
Meskipun merasa iri dengan kehidupan keluarga Bunda Hana, namun Mommy Nisha tidak mau menunjukkannya.
Mommy Nisha hanya tersenyum dan tertawa jika ceritanya menarik dan lucu. Bagaimana pun Mommy Nisha merasa senang karena dia dan anak-anaknya bisa kenal dengan keluarga Bunda Hana.
Beberapa jam kemudian, semua masakannya Bunda Hana dan Mommy Nisha pun siap. Mereka menata semua makanan di meja panjang dari kayu yang mana sudah di siapkan di taman belakang rumahnya Ayah Brian.
Setelah selesai menata semua makanan di atas meja, lalu Bunda Hana dan Mommy Nisha pergi memanggil yang lainnya.
Sekarang semua orang sudah duduk di kursinya masih-masing yang mana Ayah Brian duduk di kursi utama.
Lalu Bunda Hana, Lily dan Lukas duduk di sisi kanan Ayah Brian, Sedangkan Mommy Nisha, Jay dan Key duduk di sisi kiri Ayah Brian. Kemudian Ayah Brian memimpin doa bersama yang mana mereka berdoa sesuai agama mereka masing-masing.
Lalu mereka mengucapkan 'Selamat Makan' secara bersama-sama dan mulai memakan makanan di depan mereka.
Semuanya merasa senang karena makanannya terasa sangat lezat dan spesial karena di buat oleh dua orang wanita yang berhati baik dan besar seperti bidadari.
Seperti biasanya, Lily makan dengan sangat lahap yang mana membuat mulutnya belepotan dengan semua kuah dan bumbu dari makanan tersebut.
Mereka semua pun tertawa melihat wajah Lily yang seluruh mulutnya sudah tertutup bumbu masakan yang sudah bercampur.
“Kalau makam itu pelan-pelan saja, tidak akan ada yang berani mengambil makananmu. Jika kamu selalu makan dengan terburu-buru, nanti kamu akan tersedak atau bahkan sakit perut karena makan terlalu banyak” ucap Lukas sambil mengelap mulutnya Lily dengan tisu.
“Ciih... padahal tadinya aku yang ingy mengelap mulutnya Lily jika ada kesempatan. Tapi kenapa beruang kutub jantan itu yang melakukannya duluan sih. Kalau begini aku jadi tidak bisa melakukan apa pun deh...” gumam Jay di dalam hatinya.
“Terima kasih Abangku yang tampan dan rupawan ini hihi... kalau begitu Abang harus selalu ada di samping Lily, karena Cuma Abang yang akan selalu mengingatkan Lily. Kalau tidak ada Abang, mungkin nanti Lily akan benar-benar tersedak atau sakit perut hihi...” jawab Lily sambil cengengesan menatap Lukas.
__ADS_1
“Aku tidak mau! Memangnya aku ini bodyguard atau baby sistermu apa yang akan selalu ada di sampingmu. Aku juga memiliki waktu untuk diriku sendiri, jadi aku tidak akan bisa berada di sisimu selaman” ucap Lukas yang kembali menikmati makanannya.
“Kalau begitu biar aku saja yang akan selalu ada di sampingmu, Lily. Aku akan menjaga dan melindungi kamu dari semua bahaya yang mungkin akan menimpamu di masa depan nanti. Uugghh... kenapa aku jadi mikir seperti ini sih, apa yang terjadi padamu Jay...” geram Jay di dalam hatinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Kamu tidak apa-apa Jay? Apakah kepalamu sakit jadi kamu menggeleng-gelengkan kepalamu? Ataukah ada sesuatu di kepalamu?” tanya Key dengan wajah sedikit khawatirnya sambil menatap Jay.
“Tidak kok tidak ada apa-apa hehe... tadi sepertinya ada nyamuk lewat di depan wajahku jadi aku seperti itu. Tapis sekarang sudah tidak ada lagi, jadi ayo kita kembali menikmati makan malam ini Kak...” ujar Jay sambil memberikan senyuman canggungnya.
“Emm... kamu bertingkah aneh Jay, tapi sudahlah toh kamu memang selalu seperti ini” jawab Key dengan nada datarnya dan kembali menikmati makanannya.
Sementara itu Mommy Nisha hanya tersenyum karena menurutnya saat ini bahwa Jay dan Key menjadi jauh lebih dekat daripada sebelumnya.
Mommy Nisha berpikir jika ini mungkin saja karena Jay dan Key yang selalu melihat kehangatan dalam keluarga Lily dan Lukas sehingga mereka tanpa sadar menjadi seperti ini.
