Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Membuat Kak Isty Menangis


__ADS_3

Begitu juga Isty, dia tipikal wanita yang tidak bisa di ganggu jadi Iky selalu senang jika harus memancing emosi Isty untuk naik turun karena bagi Iky wajahnya Isty yang terlihat marah malah membuatnya sangat gemas.


Baba Arya dan juga Baba Ipul tertawa kecil saat melihat tingkah anak mereka yang dalam sehari saja tidak pernah sekalipun terlewatkan untuk bertengkar.


Apa lagi Baba Arya sangat tahu jika Iky itu memarisi sifatnya yang sangat jahil, sedangkan Isty mewarisi sifat Ipul yang terkadang tidak suka di ganggu. Jadi ya jika sifat mereka mewarisi ke anaknya, membuat mereka seperti melihat dirinya sendiri.


Hanya saja anak mereka itu sepasang, jadi mereka sudah punya pikiran jikalau suatu saat nanti mungkin saja Iky dan Isty akan memiliki perasaan yang bisa melebihi antara teman atau sahabat.


Cuma sekarang mereka masih belum tahu tentang perasaan, jadi bagi Iky dan Isty ini adalah sebuah tantangan yang mana Iky pun tertantang untuk terus menggoda Isty, dan Isty juga tertantang untuk lebih bersabar dalam menghadapi sikap Iky yang memang dia lebih muda dari Isty sehingga sifat anak-anakannya masih terlihat jelas.


Namun di balik sifat kekanak-kanakan Iky, dia memiliki jiwa kepeduliian serta kesatria yang sangatlah tinggi untuk melindungi seorang wanita. Bahkan sifat Iky terlihat seperti pria dewasa yang mana bisa melebihi sifat Isty ketika lagi manja dan terlihat layaknya seorang anak kecil yang merengek meminta mainan.


📱 "Iky... jangan ganggu Kak Isty mulu, nanti dia nangis enggak ada balon loh... kasihan Bubu entar di suruh nyari balon hahaha..." canda Ipul yang membuat Isty pun langsung terkejut mendengar suara Babanya, serta langsung saja merebut ponsel yang ada di tangan Bubu Naya.


📱 "Yaaakkk... Baba! Kalau ngomong itu yang benar ya... mana ada coba Isty itu nangis-nangis enggak jelas. Isty itu sudah besar ya!" pekik Isty yang berhasil membuat Baba Arya dan juga Baba Ipul tertawa kembali.


📱 "Hahaha... haruskah Baba ceritakan bagaimana keseharianmu di rumah jika tidak ada Iky? Hemm..." jawab Baba Ipul sambil mengode dengan alisnya.


📱 "Yaaaakkk... Baba, awas aja ya kalau bongkar-bongkar aibnya Isty! Nanti Isty marah sama Baba selama 1 minggu loh hump..." sahut Isty yang langsung saja membuang wajahnya dengan keadaan kesal.


📱 "Itumah yang dosa bukan Babamu, tapi dirimu karena jikalau kita marah selama 3 hari saja sudah dosa, apa lagi 1 minggu hehe..." jawab Baba Arya yang membuat Isty kembali menatap layar ponsel Bubu Cantika.


📱 "Huaaaaa... Bubu... Babanya nakal hiks..." celetuk Isty yang segera mungkin memeluk Bubu Naya, yang kini ponselnya sudah di berikan kembali sama Bubu Naya pada Bubu Cantikan.


📱 "Uluuh... Uluuuhh... anakku sayang, kenapa hemm..." Bubu Naya memeluk manja Isty yang kini malah memeluknya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Semuanya pun tertawa, hanya saja Iky malah terlihat begitu aneh saat ia tahu jika tingkahnya Isty yang terjadi di balik sikap cueknya itu ternyata dia adalah gadis manja kesayangan Bubu Naya dan juga Baba Ipul.


📱 "Astagfirullah, kalian ini ya... seneng banget sih menggoda Isty. Lihat saja ya, bentar lagi pawangnya Isty pasti akan marah-marah..." ucap Bubu Cantika sambil melirik Iky yang masih menatap aneh ke arah Isty, yang mana Baba Arya serta Baba Ipul sudah paham kemana arah ucapan Bubu Cantika.


Baru juga selesai berbicara seperti itu, ponsel Bubu Cantika sudah pindah ke tangan Iky dengan menunjukkan wajah kesalnya. Lantaran mereka sudah membuat nangis seorang wanita, yang mana Iky sangat tidak suka melihat seorang wanita menangis dan juga sedih.


📱 "Baru juga di bilangin sama istriku pawangnya akan marah, dan benar aja... dia muncul dengan wajah yang sangar haha..." ucap Baba Arya sambil menoleh ke arah Baba Ipul yang kini mereka pun sudah tertawa gemas melihat tingkah anak-anaknya yang mana mereka semakin ingin segera menjodohkannya.


📱 "Siapa yang berani membuat Kak Isty menangis, hemm?" tanya Iky sambil dia menunjukkan wajah yang penuh emosi namun malah terlihat begitu lucu hingga jika dekat rasanya Baba Arya ingin sekali mengunyel-unyel wajah Iky.


Saat ingin menjawab pertanyaan Iky itu, tiba-tiba seketaris Baba Arya masuk ke dalam ruangan untuk memberikan kabar jikalau saat ini koleganya sudah datang dan sekarang mereka berada di ruangan meeting.


