Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Menyerobot


__ADS_3

Brian menggunakan baju kaos hitam dengan kerah di lehernya, kemudian di padukan dengan celana pendek diatas lutut yang berwarna coklat susu.


Kini menambahkan kesan ketampanan seorang Brian yang terlihat seperti seumuran dengan Arya.


“Masyaallah, mas Brian ganteng banget pakai baju itu” ucap Umi dengan rasa kagumnya.


“Mas Brian terlihat seperti anak muda loh” saut Abah yang kaget melihat penampilan Brian.


“Terima kasih” ucap Brian dengan nada dinginnya.


“Kok, kalau Arya yang pakai tidak seganteng itu ya?” celoteh Arya.


“Semua tergantung dengan amal perbuatanmu” celetuk Hana dengan nada malas.


“A... mbak, kali-kali loh muji adiknya gitu” rengek Arya.


“Iya adikku yang tampan, manis dan menyebalkan” ucap Hana sambil tersenyum yang di paksakan.


“Hehe.. gitu dong, mbakku yang cantik” goda Arya dengan merangkul Hana dan mencolek dagunya.


Brian yang dari tadi berdiam diri kini merasa seperti orang yang sedang kegerahan.


“Kenapa aku merasa kepanasan sih, padahal kan di sini udaranya sejuk. Aku saja tadi memakai baju formal tidak sampai kegerahan. Tetapi kenapa memakai kaos malah gerah ya” ucap Brian di dalam hati sambil menatap Hana dan Arya.


“Sudah ayo kita jalan, nanti keburu sore. Abah masih punya pekerjaan di sawah” ucap Abah yang berjalan lebih dulu.


Kemudian semuanya mengikuti Abah dan tidak lupa Umi mengunci pintu lebih dulu.


Hana dan Arya selalu bercanda selama perjalanan sambil keadaan Arya yang masih merangkul Hana.


“Katanya jika kalau bukan mahramnya tidak boleh sentuh-sentuh, lalu itu kenapa Arya malah seenak jidatnya merangkul Hana” ucap Brian yang berjalan di belakang Hana dan Arya.


Sedangkan Abah dan Umi berjalan lebih dulu dengan jarak kurang lebih 2 meter.


Brian yang merasa jenuh kini langsung menyerobot di tengah-tengah Hana dan Arya.


“Astagfirullah, mas Brian untung saja Arya tidak jatuh” Arya yang tubuhnya kurus berasa seperti diterjang badai topan, sehingga tubuhnya hampir saja nyungsep.


“Ada apa toh mas? Kok menyelip-nyelip begini” ucap Hana dengan wajah bingungnya.


“Maaf, tadi aku kesandung” jawab Brian yang mencari alasan.


“Oh gitu, ya sudah ayo mbak kita jalan lagi. Noh Abah dan umi sudah duluan” saut Arya dan ingin kembali merangkul Hana.


Tetapi Brian dengan sigap langsung berada di tengah-tangah.


“Boleh aku ada di tengah-tengah kalian? Jika aku berada di belakang kesannya aku seperti body guard saja” ucap Brian dengan nada dingin.


“Hehe.. maaf mas, ya sudah ayo” ucap Arya sambil merangkul Brian yang lebih tinggi.

__ADS_1


Kemudian mereka bertiga kembali berjalan menyusul Abah dan Umi.


“Mas Brian aneh sekali, tiba-tiba saja menyempil seperti ini” ucap Hana di dalam hati sambil berjalan lebih dulu.


“Kenapa jadi Arya yang merangkulku? Lalu Hana kenapa malah jalan lebih dulu sih” suara hati Brian dengan nada kesal.


Kini Abah sudah lebih dulu turun ke sawah untuk meneruskan pekerjaannya yang tinggal sedikit.


Sedangkan Umi mendekati para ibu-ibu yang lagi panen.


Hana perlahan mulai membuka alas kaki dan menentengnya.


Kemudian Hana melangkahkan kakinya di jalanan setapak tengah sawah untuk mencapai sawah Abah yang berada ditengah-tengah.


