Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Sikap Posesif Sang Adik


__ADS_3

“Hiks... Jangan di teruskan Kak. Lukas minta maaf, jika Lukas egois sama Kakak. Lukas cuma enggak bisa jauh-jauh dari Kakak, Lukas sangat sayang sama Kakak. Lukas enggak bisa melihat Kakak tinggal sendirian di kota itu hiks...”


“Lukas tahu, Lukas adalah adik yang menyebalkan dan juga Abang yang ngeselin. Tapi di balik itu semua Lukas sangat menyayangi semuanya hiks... Lukas mau menjadi pelindung untuk kalian semua, Lukas enggak mau melihat orang-orang yang Lukas sayangi kenapa-kenapa”


“Jika pun suatu saat nanti salah satu dari kalian ada yang memerlukan nyawa, maka Lukas siap menggantikannya. Asalkan Lukas bisa melihat kalian bahagia hiks... dan satu lagi, jangan pernah Kakak membandingkan diri Kakak dengan orang lain. Kakak adalah Kakak terbaik sedunia yang Lukas punya. Kalian merupakan keluarga terbaik yang Allah kasih buat Lukas, jadi Lukas harus menjaganya sebaik mungkin agar Allah tidak kecewa hiks...”


Lukas menangis meratapi kesalahannya atas keegoisan dirinya terhadap sang Kakak yang mau menimba ilmu, padahal itu hanya berbeda kota saja dan mereka juga bisa setiap bulan saling mengunjungi tanpa memerlukan waktu yang cukup lama. Namun entah kenapa perasaan Lukas benar-benar sangat sensitif jika Sasya harus menjauh darinya.


Sedangkan jika Brian yang pergi kemana-mana, Lukas selalu saja cuek bahkan tidak pernah menanyakan apa pun. Dia cukup mencari tahu keadaan Brian apakah baik-baik saja atau tidak. Tetapi berbeda jika ketiga bidadari hatinya yang pergi, pasti Lukas akan merasa sangat sensitif. Bahkan saat dulu Hanna, Sasya dan juga Lily sedang pergi lalu jam 7 malam belum pulang, maka yang memarahi mereka bukanlah Brian, melainkan Lukas.


Ya memang sih Lukas masih sangat kecil dan belum terlalu dewasa dalam menyikap semuanya, cuma ia memiliki jiwa kesatria yang cukup melekat di dalam dirinya dan ia memiliki cinta yang luar biasa. Enggak ke bayang kan, bagaimana nanti saat ada seorang wanita yang beruntung mendapatkannya. Pasti wanita itu akan di perlakukan bagaikan seorang ratu.


“Kakak juga sayang banget sama Lukas, Lily, Bunda dan juga Ayah. Kalian itu segalanya untuk Kakak, apa pun akan Kakak lakukan asalkan kalian terlihat bahagia” ucap Sasya sambil memeluk Lukas.


Lukas melepaskan pelukannya lalu ia menatap mata Sasya sambil berkata, “Kakak janji akan baik-baik saja di sana? Jika ada apa-apa langsung hubungi Lukas, pokoknya Kakak harus ngabarin Lukas setiap sejam sekali atau pun semenit sekali itu jauh lebih bagus. Lalu juga setiap Kakak libur atau Lukas yang libur, maka kita harus ketemu tanpa alasan"


"Jika Kakak yang sibuk, maka Lukas yang akan membawa mereka bertemu dengan Kakak. Tetapi jika kami yang sibuk, maka Kakak yang harus mengunjungi kami, deal?”


Lukas menunjukkan jari kelingkingnya dengan air mata yang masih tersisa di wajahnya.


Sasya tersenyum sangat lebar melihat sikap posesif sang Adik yang begitu sayang padanya. Bagaikan seorang pasangan yang saling merindukan.


“Oke deal... Tapi Lukas juga haru berjanji akan selalu menjaga Ayah, Bunda dan juga Lily. Jangan membuat mereka kesal atau pun pusing karena kalian selalu berantem. Kakak juga mau Lukas jagain Lily karena semakin Lily dewasa, maka dia akan semakin terlihat cantik di mata laki-laki, apa lagi Lily adalah wanita yang polos dan sangat cerita"


"Pokoknya Kakak enggak mau dia salah pergaulan dan juga sampai ada yang memanfaatkannya. Lukas paham kan maksud, Kakak?” ucap Sasya sambil menautkan jari kelingkingnya.


“Kakak jangan khawatir, semua sudah aman terkendali. Lukas akan selalu menjaga semuanya. Kakak fokus saja dengan mengejar cita-cita Kakak di kota itu, dan segera pulang supaya kita bisa kembali berkumpul” ucap Lukas dengan tersenyum.


“Aduhhh... Aduhh... Senyuman yang begitu langka, membuat hati Kakak terasa meleleh haha...” canda Sasya yang membuat Lukas kesal.


“Aaaaa... Kakak, stop deh ngeledekin Lukas. Lebih baik Kakak siap-siap buat besok biar tidak ada yang ketinggalan. Bagaimana jika Lukas bantuin, mau?” ucapnya sambil tersenyum.


“Let’s go...” ucap Sasya sambil berdiri, lalu mereka bergandengan tangan sambil terlihat sangat bahagia.


Sesampainya di kamar Sasya, Lukas langsung membantu Sasya membereskan semuanya hingga kelar. Sedangkan yang lainnya sudah kembali ke kamar mereka untuk beristirahat. Apa lagi Lily si gembul itu, dia sudah kekenyangan dan tertidur sangat pulas.