"Permisi Tuan... Maaf jika mengganggu waktunya, saya di sini hanya ingin untuk memberitahu jika Tuan X sudah datang bersama timnya dan sekarang berada di ruangan meeting menunggu kehadiran Tuan" ucap seketaris dengan nada sopan dan sedikit membungkukkan badannya.


"Kau siapkan saja semuanya, serta di cek semua file yang akan di bahas nanti jangan sampai ada yang terlewatkan" sahut Baba Ipul dengan tegas.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi..." ucap seketaris tersebut sambil kembali membungkuk dan pergi meninggalkan ruangan Arya.


Kemudian Baba Arya kembali menatap layar ponselnya yang kini masih terlihat wajah kesalnya Iky.


📱 "Baba mau meeting dulu ya Mas Iky, nanti tolong sampaikan ke Bubu kalau setelah meeting Baba selesai, malam ini kita akan mengadakan barbeque. Jadi Bubu bisa menyiapkan semua sekalian minta tolong sama penjaga rumah juga untuk menyusun tempat di pekarangan rumah. Jadi sudah ya jangan pada ngambek-ngambek lagi... nanti malam kita akan bersenang-senang oke..." jelas Baba Arya yang membuat Iky pun sedikit melunturkan aura seramnya.


📱 "Okee... nanti Iky sampaikan sama Bubu, tapi Baba pulang kan?" tanya Iky yang membuat Baba Arya malah jadi bingung menatap Baba Ipul.


📱 "Ya pulang dong, memangnya kalau tidak pulang Baba mau pulang kemana lagi?" tanya balik Baba Arya.

__ADS_1


📱 "Ya takutnya aja gitu Baba ada acara berangkat ke luar kota, jadi gagal lagi deh huuuhh..." keluh Iky yang malah membuat mereka tertawa kecil.


Ya mereka tahu karena memang sudah jatahnya hari Sabtu dan Minggu untuk keluarga, tetapi siapa sangka namanya pekerjaan mendadak jadi ya mau tidak mau mereka harus professional dalam menyikapi serta membagi waktunya.


Mungkin jika tidak penting banget, Baba Arya dan juga Baba Ipul tidak akan rela meninggalkan waktu bersama keluarga. Hanya saja ini urgent jadi mereka harus datang, dari pada nanti berimbas pada perusahaan jadi mereka harus dapat merelakan waktu libur mereka itu demi membuat perusahaan agar selalu aman dan semakin maju.


📱 "Tidak akan sayang, ya sudah Baba mau meeting dulu ya. Salam saja buat semuanya, jangan lupa itu tugasmu ya untuk membuat Kak Isty kembali untuk tertawa. Ingat, laki-laki sejati tidak bisa melihat wanitanya menangis" nasehat Arya yang kini hanya membuat Iky pun menatap malas hingga memutar bola matanya.


📱 "Yang bikin Kak Isty nangis siapa, yang kenapa siapa! Huhh... nasib jadi anak laki-laki ya begini, ya sudah iya-iya Iky akan mencoba membuat Kak Isty senyum lagi. Asalkan Baba pulangnya sebelum jam 7 malam. Kalau lewat, Iky akan mengganggu Kak Isty..." celetuk Iky yang membuat Arya menggelengkan kepalanya meliha tingkah putranya yang benar-benar persis seperti dirinya saat masih kecil.


📱 "Oke... Baba janji akan pulang cepat sebelum jam 7, lagian cuma sebentar aja. Jadi ya sudah ya Baba tutup dulu telponnya. Assalammualaikum..." ucap Arya sambil tersenyum, dan di susul ucapan salam dari Baba Ipul.


📱 "Waalaikumsalam..." ucap Iky yang bersamaan dengan Bubunya dan juga Isty dengan suara lirihnya.


Setelah sambungan telepon terputus itu, kini waktunya bagi Iky menjelaskan apa yang di ucapkan oleh Babanya yang kini membuat Isty pun menatap Iky dengan wajah yang masih terlihat sedih.


Walaupun Iky tidak mengatakannya pun, semuanya sudah bisa dengar lantaran sambungan teleponnya juga di gunakan loudspiker jadi semuanya sudah pasti bisa mendengar dengan jelas.


Dengan begitu mereka semua langsung bersiap-siap untuk masuk ke dalam lagi sambil membawa semua camilan dan makanannya, serta Bubu Cantika juga menaruh Baby Iva di kamar tepat di Box bayi.


Tak lupa juga Bubu Cantika menitipkan Baby Iva kepada orang tuanya Arya, karena mereka berempat akan pergi ke supermarket untuk menyiapkan bahan-bahan untuk nanti malam bersenang-senang.


Bubu Cantika juga tidaklah lupa untuk meminta tolong kepada penjaga rumah agar membantu menyiapkan semuanya dari tenda kecil, alat panggang, dan sebagainya tepat di perkarangan belakang rumah yang begitu luas dan juga suka di gunakan untuk mereka bercamping.


Sampai seketika Bubu Cantika, Bubu Naya, Isty dan juga Iky berangkat pergi menggunakan mobil pribadi Bubu Cantika yang terlihat sangat keren. Mereka semua pergi ke supermarket untuk membeli apa pun yang di butuh di acara bakar-bakaran nanti malam.

__ADS_1


__ADS_2