“Apa tidak ada jalan lain, selain tanah lembek dan becek seperti itu” celetuk Brian sambil melihat Hana yang sudah berada di atas tumpukan tanah.


Hana kemudian membalikkan tubuhnya dan berkata “Sawah Abah berada ditengah-tengah mas, jika kita ingin sampai ke sana harus melewati jalan ini”


“Kenapa tidak dibuatkan jalan aspal saja, agar tidak repot-repot untuk menginjak lumpur seperti ini” saut Brian yang merasa jijik.


“Jika sawah di buatkan jalan aspal, itu namanya jalan tol mas bukan parit” ucap Arya dengan nada kesal.


Arya yang sudah mulai kesal dengan tingkah Brian kini langsung berjalan mendahului Brian dan Hana.


Hana yang melihat Arya berjalan duluan merasa bingung.


“Mas Brian mau ikut atau menunggu di sini, Hana harus membantu Abah kasihan jika terlalu cape” tanya Hana dengan suara lembutnya.


Hana mulai berjalan lebih dulu di depan Brian dengan hati-hati.


Apa lagi semalam habis hujan deras, jadi parit pun sangat licin jika diinjak serta lembek khas tanah merah.


Perlahan demi perlahan Brian melangkahkan kakinya dengan perasaan jijik.


Arya yang berjalan lebih dulu kini sudah mulai membantu Abah menanam padi.


Sampai akhirnya tinggal 1 langkah lagi sampai di saung Abah.


Seketika kaki Brian menginjak tanah yang cukup basah .


Byurrr..


Brian terjatuh dengan keadaan duduk.


Hana yang mendengar suara tersebut langsung berbalik.


“Loh mas Brian kenapa duduk di situ? Itu di sana ada saung Abah loh. Kasihan itu kotor” ucap Hana sambil menatap Brian yang terduduk di tengah-tengah parit.


“Orang jatuh begini di bilang duduk. Kayanya ini perempuan minta di servis deh otaknya” saut Brian di dalam hati.

__ADS_1


Brian langsung berdiri dalam keadaan kesal dengan muka yang di tekuk.


“Mas Brian kenapa mukanya, seperti orang yang sedang marah?” tanya Hana dengan muka bingungnya.


“Sudah tahu kesal, masih saja pakai tanya!” saut Brian di dalam hati.


Brian langsung berjalan di pinggir sawah orang untuk melewati Hana, dan kemudian naik kembali di atas parit.


“Lah ini orang kenapa sih, bikin bingung saja. Tadi bilangnya jijik, tapi malah duduk. Lalu sekarang tiba-tiba jalan seperti orang tidak ada beban saja” ucap Hana sambil melihat Brian yang sudah sedikit menjauh.


Saat ini Brian dan Hana sudah sampai di saung Abah, sedangkan Umi masih sibuk dengan ibu-ibu di ujung sawah yang lagi panen.


Hana mulai melangkahkan kakinya untuk turun ke sawah kemudian mendekati Arya.


“Loh mas Brian mana mbak?” tanya Arya yang melihat Hana sendirian.


“Itu lagi duduk di saung, tapi masa mas Brian aneh banget dek tadi” ucap Hana sambil melirik Brian.


“Kenapa dia melihatku seperti itu? Aku memang ganteng sudah lama, jadi tidak perlu terpesona denganku” saut Brian di dalam hati.


Hana mulai menceritakan kejadian tadi, sedangkan Arya hanya bisa tertawa setiap mendengar cerita Hana.


“Lah, malah ketawa lagi ini anak” Hana berbicara menggunakan bahasa Jawanya dengan nada kesal.


“Haha.. habisnya mbak ini kurang peka sih, sudah tahu mas Brian jatuh malah di bilang duduk ya jelas dia marah lah” jawab Arya menggunakan bahasa Jawa dengan di selingi tawanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para leaders 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung othor terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


Papay 🤗🤗


__ADS_2