
“Haha.. habisnya mbak ini kurang peka sih, sudah tahu mas Brian jatuh malah di bilang duduk ya jelas dia marah lah” jawab Arya menggunakan bahasa Jawa dengan di selingi tawanya.
Hana yang sudah mulai paham kenapa Brian bisa seperti itu kini malah jadi tertawa dengan keadaan yang malu.
"Ckk!! itu mereka ngapain sih tertawa seperti itu? apa jangan-jangan mereka menggosipiku? Wah.. tidak bisa di biarkan" ucap Brian di dalam hati.
Brian langsung turun kesawah tanpa aba-aba bahkan rasa jijiknya kini sudah ilang entah kemana.
Perlahan demi perlahan Brian mencoba menyeimbangi tubuh dan langkah kakinya untuk mendekati mereka.
"Loh mas Brian mau ikut nanam pagi juga?" tanya Abah yang baru saja selesai menanam pagi dan ingin kembali mengambil benih namun ia dikejutkan dengan kedatangan Brian.
"Emang mas Brian bisa bah? Kan dia belum tahu caranya loh nanti bisa-bisa tanaman kita mati semua" celetuk Hana yang membuat Brian merasa tertantang.
"Boleh Brian bantu, bah?" tanya Brian dengan nada dingin sambil menatap Hana dengan sinis.
Hana yang melihat tatapan sinis Brian seketika menjadi bingung dengan maksud tatapan Brian itu.
*
*
*
*
Abah dengan senang hati membantu Brian yang mau belajar menanam padi dan memberitahu bagaimana cara menanam padi dengan benar.
"Nah.. gimana mas Brian, mudah kan?" Abah telah selesai mencontohkan 5 bibit padi yang ia tanam.
"Ini sih gampang banget,bah. Hanya tinggal celup-celup sambil meram juga selesai" ucap Brian dengan nada sombongnya yang malah membuat Abah tersenyum.
Abah mulai melangkahkan kakinya untuk kembali ke ujung sawah yang masih kosong dan belum terisi bibit padi sama sekali.
Sedangkan Arya, Hana dan Brian kembali mulai menanamkan padinya di satu sawah yang sama.
Tetapi sebelum memulainya, mereka sudah membagi wilayah masing-masing dengan Hana di bagian sebelah kiri, Arya di sebelah kanan dan Brian di tengah-tengah.
Sehingga Arya mulai menanamkan bibit padinya secara perlahan dengan sangat rapih dan berjarak sama rata.
Sedangkan Hana mulai menanamkan bibit padi secara cepat, karena Hana sudah terbiasa untuk membantu Abah di sawah.
Namun, bagaimana dengan Brian?
Brian mulai menanamkan bibit padinya di lapaknya sendiri dengan sangat percaya diri.
Satu demi satu bibit padi mulai Brian tanamkan dengan sangat cepat seperti yang di contohkan oleh Abah.
Brian berjalan mundur ke kanan dan ke kiri sampai ia lupa sudah melebihi batas wilayahnya.
Dengan tidak sengaja Brian telah menghancurkan tanaman Hana.
"Yakk.. mas Brian, lihat tuh tanaman Hana jadi hancurkan karena ulahmu" Hana yang melihat kaki Brian menginjak tanamannya di buat sangat kesal.
__ADS_1
"Siapa suruh naruh di situ, sudah tau ini lapakku" Brian berusaha mengelak jika ia memang bersalah.
Hana yang sudah di buat kesal itu seketika langsung merusak hasil tanaman Brian dengan tujuan agar sama-sama impas.
"Yakk.. tanamanku kenapa di rusak sih" ucap Brian dengan nada kesal.
Hana yang merasa kesal pun tidak menggubris ucapan Brian, dan malah kembali untuk membetulkan tanamannya yang sudah rusak.
Sedangkan Brian dengan perasaan yang marah kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dan tanpa sengaja Brian membuat ulah kembali dengan menyenggol tanaman Arya.
"Yakk.. mas Brian" rengek Arya dengan wajah melasnya.
"Kalian berdua kenapa sih sensi banget sama saya, saya kesana salah saya ke sini salah. Terus saya harus gimana?" jawab Brian dengan nada yang emosi.
Arya dan Hana yang mendengar nada Brian sudah mulai naik 2 oktaf itu langsung terdiam.
"Serem juga ya kalau mas Brian marah" ucap Arya di dalam hati.
Brian yang sudah mulai merasa kesal seketika membuang bibit padi dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari sawah.
Tapi entah kenapa saat Brian ingin melewati Hana seketika tubuhnya menjadi oleng dan kemudian terjatuh.
Bugh..
Byurr..
"Ma-mata ini seperti mata Sandra, a-apakah Sandra kembali sebagai Hana" suara hati Brian.
"Astagfirullah, hari ini Hana berasa ketiban duren berkali-kali. Seneng banget sih mas Brian nyosor mulu" suara hati Hana
Arya yang melihat adegan tersebut seketika berdehem dengan nada yang mengejek.
"Ekhem.., jika ingin bermesraan cepatlah dihalalkan jadi bisa punya lapak di kamar bukan di sawah seperti ini haha"
Hana dan Brian yang mendengar ucapan Arya seketika tersadar dari lamunannya dan langsung berdiri dengan keadaan baju yang penuh dengan noda tanah merah.
*
*
*
*
Abah dan Umi yang sudah mendengar cerita Arya seketika hanya bisa tertawa.
Sedangan Hana dan Brian menatap satu sama lain dengan mata yang sinis.
"Ohya mas Brian mau ikut Arya cari belut dan yuyu gak, di sini banyak loh kan bisa mas Brian bawa oleh-oleh buat ke jakarta hehe.." Arya mencoba untuk mencairkan suasana Brian yang masih panas.
"Yuyu? Hewan macam apa itu?" Brian yang mendengar kata itu seketika langsung berubah mukanya menjadi sangat penasaran.
__ADS_1
"Yuyu itu semacam kepiting tetapi dia tidak bisa besar mas, bentuknya seperti anak kepiting gitu. Tapi rasanya behh.. nikmat" Arya membayangkan Yuyu buatan Hana yang begitu lezat.
"Apa Hana juga ikut?" Brian spontan mengucapkan kalimat itu tanpa melihat ke arah Hana yang sudah membulatkan matanya.
"Ikut dong, kan Mbak Hana selalu setia menemani Arya. Yakan, mbak hehe" goda Arya dengan mengedipkan matanya.
Hana yang melihat tingkah konyol Arya seketika membuang mukanya.
Kemudian mereka bertiga pergi ke aliran sungai dekat sawah, Abah dan Umi sudah pulang lebih dulu karena merasa sedikit lelah.
Arya mulai melangkahkan kakinya untuk menginjak bebatuan agar sampai ketempat yang banyak di huni oleh hewan imut itu.
Kemudian Hana menyusul di belakang Arya dengan menginjak bebatuan yang sama dengan Arya melangkah.
Tapi entah kenapa Hana hampir terpeleset, dengan sigap Brian menangkap tangan Hana dan menariknya dengan keras.
Bugh..
Hana memeluk Brian dengan sangan kuat sampai-sampai menabrak dada bidang Brian dengan sangat keras.
"Ouch.. sakit mas Brian, ini dada apa beton sih" u
keluh Hana yang sedikit kesal sambil mengusap jidatnya.
"Di tolongin bukannya makasih malah ngomel" saut Brian dengan nada dinginnya.
Arya yang melihat Brian dan Hana malah berdiam diri di atas langsung menyuruhnya agar cepat turun ke sungai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Terimakasih 🙏🙏
Papay 🤗🤗
__ADS_1