Mommy Nisha merasa bahagia karena setidaknya kedekatan Jay dan Key sudah meningkat dan terlihat seperti mereka itu adalah saudara kandung dan bukannya saudara tiri.
“Aku turut bahagia karena Jay dan Key bisa menjadi lebih dekat seperti ini. Mungkin saja dengan melihat kedekatan Lily dan Abang Lukas, bisa membuat mereka menjadi saudara yang sesungguhnya. Semoga saja hal itu terus berlanjut dan tidak akan kembali menjadi hubungan mereka yang masih sedikit tertutup” harapan Bunda Hana di dalam hatinya sambil tersenyum.
Lalu mereka kembali menikmati makan malam mereka sambil Jay dan Lily yang terkadang berebut makanan.
Awalnya Jay tidak ingin mempeributkan hal tersebut, namun melihat ekspresi menggemaskannya Lily membuat Jay semakin merasa ingin untuk membuat Lily kesal agar bisa melihat ekspresi lucunya Lily.
Sementara itu Key dan Lukas hanya makan dengan tenang dan sesekali melirik Jay dan Lily yang masih berebut makanan.
Lukas dan Key sama-sama tidak ingin berbuat sesuatu karena mereka ingin melihat momen menghibur tersebut yang mana membuat orang tua mereka tertawa bahagia dengan tingkah lucunya Jay dan Lily.
__ADS_1
“Terima kasih Tante, Om, Lily dan juga Lukas. Berkat kalian semua, saat ini Mommy Nisha bisa banyak tersenyum dan tertawa lepas seperti ini. Sudah lama sekali aku melihat Mommy Nisha tidak tertawa seperti ini. Aku merasa bahagia bisa mengenal keluarga yang sangat hangat ini” gumam Key di dalam hatinya dan tanpa sadar dia pun tersenyum.
“Di-dia tersenyum... a-aku ti-tidak tahu jika be-beruang kutub betina satu ini bisa tersenyum manis seperti ini. Semoga saja dia bisa selalu tersenyum seperti ini karena dia terlihat manis saat tersenyum. Astaghfirullah... apa yang kamu pikirkan Lukas...” geram Lukas di dalam hatinya.
Satu jam kemudian, mereka pun selesai makan malam dan para orang dewasa mulai membereskan semua piring kotor tersebut ke dapur.
Sedangkan anak-anak hanya duduk di taman dan menatap langit malam yang sangat indah. Lukas hanya duduk sambil tetap setia dengan games di ponselnya, sedangkan Key hanya duduk di ayunan kecil dengan buku cerita di tangannya.
Lalu dengan Jay dan Lily, mereka masih bermain kembang api kecil yang mana di beli oleh Ayah Brian sebelum pulang tadi.
Lily sempat mengajak Lukas dan Key untuk bermain bersama, namun mereka sama-sama menolak karena menurut mereka itu adalah hal kekanak-kanakan yang di lakukan oleh anak kecil.
Setelah mendapatkan penolakan seperti itu, Jay dan Lily memutuskan untuk bermain berdua saja. Mereka tertawa sambil menyalakan kembang api kecil tersebut.
Sedangkan Lukas dan Key yang melihatnya dari jauh hanya bisa tersenyum kecil karena setidaknya adik mereka merasa sangat bahagia bisa bermain bersama.
Tidak lama kemudian Ayah Brian, Bunda Hana dan Mommy Nisha datang ke sana dan ikut bermain dengan Jay dan Key.
Mommy Nisha merasa sangat bahagia saat ini karena dari sekian tahun dia tidak bisa tertawa lepas seperti ini, akhirnya saat ini menjadi momen bahagia Mommy Nisha bersama dengan Key dan Jay.
Mereka semua menikmati malam yang penuh bintang-bintang di langit dan bulan yang bersinar terang.
Mereka semua tertawa dan bergembira bersama sampai mereka sendiri lupa waktu. Hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 12 malam dan Mommy Nisha, Key dan Jay memutuskan untuk pulang.
Mau bagaimana pun besok siang Daddy Kem sudah pulang dari meeting di luar kota, jadi mereka sudah harus kembali.
__ADS_1
Apalagi Jay dan Key juga masih harus sekolah besok jadi mereka memutuskan untuk kembali saat ini juga. Tidak lupa pula Ayah Brian menyiapkan supir dan bodyguard yang akan mengantarkan Mommy Nisha, Key dan Jay dengan selamat ke rumah kediaman Daddy Ken.