
1 hari telah berlalu...
Kini Arya sedang fokus pada pekerjaannya, namun Ipul yang memang sudah bertekat ingin kembali memperbaiki persahabatannya langsung masuk ke dalam ruangan Arya. Arya yang melihat kedatangan Ipul pun tersenyum sangat lebar, bisa Ipul lihat jika Arya sangat senang saat ia menemuinya.
“Boleh aku berbicara padamu, Ya?” ujar Ipul yang membuat Arya terkejut.
Jika Ipul sudah memanggilnya dengan sebutan nama itu berarti ia benar-benar sangat serius. Tapi Arya tidak masalah dengan itu semua. Malahan dia sangat senang, berarti Ipul telah sedikit memberikan celah agar mereka bisa kembali memperbaiki hubungan persahabatan mereka.
“Apakah ini pembicaraan penting? Jika penting sebaiknya kita bicarakan di luar kantor saja sambil makan siang. Jika di sini, aku khawatir akan ada yang mendengarnya” ucap Arya sambil tersenyum.
“Jika di luar, memang kau ada waktu? Bukannya hari ini pekerjaan sedang menumpuk?” tanya Ipul kembali dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Biarkanlah, urusanku denganmu jauh lebih penting dari pada pekerjaan. Bahkan untukmu, aku memiliki waktu yang sangat banyak jadi tidak perlu khawatir akan kehabisan waktu” saut Arya dengan tersenyum.
Ipul yang mendengar itu pun langsung tersenyum kepada Arya, karena ia merasa jika sahabatnya ini masih sangat membutuhkannya untuk terus menemaninya sampai kapan pun dan mereka akan tetap bersama, walaupun banyak rintangan yang menghadang.
Ibarat kata, biasanya seorang kekasihlah yang menjadi penguat untuk terus bisa melangkah maju, namun ini malah kebalikannya. Seorang sahabat yang mendorong agar kawannya bisa tetap melangkah maju tanpa menoleh ke arah belakang. Kemudian mereka berdua keluar dari ruangan Arya yang mana berpapasan dengan Nadha, lalu ia segera berdiri dan sedikit membungkuk.
“Maaf, Tuan. Kalian berdua ingin pergi kemana? Bukankah makan siang 1 jam lagi? Lalu bagaimana dengan berkas-berkah yang harus selesai hari ini” tanya Nadha dengan bingung.
“Kamu kumpulkan saja semua berkas itu, dan taruh di atas meja saya. Nanti selesai jam makan siang saya akan segera menyelesaikan semuanya” ucap Arya yang membuat Ipul tersenyum lebar.
“Terima kasih Tuan, telah memberikan waktu untukku dan meninggalkan semua pekerjaan” jawab Ipul dengan wajah bahagia.
“Tidak perlu berterima kasih, kamu adalah sahabatku. Jadi sudah seharusnya sahabat seperti ini. Cuma jika aku kerepotan bisa kan kamu bantuin aku hehe...” saut Arya sambil tertawa.
“Ckk! Mulai lagi deh, aku yang kena imbasnya” jawab Ipul dengan nada malas.
“Haha... Santai, aku cuma bercanda kok. Ya sudah kami pergi dulu ya, jaga dirimu baik-baik” ucap Arya yang malah membuat keduanya melototnya matanya akibat perkataan Arya.
Arya seketika bingung, apa yang salah dengan ucapannya itu sehingga membuat Nadha dan juga Ipul seperti terkejut begitu menatapnya.
“Kenapa pada menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ucapanku?” tanya Arya.
__ADS_1
“Ti-tidak, sudahlah ayo pergi...” ajak Ipul.
Nadha yang sedikit berpura-pura malu langsung menundukkan kepalanya dalam keadaan mesem-mesem. Setelah mendengar langkah kaki Ipul dan Arya semakin jauh membuat Nadha langsung mengangkat kepalanya.
“Hufftt... Akhirnya masuk juga umpanku haha... Setelah ini aku bisa mengambil hati Tuan Arya dan segera menikah dengannya, lalu aku bisa hidup bahagia berkat kekayaannya itu hihi...” gumam Nadha di dalam hati kecilnya dan ia kembali bekerja.
Sedangkan Ipul dan Arya pergi ke sebuah restoran yang tidak jauh dari perusahaan agar obrolan mereka lebih enak, jadi Arya memesan sebuah ruangan khusus. Tidak butuh waktu lama, mereka langsung duduk di tempat masing-masing. Kini posisi keduanya duduk saling berhadapan. Mereka memilih-milih menu yang ada dan segera memesannya, lalu seorang pelayan pergi meninggalkan mereka.
“Kamu mau bicara apa Pul padaku? Apalah ini masalah pekerjaan? Ataukah masalah...” ucap Arya yang terputus saat Ipul langsung tutup poin.
“Sebelumnya aku mau meminta maaf padamu Ya, jika aku beberapa hari ini selalu bersikap buruk terhadapmu. Kemarin-kemarin aku hanya syok dan sedikit marah saja padamu karena kamu hampir menyelakai nyawa kita”
“Tapi aku sadar aku salah karena sudah terbawa emosi. Harusnya aku bisa mengerti jika aku yang ada di posisimu mungkin aku akan melakukan hal yang lebih dari kamu pada saat itu”
“Jadi aku mau minta maaf padamu, dan kuharap kita bisa kembali baikkan agar kita bisa kembali seperti semula, tidak ada marah-marah lagi, ngambek, ataupun saling cuek Ya..." Ipul tersenyum menatap Arya yang membuat Arya pun ikut tersenyum bahagia.
