
Brian dan Hana melakukan sesi upacara adat jawa yang sangat lengkap dengan semua susunan acara yang sudah di buat sangat rapi oleh sang MC.
Kemudian setelah acara upacara adat Jawa selesai, Brian dan Hana melakukan sesi pemotretan yang cukup memakan waktu.
Sampai akhirnya semua para tamu sudah berbondong-bondong untuk berlomba-lomba memberi ucapan kepada mempelai serta melakukan pemotretan bersama Hana dan Brian.
*
*
*
*
Waktu sudah mulai malam, dan acara pun sudah selesai 1 jam sebelumnya.
Keluarga Hana dan Brian sudah pulang ke rumah kediaman keluarga Brian lebih dulu.
Sedangkan Brian dan Hana menyusul menggunakan mobilnya.
Sesampainya di rumah, Brian dan Hana langsung menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya yang di bantu oleh Brian agar Hana bisa sambil berpegangan agar tidak terjatuh akibat bajunya yang sangat panjang.
Semua orang sudah membersihkan dirinya di kamar masing-masing, bahkan Qisya pun sudah tertidur dengan pulas.
Langkah demi langkah akhirnya Brian dan Hana sudah memasuki kamar.
"Kamu mandi duluan, aku mau istirahat sebentar" ucap Brian sambil duduk di sofa dan sedikit merebahkan tubuhnya yang terasa sangat pegal.
"Ya sudah, tapi bisa tolong bantu aku melepas gaun ini?" tanya Hana sambil berdiri dan menatap Brian dengan wajah seperti berharap dapat bantuan dari Brian.
Brian yang awalnya ingin memejamkan matanya sekilas, kini malah di buat sangat terkejut oleh perkataan Hana yang membuat ia langsung duduk dan membolakan matanya menatap Hana.
"Kamu kira aku pria apa? Seenaknya saja kamu menguji keimananku. Maaf ya imanku terlalu kuat jadi kamu tidak akan bisa menggodaku dengan tubuhmu yang gemuk itu"
__ADS_1
Brian berdiri sambil memutari Hana dengan mata seakan meremehkan tubuh Hana yang terlihat sedikit gemuk.
Padahal Hana mempunyai tinggi 170 sentimeter dan berat badan 55-60 kilogram, bukankah itu berat idel? Lalu kenapa Brian berbicara seolah-olah Hana wanita yang gemuk?
Ya itu karena, Hana selalu menggunakan baju yang tertutup dan sedikit longgar, jadi dia terlihat sedikit gemukkan padahal bajunya lah yang membuat tubuh Hana menjadi gemuk.
Sedangkan isi di dalamnya sangatlah sekal bahkan menggugah selera, andai saja Brian bisa melihat dari sudut mata yang menembus pandang. Mungkin dia akan segera menerkam mangsanya sekarang.
"Maaf mas, maksud aku tolong bantu untuk membuka reseleting gaun di belakang ini. Tanganku tidak sampai, jika aku bisa memutar tubuhku maka aku akan lakukan semuanya sendiri tanpa meminta bantuanmu. Kalau pun kamu bukan suamiku, aku tidak akan meminta tolong padamu. Tenang saja mas, Hana memakai baju dan celana panjang sebagai dalaman. Jadi mas Brian tidak perlu khawatir jika aku akan berbuat macam-macam padamu"
Hana berbicara panjang lebar dengan wajah yang sedikit kecewa namun ia masih bisa membuat sudut bibirnya tersenyum kecil.
Sedangkan Brian yang mendengar perkataan Han kini merasa sangat malu.
"Astaga Brian, kenapa pikiranmu begitu kotor. Kau lupa jika Hana adalah wanita yang tidak pernah sedikit pun membuat tubuhnya di sentuh oleh pria mana pun. Bahkan untuk berpegangan tangan saja baru bersamaku di saat terakhir kita mau menikah. Dan apa kamu ingat waktu itu kamu yang sudah mengambil ciu*man pertamanya" ucap Brian di dalam hati.
Hana yang hanya melihat Brian berdiam diri membuat dirinya berusaha sendiri untuk membuka reseleting belakang dengan susah payah sambil menatap cermin besar.
Brian yang sudah sadar dan melihat aksi Hana sedang berusaha keras membuka reseleting belakang membuat Brian sedikit kasihan.
Kemudian Brian memegang reseleting gaun Hana sambil menariknya ke arah bawah secara perlahan.
Sreeeett..
