
Niat hati ingin menjahili Sasya, kini malah Alex sendiri yang terkena batunya. Untungnya Anna bisa mempercayainya, walaupun Ash tidak bisa memastikannya 100 persen, setidaknya Ash tidak akan terlalu malu pada Anna nantinya.
...*...
...*...
Beberapa hari berlalu, tepat di hari ini Sasya beserta keluarganya sedang melakukan perjalanan panjang. Dimana mereka telah berada di dalam pesawat menuju Indonesia, tempat kelahiran mereka semua.
Kurang lebih mereka melakukan perjalanan sekitar 22 jam lamanya, menggunakan maskapai Etihad Airways. Bahkan mereka pun harus melakukan transit 3 sampai 4 jam.
Banyak waktu yang terbuang, rasanya ingin sekali mereka segera sampai di Indonesia tanpa danya kendala apa pun. Mereka berharap semua akan baik-baik saja.
Awalnya Alex ingin sekali menjemput mereka, tetapi sayang. Alex harus menunggu di Indonesia akibat pesawat yang dia miliki telah di jual dan juga beberapa aset lainnya untuk membangun sebuah perusahaan.
Sampai akhirnya, mereka telah sampai di Indonesia tepat pukul 5 pagi. Mereka sejenak menuntaskan kewajibannya sambil menunggu Arya yang akan menjemput mereka langsung dari bandara.
Setelah selesai, mereka berjalan perlahan keluar dari bandara dan bertemu dengan Arya. Adik satu-satunya dari Bunda Hana. Rasa bahagia dan juga terharus kini menyelimuti mereka semua.
Ya, walaupun ini baru sebagian kecil rasa rindu yang berhasil tersalurkan. Sehingga, mereka tidak begitu meneteskan air matanya.
Tetapi mungkin, setelah sampai dirumah kediaman keluarga Ayah Brian, pasti akan ada pertumpahan air mata yang sangat deras.
Mereka segera menaiki mobil Arya, lalu pergi menuju rumah kediaman keluarga Ayah Brian. Disana mereka semua sudah mempersiapkan penyambutan kecil.
1 jam kurang, akhirnya mereka sampai di depan gerbang besar rumah keluarga Ayah Brian. Mereka kembali menatap suasana yang sedikit asing, tetapi tetap tidak ada yang berubah sedikit pun.
Mobil melewati perkarangan rumah dan berhenti di dekat pintu utama. Semua keluarga sudah berdiri dalam keadaan air mata telah berlinang, rasanya mereka tidak percaya jika mereka sudah tiba di tanah air.
Satu persatun turun dari mobil, di sambut oleh pelukan dari mereka semua secara bergantian. Rasa rindu yang sudah tak terbendung, kian tumpah tak tersisa.
Isak tangis kebahagiaan mereka mulai memenuhi suasana kediaman keluarga Ayah Brian. Mereka tidak menyangka bahwa beberapa hari lagi Sasya akan melepas masa lajangnya.
Setelah drama tangis menangis selesai, mereka segera masuk ke dalam rumah untuk langsung bersih-bersih lalu makan pagi bersama. Sesekali mereka berbincang-bincang tentang pernikahan Sasya yang sebentar lagi akan terwujud.
...*...
...*...
Hari ini merupakan hari yang sangat bahagia untuk semuanya, karena dihari ini Alex dan Sasya akan melangsungkan sebuah pernikahan yang sangat mewah.
__ADS_1
Alex telah berhasil membuat sebuah pesta bagaikan disebuah kerajaan. Bahkan dekorasi pesta pernikahan pun gabungan dari warna putih dan juga biru langit.
Suasana meriah tampak di sebuah gedung aula salah satu hotel ternama yang ada dipusat kota. Aula yang tadinya kosong dan hanya diisi oleh beberapa kursi dan meja, kini sudah disulap bak sebuah taman bunga.
Dimana banyak bunga-bunga yang menghiasi setiap sudut ruangan itu, membuat para tamu yang hadir berdecak kagum karnanya.
Belum lagi hiasan sorotan lampu-lampu yang menyorot tajam menambah kesan kemewahan untuk menerangi gedung tersebut.
Susana kian memadat kala para tamu mulai berdatangan memenuhi undangan dari sang pemilik pesta.
Potret-potret kemesraan dari sepasang pengantin terus terlihat dilayar monitor yang dipajang tepat disudut ruangan itu, hingga nantinya kedua pengantin digiring untuk menduduki singgah sana mereka.
Para wartawan tampak memadati kawasan parkir, guna untuk mendapatkan informasi tentang pernikahan mantan seorang Mafia no.1 didunia.
