
“Ck!! Lama, cepat naik kalau aku bilang naik ya naik. Susah banget sih nurut sama suami” Brian menarik Hana agar mau berada di atasnya.
Tanpa basa-basi Hana yang sudah sangat lelah dengan sikap Brian hari ini, langsung mengikuti perintahnya tanpa harus menolaknya.
Jika Hana sampai menolaknya maka balon kembar besarnya akan menjadi santapan tamparan Brian, sedangkan di arena gunung kembarnya sudah banyak sekali tanda kemerahan yang Brian buat bahkan sampai membiru.
Dengan perlahan Hana mencoba untuk menaiki di atas Brian dengan keadaan berjongkok mengikuti arahan dari Brian.
“Stt.. mas, Hana tidak bisa” saut Hana sambil mencoba memasukkan sang adik namun beberapa kali selalu saja gagal.
“Ya udah aku bantu, angkat sedikit bokongmu. Nanti aku arahkan lalu kamu tekan” ucap Brian sambil menuntun sang adik.
Hana hanya bisa menuruti Brian, dan kemudian..
Jleb! ...
“Arghhh...” teriak Hana saat sang goa di terobos dengan sangat liar.
Sang adik berhasil masuk dengan bantuan Brian yang begitu gemas dengan Hana yang selalu saja merasakan sakit tanpa berusaha menekan pinggulnya, maka Brian langsung mengambil langkah cepat mengangkat pinggulnya dan memasukkan sang adik.
Brian menyuruh Hana untuk menggerakkan pinggulnya, apa boleh buat Hana yang belum pernah merasakannya bahkan ini adalah pertama kalinya dia menjadi pemimpin saat permainan.
Biasanya Brian selalu memimpin dan mencoba untuk mengajari Hana dengan sangat lembut, tapi kali ini berbeda. Hana seperti tidak mengenali Brian karena obat perang*sang yang entah Brian dapat dari mana, lalu kapan ia meminumnya.
“Sayang, cepat sedikit lah.. goyanganmu begitu melempem” ucap Brian.
“Arghhh.. mas sakit, jangan kencang-kencang” ucap Hana yang menyeimbangi gerakan tangan Brian yang membantu Hana untuk goyang lebih cepat.
“Argh.. sayanghh stt.. uhhh.. i-inih nikmathh sekalihh..” ucap Brian dengan wajah penuh gairah.
“Arghh.. mas, sudah Hana mau keluar” saut Hana sambil mendongak ke atas merasakan goyangan pinggul Brian yang sangat cepat bahkan lebih cepat dari goyangan Hana sendiri.
Brian yang sudah tidak sabar langsung membalik tubuh Hana, dan goyangnya dengan sangat brutal.
__ADS_1
Sampai akhirnya Hana dan Brian melakukan pelepasan bersama-sama. Hana yang sudah melakukan pelepasan beberapa kali membuat dirinya begitu lelah.
Sedangkan Brian, ini adalah pelepasan pertamanya dari sekian jam lamanya mereka bermain dengan berbagai gaya semua Brian coba bersama Hana hampir mereka melakukan 35 kali ronde berturut-turut.
Hana yang sudah tidak kuat akhirnya pingsan dengan keadaan tubuh penuh dengan keringat bahkan hampir seluruh tubuhnya penuh dengan tanda merah bekas hasil percintaan mereka yang begitu dahsyat. Sehingga Brian yang baru sadar dari efek obat itu membuat dirinya merasa kasihan terhadap Hana.
“Maafkan aku sayang, aku sudah melakukannya dengan sangat kasar. Niatnya aku hanya ingin mencoba obat itu, tapi nyatanya aku malah membuat tubuh mulusmu menjadi penuh noda seperti ini” gumam Brian sambil menatap tubuh Hana yang biru-biru lebam.
Dengan sigap Brian langsung mengambil celana serta air hangat untuk membersihkan tubuh Hana, lalu memakaikan pakaian komplit kepada Hana. Brian yang sudah selesai dengan semuanya kini kembali ke dalam kamar dengan menggendong tubuh Hana dan di letakkan dengan perlahan di atas kasur.
“Tidur yang nyenyak sayang, aku mencintaimu. Maaf aku belum bisa mengatakannya langsung, karena aku takut jika perasaan ini belum sepenuhnya untukmu” gumam Brian sambil mencium seluruh wajah Hana dan di sambung dengan mencium wajah Qisya.
