Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Tatap Mata Saya


__ADS_3

Bahkan banyak wanita sek*si yang gila akan harta untuk selalu mengincarnya, namun Alex berpegang teguh pada pendiriannya sehingga wanita-wanita itu tidak ada yang berani mendekatinya, tapi jangan salah. Ada 1 wanita yang selalu mengejar Alex tanpa rasa lelah dan juga kapok sedikit pun.


Padahal Alex selalu menolaknya mentah-mentah, sampai terkadang ia sampai bersikap kasar padanya. Cuma wanita itu tidak pernah gentar untuk mengejar impiannya agar bisa bersanding bersama Alex. Dari dulu hingga saat ini Alex selalu menutup rapat-rapat hatinya untuk tidak memberikan celah agar ia tidak bisa merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta.


Akibat masa lalu sang Ibu membuat Alex tetap berpegang teguh untuk tidak pernah merasakan cinta, karena menurut Alex cinta hanya bisa membuat luka bukan kebahagiaan. Bahkan tanpa cinta, Alex bisa hidup bahagia dengan semua yang ia punya seperti saat ini.


Jadi buat apa Alex merasakan cinta kalau pada akhirnya ia juga akan merasakan sakit. Mending lebih baik ia sendiri sampai akhir hayat namun bahagia, dari pada harus memiliki pasangan tetapi tidak setia akan cintanya.


...*...


Di Markas Golden Fangs (taring emas)


Alex sedang duduk di bangku kebesarannya dengan sangat gagah, ia menyandarkan tubuhnya dengan salah satu kaki yang menopang kaki lainnya sambil sedikit menggerakkan kursinya ke kanan dan ke kiri.


“Tuan, tolong bantu saya. Saya janji jika Tuan berhasil mengambil semua hak saya dari mafia itu, maka saya akan memberi imbalan sebesar 60%. Asalkan Tuan bisa menjamin akan membalikkan semua kekayaan saya dari tangan manusia kejam yang telah merampasnya dengan paksa itu, saya mohon Tuan bantu saya...” rengek seorang pria tua dengan Jas bermerek telah bersujud di depan Alex dengan nada memohon.


Pria itu menunjukkan wajahnya yang teramat memilukan, hanya demi mendapatkan kekayaannya kembali ia sampai rela bersujud di kaki Alex bahkan ia pun mencium kaki Alex. Sedangkan Alex hanya bisa terdiam melihat gerak-gerik dari pria tua ini, karena sebelum ia mengambil tindakan ia harus bisa memastikan lebih dulu.


Apakah orang yang memohon padanya orang yang jujur, atau orang yang sangat licik karena Alex tidak mau sampai merasakan kerugian yang besar. Namun jika itu terjadi, maka bersiaplah jika nyawa mereka yang akan membayar semua utangnya pada Alex. Alex melirik Pinjai dengan tatapan seolah-olah ia meminta kepastian atas pria tua yang sedang bersujud di depannya.


Pinjai yang paham atas lirikan mata Alex langsung menjelaskannya, “Maaf Tuan, apa yang di katakan pria tua ini adalah kebenaran. Dia telah di khianati oleh temannya sendiri sesama mafia kecil, maka dari itu temannya dengan mudah membohonginya lalu ia merampas segalanya tanpa tersisa”


“Pria ini yang sudah merasakan sakit hati dan juga kecewa terhadap temannya, membuat ia langsung menghubungi salah satu mafioso kita yang sedang melakukan penyamaran di beberapa titik. Bahkan pria yang ada di hadapanmu ini sangat pintar bermain taktik dengan mafioso”


“Dia berpura-pura menjadi pengemis demi bisa bertemu dengan mafioso kita untuk menyampaikan permohonannya agar kita bisa membantu merampas kembali haknya”


“Meskipun banyak mafioso yang bertugas untuk berjaga-jaga serta membawakan beberapa kabar dari klien lainnya, namun aku rasa pria ini yang harus lebih dulu kita tolong Tuan” bisik Pinjai pada Alex.


Alex pun mengangguk-anggukan kepalanya dengan tanda ia sudah paham dengan penjelasan Pinjai selaku tangan kanan beserta sahabatnya Alex.

__ADS_1


“Baik, aku akan menolongmu sampai tuntas. Tapi ingat, jangan coba-coba untuk mengelabuhiku atau nyawamu beserta 7 keturunanmu yang kan membayar lunas semuanya paham!” tegas Alex sambil berdiri dari kursinya dengan kedua tangan yang masukan ke dalam saku celana.


“Terima kasih banyak, Tuan. Terima kasih sudah mau membantuku, aku ikhlas jika kau membunuhnya karena aku tidak sudi memiliki teman sepertinya yang telah berani mengkhianatiku” ucap pria tua itu dengan penuh kebencian.


