Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Layaknya Seorang Model


__ADS_3

“Kalau bukan karena kalian di perut Bunda, Ayah ogah kaya gini. Baby twins, kalian cepat keluar ya, jangan iseng-iseng di perut Bunda. Dan semoga ini yang terakhir ya, Baby twins ” ucap Brian di dalam hatinya.


“Kalau bukan karena Mbak sendiri yang minta untuk keponakanku, aku sih malas banget. Bagaimana kalau Bu guru lihat ini ? Aduh... malu banget deh pastinya. Bahkan bu guru bisa-bisa enggak mau dekat sama aku lagi ” ucap Arya di dalam hatinya.


“Nah, sekarang kan sudah siap. Jadi kita mulai acaranya ya. Ekhem... selamat siang menjelang sore ibu-ibu dan bapak-bapak. Perkenalkan nama saja Hana Renata. Saya adalah model dari busana muslim yang sangat kekinian. Jadi di sini saya ingin memperkenalkan ketiga model saya dengan berbagai pakaian busana yang sangat cantik”


“Mari kita tunjukkan model kecil kita yang sangat cantik dan imut. Ini dia Balqisya Zhafira... Mari kita kasih tepuk tangan yang sangat meriah”


Hana bersikap sebagai sang desainer yang begitu profesional untuk memperkenalkan ketiga modelnya dengan sangat baik. Kemudian semua orang bertepuk tangan dengan sangat kencang, bahkan bersorak untuk menyemangati Qisya sambil mempublikasikannya menggunakan telepon genggam mereka masing-masing.


“Uhh... Cucu Oma hebat, ayo sangat tunjukkan bakatmu” sorak Nyonya Syifa sambil memvideokan Qisya.


“Semangat cucuku... Kamu benar-benar berbakat sebagai model, Nak” ucap Umi sambil menatap kagum Qisya.


“Walah... Walah... Cucunya Mbah Kung, hebat banget ya. Semoga nanti kalau Qisya sudah besar bisa menjadi model atau desainer yang sangat terkenal. Aamiin ya Allah” ucap Abah penuh dengan harapan.


“Ayo Qisya, kalahkan kedua model abal-abal itu. Kamu bisa, yok semangat sayang...” saut Tuan Ferry penuh dengan semangat sambil memvideokan Qisya.


Qisya yang begitu senang dengan berbau model membuat ia tanpa sadar berjalan layaknya seorang model yang sangat menggemaskan.


Lenggak-lenggoknya pun terlihat seperti model sungguhan, meskipun tidak terlalu lancar yaa... Namanya juga masih anak-anak ya maklumin saja.


Hana, Brian dan Arya pun berbalap-balapan untuk merekam Qisya untuk menjadikan kenang-kenangannya suatu saat nanti. Hampir 5 menit Qisya menunjukkan semua gayanya, kini saatnya ia kembali duduk untuk beristirahat.


“Wah... Bagaimana penonton? Apakah ia benar-benar terlihat seperti model sungguhan bukan?” tanya Hana dengan antusias dan di balas dengan tepukan tangan yang begitu kencang dari penonton yaitu Tuan Ferry, Nyonya Syifa, Abah, dan Umi.


“Nah... sekarang untuk model kedua kita, sebut saja namanya adalah Mawar. Mari kasih tepukan tangan yang meriah dong” ucap Hana dengan sangat heboh.


Prok ... prok ... prok... 👏🏻👏🏻👏🏻


Prok ... prok ... prok ...👏🏻👏🏻👏🏻


Semua bertepuk tangan untuk menyemangati Brian.


“Astagfirullah, sabar Brian sabar. Ayo kamu bisa, demi baby twins biar tidak jadi anak yang ileran. Yok semangat..." ucap Brian di dalam hati kecilnya untuk menyemangati dirinya dengan menahan rasa malunya.


“Ayah ayo semangat, Ayah pasti bisa go go go aye aye...” teriak Qisya dengan menyemangati Brian.


Brian dengan langkah olengnya membuat tubuhnya tidak seimbang akibat sepatu hak tinggi punya Mamahnya yang di pakai Brian saat ini. Semua orang tertawa dengan sangat puas saat melihat Brian berjalan seperti model yang mabuk.


