Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Istrinya Pak Brian


__ADS_3

Brian dan Hana memasuki kantor lalu mereka berjalan dengan sangat gagah serta anggun.


Entah Hana dapat ke anggunan dari mana, kini seolah-oleh membuat ia begitu terlihat seperti wanita yang benar-benar sangat mewah.


Semua mata melirik ke arah Hana sambil menatapnya penuh dengan kekaguman.


“Wah.. tidak menyangka ya, kalau istri Pak Brian begitu cantik. Padahal dia berasal dari kampung, tapi kecantikannya benar-benar di luar dugaan” ucap salah satu karyawati sambil berbisik kepada temannya.


“Ya benar, bahkan ia terlihat seperti bidadari surga yang sangat cantik. Mereka benar-benar terlihat sangat serasi ya, pasti mereka sangat bahagia di pernikahannya. Buktinya saja Pak Brian merangkul pinggang istrinya dengan sangat erat yang membuktikan bahwa ia tidak mau kehilangan istrinya” saut karyawati satunya dengan sangat pelan.


Brian yang mendengar suara karyawati tersebut dengan telinga yang begitu tajam membuat ia tersenyum sangat kecil bahkan sampai tidak terlihat.


Sedangkan Hana merasa sangat malu karena pujian-pujian mereka yang begitu baik, sampai Hana hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya saat semuanya mengucapkan selamat datang.


Namun, di saat Hana sedang tersenyum dengan beberapa karyawati membuat mata elang Brian melihat beberapa predator yang menatap Hana tanpa mengedip.


“Itu istrinya Pak Brian? Gila, cantik banget. Coba saja gua yang ketemu sama tuh perempuan, pasti gua akan merasa bahagia banget telah menemukan bidadari surga yang cantik bahkan sholehah pula” ucap salah satu karyawan dengan berbisik sambil menatap kecantikan Hana.


“Yoi, Bro. Gua juga iri melihatnya, sayang banget ya perempuan itu jika tahu kalau suaminya sangat dingin. Pasti dia mati-matian membuat Pak Brian tersenyum, miris sekali dia. Meski pun Pak Brian tampan tapi jika tidak romantis kan percuma ya kan Bro?” tanya karyawan kepada temannya sambil berbicara pelan.


“Ya lu benar bro, semoga saja tidak tidak terjadi ya, kalau pun terjadi gue siap dah nunggu jandanya haha..” ucap teman karyawan dengan tertawa.


“Sia*lan gue juga mau lah, emangnya lu doang haha...” saut salah satu karyawan yang ikut tertawa.


Hana yang sedikit mendengar suara orang tertawa begitu penasaran. Namun, saat Hana ingin menoleh dengan sigap Brian menghalanginya dan menutupinya.


Hana yang sangat bingung langsung mendongak menatap Brian sambil berkata “Ada apa, Mas? Kenapa menghalangi pandanganku?” tanya Hana.


“Sudahlah... Kau hanya boleh menatap lurus ke depan tanpa harus menoleh, ingat itu!” ucap Brian dengan lantang.


Hana yang begitu kesal hanya bisa pasrah dengan tingkah Brian yang begitu aneh.


“Jika kalian masih ingin bekerja di perusahaanku, lebih baik kembali bekerja. Dan jangan sampai saya dengar jika salah satu dari kalian berani untuk merebut istriku, paham!” Brian berbicara dengan sangat dingin dan menatap semua karyawan dengan mata elangnya.


Seketika semua karyawan dan karyawati langsung menunduk lalu dengan keadaan tergesa-gesa mereka langsung kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.


“Mas, tidak boleh kasar seperti itu. Kasihan mereka loh” ucap Hana mencoba menasihati Brian. Namun, yang ada malah Hana mendapati pelototan mata dari Brian.


Hana langsung menundukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Brian menuju lift. Kemudian mereka masuk ke dalam lift khusus dan membawanya ke lantai paling atas.


Ting ! ...

__ADS_1


Lift pun berbunyi dan menandakan bahwa mereka sudah sampai di lantai paling atas, yang dimana ruang kerja Brian berada.


Brian berjalan sambil masih memegangi pinggang Hana, dan di saat Brian ingin memasuki ruangannya ia langsung di sambut oleh Cika sekretaris Brian.


“Selamat pagi menjelas siang, Pak Brian” ucap Cika penuh dengan senyuman.


“Hum” saut Brian dengan datar tanpa menoleh Cika.


“Selamat pagi juga, Mbak” jawab Hana dengan penuh senyuman.


Cika yang melihat Hana langsung menatapnya dari atas hingga ujung kaki dan terhenti saat melihat tangan Brian yang merangkul pinggang Hana.


“Jadi ini istrinya Pak Brian. Boleh juga sih, cantik tapi tetap saja lebih cantikkan gua kemana-mana ” ucap Cika di dalam hatinya.


Hana yang merasa heran dengan tatapan Cika membuat dirinya begitu penasaran.


