Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Meminta Maaf


__ADS_3

Di ruang kerja Tuan Ferry


Tuan Ferry yang sudah sangat emosi langsung menghempaskan Brian ke sofa dan membuat Brian terjatuh dengan keadaan duduk.


“Papah sama Mamah, apa-apaan sih? Emangnya Brian kambing main seret-seret saja seperti ini!” ucap Brian dengan nada kesalnya.


“Papah dan Mamah tidak pernah mendidikmu untuk menjadi seorang anak yang tidak tahu caranya menghargai orang tua. Kamu tahu kan kalau mereka itu adalah mertuamu. Bahkan mereka juga adalah keluarga istrimu dan orang tuamu, sama seperti Papah dan Mamah. Lalu, kenapa kamu berbicara seperti itu, Brian!! Di mana perasaanmu, hah!!” bentak Tuan Ferry sambil menaruh kedua tangannya di samping pinggang.


“Hiks... Mamah kecewa sama kamu, Brian. Jika kamu ada masalah dengan Hana, sebaiknya kalian selesaikan berdua. Jangan seperti ini Brian, mereka tidak tahu sikap kamu kepada Hana selama ini. Hanya kami yang tahu, bagaimana jika mereka tahu sikap kasarmu kepada Hana? Apa kamu mau kehilangan Hana, hah!! Jawab Brian, jawab!!” bentak Nyonya Syifa sambil mengeluarkan semua emosinya.


Brian yang baru kali ini melihat kedua orang tuanya sangat marah membuat ia seketika menciut. Namun, Brian berusaha menutupi rasa takutnya dan menunjukkan wajah dinginnya tanpa ekspresi sedikit pun.


“Mamah dan Papah tidak tahu perasaan Brian saat ini!! Brian kecewa dengan Hana Mah, Pah. Brian sakit hati melihat Hana dengan Satria. Kalian tidak tahu kan jika Satria adalah orang yang pernah ada di masa lalunya Hana. Lalu apa maksud tujuan mereka membawa Satria ke sini? Apa mereka ingin mendekatkan Satria kembali dengan Hana? Terus Brian ini di anggap sebagai apa sama mereka? Kenapa Mamah dan Papah diam bukannya tadi mengoceh tanpa jeda. Lalu, kenapa sekarang membisu!!” ucap Brian sambil berdiri menatap kedua orang tuanya yang terdiam saat Brian mencoba menjelaskan semuanya.


“Kamu tidak boleh memfitnah mereka seperti itu. Ingat Papah dan Mamah tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu kepada orang yang lebih tua darimu. Jadi, kamu harus minta maaf kepada mereka. Habis itu kita tunggu penjelasan Hana lebih dulu” ucap Tuan Ferry dengan dingin.


“Tidak mau... Brian tidak salah. Kenapa harus meminta maaf!” saut Brian dengan penuh keangkuhan.


“Jika kamu tidak mau meminta maaf kepada mereka, berarti kamu telah menunjukkan bagaimana cara kami mendidik anak kami yang tidak baik” jawab Tuan Ferry.


“Sudah, Pah. Biarkan saja anak itu, memang dia sudah tidak menganggap kita sebagai orang tuanya. Jadi tidak usah repot-repot untuk menasihatinya” ucap Nyonya Syifa.


“Oke... Brian akan meminta maaf kepada mereka. Bagaimana? Sudah puas, bukan!” saut Brian dengan kata-kata penekanan.


“Ya sudah, ayo kita kembali ke ruang keluarga sambil menunggu kedatangan Hana” ucap Tuan Ferry yang berjalan ke luar ruangan yang diikuti oleh istrinya serta Brian di belakangnya dengan wajah yang sudah benar-benar marah.


Sampai akhirnya Brian meminta maaf kepada Abah dan Umi. Meski pun Brian berbicara dengan nada ketusnya, tetapi Abah dan Umi mencoba untuk tetap bersabar. Mereka tahu jika Brian adalah tipe pria yang begitu keras.

__ADS_1


Sedangkan Tuan Ferry dan Nyonya Syifa pun ikut meminta maaf atas sikap anaknya yang kurang sopan terhadap mereka.


Namun, di sela-sela itu Hana datang dengan keadaan yang masih menangis. Umi yang melihat Hana pun langsung berdiri, lalu Hana berlari memeluk sang Umi begitu erat dan meluapkan semua kesedihannya.


Abah yang melihatnya pun merasa begitu sedih, ini pertama kalinya Abah melihat Hana yang sangat cengeng. Karena yang Abah tahu Hana tidak pernah menangis, dia selalu berusaha untuk menjadi wanita yang kuat.


Jika Hana sudah mulai menangis berarti ada sesuatu yang membuatnya lelah.


Di saat Hana sudah mulai tenang, kini Abah menyuruh Hana untuk duduk dan menjelaskan semuanya.


“Sebelumnya Hana ingin meminta maaf kepada semuanya, tapi Hana berani bersumpah jika Hana dan Mas Satria tidak ada apa-apa. Mas Brian hanya salah paham. Hana saja bingung kenapa Mas Satria bisa menyusul kami di Mall. Sedangkan Hana berangkat hanya dengan Arya dan Qisya. Kalian percaya kan sama Han, Hana tidak mungkin menghianati Mas Brian hiks.. Abah dan Umi percaya kan sama Hana”


Hana mencoba menjelaskan titik permasalahan di Mall tadi kepada semua orang yang membuat semuanya paham.