Bahkan Arya pun ikut tertawa sambil memegang perutnya sendiri saking tidak kuatnya menahan tawa. Brian yang begitu kesal, langsung melepas sepatu tersebut dengan membuangnya ke sembarang arah.


Lalu, ia berjalan layaknya model wanita tanpa alas kaki. Namun, siapa sangka ternyata Brian bisa mendalami perannya sebagai model dengan sedikit kecentilannya yang ia buat-buat yang semakin membuat semuanya tertawa terbahak-bahak.


Sampai-sampai Hana sendiri pun mencoba untuk menahan sesuatu yang sudah ingin keluar akibat tertawa. Dan kini Brian telah selesai dengan tugasnya, sehingga ia langsung melepaskan hijabnya dengan kasar.


Untung saja hijab yang Brian pakai adalah hijab instan coba jika seperti Arya mungkin sudah tertusuk jarum pentol kali ya. Dan kini saatnya model terakhir yang begitu membuat semuanya penasaran.

__ADS_1


“Aduh... model kedua kita benar-benar menghibur ya, karena dia kita bisa tertawa sambil menangis haha...” ucap Hana sambil tertawa dan diikuti oleh yang lainnya.


“Aduh... sudah-sudah ya, kita lupakan yang tadi. Dan sekarang yang kita tunggu-tunggu ini dia model terakhir kita yaitu Sarimin. Semoga dia tidak akan membuat kita kembali tertawa sambil menangis ya haha...” Hana tidak ada henti-hentinya tertawa saat melihat muka kesalnya Brian.


Brian segera menghapus make up nya dengan kasar sampai membuatnya berlepotan yang malah menambah kesan lucu untuk Hana.


Hana yang sudah tidak kuat lagi, kemudian sedikit berlari kecil menuju kamar mandi untuk membuang sesuatu yang ia tahan dari tadi. Dan setelah selesai dari kamar mandi kini acara pun di mulai kembali.


Arya berjalan dengan sedikit oleng kemudian membuat tubuhnya untuk kembali seimbang. Ia berjalan layaknya seorang model dan Miss Univers yang sangat profesional sambil sesekali menyapa semuanya dengan kedipan matanya.


Namun, saking asyiknya berjalan lenggak-lenggok tanpa sadar kaki Arya tersandung dengan sendirinya dan terjatuh.


Buuugh ! ...


Bhahahahaaa... 😂🤣🤣


Semua tertawa dengan sangat gemas, bukannya menolong, mereka malah tertawa lebih dulu kemudian baru menolong Arya yang sedikit merasakan sakit akibat tergulir.


Dengan sigap Abah membantu memijit pergelangan kaki Arya dan sedikit menariknya.


Pretekkk ! ...


Terdengar bunyi tulang Arya, dan dengan perlahan Arya mencoba kembali menggerakkan kakinya kemudian berdiri dengan hati-hati.


Dan pada akhirnya mereka mendapatkan ide julukan berupa Miss Pincang yang di pegang oleh Arya, sedangkan Brian sebagai Miss Oleng dan Qisya sebagai Miss yang Menggemaskan.


Malam hari... Arya main bersama Qisya di ruangan tamu.


Sedangkan Hana dan Brian sedang pergi keluar sebentar untuk mencari nasi kucing yang dijual oleh bapak-bapak berdasi. Ya, begitulah Hana. Selalu saja membuat Brian mengelus dadanya saat mendapati ngidam aneh istrinya yang mulai kembali bermunculan.


Padahal, kandung sudah memasuki 7 bulan tetapi Hana masih saja meminta yang aneh-aneh. Mungkin saja anak kembar mereka ingin membuat Bundanya agar bisa merasakan apa yang sang Ayah rasakan.


Si kembar memiliki tujuan agar membuat sang Ayah pusing dan tak henti-hentinya menjahili sang Ayah. Untuk sedikit memberi pelajaran kepadanya agar tidak membuat sang Bundanya kembali bersedih.


Sedangkan kedua orang tua Brian dan Hana sedang beristirahat sebentar di dalam kamar mereka karena begitu lelah mengurus acara Hana yang diadakan besok hari pukul 10 pagi.


Dan saat ini Arya selalu bersikap baik kepada Qisya tanpa sedikit pun berniat untuk menjahili Qisya. Tetapi, di balik itu semua Arya sedang membuat mood Qisya agar bagus. Supaya ia bisa sedikit mengorek informasi tentang Bu guru yang sudah membuat ia terpikat.


