Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Istri dan Anak Perempuannya


__ADS_3

“Kok perasaanku jadi tidak enak begini ya, apa yang dibilang Alex memang benar? Jika Alex bisa bertanya rumah siapa ini, maka aku juga punya pertanyaan. Ada hubungan apa Jack dengan semua penghuni rumah ini ya...” gumam Ibu Shine di dalam hatinya.


“Ibu... Kenapa Ibu diam? Alex jadi bingung deh” ucap Alex dengan wajah polosnya.


“Ibu juga tidak tahu, sayang. Rumah siapa itu, dan ada hubungan apa Ayah dengan mereka, Ibu hanya tahu jika kita adalah keluarga satu-satunya yang Ayah punya. Lagian kan Ayah bilang mau kerja, mungkin saja ini rumah Bosnya dan Ayah juga pernah bilang kan kalau dia tinggal di rumah bosnya” jawab Ibu Shine yang berusaha menahan kecemasannya.


Mereka terus saja menatap rumah tersebut dengan sesekali Alex mencoba mendekati untuk mencari tahu bersama Ibu Shine, namun percuma saja. Tidak ada tanda-tanda siapa pun di sana. Bahkan hari sudah semakin larut dan udara pun sudah mulai dingin, Ibu Shine langsung mengeluarkan jaket hangat untuk mereka berdua dari tas ransel Alex.


Saat ini mereka telah duduk di rumah kosong yang tidak jauh dari rumah yang mereka curigai. Untung saja ada rumah kosong ini, jadi mereka bisa duduk santai tanpa khawatir dengan panasnya terik mata hari atau pun kehujanan.


Halaman rumah kosong tersebut pun cukup lebar dan luas jadi mereka bisa beristirahat di sana sambil menunggu matahari kembali terbit. Di sela-sela mereka sedang memakai jaket, tiba-tiba saja Ibu Shine mendengar suara aneh di telinganya.


Kreukuk... Kreukuk... Kreukuk...


“Suara apa itu? Sepertinya ada suara monster yang sedang kelaparan di dalam perut anakku ini hem...” ujar Ibu Shine sambil mencolek hidung Alex.


“Hehe... ya Bu, Alex lapar. Tadi kan Alex cuma makan dikit karena takut ribet kalau pengen ke kamar mandi hehe...” jawab Alex sambil menyengir kuda yang membuat Ibu Shine begitu gemas kepadanya.


“Ya sudah, kita makan terus istirahat ya. Biar besok pagi kita bisa melanjutkan jadi detektif yang handal hehe...” saut Ibu Shine sambil mengeluarkan bekalnya.


Lalu ia menatanya di depan Alex dan segera mungkin mereka langsung menyantapnya tanpa sisa. Ibu Shine membawakan 2 kotak bekal untuk mereka makan di malam harinya buat berjaga-jaga saja, namun ia juga tidak lupa membawa beberapa camilan biskuit, roti hingga air minum.


Setelah selesai, Ibu Shine membereskan alat makannya dan kemudian Alex yang sudah menguap terus langsung tiduran di paha Ibu Shine. Alex benar-benar nyaman jika Ibu Shine mengelus kepalanya dengan sentuhan tangan mulusnya serta dihiasi oleh kasih sayang yang begitu banyak untuk Alex.


Hingga tak terasa, Alex pun terlelap dalam lamunan usapan tangan Ibu Shine. Sekiranya Alex sudah pulas, Ibu Shine langsung ikut tertidur dengan keadaan bersandar di tembok sambil memejamkan kedua matanya.


Zzzzz...


Zzzzz...


Zzzzz...


Bunyi suara dengkuran halus dari keduanya, yang berarti saat ini mereka sudah memasuki alam mimpi indahnya.

__ADS_1


...*...


...*...


Pukul 6 di pagi hari...


Ibu Shine bangun lebih dulu dari pada Alex, ia langsung menatap wajah Alex yang masih tertidur sangat pulas. Lalu ia mengecup kening Alex secara perlahan, namun dengan tanpa sengaja Ibu Shine malah membangunkan Alex.


“Eeerrgghhhh...” reng*kuhan suara Alex yang berusaha merenggangkan otot-otot kecilnya.


“Sssttt... cupcupcup... tidur lagi ya sayang” ujar Ibu Shine sambil mengusap kembali kepala Alex.


Namun karena Alex sudah cukup lama tidurnya, jadi ia pun terbangun dan membuka kedua matanya secara perlahan.


“Ibu...” ucap Alex dengan suara khas baru bangun tidur serta matanya yang sedikit menyipit menatap Ibu Shine.


“Selamat pagi jagoan Ibu yang tampan...” jawab Ibu Shine dengan tersenyum sambil kembali mengecup kening Alex.


“Pagi juga Ibu Alex yang cantik...” ucap Alex dengan sedikit memajukan wajahnya untuk mengecup pipi Ibu Shine.


