
Di sisi lainnya, selama 1 tahun berlalu ini Qisya dan keluarganya hidup damai dan bahagia di Amerika. Saat ini Qisya beserta keluarganya sedang asyik bermainan di sebuah taman untuk memenuhi permintaan sang adik perempuannya yaitu Lily.
Lily yang sudah berusia 6 tahun lebih, namun ia masih bersikap seperti anak kecil pada umumnya yang sangat manja kepada keluarganya. Seiring berjalannya waktu, Lily sudah bisa berbicara dengan benar. Tapi sayangnya Lily masih belum bisa berbicara huruf R, yang mana Lily selalu menggantinya dengan huruf L.
Sedangkan Lukas kembarannya dan juga sebagai Abang, malah kebalikan dari Lily. Sejak masih di umur 5 tahun, Lukas malah terlihat seperti pria dewasa yang sangat melindungi keluarganya. Lukas yang memang cuek dan masa bodo membuat orang berpikir jelek terhadapnya, namun di balik itu semua Lukas memiliki rasa kepedulian serta rasa kasih sayang yang sangat besar terhadap keluarganya.
Bahkan melebihi rasa sayang kedua orang tuanya kepada anak-anak mereka, itulah kehebatan Lukas di usianya yang masih sangat kecil. Sampai-sampai Lukas dengan keberanian serta kenekatannya hampir saja membunuh Bisma atau Alex yang menjadi dalang dalam hilangnya sang Kakak yaitu Qisya.
Yang lebih parah lagi, Alex (Bisma) ingin membuat Qisya membenci keluarga serta ingin membunuh kedua orang tuanya. Di situlah Lukas yang cuek dan dingin, kini berubah menjadi monster kecil yang sangat menyeramkan hanya untuk melindungi keluarganya.
Lalu, Qisya? Dia tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan juga sangat ramah kepada siapa pun. Ya meskipun trauma yang Qisya alami belum sepenuhnya hilang, namun Qisya sudah bisa membiasakan dirinya untuk bersosialisasi dengan semua orang dan akhirnya dia bisa kembali menjadi gadis yang baik hati, sopan dan ceria seperti dulu walau di dalam hatinya masih tersimpan traumanya.
“Kakak ayo sini ikut Lily. Soalnya Lily mau ambil bunga itu tapi enggak sampai hehe... Jadi kakak tolong ambilkan ya pisss... Kakak cantik deh... yayaya, mau ya pisss...” rayu Lily sambil melipat kedua tangannya sambil memohon dengan memasang wajah yang sangat lucu.
Qisya yang memang tidak bisa menolak permintaan adiknya yang lucu ini, membuat ia langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
“Holleeee.. yeeey, telima kasih Kakak. Ayo kita ke sana, Ayah Bunda sama Abang tunggu di sini ya jangan kemana-mana nanti Lily sama Kakak balik lagi kok” ucap Lily sambil menyengir kuda.
“Hem...” jawab Lukas yang hanya berdehem sambil duduk di kursi taman dan memainkan ponselnya dengan membaca apa pun yang bisa membuat Lukas memperluas ilmu pengetahuannya.
“Ya sudah, kalian hati-hati. Ingat jangan jauh-jauh, Kakak juga tolong jagain adiknya ya sambil Ayah pantau kalian dari sini” ucap Brian yang duduk di sebelah Lukas.
“Bunda ikut, boleh?” tanya Hana sambil duduk di sebelah Brian dan menatap Lily.
“Enggak, Bunda di sini saja ya. Lily punya kejutan buat Bunda, Ayah sama Abang. Jadi semuanya di sini saja ya jangan ada yang ngikutin Lily dan Kakak. Awas yaa...” ancam Lily dengan membuat wajah yang galak, namun malah terlihat menggemaskan sehingga semua tertawa melihat tingkah Lily, kecuali Lukas yang cuman meliriknya sekilas.
“Aduh... aduh... Anak Bunda yang satu ini sangat gemasin banget sih, hem... Sini cium dulu dong” ucap Hana.
Lily langsung mendekat ke arah Hana lalu Hana langsung mencium kedua pipi Lily dengan gemas, dan juga Lily yang bergantian mencium pipi sang Bunda.
“Oh gitu, jadi cuma Bunda yang di cium nih... terus Ayah enggak dong” ucap Brian sambil berpura-pura kesal.
“Kakak juga enggak di cium, kan Kakak yang mau nganterin Lily kok malah Bunda yang dapat ciuman sih. Sudahlah, Kakak enggak jadi nganterin Lily” ucap Qisya sambil duduk di sebelah Hana sambil mengerucutkan bibirnya pertanda jika Syasa (panggilan Qisya yang baru) sedang mengambek.
“Tuhkan semuanya pada ngambek, Bunda sih suluh Lily cium-cium jadi Ayah sama Kakak ngambek deh. Telus Lily harus gimana dong, tuh jadi bingung deh Lily. Nahkan sekalang kepala Lily jadi pusing tuing-tuing gitu” saut Lily dengan tingkah lucunya sambil memegangi kepalanya.