Tetapi, di saat semuanya sedang terdiam dengan pikiran masing-masing seketika Satria datang dan langsung mendekati semuanya.


“Assalamualaikum, maaf semuanya jika Satria tidak sopan. Sebelumnya Satria ingin menjelaskan kesalah pahaman untuk semua ini. Memang awalnya Satria ke sini ingin mengucapkan selamat kepada Hana sekalian mengantarkan keluarga Hana ke sini. karena saat Satria lewat rumah Hana, Satria melihat Abah, Umi, serta Arya yang seperti orang kebingungan. Mereka menjelaskan bawah mobil yang ingin mengantar mereka ke sini mengalami pecah ban sehingga tidak bisa menjemput mereka. Lalu Satria merasa kasihan jadi Satria usulkan untuk mengantar mereka ke sini"


“Satria tahu Satria datang di saat yang tidak tepat, Satria hanya baru sadar jika selama ini Satria telah salah memilih wanita dan menyia-nyiakan Hana. Mungkin ini adalah karma yang telah Allah kasih untuk Satria. Jadi sekali lagi untuk yang pertama dan terakhir kalinya Satria minta maaf telah membuat ke kacauan di rumah ini"


"Satria pamit undur diri. Dan untuk Hana... Satria ingin mengucapkan teruslah menjadi wanita yang hebat, wanita yang kuat dan wanita yang tangguh. Lalu untuk Tuan Brian, jadilah pria sejati yang berani mengambil tindakan walau hasilnya buruk sekalipun. Jadilah Pria yang selalu menghargai perasaan wanita serta jadilah Pria yang selalu bersyukur atas wanita yang telah kau pilih untuk menjadi istrimu”


“Jangan sampai Tuan Brian menyesal seperti diriku ini yang telah kehilangan wanita yang begitu baik seperti Hana. Dia bagaikan sebuah intan berlian yang berada di dalam kubangan lumpur. Namun, jika seseorang telah berhasil menemukannya, maka hidupnya akan terjamin bahagia. Jadi ini semua tergantung bagaimana Tuan Brian memperlakukan Hana"


"Tapi ingat baik-baik, Tuan Brian. Jika suatu saat nanti aku mendengar Hana di sakiti olehmu, maka aku akan kembali dan langsung membawanya untuk pergi dari kehidupanmu. Camkan itu baik-baik kata-kataku Tuan Brian! Saya pamit Bah, Mi, Om, Tan. Sampaikan salamku pada Arya dan Qisya. Assalamualaikum”


Di saat Satria berbicara panjang kali lembar, itu telah membuat semua orang terdiam termasuk Brian.

__ADS_1


Lalu, Satria berpamitan serta bersalaman dengan semua orang dan pergi meninggalkan kediaman keluar Brian dan keluar.


Abah dan Umi yang melihat Satria, merasa begitu kagum dengan kejantanan Satria yang berani mengakui kesalahannya tanpa di minta.


Sedangkan Hana hanya bisa memeluk sang Umi dengan air mata yang masih menetes.


“Bagaimana, Brian? Apa kamu sudah mendengar semuanya! Jadi ini hanya kesalah pahaman. Bahkan Satria telah menjelaskan semuanya dan mengakui kesalahannya” ucap Tuan Ferry sambil menatap Brian.


“Lihatlah Satria Brian, belajarlah dari dia. Jika kamu bersikap seperti ini terus menerus maka kamu akan merasakan kehilangan untuk ke dua kalinya. Bahkan jika Hana tetap bertahan dengan sikapmu yang seperti ini, maka Mamah yang kan turun tangan untuk mempersiapkan berkas perceraian kalian. Mamah lebih baik menyerahkan Hana kepada Satria dari pada kepada anak Mamah sendiri yang hanya bisanya menyakiti istrinya” ucap Nyonya Syifa dengan sangat tegas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semoga kalian menyukainya dan enjoy read my story 🤗🤗🤗


Berikut adalah rekomendasi baru lagi untuk novel hari ini 😁😁😁


Silahkan periksa dan tinggalkam jejak imut kalian yaa... 😆😆😆


BLURB :


Aditya Farasyah, pria usia 22 tahun . Ganteng? Jangan ditanya benihnya siapa dulu kalau bukan Vano papanya, pria muda humoris juga ceria namun memiliki sifat usil juga bar-bar keturunan Lala mamanya.


Dari kecil hingga dewasa ia tinggal di LN bersama kedua orang tua nya dan tiba lah suatu hari drama keluarga dimana Aditya meminta izin untuk merantau ke Indonesia untuk mencari pengalaman atau lebih tepatnya jati diri seorang mandiri.


Namun apa jadinya baru pertama kali ke Indonesia Aditya sudah berbuat ulah? "TANTE Love You."


Gimana jadinya persahabatan yang terpisahkan begitu lama karna beda Negara di satukan kembali oleh anak mereka? Kisah cinta dari novel (Pembantu Cantiknya Sang Casanova) versi anak mereka.

__ADS_1


Simak yuk !!



__ADS_2