
Di saat sang penghulu sudah selesai mengucapkan doa-doa yang hampir menghabiskan banyak waktu, kini sang penghulu mulai menatap Brian dan Hana secara bergantian.
“Apakah Tuan Brian Adijaya sudah siap untuk meminang gadis cantik di sebelahnya ini?” tanya sang penghulu sambil menatap Brian.
“Insyaallah saya siap untuk meminang Hana Renata” ucap Brian dengan suara lantang.
“Alhamdulillah, lalu bagaimana dengan saudari Hana Renata? Apakah sudah siap dipinang oleh pria tampan di sebelahnya ini?” tanya sang penghulu sambil menatap Hana.
“Insya Allah, saya siap untuk dipinang oleh mas Brian Adijaya” ucap Hana sambil menatap Brian.
“Alhamdulillah, jika begitu kalian sudah sama-sama ikhlas ya untuk menjalankan pernikahan ini yang akan menjadi sumber ladang ibadah seumur hidup kalian” jawab sang penghulu dengan senyum yang mengembang.
“Ya sudah mari kita mulai acaranya, Tuan Brian tolong jabat tangan saya dan ikuti saya” ucap sang penghulu sambil berjabat tangan dengan Brian.
Sang penghulu mengawali semuanya dengan membaca bismillah dan istighfar, dengan tujuan agar terbebas dari gangguan jin dan setan.
“Saudara Brian Adijaya bin Ferry Prasetiawan, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan saudari Hana Renata binti Muhammad Tomi dengan maskawin berupa alat Shalat dengan perhiasan lengkap seberat 1 kilogram dan uang 5 Milyar, dibayar tunai” ucap sang penghulu dengan tegas dan lantang menatap Brian.
“Saya terima nikahnya dan kawinnya Hana Renata binti Muhammad Tomi dengan maskawin tersebut, dibayar tunai” jawab Brian dengan satu tarikan napas dengan sangat tegas.
“Bagaimana para saksi? Apakah sah atau tidak” ucap sang penghulu menatap para saksi.
“Sah..” teriak semua orang seisi gedung dengan sangat keras.
“Alhmdulillah, kalian berdua saat ini sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah menurut agama dan negara. Selamat ya..” ucap sang penghulu yang di angguki oleh Brian dan Hana dengan senyuman.
Sang penghulu kemudian mengangkat kedua tangannya sambil membacakan doa-doa kembali.
Semua yang ada di sana mengaminkan dan mendoakan agar kedua mempelai bisa hidup dengan bahagia.
__ADS_1
Sang penghulu menyuruh Brian untuk memakaikan cincin terlebih dulu di jari manis Hana.
Dengan perlahan Brian mengambil cincin kemudian memakaikannya di tangan Hana.
Hana lalu segera mencium tangan Brian dengan sangat lama sambil mengucapkan doa-doa serta harapan di dalam hati kecil Hana, sesekali Brian mengusap kepala Hana dengan sangat lembut.
Saat sudah dengan aksinya, kini gantian Hana yang memasangkan cincin di jari manis Brian dengan perlahan. Dan di balas oleh kecupan manis di dahi Hana dengan sangat lembut.
Semua yang ada di sana terharu melihat keromantisan pasarangan ini bahkan sampai meneteskan air matanya.
Sang Mc mempersilakkan kedua orang tua mempelai menduduki kursi di pelaminan agar bisa segera melakukan acara sungkeman.
Keluarga Brian dan Hana menaiki pelaminan dan duduk sesuai yang sudah di atur oleh sang MC.
Tuan Ferry dan Nyonya Syifa duduk di kursi panjang dengan Qisya di tengah-tenganya.
Sedangan Abah dan Umi duduk di kursi panjang satunya dengan Arya di samping sang Umi.
Satu demi satu anakan tangga kecil berhasil mereka lewati dan akhrinya berhenti di depan keluarga.
Kemudian Brian berlutut dan memohon ampun di depan keluarganya. Sedangkan Hana berlutut di depan keluarganya dan memohon ampun.
Semuanya menangis dan berlinang air mata melihat sungkepan kedua mempelai yang sangat mengharukan.
"Hiks.. mamah, papah maafin Brian selama ini selalu merepotkan kalian semua. Brian saat ini sudah menjdi seorang suami kembali, mohon doa restunya untuk Brian agar bisa melupakan semua yang sudah terjadi dan hidup bahagia bersama Hana dan Qisya"
Brian berlutut dan menatap mamah serta papahnya dengan air mata yang sudah menetep.