“Qisya sayang...” ucap Arya dengan wajah tersenyum lebar yang malah membuat Qisya sedikit ketakutan serta bingung.


“Om Alya kenapa senyum-senyum gitu? Apa jangan-jangan Om kesusupan ya?” tanya Qisya dengan raut wajah yang penuh penyelidikan.


“Kesusupan? Maksudnya?” Arya balik bertanya kepada Qisya dengan wajah bingungnya.


“Itu loh Om, yang kemasukan setan-setan gitu terus dia teliak-teliak” saut Qisya.


“Ya ampun, itu namanya kesurupan Qisya bukan kesusupan. Kalau tangan Qisya kemasukan serpihan serat kayu baru bisa dibilang kesusupan” jawab Arya sambil menepuk jidatnya.

__ADS_1


“Hehe... ya mangap Om, salah sebut. Lagian Om sih aneh kaya olang kesulupan senyum-senyum bikin Qisya takut tahu” ucap Qisya dengan menampilkan wajah yang ditakut-takuti.


“Maaf, bukan mangap. Kalau mangap tuh kaya gini nih aaa...” jawab Arya sambil membuka mulutnya dengan lebar, namun dengan isengnya Qisya langsung memasukkan buah anggur ke mulut Arya.


“hempt...” Arya langsung mengunyahnya dan kemudian di telan sambil berkata “Yakk... dasar bocah rese, bisa-bisanya menjahili Omnya yang ganteng ini. Kalau nanti Om keselak bagaimana?” tanya Arya dengan wajah kesalnya.


“Haha... lagian sih mangap-mangap. Untung saja Qisya masuki buah coba kalau lalat yang masuk hayo...” Qisya tertawa sambil meledek Arya.


“Huuft... sabar Arya sabar. Kamu harus bisa membuat Qisya senang agar bisa mendapatkan informasi tentang bidadari yang menyamar jadi Bu guru cantik di sekolah Qisya ” ucap Arya di dalam hatinya.


Qisya yang sudah berhasil menjahili Arya, kemudian ia kembali bermain bersama beberapa bonekanya sambil menonton televisi.


Namun, di saat Qisya sedang asyik bermain Arya mencoba untuk memancing Qisya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedikit membuat Qisya bingung.


“Hoya... yang tadi sama Qisya di sekolah itu Bu guru Qisya ya?” tanya Arya.


“Iya, Om. Itu Bu gulu Qisya, dia baik banget sama Qisya teyus juga kemalin Bu gulu yang menemani Qisya di sekolah. Kan yang lain sudah di jemput, tinggal Qisya yang belum” jawab Qisya sambil bermain.


“Oh gitu, maafin Om ya hehe... sudah telat jemputnya. Cantik ya Bu guru Qisya” pancing Arya sambil mulai melakukan penyelidikan.


“Ya dong, Bu Cantik memang cantik kaya olangnya. Tapi masih cantikan Bunda” ucap Qisya.


“Bu Cantik?” tanya Arya dengan wajah bingungnya.


“Iya Om, Bu Cantik. Kan namanya Bu Cantika, jadi Qisya manggilnya Bu Cantik saja. Kalau yang lain manggilnya Bu Tika, tapi Qisya enggak mau. Maunya manggil Bu Cantik, soalnya olangnya cantik hehe...” ucap Qisya sambil tertawa menatap Arya.


“Heum... jadi namanya Cantika. Bagus sekali namanya karena sesuai dengan orangnya yang cantik. Tidak salah pilih aku, semoga Allah menjodohkan kita ya Bu. Dan jika tidak maka tolong jodohkanlah kami ya Allah jangan sampai enggak ya...” ucap Arya di dalam hatinya.


“Wah... bagus ya namanya, memangnya Bu guru sudah punya anak atau suami ya?” tanya Arya.


Qisya kemudian menatap Arya dengan wajah bingungnya dan juga merasa aneh, tumben sekali Arya menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Bu guru.


Kini, mata Qisya mulai menyipit menandakan adanya kejanggalan di dalam pertanyaan Arya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊


Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇


Maaf tapi untuk beberapa hari ini jadwal Author sedang sibuk 😔😔😔


Jadi Author hanya bisa up 1 bab sehari untuk beberapa hari 😓😓😓


Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2