
“Sayang, ayo kita bawa anak-anak pulang secepat mungkin. Sepertinya kita tidak akan aman jika terus berada di sini. Nanti aku akan segera mengurus orang suruhanku untuk menyiapkan kepulangan kita secepatnya. Karena kita tidak tahu motif dan tujuan mereka untuk apa? Ini masih menjadi teka-teki yang belum bisa aku pecahkan” ucap Brian dengan tergesa-gesa.
“Iya, Ayah. Bunda juga khawatir. Ayo anak-anak kita harus segera pergi dari ini. Ingat jangan ada yang pisah dari Ayah dan Bunda. Paham kan!” ucap Hana sambil membersihkan mulut Lily.
Lily yang sedang asyik makan langsung terkejut saat sang Bunda tiba-tiba saja menyerobot makanannya dan membuangnya sembarangan serta tak lupa membersihkan dan langsung menggendong Lily.
“Yahh... BunBun napa makanan Lily di buang cih, Lily kan macih mau makan” ucap Lily dengan wajah sedihnya di dalam gendongan Hana.
“Sudah ya sayang, nanti gampang kita beli lagi. Pokonya kita harus segera sampai di penginapan” ucap Hana dengan wajah paniknya.
“Ayo Abang, Kakak... Pegang tangan Ayah dengan kuat, dan Kakak pegang juga tangan Bunda jangan sampai terlepas” ucap Brian yang langsung menggenggam tangan anak-anaknya.
Mereka pun berjalan tergesa-gesa. Namun, tanpa di sadari pengunjung semakin ramai yang membuat tempat itu langsung penuh dengan cepat. Entah apa yang terjadi tapi ini membuat Brian, Hana dan ketiga anaknya kesusahan untuk melewati jalan.
“Ingat pesan Ayah, jangan ada yang lepaskan tangannya. Mengerti semua...” teriak Brian sambil mengambil alih Lily dan menggendongnya sambil kembali menggandeng tangan Lukas.
“Bos bagaimana ini, sepertinya mereka telah menyadari keberadaan kita” ucap seseorang dengan Bosnya.
“Hubungi semunya untuk bersiap-siap supaya bisa mengecoh jalan keluar mereka agar tidak bisa bersama-sama. Dan kalian harus fokuskan kepada gadis itu paham kalian!” ucap Bosnya dengan lantang.
“Baik, Bos...” ucap seseorang yang langsung menghubungi rekan-rekannya.
Entah kenapa Brian dan Hana merasa bahwa mereka sangat sulit menemukan jalan keluar yang seharusnya mereka sudah keluar dari tadi, seperti ada yang menggiring mereka untuk berjalan memutar dan menjauhi pintu keluar saking banyaknya orang-orang dengan postur tubuh keker, besar, dan sangat gagah.
“Bagaimana, Pinjai. Apa kamu sudah berhasil mengecoh mereka?” ucap Tuan Bisma dengan sedikit membuka kaca pintu mobilnya agar bisa berbicara dengan Pinjai yang berada di luar samping mobil.
“Sudah, Tuan. Kita lihat saja hasilnya, mereka sudah berhasil mengecoh jalan keluarnya agar tidak begitu mudah keluar dari sana” ucap Pinjai dengan tegas.
“Bagus...” ucap Bisma dengan tersenyum licik.
Dan tidak terasa tangan Hana dan Qisya terlepas karena desakan seseorang dengan postur tubuh yang sangat tinggi, dan berbadan besar.
Orang itu seperti membuat Qisya agar terpisah dari mereka dan membuat Hana malah memegang tangan Lukas. Lukas pun tidak menyadari itu karena tubuh kecilnya benar-benar terhempit orang-orang di sana.
Sampai akhirnya Brian, Hana dan si kembar pun berhasil keluar dari tempat ramai itu. Tanpa mereka sadari bahwa Qisya masih tertinggal di dalam.
__ADS_1
“Sepertinya mereka telah berhasil Tuan untuk membuat gadis kecil itu terpisah dari keluarganya. Sekarang giliran Tuan untuk menjadi penolongnya bagaikan super hero” ucap Pinjai.
“Super hero? Super hero kesiangan haha...” saut Tuan Bisma dengan tawa yang membuat Pinjai sedikit merinding.
Bisma pun turun dari mobilnya dan segera memasuki tempat itu dari pintu samping yang benar-benar rahasia yang sudah mereka rancang sebelumnya.
Dan orang tersebut sudah berhasil membuat Qisya menggandeng tangan wanita lain yang menjadi suruhannya Bisma. Lalu, Qisya di bawa ke tempat yang agak jauh dari situ.
“Ka-kamu siapa?” tanya wanita itu yang pura-pura kaget yang langsung membuat Qisya menoleh ke arahnya.