Sasya sendiri sudah siap dengan balutan gaun yang sangat mewah dan elegan, wajahnya tampak sangat bersinar memancarkan aura kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh semua orang.
Sasya menggenggam erat tangan Lily dan juga Bunda Hana yang ada dikanan dan kirinya, dia merasa gugup dengan debaran jantung yang kian menguat.
Bunda Hana yang sadar akan kegugupan Sasya berusaha untuk menenangkannya, dia berkata kalau semuanya pasti akan baik-baik saja.
Alex yang sudah duduk di depan penghulu tampak sangat tampan dan juga gagah, apalagi dalam balutan pakaian serba putih dan peci yang bertengger dikepalanya menjadikannya semakin bersinar di antara yang lainnya.
Alex yang merasa gugup terus menunduk, tetapi semenit kemudian dia mendongakkan kepalanya saat mendengar suara-suara yang memuji pengantin wanita.
Alex segera berdiri di saat melihat Sasya. Matanya tidak bisa berkedip karna kecantikan Sasya yang bertambah 10 kali lipat dari biasanya.
Sasya yang sadar akan tatapan Alex juga menatapnya, pandangan mereka saling bertemu dengan debaran jantung yang saling berkejaran.
Bunda Hana dan Lily mendudukkan Sasya di samping Alex dengan jarak beberapa senti, karna saat ini mereka belum resmi sebagai suami istri.
"Lap air liurmu, Alex!"
Alex langsung mengelap mulutnya saat mendengar ucapan Joko dan juga Pinjai membuat semua orang terkikik geli, sementara Alex yang baru sadar kalau sedang dikerjai langsung bermuka masam pada mereka berdua.
Setelah semua orang berkumpul di tempat itu, maka penghulu bergegas memulai acara akad saat ini juga.
Ayah Brian selaku wali Sasta bersiap untuk menikahkannya dengan arahan dari penghulu dan disaksikan oleh semua orang.
"Saudara, Bisma Alexsander!"
__ADS_1
"Saya, Tuan!"
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kesayangan saya yang bernama Balqisya Zhafira Adijaya binti Brian Adijaya dengan mahar satu set berlian dan uang senilai 500 juta dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Balqisya Zhafira Adijaya binti Brian Adijaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"
"Bagaimana, saksi? Sah?"
"SAH!"
"Alhamdulillah!"
Kata Sah menggema di ruangan itu sebagai bukti bahwa saat ini Alex dan Sasya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Semua orang tampak sangat bahagia, baik keluarga Sasya dan juga keluarga Alex. Mereka mendo'akan agar pernikahan mereka berjalan dengan baik, bahagia, serta dijauhkan dari segala masalah dan kesusahan.
Mata Alex berkaca-kaca saat sudah selesai mengucap akad, dia terus melihat ketangannya yang tadi berjabat tangan dengan Ayah Brian.
"Ya Allah, apa aku benar-benar sudah menjadi seorang suami? Apa aku dan Sasya benar-benar sudah menikah?"
Bukannya merasa lega, kini Alex malah semakin gelisah didalam hatinya, jantungnya semakin cepat berdetak seakan-akan ingin melompat keluar dari rongga dadanya.
Begitu juga Sasya, dia meneteskan air matanya penuh kebahagiaan. Akhirnya apa yang selama ini mereka perjuangkan untuk bisa bersatu telah usai.
Kini, tinggal perjuangan mereka yang akan kembali dimulai dari titik nol setelah kata SAH terucap.
Semua orang tidak menyangka bahwa mereka bisa bersatu, terlepas dari masa lalu mereka yang sangat menyedihkan.
Alex dan Sasya pun segera menandatangani beberapa berkas beserta buku nikah. Setelah selesai mereka langsung meminta restu satu persatu kepada keluarganya.
Dimana air mata semua orang mulai menetes, satu demi satu berhasil memeluk kedua mempelai secara bergantian.
Bunda Hana beserta Ayah Brian, tidak menyangka jikalau Sasya bisa sebahagia ini ketika cintanya telah bersatu.
Ternyata memang benar ya, jodoh itu tidak akan kemana-mana jika Allah sudah menghendaki, apa pun yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.
Sama halnya dengan perjuangan cinta Alex dan juga Sasya, mereka telah melewati jurang cinta yang berhasil membawa mereka keluar menatap indahnya pemandangan diatas.
Tak lama, mereka langsung berjalan perlahan, tangan Sasya yang menggendeng lengan Alex sesekali mereka saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Mereka berdiri diatas pelaminan sambil tersenyum, beberapa wartawan bergegas mengabadikan momen tersebut.
Hingga pada akhirnya, satu persatu para tamu menaiki pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang baru saja resmi menjadi suami istri.