Alex pun langsung duduk di sebelah Ibu Shine dengan sedikit mengucek matanya untuk membersihkan sisa-sia kotoran yang menempel di sela-sela bulu matanya.


“Tidak, Ibu. Alex sudah cukup kok tidurnya, lagian kan kita mau mencari tahu itu rumah siapa” ujar Alex yang mencari minum untuk menyegarkan tenggorokannya.


Alex pun langsung meminumnya dengan beberapa kali tengkukkan. Sedangkan Ibu Shine hanya bisa menatap Alex dengan wajah yang cukup tenang, namun dibalik semua itu ia menyimpan kuat rasa curiga terhadap sang Suami.


Tak lama ada beberapa orang yang lewat di depan mereka, hingga Alex pun langsung inisiatif berlari kecil untuk mendekati mereka dan menanyakan sesuatu


“Alex kamu mau kemana, Nak?” pekik Ibu Shine sambil berdiri di tempat.


“Sebentar, Bu. Alex mau menanyakan sesuatu pada mereka, Ibu di sana saja ya. Tunggu Alex kembali, Alex tidak akan lama kok. Ibu cukup lihatin Alex dari sana” teriak Alex sambil menoleh ke arah belakang menatap sang Ibu dan kembali berlari kecil mendekati tetangga yang baru saja keluar dari rumah karena ingin berangkat kerja.


Ibu Shine cuma bisa terdiam di tempat sambil memantau pergerakan Alex dari jarang yang tidak terlalu jauh, sehingga Ibu Shine masih bisa melihat Alex dengan mata normalnya.

__ADS_1


“Permisi, Tuan. Apa boleh saya bertanya?” ujar Alex saat sudah berhenti di depan gerbang tetangga Ayah Jack.


“Maaf, kamu ini siapa ya? Ada perlu apa kamu ke sini? Lalu sama siapa kamu kesini dan dimana orang tuanmu?” tanya seorang pria paruh baya sambil melihat ke semua arah.


“Nama saya Koff, Tuan. Saya ke sini bersama Ibu saya di sana” ucap Alex yang pura-pura menyamar, sambil menunjuk keberadaan Ibu Shine yang mana orang tersebut langsung mengikuti arahan dari Alex.


“Baiklah, apa yang mau kamu tanyakan pada saya?” jawab orang tersebut dengan menundukkan kepalanya menatap Alex yang tingginya jauh lebih pendek darinya.


“Apa Tuan tahu, rumah ini rumah siapa?” tanya Alex menunjuk ke rumah sebelah yang membuat orang itu pun kembali menoleh kemana arah tangan mungil Alex berhenti.


“Oh itu, itu adalah rumah Tuan Jack. Eh tunggu sebentar, mengapa kamu menanyakan rumah Tuan Jack? Apa kamu mengenalnya? Atau jangan-jangan kalian komplotan maling?” tanya orang tersebut dengan wajah cemasnya.


“Tidak, Tuan. Saya menanyakan rumah itu karena saya kira rumah itu adalah rumah teman saya, karena dia memberikan alamat rumah ini. Cuma pas saya lihat kok dia tidak ada di rumah itu, makanya saya langsung menanyakan kepada Tuan agar tidak salah memasuki rumah orang” ucap Alex dengan sangat kehati-hatiannya saat berbicara agar tidak membuatnya curiga.


“Hem... Seperti itu, tapi setahu saya Tuan Jack tidak memiliki seorang putra. Dia hanya tinggal bersama istri dan anak perempuannya yang masih berusia kurang lebih 10 tahun deh. Saya juga lupa sih karena saya jarang berada di rumah, dan Tuan Jack pun akhir-akhir ini jarang kelihatan di rumah karena dia bekerja sebagai buruh jadi dia selalu disibukkan dengan pekerjaannya” jawab orang tersebut yang membuat jantung Alex berdebar sangat kencang.


“A-anak? I-istri? A-apa Tuan tidak berbohong? Ba-bagaimana bisa di-dia memiliki keluarga di sini, sedangkan keluarganya tidak ada di sini” saut Alex dengan bibir bergetar dan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


“Apa maksud omonganmu, Nak? Tuan Jack memang tidak memiliki keluarga besar, dia hanya memiliki keluarga kecil di sini. Lalu maksud kamu berbicara keluarganya tidak ada di sini itu bagaimana ya, saya kurang paham” tegas orang tersebut sambil menatap Alex dengan kebingungan.


Alex yang sudah tersadar atas ucapannya pun seketika menjadi gugup di depan orang tersebut, ia mencoba untuk mengalihkan topik yang ia tanyakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat siang... Selamat sore... Selamat beraktivitas semua... 😃😃😃


Semoga kalian menyukainya dan enjoy your life guys 😁😁😁


Untuk hari ini Author akan update 2 bab semua, yeeeyyy... 😆😆😆


Mohon dukungan dan semangat dari kalian semuanya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2