Mereka yang melihat anaknya menangis langsung secara bersamaan memeluk Brian dengan melupakan Qisya di tengah-tengah.
__ADS_1
"Yakk.. ishh, Isa kejempet tahuu" teriak Qisya yang membuyarkan isak tangis di sana.
"Astaga maaf sayang, Oma sama Opa tidak lihat ada Qisya di sini" ucap Nyonya Syifa.
"Ish.. menyebalkan, sudah cantik-cantik begini main asal tubluk saja kaya kebo" Qisya melipat kedua tangannya dan memasak muka lucunya yang malah membuat semua nya tertawa dan melupakan sedihnya.
Sedangkan Hana kembali bersungkem kepada Abah dan Umi.
"Abah, Umi. Maafin Hana ya, jika Hana selama ini menjadi anak yang selalu membantah omongan Umi dan Abah soal pernikahan, hiks.. Hana saat ini sudah menjadi seorang istri dari mas Brian dan ibu sambung untuk Qisya, Hana mohon doa restu dari Abah dan Umi supaya terus bisa mendoakan Hana dan mas Brian untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah hiks.."
Hana menangis sambil menatap Umi dan Abah yang membuat air mata Abah seketika runtuh dan langsung memeluk Hana.
"Hiks.. maafkan Abah, Ndok. Belum bisa membahagiakanmu, bahkan Abah selalu membuatmu kesulitan sejak kecil. Dan kamu sudah menjadi tulang punggung untuk keluarga. Hiks.. Abah akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian, ingatlah nak. Di dalam rumah tangga akan ada berbagai cobaan serta ujian masing-masing. Kamu harus menjadi wanita yang kuat untuk menghadapi cobaan itu, hik.. Abah yakin putri Abah kuat, Hana Renata adalah wanita yang tidak akan pernah menyerah dengan mudah hiks.."
Ucap Abah sambil menasehati Hana yang tahu jika anaknya akan mengalami cobaan yang lebih berat dari ini, ikatan hati orang tua dan anak memanglah kencang.
Bahkan Abah yang tipikal tidak pernah menangis, kini malah runtuh dan ini adalah kali pertamanya mereka semua melihat sosok Abah yang tegar menjadi pria yang cengeng.
Hana bergantian untuk memeluk Uminya dengan sangat erat.
"Selamat ya, Ndok. Kamu sudah menjadi istri mas Brian. Ingatlah, Ndok. Seorang istri selalu harus manut dengan perintah suaminya, dan jadilah istri yang baik untuk suamimu. Jangan pernah membantahnya sedikit pun atau berkata kasar kepadanya. Karena surgamu berada di tangan suamimu, dan dosamu kini adalah tanggungan suamimu. Maka jangan membuat suamimu berat melangkahkan kakinya untuk memikul segala dosamu. Hana Renata adalah anak Umi yang baik, Umi percaya Hana bisa menjadi istri yang shalehah untuk mas Brian hiks.."
Umi mencoba memberi wejangan sedikit untuk Hana agar bisa menjadi istri yang baik untuk suami.
Kini saatnya Hana memeluk sang adik tercinta.
"Hiks.. Mbak, maafin Arya ya. Selama ini Arya membuat mbak ke susahan. Bahkan Arya selalu menjahili mbak, hiks.. Arya pasti akan merasa kesepian tidak ada mbak nanti di rumah hiks, mbak baik-baik ya di sini, jika ada apa-apa segera hubungin Arya. Arya sayang banget sama mbak"
"Hiks.. mbak nitip Abah sama Umi ya, mbak sekarang adalah istri mas Brian jadi semua tanggung jawab mbak sekarang sudah pindah ke tangan Arya. Arya harus jadi anak yang berhasil biyar bisa membuat bahagia keluarga ya, mbak juga sayang banget sama Arya hiks.."
__ADS_1
Arya mengangguki kepalanya dan Hana menyudahi sungkemannya, lalu bergantian dengan Brian yang meminta restu kepada keluarga Hana, dan Hana meminta restu kepada keluarga Brian.
Sampai akhirnya acara sungkeman pun telah selesai, kini saatnya Brian dan Hana mengganti baju adat Jawa, yang nanti akan di adakan upacara adat khas Jawa dari daerah Hana.