“Tidak perlu kau mengajariku tentang apa yang harus aku lakukan!! Cukup kau berdiam diri di rumah dan semua hakmu yang sudah di rampas olehnya akan kembali kepadamu” jawab Alex dengan nada dinginnya.


Seketika pria itu merasa ketakutan saat mendengar suara Alex yang membuat dirinya merinding, “Ba-baik, Tuan. Ma-maafkan saya Tuan, saya akan percayakan semua pada Tuan. Sekali lagi terima kasih banyak”


“Berdiri!” ujar Alex.


Alex bisa merasakan betapa sakitnya hati pria tua yang masih bersujud di depannya atas pengkhianatan temannya sendiri. Lalu pria tua itu berdiri sambil menundukkan kepalanya.


“Apa kau sangat ingin membalaskan dendam pada temanmu itu?” tanya Alex sambil menatapnya.


Namun pria tua itu hanya terdiam ia tidak tahu harus menjawab seperti apa lagi. Meskipun ia merasa sakit hati, tapi di satu sisi dia adalah temannya.


“Jika saya sedang berbicara, tatap mata saya dan jawab dengan tegas!!” saut Alex dengan aura mencekam.


“Lepaskan, jangan kau tahan! Itu akan semakin membuatmu merasakan sakit hati. Biarkan ia runtuh, namun kau tetap berdiri dengan tegak” ucap Alex yang membuat pria tua itu pun menangis.


“Hiks... Ma-maafkan saya Tuan, saya terlalu sakit dikhianati oleh teman kecil saya. Padahal kami merintis semuanya bersama-sama, namun pada akhirnya ia merampas semuanya. Saya kecewa, saya sakit, saya hancur Tuan hancurrr hiks...” ucap pria itu dengan segala emosinya.


“Jika benar seperti itu, apakah kau bersedia membalaskan rasa sakit hatimu itu dengan melenyapkannya menggunakan tanganmu sendiri?”


“Tapi ingat!! Ini bukan berarti saya tidak mau melakukan tugas saya sebaik mungkin. Saya seperti ini karena saya tahu kalau kau sangat menginginkan hal itu, namun kau ragu melakukannya bukan begitu?”


Alex berbicara seolah-olah ia membaca pikiran pria tua yang masih terisak ini, dan betapa terkejutnya ia saat mendengar jika Alex bisa mengetahui seluruh pikirannya.


“Ya, benar Tuan. Saya sangat ingin melenyapkannya, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Apa lagi dia di jaga ketat oleh mafioso yang cukup banyak, sedangkan saya? Saya hanya seorang diri karena semua pekerjaan, harta dan juga anak buah saya sudah di rampas olehnya” ucap pria tua itu dengan mata memerah hingga berlinang air mata menatap Alex.

__ADS_1


“Tenang saja, aku akan membantumu untuk membalaskan rasa sakitmu. Jika aku sudah berhasil membawanya ke sebuah tempat, maka aku akan menyuruhmu untuk datang dengan badan yang tegak untuk membalaskan semua rasa sakitmu itu padanya”


“Terserah apa maumu, kau ingin menyiksanya lebih dulu secara perlahan pun itu hakmu. Aku hanya akan jadi penonton yang akan kau bayar dengan jumlah yang cukup mahal, bagaimana?”


Alex menawarkan sebuah rencana yang membuat pria tersebut langsung menyetujuinya.


“Baik, Tuan. Saya akan membayarmu sebesar 70%, bagaimana? Apakah itu cukup?” jawab pria itu dengan tersenyum.


“Tidak perlu, kau hanya perlu membayarku sesuai dengan perjanjian awal yaitu sebesar 60% sudah lebih dari cukup. Tapi berikan aku pertunjukkan yang sangat menyenangkan. Jadi bagaimana, deal?” tawar Alex sambil menyodorkan tangannya.


Lalu pria tua itu langsung menjabat tangan Alex sambil berkata dengan tegas. “Deal!”


Keduanya pun melepaskan tangannya bersamaan dengan senyuman licik yang terukir di bibirnya.


“Tolong kau urus perjanjian dengannya, dan atur semuanya. Setelah itu berikan data-datanya padaku secepat mungkin, agar aku bisa menyelesaikan masalah yang lain karena bagiku waktu adalah uang, dan uang segalanya untukku paham!” tegas Alex yang membuat Pinjai menganggukkan kepalanya.


Kemudian Alex berjalan meninggalkan keduanya menuju kamar pribadi yang berada di markas. Lalu Pinjai segera mengurus semuanya bersama pria tua itu untuk tanda tangan sesuai dengan kesepakatan yang telah di buatnya dengan Alex tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻


Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺


Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗


Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁


Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2