Bunyi reseleting yang sangat panjang membuat gaun panjang dan berat itu seketika terbuka dengan sangat lebar.
"Ternyata dia masih menggunakan dalaman, aku kira tidak memakainya. Astaga Brian kau benar-benar memalukan" ucap Brian di dalam hatinya sambil menatap punggung Hana yang terbelit dengan manset panjang berwarna putih.
"Terima kasih, mas sudah mau membantu Hana" ucap Hana sambil membuka gaun tersebut dan menaruhnya di sofa kemudian mengambil baju tidurnya di dalam lemari Brian yang memang sudah ada di sana sejak Qisya sudah pulang dari rumah sakit.
Hana pergi meninggalkan Brian menuju kamar mandi, sedangkan Brian kembali duduk di sofa bersebelahan dengan gaun yang tadi Hana pakai.
Brian selalu sekilas melirik gaun Hana sambil memainkan handphone genggamnya.
__ADS_1
Brian begitu penasaran apakah Hana memakai parfum yang telah diberikan kemarin atau tidak?
Kini, Brian langsung menaruh handphonenya dan mengambil gaun Hana kemudian Brian menghirup aroma tubuh Hana yang benar-benar sangat wangi khas parfum Hana yang Brian kasih.
Brian kira Hana tidak mau memakai parfum itu, karena Hana tidak terbiasa menggunakan parfum mewah yang sangat menyengat hidungnya. Tapi Brian salah, kini Hana malah memakainya untuk acara spesial mereka.
"Aroma ini bisa-bisa membuatku sangat candu olehmu, Hana" Brian kembali menciumi gaun Hana dengan sesekali menghayatinya sampai tanpa sadar Hana sudah selesai dengan ritual mandinya.
Hana yang melihat Brian sedang menciumin gaunnya itu membuat dirinya heran dan mengerutkan alisnya.
"Mas Brian, itu kan gaun aku tadi loh. Jadi masih bau keringetku, apa tidak bau di cium seperti itu?" tanya Hana yang menatap Brian dengan wajah bingungnya.
Brian yang menyadari keberadaan Hana kini membuang gaun itu ke bawah lantai dengan wajah terkejutnya.
"Ish.. jorok sekali sih, jadi perempuan kok tidak ada wangi-wanginya banget. Sudah aku bilangkan, pakai parfum yang aku kasih kemarin dengan sangat banyak. Kenapa kau memakainya sedikit? Lihatlah itu, bajunya sangat bau sekali dengan badan jelekmu itu"
Brian mengucapkan kata-kata yang sangat menyentuh hati Hana, dan di sadari Hana tersenyum dengan hati yang sudah tergores.
"Jika mas tidak menyukai bau badanku, maka aku akan tidur di sofa saja supaya mas tidak mual mencium aroma tubuh jelekku ini. Dan mas tidur di kasur dengan sangat tenang. Lagi pula kita menikah karena Qisya kan? Bukan karena hal lainnya"
Hana mengucapkan dengan penuh senyuman dan menahan sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh di depan Brian.
Brian yang sudah sangat malu langsung pergi begitu saja ke arah kamar mandi.
Hana yang sudah melihat Brian masuk ke dalam kamar mandi, seketika membuat air matanya yang sudah di tahan itu runtuh begitu saja.
"Hiks.. aku tidak boleh cengeng seperti ini, aku harus kuat demi Qisya. Karena aku yakin mas Brian adalah pria yang sangat baik, pasti suatu saat dia bisa berubah dan bisa menghargai aku sebagai istrinya" guman Hana sambil mengahapus air matanya.
Brian yang sudah selesai dengan ritual mandinya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, dan memejamkan matanya yang sudah begitu lelah, kemudian tertidur tanpa memperdulikan Hana yang tiduran di sofa.
Sedangkan Hana yang melihat Brian tertidur dengan keadaan yang begitu tenang membuat Hana tersenyum.
"Selamat istirahat suamiku, kamu terlihat begitu kelelahan. Semoga Allah selalu melindungi serta membuatmu bahagia" doa Hana di dalam hati sambil tiduran di sofa dan memejamkan matanya.
__ADS_1
Sampai akhirnya Brian dan Hana tertidur dengan sangat pulas. Namun bedanya mereka tertidur di ranjang yang terpisah.
Padahal ini adalah malam pertama untuk mereka, tetapi apa boleh di kata. Brian masih saja menunjukkan keegoisannya serta ditambahkan oleh gengsi yang terlalu besar.