Kemudian Brian tiduran di samping Hana memeluknya, sesekali menciumi bibir Hana dengan sangat lembut.
“Selamat beristirahat istriku” ucap Brian di sela-sela ia menutup matanya dan tertidur dengan sangat pulas.
Di pagi hari
“Eh, anak Ayah sudah bangun. Selamat pagi sayang” ucap Brian sambil duduk dan membersihkan kotoran dari matanya yang menempel.
“Hoam.., pagi uga Ayah. Kok Bunda beyum angun” saut Qisya sambil menengok dan melihat Hana yang masih tertidur dengan sangat pulas.
“Bundanya lagi kecapean sayang, Qisya mandi dulu ya sama Ayah. Nanti kalau Bunda sudah bangun kan Qisya sudah rapi” jawab Brian.
“Ndak mau Ayah, ata Bunda Isa ndak oleh mandi cama laki-laki. Dadi Isa halus mandi cendili teyus uga Isa alo di andiin cuman boyeh cama Oma cama Bunda aja” celoteh Qisya yang mencoba menasihati Brian.
“Ya sudah Qisya mandi sama Oma dulu ya hari ini, biar Bundanya istirahat kasihan lagi kurang enak badan. Gapapa kan Qisya mandi dulu sama Oma, hum?” tanya Brian sambil mengusap kepala Qisya.
“Oteh Ayah ciap” jawab Qisya sambil memberi hormat dan senyuman yang menampilkan sederetan gigi kecilnya.
Brian hanya bisa tersenyum dan mencium pucuk kepala Qisya, kemudian Qisya perlahan turun dari tempat tidur. Lalu ia keluar dari kamar orang tuanya menuju kamar Omanya.
Brian yang menatap tubuh Qisya sudah mulai menjauh, kini kembali menatap Hana yang setia dengan tidur panjangnya. Bahkan saat ini Brian benar-benar sangat bersalah telah melakukan kekerasan dalam berhubungan semalam, entah kenapa Brian pikir obat itu hanya menambah nafsu gairahnya agar bisa lebih percaya lagi untuk memuaskan Hana.
__ADS_1
Karena Brian sedikit kurang percaya diri saat berhubungan dengan Hana, Brian takut jika ia belum bisa memuaskan sang istri. Sampai akhirnya dia mencoba membeli obat perang*sang bahkan meminumnya lebih dari dosis yang telah di anjurkan.
Seketika saat Brian sedang mengelus wajah Hana tiba-tiba saja Hana melalukan pergerakan dan perlahan membuka matanya. Brian yang melihat Hana langsung tersenyum sangat manis kepada Hana.
“Selamat pagi sayang, sudah bangun hem” ucap Brian dengan sangat lembut.
Hana yang sudah berhasil menatap Brian sedikit menggeser tubuhnya seperti orang yang lagi ketakutan.
“Loh kenapa kok menjauh sih, kamu takut sama aku?” tanya Brian dengan wajah bingung dan sedihnya.
“Ma-mas Bri-brian” ucap Hana dengan sangat gugup.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai... hai... hai... 🤭🤗🤗
Ketemu lagi dengan author kalian semuanya 🥰🥰😘
Adakah yang merindukan dengan author yang kesepian ini 😗😗😗
Kalian tahu... Author juga rindu dengan kalian semua wahai pembaca setiaku 🥺🥺🥺
Mohon terus dukung author yaaa... dan juga dukung karya temanku yang satu ini 🤗🤗🤗
BLURB !
Roy Xavier, Seorang pria dewasa berusia 36 tahun, yang biasa di panggil sekertaris Roy, Seorang sekertaris sang tuan muda Sean Agipratama, pemilik perusahaan SA Group, dengan parasnya yang tampan dan gagah, Roy tak pernah kekurangan pujian dari para kaum wanita, memiliki sifat yang dingin dan kaku yang tak pernah tersentuh oleh siapapun.
Siapa sangka, jika pria dingin itu malah terpikat oleh wanita yang menjadi rivalnya, Yolanda Jackson. Tapi yang lebih menyakitkan saat ia telah mencintai wanita tomboy itu adalah, ketika wanita yang ia cintai sudah memiliki pria yang ia cintai.
Akankan sekertaris Roy bisa meluluhkan hati wanita yang ia cintai dan bisa mendapatkan wanita itu?
__ADS_1