“Ini siapa ya, kok dia melihatku seperti itu? Ya sudahlah, biarkan saja. Nanti coba aku tanyakan kepada Mas Brian saja ” ucap Hana di dalam hatinya sambil tetap tersenyum.


Brian kemudian melepaskan tangannya lalu masuk ke dalam ruangan lebih dulu, dan tak lupa menyuruh Hana agar membuatkan kopi untuknya.


Cika yang melihat sikap Brian kepada Hana langsung mengeluarkan senyum devilnya.


“Maaf, Mbak. Boleh saya tahu dimana jalan menuju dapur ya, saya ingin membuatkan suami saya minuman” tanya Hana dengan sangat ramah.


Hana yang mendengarnya pun merasa sangat terkejut, tetapi ia berusaha untuk tetap tersenyum.


“Maaf ya, Mbak. Suami saya mungkin kangen dengan kopi buatan saya. Makannya saat saya ikut ke sini, dia menyuruh saya untuk membuatkan kopi kesukaannya. Apa Mbak juga mau merasakan kopi buatan saya? Enak loh Mbak, bahkan suami saya sampai tidak bisa melupakan rasanya” jawab Hana dengan nada sopan tetapi sangat berpengaruh untuk Cika.


Cika yang mendengarnya pun langsung terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Hana yang berhasil membungkam Cika seketika tersenyum sangat lebar, ia langsung pergi meninggalkan Cika yang masih terdiam dan langsung mencari jalan ke dapur sendiri.


Hampir 20 menit Hana membuatkan 2 kopi, kini ia berjalan menuju ruangan Brian.


Tetapi tidak lupa menaruh satu kopi buatan Hana untuk Cika sambil berkata “Ini, Mbak. Saya buatkan kopi untuk menemani hari-hari Mbak biar tidak galau hehe..”


Kemudian Hana berjalan dan memasuki ruang kerja Brian.


Cika yang dari tadi melihat cangkir yang berisikan kopi buatan Hana kini semakin dibuat penasaran dengan rasanya.


“Cih!! Seenak apa sih kopi buatan istri Pak Brian ini, paling juga seperti kopi yang ada di emperan” ucap Cika sambil mengangkat cangkir dan kemudian meminumnya dengan perlahan.

__ADS_1


Srup ! ...


Srup ! ...


Cika menyeruput kopi tersebut dan betapa terkejutnya bahwa kopi buatan Hana begitu lezat. Bahkan Cika sendiri pun tidak bisa membuat kopi selezat ini.


“Gila, ini dia pakai guna-guna atau apa sih. Kenapa kopinya enak banget. Wah, jangan-jangan ini kopi dapat mesan kali di online” saut Cika sambil menatap kopi tersebut.


Cika yang begitu penasaran langsung berlari ke arah dapur dan mengecek semua plastik atau tempat sampah bahkan sampai di tegur oleh salah satu OB di sana, bahkan mereka pun menjelaskan bahwa Hana memang membuatkan kopi hasil dari tangannya sendiri tanpa memesannya.


Cika yang begitu malu pun langsung pergi begitu saja kembali ke tempat duduknya.


Wajah kesal Cika begitu terukir jelas, bahkan ia sangat dongkol karena merasa telah di hina oleh Hana sebab dirinya tidak bisa membuat kopi selezat itu.


Hana dengan gugupnya menaruh kopi di atas meja kerja Brian sambil berkata “Mas, ini kopinya. Silakan di minum”


Brian langsung meminum kopi Hana dengan perlahan, ia benar-benar terkejut dengan rasa kopi pertama kali yang Hana buatkan.


“Ini kopi kamu beli dimana?” tanya Brian dengan wajah bingungnya.


“Loh tadi kan Mas Brian menyuruh Hana untuk membuatkan kopi, jadi Hana buatin. Jika Mas tidak percaya boleh tanyain ke salah satu OB di sana” ucap Hana.


Brian yang mendengar itu pun langsung kembali meminumnya sambil berkata “Mulai saat ini kamu harus membuatkan aku kopi. Dan kau harus selalu ikut aku kemana pun aku pergi”


“Kalau Hana ikut Mas pergi, terus Qisya bagaiman dong? Kan dia juga butuh Hana, Mas” jawab Hana dengan bingung.


“Ya kamu atur saja, kalau perlu bawa Qisya juga gapapa. Kalau dia sekolah setelah kamu mengantarnya lalu kamu langsung ke kantorku untuk membuatkan aku kopi nanti sorean kalian bisa pulang. Gampang kan” ucap Brian.


Hana yang sudah mulai emosi membuat ia seketika sadar dan berusaha untuk menahan emosinya dan selalu menunjukkan sikap kuatnya di depan Brian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai sini dulu bab untuk hari ini semuanya... 😁😁😁


Semoga kalian menyukainya dan enjoy read my story... 🤗🤗🤗


Jaga diri kalian dan tetaplah tersenyum semuanya... 😊😊😊


Dan terus dukung Author yang suka bikin kalian kesal melalui cerita ini 🤭🤭🤭


Sampai jumpa lagi semuanya...

__ADS_1


😆😆👋🏻👋🏻


__ADS_2