Tingkah lucunya Lily membuat Hana tertawa kecil, dan juga Brian serta Syasa (Qisya) yang senyum-senyum menahan tawanya agar tetap terlihat seperti sedang mengambek. Sedangkan Lukas, dia tersenyum kecil saat melihat Lily dijahili oleh sang Ayah dan juga Kakaknya. Hana yang memiliki cara agar Lily bisa mengambil hati mereka kembali, langsung menyuruh Lily mendekatinya dan membisikkan sesuatu di telinga Lily.
“Lily harus merayu mereka supaya mau menunduk di hadapan Lily. Agar Lily bisa mencium mereka dan membuat mereka kembali tersenyum” bisik Hana di telinga Lily.
Lily yang sudah paham dengan semua itu hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar.
“Bagaimana? Apa Lily bisa melakukan itu?” ucap Hana kembali tanpa berbisik.
__ADS_1
“Oke Bunda, itu mah gampang hehe...” jawab Lily dengan percaya diri, lalu Lily mendekati sang Kakak yang mengalihkan wajahnya.
“Kakak cantik kesayangan Lily, coba deh sini menunduk. Lily mau bisikan sesuatu” rayu Lily sambil tersenyum yang menunjukkan sederetan gigi susunya yang putih bersih.
Syasa yang memang belum tahu rencana Lily, langsung saja menunduk mendekatkan wajahnya pada Lily.
Cuuuppp !...
Lily berhasil mencium pipi Syasa dengan sempurna hingga membuat Syasa membolakan matanya sambil tersenyum.
“Yey... belhasil, belhasil holeee...hahaha...” saut Lily dengan sangat girang hingga melompat-lompat kecil.
“Bisa saja ya idenya...” ucap Syasa sambil mencolek hidung Lily.
“Ya dong, kan bial Kakak enggak cembelut mulu. Kasihan cantiknya nanti di makan kucing loh meong, meong, meong haha...” tawa Lily pecah membuat Brian pun ikut tertawa.
“Wahhh... Ayah yang belum Lily cium udah ketawa, jadi Lily enggak usah cape-cape dong ya buat cali cala bial Ayah enggak ngambek lagi” celetuk Lily yang kembali membuat Brian membuang mukanya dan berpura-pura marah.
“Yayaya, Lily tahu Ayah ngambek kalna belum di cium kan. Ya sudah, sini Ayah menunduk kaya Kakak tadi biar Lily cium” ucap Lily yang sudah berdiri di hadapan Brian.
“Enggak mau” ucap Brian dengan cuek.
“Hem... Bagaimana ya cala membujuk Ayah supaya mau menunduk, agal Lily bisa cium pipinya kaya Kakak sama Bunda tadi? Ahaaa... Lily ada ide nih, semoga belhasil. Ya Allah bantu Lily ya, kan Lily anak baik jadi Allah pasti bantu Lily ya kan... harus ya Allah jangan sampai enggak ya nanti Lily kasih hadiah deh... tapi hadiahnya apa ya? Hoya... hadiahnya cium Allah dari jauh ya hehe...” ucap Lily di dalam hatinya.
Brian hanya melirik Lily yang terdiam sambil memikirkan ide. Lalu Lily tersenyum kepada Brian.
“Sayang” jawab Brian dengan ketus.
“Kalau gitu, boleh Lily minta tolong benelin hijab Lily? Kayanya hijab Lily miling Ayah” ucap Lily sambil cemberut.
Brian yang lupa akan taktik Lily, seketika membungkukkan badannya sambil membenarkan hijab yang Lily gunakan.
“Mana? Hijabnya baik-baik saja kok, enggak miring?” ucap Brian sambil memegang pipi Lily untuk membandingkan hijabnya agar terlihat yang mana yang miring.
Lily yang melihat ada kesempatan itu langsung buru-buru mencium pipi Brian.
Cuuuuppp !...
Lagi-lagi Lily melompat girang karena telah berhasil mencium sang Ayah tanpa ada rasa curiga dan semuanya pun ikut tertawa bersama Lily. Meskipun Lily terlihat sangat manja, namun dia bisa menjadi obat dalam kesedihan semuanya agar kembali tersenyum.
“Haha... Kasihan deh Ayah kena jebakan betmen” ledek Lily sambil tertawa.
“Kamu itu sama kaya Bundamu, diam-diam menghanyutkan. Ada saja akalnya yang bisa membuat orang marah jadi luluh hehe...” saut Brian.
__ADS_1
Di saat mereka sedang asyik tertawa, tiba-tiba saja Lily mengeluh.
“Aduh... Mata Lily kelilipan hiks...” ucap Lily sambil mengucek matanya.
Lukas yang berada di dekatnya langsung menaruh ponselnya dengan sigap, dan meniup-niup mata Lily dengan hati-hati.
Huufff ...
Huufff ...
Huufff ...
Lily yang melihat Lukas sudah masuk ke perangkapnya, lalu seketika Lily mencium pipi Lukas.
Cuuuuppp !...
Lagi, dan lagi, dan lagi. Mereka bertiga telah masuk ke perangkap Lily.
“Yeey... yey... yey... Semuanya masuk ke jebakan betmen punya Lily haha... Terima kasih Bunda” ucap Lily sambil tertawa senang.
Lukas yang mendapat ciuman dari kembaranya itu, seketika tersenyum sangat lebar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏
Papaaayyy ~~~ 🤗🤗