
“Ya kamu atur saja, kalau perlu bawa Qisya juga gapapa. Kalau dia sekolah kamu mengantarnya lalu kamu langsung ke kantorku untuk membuatkan aku kopi dan nanti sorean kalian bisa pulang. Gampang kan” ucap Brian.
Hana yang sudah mulai emosi membuat ia seketika sadar bahwa ia harus berusaha menahan emosinya dan selalu menunjukkan sikap kuatnya di depan Brian.
“Baiklah Mas Brian suamiku yang tampan. Aku akan membagi waktuku untuk datang ke sini bahkan aku akan membuatkan bekal untukmu, bagaimana suamiku?” tanya Hana dengan menekankan kata-katanya dan di paksakan untuk tersenyum
“Good! Ya sudah aku mau makan mie rebus 2 dengan telur rebus lalu diirisi cabai dan kasih saos jangan lupa” ucap Brian sambil kembali mengetik di laptopnya.
Hana yang mendengar Brian pun langsung seketika melototkan matanya.
“Mas tidak salah itu? Kan Mas tidak menyukai mie bahkan makanan instan seperti itu, lalu kenapa malah ingin memakannya sekarang” ucap Hana dengan wajah bingungnya.
“Kenapa? Memangnya aku tidak boleh memakannya, toh aku juga tidak tahu pokonya aku ingin makanan itu sekarang titik!” ucap Brian dengan sangat tegas.
Hana hanya bisa mengelus dadanya dan kembali pergi menuju dapur dan membuatkan semua pesanan Brian.
“Loh kok ke sini lagi, Bu. Kalau ada apa-apa lebih baik panggil kami saja, dari pada Ibu repot-repot membuatkannya” ucap salah satu OG (Office Girls) dengan wajah bingungnya.
“Tidak apa-apa, Mbak. Suami saya ingin makan mie rebus buatan saya” jawab Hana sambil tersenyum.
“Hah, se-sejak kapan Pak Brian menyukai makanan seperti itu? Bukannya Pak Brian anti banget dengan makanan instan seperti itu ya Bu?” tanya sang OG.
“Hehe.. ya saya juga tidak tahu, hoya.. boleh saya minta tolong belikan mie rebus 2 telor saus dan cabai, Mbak” ucap Hana dengan sangat sopan.
“Tenang, bu. Kami punya itu semua kok, kan kami suka makan itu hehe.. habisnya kami tidak bisa lepas dari mie” ucap salah satu OG sambil mengeluarkan semuanya dari tas yang berada di lemari kecil khusus OG.
“Makasih ya, nanti saya ganti” ucap Hana sambil menerimanya.
“Tidak perlu, Bu. Kaya sama siapa saja. Lagian kami senang kok bisa melihat Pak Brian sudah mendapatkan wanita yang begitu baik seperti Ibu. Semoga saja Pak Brian bisa berubah jadi lebih baik lagi berkat Ibu ya” saut sang OG dengan tersenyum dan penuh harap.
“Insyaallah ya... Do'akan saja semoga saya bisa membuat Pak Brian bisa bersikap lebih baik lagi” jawab Hana sambil membuatkan mie untuk Brian.
Hampir setengah jam Hana telah selesai membuatkan pesanan Brian dan segera membawanya ke dalam ruangan Brian.
__ADS_1
Cika yang melihat Hana membawa makanan seketika langsung berdiri sambil berkata “Tunggu!” ucap Cika sambil berjalan mendekati Hana.
Hana pun langsung terdiam dan berhenti melangkahkan kakinya sambil berkata “Iya, Mbak. Ada apa ya?” tanya Hana dengan wajah bingungnya.
“Pak Brian tidak suka melihat orang makan mie seperti ini, bahkan saat OG ketahuan memakan mie pun Beliau bisa langsung memberikan SP 1 kepada mereka. Lalu, kenapa anda malah ingin membawanya ke dalam? Apa anda tidak tahu jika suami anda itu tidak menyukai makanan instan?” Cika bertanya dengan nada sombongnya.
“Maaf ya, Mbak. Saya istrinya jadi mana mungkin saya tidak tahu semua tentang suami saya. Ini pun pesanan suami saya, jadi kalau Mbaknya ingin melarangnya bagaimana jika kita masuk bersama biar Mbak bisa lihat sendiri bagaimana suami saya ingin sekali memakan mie ini” ucap Hana.
“Oke, siapa takut. Paling juga langsung di lempar dan dibuang oleh Pak Brian” tantang Cika sambil membukakan pintu dan masuk lebih dulu.