Waktu terus berjalan dan tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat. Sasya dan Lukas baru saja beberes, lalu Lukas berpamitan untuk kembali ke kamarnya karena matanya sudah tidak bisa lagi untuk di ajak kompromi. Sedangkan Sasya, ia melakukan shalat malam terlebih dulu supaya bisa meminta petunjuk serta kelancaran dalam tugas pertamanya.

__ADS_1


Serasa semuanya sudah selesai, Sasya langsung membaringkan tubuhnya sambil menutup kedua matanya dengan keadaan tersenyum. Ia seperti sedang membayangkan masa-masa indahnya menjadi seorang dokter untuk pertama kalinya.


Ya meskipun belum mendapatkan gelar, tapi dengan perlahan semua itu akan segera terwujud. Sasya hanya butuh kesabaran saja dalam menjalani semuanya, hingga tak terasa bayangan itu membawa Sasya hanyut dalam tidurnya.


...*...


Keesokan harinya...


Tokk... Tokk... Tokk...


“Excuse me... ” teriak seorang pria di depan pintu rumah keluarga Brian.


Di meja makan


“Siapa itu kenapa pagi-pagi sekali sudah ada yang mengetuk pintu?” gumam Hanna yang masih menyiapkan roti di atas meja.


“Excuse me... Helloo... yuhuuu... Apakah ada orang...” ucap pria itu yang masih setia menunggu di luar.


Hanna langsung bergegas untuk membukakan pintu utama.


“Morning Bunda...” sapa pria itu dengan sangat ceria sambil melambaikan tangannya.


“Astaghfirullah, Ash! Ya ampun kamu itu, bikin Bunda kaget saja” saut Hanna sambil memegangi dadanya.


“Hehe... Sorry Bunda cantik, oh ya... Sasyanya udah bangun belum, Bun. Soalnya 1 jam lagi kita akan berangkat ke Los Angeles, takut ketinggalan yang lainnya” ucap Ash dengan wajah cemasnya.


“1 jam itu masih lama Ash, sedangkan jarak sekolah dari sini hanya memerlukan waktu 15 menit saja” jawab Hanna.


“Oh my gosh, Ash lupa Bunda hehe... Ya sudah Ash numpang makan ya, Bun. Tadi saking semangatnya Ash lupa enggak sarapan, karena Ash kira akan telat” ucap Ash dengan wajah imutnya.


“Kebiasaan deh, ya sudah ayo masuk. Kebetulan Bunda lagi mau menyiapkan roti bakar untuk sarapan, lagian juga Ayah berangkat agak siangan hari ini jadi kita bisa mengantarkan Sasya ke sekolah untuk melihat keberangkatan kalian” ucap Hana sambil berjalan masuk dan di ikuti oleh Ash.


“Wahhh... Seru dong, kalau orang tua Ash mereka sibuk. Jadi, tidak ada yang bisa menemai Ash” ucap Ash dengan wajah sedihnya.


“Ya sudah tidak apa-apa, kan masih ada Bunda dan Ayah. Jadi kamu tidak usah sedih. Lagian mereka bekerja juga untuk Ash kok” ucap Hanna sambil kembali memanggang roti.


Ash duduk di salah satu kursi tepat di meja makan.

__ADS_1


“Loh, Ayah tumben belum turun Bun? Apa mereka masih bersiap-siap, Bun?” ucap Ash.


“Mungkin seperti itu, tunggu saja sebentar lagi juga akan turun kok. Lah memangnya Ash juga ikut kepilih jadi relawan?” tanya Hanna yang batu sadar.


“Astaga Bunda, kan dari tadi Ash bilang begitu masa ia Bunda enggak sadar” ucap Ash sambil minum air putih.


“Hehe... Sorry kirain Bunda hanya Sasya yang kepilih eh... Tahunya kamu juga” jawab Hanna.


“Hemm... Jadi Bunda meremehkan Ash nih ceritanya, baiklah akan Ash tunjukkan jika Ash juga mampu menjadi seorang dokter yang tampan dan juga baik hati” ucap Ash dengan percaya diri.


“Elehh!! Palingan juga jadi dokter hewan” saut Lukas yang baru datang dan langsung duduk di kursinya.


“Huaaa... Enak saja kalau ngomong, aku ini dokter manusia ya bukan hewan. Lagian kalau aku dokter hewan, berarti kamu adalah hewannya” saut Ash dengan kesal.


“Ekhem... Siapa yang mengatai anakku hewan?” Brian berjalan mendekati kursinya dengan sangat dingin, membuat Ash bergidik ngeri.


“Eh... hehe... No-nothing, Ayah. Ash enggak ngomong begitu kok, lagian tadi cuma bercanda aja ya kan Lukas” jawab Ash memberi kode mata kepada Lukas.


“Ya memang bercanda, tetapi dia mengataiku hewan karena dia mau menyuntikku dengan obat rabies biar aku tidak berbahaya” saut Lukas yang membuat Ash melototkan matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat pagi... Selamat siang... Selamat malam semuanya... 🤗🤗🤗


Aku harap kalian menyukai karyaku dan bisa terus mendukungku 🥺🥺🥺


Author juga ingin selalu bisa memberikan rekomendasi novel untuk kalian semua 😗😗😗


Berikut adalah rekomendasi dari Author untuk kalian semua 🥳🥳🥳


Silahkan kalian jelajahi dan tinggalkan jejak indah kalian semua 😁😁😁


Terima kasih... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


...*...


__ADS_1


__ADS_2