“Loh, I-ibu ini siapa? Kenapa bisa kita malah saling berpegangan. Lalu, di mana keluargaku?” tanya Qisya dengan wajah yang sangat ketakutan.
“Ada juga saya yang harusnya bertanya seperti itu, kemana anak saya? Hiks... Anakku, kamu dimana nak? Aku harus segera mencarinya” ucap wanita itu dengan pura-pura menangis dan berlari.
“Hiks... A-aku dimana ini? Hiks... Ayah, Bunda, Lukas, Lily... Kalian dimana? Hiks... Kenapa Kakak bisa terpisah seperti ini hiks...” ucap Qisya dengan menangis yang sangat kejar sambil menoleh ke penjuru tempat.
“Hai, cantik. Kenapa kamu menangis di sini?” ucap Bisma dengan lembut.
“O-om ja-jangkung hiks... Ke-kenapa Om ada di sini?” tanya Qisya dengan wajah yang sangat ketakutan.
“Hai, tenanglah. Om bukan penjahat yang kamu kira, Om adalah orang baik kok. Percaya sama Om ya, di sini Om ingin membantumu. Apa ada yang bisa Om bantu, hem...” ucap Bisma sedikit mencondongkan tubuhnya dengan memaksakan sedikit senyumannya menatap wajah Qisya.
“Hiks... To-tolong Qisya Om. Qisya terpisah dari keluarga Qisya hiks... Qisya enggak tahu dimana mereka?” ucap Qisya dengan menangis tersendu-sendu.
“Stt... Tenanglah gadis cantik, ayo ikut Om pulang dulu yuk... Hari sudah semakin larut kasihan kamu di sini kedinginan, udaranya tidak baik. Lagian Om bisa kok mengantarkan kamu ke penginapan dimana kamu tinggal” ucap Bisma.
“Hiks... O-om serius mau antarkan Qisya pulang?” tanya Qisya dengan wajah yang sedikit berbinar.
“Hem...” jawab Bisma sambil menganggukkan kepalanya perlahan dan tersenyum.
“Ayo Om, antarkan Qisya pulang ke penginapan sekarang” saut Qisya dengan menggebu-gebu.
“Kalau sekarang Om tidak bisa, karena ada urusan. Bagaimana kalau besok saja? Om janji akan antar kamu pulang, tapi malam ini kamu menginap di penginapan Om dulu ya...” ucap Bisma.
“Ta-tapi, Om... Qisya mau pulang sekarang hiks...” Qisya kembali menangis yang sedikit membuat Bisma hampir saja terpancing emosinya.
__ADS_1
“Huftt... Sabar Bisma, sabar. Kamu harus berhasil membujuknya sebelum keluarganya sadar jika gadis kecil ini terpisah dari mereka” ucap Bisma di dalam hatinya.
“Gadis cantik, sabar ya. Ini sudah malam tidak baik apa lagi di Korea jalanan sangat sepi jadi takut ada penjahat yang berkeliaran di jalan. Jadi, ikut Om pulang dulu ya. Besok janji Om antarkan kamu pulang, oke...” ucap Bisma dengan mencoba merayu Qisya.
“Benerankan, Om orang baik? Om bukan penjahat, penculik atau perampok?” tanya Qisya dengan polosnya.
“Bukan cantik, lihat saja penampilan Om. Masa ia Om terlihat seperti penjahat hem... Padahal Om terlihat begitu tampan loh” saut Bisma sambil berdiri tegas.
“Iya, sih... Om tampan. Tapi wajah Om menyeramkan” ucap Qisya dengan ceplas-ceplos yang sedikit membuat Bisma kembali menarik nafas.
“Huhh... Sudah ayo kita pergi sekarang, sebelum nanti ada penjahat yang menyerang kita” ucap Bisma.
“Baiklah, tapi Om jangan nakal-nakal sama Qisya ya. Nanti Qisya aduin ke Ayah baru tahu rasa” ucap Qisya langsung berjalan lebih dulu.
“Awwrrggghhh... Dasar gadis menyebalkan !!!” geram Bisma di dalam hatinya seperti seekor singa yang ingin menerkam mangsanya.
Bisma pun langsung mengikuti langkah Qisya di sampingnya sambil menunjukkan jalan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat pagi... Selamat siang... Selamat malam... untuk semuanya 🤗🤗🤗
Aku harap kalian menyukai karyaku dan bisa terus dukung Author 🥺🥺🥺
Author juga ingin selalu bisa memberikan rekomendasi novel untuk kalian semua 😗😗😗
Berikut adalah rekomendasi dari Author untuk kalian semuanya 🥳🥳🥳
Silahkan kalian jelajahi dan tinggalkan jejak indah kalian semua 😁😁😁
Terima kasih semuanya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
...*...
__ADS_1