Hana hanya bisa menghembuskan nafasnya dan tersenyum sambil masuk ke dalam ruangan Brian.
Brian yang melihat Hana membawa nampan berisikan pesanannya, seketika wajah Brian begitu sumringah.
“Ayo cepat sini, aku sudah sangat lapar. Dan sepertinya mie itu terlihat begitu menggiurkan” ucap Brian.
Cika yang mendengar Brian berkata seperti ini membuat ia melototkan matanya sambil berkata “Bu-bukannya, Pak Brian tidak menyukai siapa pun yang memakan makanan instan? Bahkan bapak tidak segan-segan untuk kasih SP 1 kepada mereka yang berani melanggar peraturan untuk memakan mie di kantor?”
“Kenapa? Kamu tidak suka? Baiklah aku akan memberiku SP 2. Dan sekali lagi kamu berbicara maka akan aku pastikan hari ini pun kamu akan keluar dari perusahaanku, bahkan tidak akan ada perusahaan yang mau menerimamu lagi” ucap Brian dengan sangat dingin.
Namun, saat ingin keluar Cika menatap Hana begitu tajam sambil berkata “Awas kamu ya! Lihat saja nanti!”
Hana hanya bisa tersenyum sambil menatap Cika, kemudian Cika langsung keluar dan menutup pintu ruangan.
Hana melangkahkan kakinya menuju sofa di ruangan Brian dan menaruh pesanan Brian perlahan. Tidak lupa Hana membuatkan es teh manis untuk menemani mie hangat yang akan di makan Brian.
Dengan sigap Brian langsung menyerbu mie buatan Hana sangat lahap bahkan mie yang terlihat begitu pedas dan masih sangat panas pun tidak ada artinya bagi Brian.
Hana yang melihat Brian pun malah menjadi terkejut karena baru kali ini Hana melihat Brian sangat lahap dengan makanan yang tidak Brian sukai.
Sampai saat Hana ingin memakai mie pun Brian selalu membuangnya dan tidak membiarkan keluarganya memakai makanan tidak sehat seperti itu. Namun, saat ini benar-benar berbeda. Bahkan Brian begitu menikmati mie tersebut.
“Mas, pelan-pelan nanti keselak loh. Apa lagi itu mienya sangat pedas” ucap Hana yang merasa sedikit khawatir dengan cara makan Brian yang begitu lahap.
__ADS_1
Brian tidak memedulikan omongan Hana, bahkan ia malah menjadi sangat lahap dan dengan hitungan menit pun mie habis tanpa sisa.
“Wahh.., ini benar-benar rasanya sangat nikmat” ucap Brian sambil mengelap mulutnya.
“Jangan lupa ucapkan Alhamdulillah, Mas” saut Hana untuk memperingati Brian agar selalu mengucapkan Hamdalah.
“Alhamdulillah...” ucap Brian sambil tersenyum.
“Hoya.. Mas kok tumben banget kepingin mie. Bahkan saat Mas tahu Hana mau makan mie saja Mas selalu melarang Hana. Hana jadi bingung” ucap Hana dengan wajah bingungnya.
“Entahlah, hari ini aku cuman ingin sekali memakan makanan itu. Memangnya kenapa? Kamu tidak ikhlas membuatkannya?” tanya Brian dengan wajah seriusnya.
“Bu-bukan begitu maksud Hana, Mas. Hana ikhlas kok” jawab Hana.
“Ya sudah, jadi tidak perlu di bahas lagi perkara mie” saut Brian langsung kembali ke kursi kebesarannya lalu meneruskan pekerjaannya yang tadi tertunda.
Hana kembali menaruh alat makan Brian ke arah dapur, kemudian kembali ke ruangan Brian dan duduk di sofa sambil memainkan handphone nya dengan menelepon Qisya.
Hari sudah mulai sore, dan Brian pun sudah menyelesaikan tugasnya. Kini saatnya mereka pulang ke rumah.
Namun, di sepanjang perjalanan Brian selalu saja bersikap aneh bahkan tak henti-hentinya ia selalu memegang tangan Hana dan menciuminya berkali-kali.
Hana sendiri pun heran kenapa tingkah Brian begitu aneh, tapi ya sudahlah ya. Mungkin ini jawaban dari Allah yang sudah membuat hati Brian sedikit mencair.
Hana pun tersenyum terus-menerus yang menandakan ia begitu bahagia melihat Brian hari ini banyak perubahan, bahkan Brian yang semalam begitu keras pun bisa cepat luluh hanya karena Brian meminum kopi buatan Hana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺
Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗
__ADS_1
Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁
Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