalu memasukkan satu jarinya sambil mengobrak-abrik sang goa.
Hana yang merasakannya kini hanya bisa menggigit bibir bawahnya sesekali mengeluarkan suara indahnya, Brian yang melihat Hana sudah semakin terhanyut oleh suasana langsung melu*mat bibir tebal Hana dengan sangat kasar.
Bahkan saking gairahnya Brian kembali menambahkan satu jarinya untuk memasuki goa dengan tempo cepat Brian menggerakkan kedua jarinya bersamaan sambil mengangkat kaki Hana ke atas pahanya.
“Mashh.. Ha-hana mau pipis” ucap Hana sambil merasakan desiran-desiran yang sudah tidak kuat lagi ia tahan.
Brian langsung mencopot jarinya dan langsung menanti susu kentalnya dengan menggunakan mulutnya.
Dengan senang hati Brian memainkan lidahnya tanpa merasakan jijik sedikit pun sampai Hana tidak bisa menyeimbangi tubuhnya tak sengaja malah menekan kepala Brian agar lebih dalam menyesap sang goa.
Brian yang sudah hafal dengan kelakuan Hana pertanda bahwa ia sudah ingin mencapai puncaknya, kini Brian kembali gencar mencari benda kecil yang berada di dekat goa lalu memainkannya seperti layaknya sebuah permen.
Hana yang sudah tidak bisa menahannya ia meremas sisi samping bantal dengan sangat kuat, kemudian mengeluarkan susu kentalnya dengan tubuh bergetar.
Brian yang sudah mendapati susu kental tersebut langsung menelannya dan sesekali membersihkannya menggunakan lidahnya.
Di saat Brian ingin memasukkan sang adik tiba-tiba saja Qisya sedikit melakukan pergerakan yang membuat Hana dan Brian langsung terkejut.
Brian langsung tiduran di samping Hana dengan menarik selimut sebatas dada untuk menutupi tubuh mereka yang setengah polos.
“Erghh.. bunda beyum bobo?” tanya Qisya yang melihat Hana masih setia merapikan rambutnya yang berantakan.
“Loh kenapa bangun sayang, ayo bobo lagi ya. Masih malam loh” ucap Hana sambil mengelus wajah Qisya.
Brian yang tidak bisa lagi mengontrol hawa nafsunya seketika pura-pura memejamkan matanya sambil tangannya gencar mencari pucuk gunung yang selalu membuatnya candu.
Hana yang merasakan pergerakan tangan Brian yang sudah masuk ke dalam bajunya membuat sangat terkejut.
__ADS_1
“Bunda napa kok kaget?” tanya Qisya dengan wajah bantalnya yang masih sangat mengantuk sambil menguap.
“Eh.. gapapa kok sayang, sudah Qisya bobo ya sayang nanti kalau kurang tidur besoknya bisa-bisa mengantuk” saut Hana sambil merasakan gunungnya yang sudah mulai di pijit oleh Brian sesekali memainkan pucuknya.
“Hoaam.. ya Bunda, Isa acih antuk. Bunda uga bobo ya. Ental di malahin ayah alo Bunda ndak bobo” celoteh Qisya.
“Iya sayang Bunda bobo kok, ayo Qisya doa dulu ya biar bobonya nyenyak sampai pagi dan bisa mimpi yang baik” ucap Hana sambil sedikit menggigit bibir bawahnya yang merasakan benda tumpul telah menyodok-nyodoknya goanya dari belakang.
Qisya yang sudah benar-benar mengantuk langsung berdoa sambil memejamkan matanya kemudian kembali tertidur.
Hana yang sudah tidak bisa menahannya kini langsung melepaskannya dengan suara kecilnya.
“Argghh.. stt.. sakithh mashh”
“Sabar sayang, baru sedikit masuknya coba kakimu sedikit di buka biar aku gampang masukinnya” ucap Brian sambil berbisik di belakang kuping Hana.
Hana mencoba sedikit mengasih ruang agar sang adik bisa masuk ke dalam goanya. Namun, Brian yang sudah tidak sabar sedikit menarik kaki Hana ke belakang dan..
Jleb! ...
Jleb! ...
2 kali entakkan sang adik berhasil masuk dengan sempurnya. Hana hanya bisa meringis kesakitan atas perilaku kasar Brian hari ini.
Brian setelah berhasil menerobos gawang Hana kini langsung menggoyangkannya dengan penuh gairah. Sesekali Brian menyesap leher Hana dengan sangat kuat, Hana hanya bisa menyeimbangi tubuhnya agar tidak sampai mengenai Qisya yang sudah tertidur.