“Ini bukan salahmu, Pul. Semua ini salahku, karena keegoisanku yang tinggi membuat kamu hampir celaka. Aku tahu, seharusnya dalam keadaan seperti itu aku tidak boleh egois hanya karena memikirkan diriku sendiri”
“Tapi, jujur saja Pul. Pada saat itu aku bingung, marah, kesal, kecewa, dan sakit hati saat tahu semuanya. Apa lagi cinta pertamaku menikah dengan Kelvin, jika dengan orang lain maka rasanya mungkin tidak akan seperti ini”
“Mungkin kini, sudah saatnya aku mencari kebahagiaanku sendiri, serta membuka hatiku untuk wanita lain” Arya berbicara sambil tersenyum lebar.
Neskipun Ipul tahu jika Arya hanya berpura-pura terlihat baik-baik saja di depannya, namun di dalam hatinya dia masih merasakan sakit yang luar biasa.
“Kamu harus bisa bangkit, Ya. Mungkin jodoh penggantimu saat ini sudah berada di dekatmu, cuma kamu tidak menyadari akan hal itu hehe...” ledek Ipul sambil mengedipkan matanya.
Arya yang mendengar itu seketika menjadi bingung penuh tanda tanya, “Maksudnya bagaimana, Pul? Jodoh pengganti ada di dekatku? Siapa dia?”
Ipul tertawa kecil, seakan-akan Arya bersikap layaknya orang bod*doh yang tidak menyadari kedekatannya dengan Sekretarisnya itu.
“Aalaahh... Jangan muna*fik, Ya. Aku tahu kok, saat ini kamu dan Nadha sedang dekat kan hem... Aku tidak sengaja kemarin melihat kalian tertawa saat habis makan siang bareng, aciiieee... ciiiee...” Lagi dan lagi Ipul meledek Arya sambil tertawa, yang membuat Arya menjadi salah tingkah.
“Apaan sih, aku dan Nadha hanya sebatas bos dan bawahan tidak lebih, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak tentang kami. Kamu itu sebenarnya salah paham, Pul. Kemarin aku sedang galau dan Nadha yang mencoba menghiburku, lagian kamu juga kan lagi marah padaku. Jika tidak pun aku tidak akan seperti itu” elek Arya dengan wajah memerah.
__ADS_1
“Jika tidak ada apa-apa dengannya, kenapa wajahmu memerah kaya kepiting rebus. Aduh... Rupanya sebentar lagi ada yang mau menyusulku di pelaminan nih haha...” Ipul kembali tertawa lebar yang membuat Arya semakin salah tingkah.
Namun untungnya sang pelayan datang tepat pada waktunya sehingga mereka langsung menyantap makanan mereka. Ipul makan dengan melirik-lirik Arya, sedangkan Arya berusaha menutupi sikap salah tingkahnya itu.
“Sudahlah, Ya. Jika kamu memang menyukainya tidak masalah kok, aku setuju saja karena yang aku lihat Nadha orangnya baik, pintar dan juga sangat ramah kan? Jika mau pun kamu bisa merubah penampilannya yang sek*si itu secara perlahan hingga ia bisa menyesuaikan diri dan menutup auratnya”
“Tapi jika kamu belum yakin dengan perasanmu itu, sebaiknya jalani saja apa yang ada. Jika memang Nadha jodohmu pasti akan terjawab nantinya” Ipul mengoceh di sela-sela makannya yang membuat Arya hanya bisa terdiam.
Bahkan Arya pun tidak tahu, apakah ia menyukai Nadha ataukah hanya sekedar kagum akan dirinya. Cuma Arya seperti ada rasa yang berbeda tapi sudahlah, Arya juga tidak memperdulikan itu. Jika memang Nadha jodohnya, pasti lambat laun juga ia mulai memilik perasaan. Namun jika tidak ya berarti hanya sekedar kagum saja dan tidak lebih.
Mereka meneruskan memakan makan siang mereka hingga habis, lalu setelah itu mereka kembali ke kantor dengan perasaan bahagia karena persahabatan mereka sudah kembali membaik. Bahkan Nadha yang melihatnya pun tersenyum karena bisa melihat ketampanan Arya bertambah setiap hatinya jika ia selalu tersenyum.
“Gila... Ini Tuan Arya lama-lama bikin gua diabetes deh. Kenapa bisa makin hari dia makin keren abis kek gini sih. Kalau gini kan gua harus cepat-cepat miliki dia, sebelum ada wanita lain yang merebutnya”
“Jika itu sampau terjadi, maka impian gua selama ini akan sirna. Gua juga enggak mau sampai itu terjadi, sudah cukup selama ini gua hidup serba kekurangan. Sekarang waktunya gua hidup penuh kemewahan haha...” Nada menggerutu di dalam hati kecilnya sambil menatap Arya yang sudah masuk ke ruangannya.
Sedangan Ipul hanya bisa tersenyum melihat Nadha yang memperhatikan sahabatnya itu. Ipul merasa diam-diam Nadha menyukai sahabatnya, namun sahabatnya belum yakin dengan perasaannya pada Nadha. Jadi Ipup berpikir bahwa biarkan waktu yang akan menjawab semua perasaan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊
Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆
Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳
Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗
Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗
Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰
__ADS_1
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