“Kenapa hari ini kamu begitu kasar mas, padahal kemarin kamu memperlakukan aku layaknya seorang istri. Tapi kenapa sekarang kamu malah mengikuti hawa nafsumu, sampai-sampai suara rintihanku tidak ada artinya lagi” ucap Hana di dalam hati kecilnya sambil meneteskan air mata menatap Qisya.
Brian yang benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya kini kembali Brutal bahkan menepuk balon kembar Hana sangat kencang sesekali menggoyangkan pinggulnya sampai terbunyi suara penyatuan mereka yang begitu nyaring dan bising.
Untungnya saja Qisya tidak sampai terbangun meskipun tempat tidurnya bergoyang malah membuat Qisya seperti di ayun-ayun.
Sampai akhirnya Hana sudah melakukan pelepasan tetapi tidak dengan Brian, dia belum melakukan pelepasan saja sekali malah membuat dirinya semakin brutal.
Brian yang merasa sangat terganggu langsung menggendong Hana dan membawanya ke ruang ganti pakaian. Brian langsung meletakkan Hana di sofa panjang dan langsung merobek baju Hana dengan sangat kasar.
“Mas, kamu kenapa sih? Ada apa dengan kamu?” tanya Hana yang merasa ketakutan sambil menatap Brian yang sedang membuka bajunya. Sehingga membuat keduanya dengan keadaan polos.
Brian langsung menindihi Hana dan melahap bibir Hana dengan sangat dalam, sampai akhirnya kedua tangan Brian langsung membukakan kaki Hana dengan sangat kasar bagaikan ayam yang mau dipotong.
“Arghhh.. hiks, mas sakit pelan-pelan” Hana menangis merasakan sakit yang begitu ngilu.
__ADS_1
Brian menghiraukan suara isak tangis Hana dan kembali memasukkan sang adik tanpa perhitungan.
Jleb! ...
“Arghhh..” teriak Hana sambil menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua telapak tangannya.
“Hiks.. kamu jahat mas, jahat” Hana menangis sambil memukul-mukul dada bidang Brian.
“Arghh.. enak sayang, aku sukaa. Tidak sia-sia aku meminum obat perang*sang” Brian berbicara sambil menikmati goyangannya yang begitu dahsyat.
Sedangkan Hana hanya bisa menangis dan merasakan tubuhnya yang benar-benar sangat sakit, Hana tidak tahu obat apakah itu? Apa obat itu mempunyai efek samping seperti ini, jika ia maka Hana harus segera menghentikan Brian untuk mengonsumsi obat itu.
Brian yang sudah terlihat seperti layaknya orang kerasukan kini membuat Hana sebagai dunia fantasi liarnya. Bahkan Brian selalu membuntang-bantingkan tubuh Hana dengan beberapa gaya yang Brian mau, dan tibalah di mana Brian menyuruh Hana untuk berada di atasnya.
“Sayang ayo cepat naik, aku sudah tidak sabar melihat wajah cantikmu ketika berada di atas” ucap Brian yang sudah mulai di pengaruhi obat.
“Mas, Hana tidak bisa apa lagi badan Hana semuanya terasa ngilu dan sakit” jawab Hana dengan wajah yang begitu lelah.
“Ck!! Lama, cepat naik, aku bilang naik ya naik. Susah banget sih nurut sama suami” Brian menarik Hana agar mau berada di atasnya.
Tanpa basa-basi Hana yang sudah sangat lelah dengan sikap Brian hari ini, langsung mengikuti perintahnya tanpa harus menolaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Ketemu lagi dengan author kesayangan kalian 🤗😘
Sepertinya biasa guys, author ingin memberikan rekomendasi novel seru lainnya untuk kalian 🥳🥳🥳
Jangan lupa tinggalkan suka, komen, favorite semuanya 🤗🤗🤗
BLURB !
Ranty Amalia Widodo, yang Menikah dengan seorang superstar Ferrell Nugraha. Harus rela jika dirinya selalu di sembunyikan bahkan hanya di akui sebagai adik. Membuatnya bertekad tidak akan jatuh cinta pada suaminya.
Namun, sikap Ferrell yang menunjukkan cinta dibelakang layar. Membuatnya luluh cinta Ferrell bukanlah kepura-puraan. Cinta Ferrell tulus untuk Ranty. Namun, dalam kisah cinta mereka ada saja penghalang dan rintangan. Namun, mereka bisa Melawati nya hingga kehadiran putri tercinta mereka mampu melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.
Sayangnya lagi-lagi cobaan datang, menerpa rumah tangga mereka. Hingga Ferrell harus terjebak pernikahan siri dengan sahabat sekligus cinta masa kecilnya.
Hingga akhirnya Ferrell dan Ranty harus terpisah
karena tragedi yang sangat memilukan
__ADS_1
akankah Ferrell dan Ranty akan kembali bersama?