
“Aku cium Ayah? Ogah banget. Ya kali timun makan timun” ucap Lukas yang membuat Hana serta Brian melototkan matanya.
“Lukas! Ngomong apa tadi kamu?” tanya Hana dengan mata menyelidik.
“Tahu dari mana kamu istilah seperti itu, hah!” tanya Brian sambil menatapnya.
Lukas yang mendapat tatapan tajam dari singa betina dan jantan membuatnya gugup serta menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Eh, hehe... Tidak Ayah, Bunda. Ayah sama Bunda makin hari makin romantis saja. Hoya, Lukas lupa Oma sama Opa kan ada di luar aduh... Lukas ingat tadi kayaknya mereka ingin menyuruh Lukas deh, ya sudah Lukas keluar dulu ya, bye...” Lukas berlari keluar kamar, lalu menutupnya.
“Hah... hah... Hampir saja aku di terkam singa jantan dan betina, ya ampun Lukas kamu masih kecil bisa-bisanya terpikir kata-kata itu haha...” ucap Lukas di belakang pintu kamar Brian dan membuat Oma dan Opa yang melihatnya pun heran.
“Lukas kenapa berdiri di situ? Apa Ayahmu belum bangun?” tanya Oma Syifa.
“Hehe... Sudah kok Oma, tadi Lukas kebelet pipis jadi Lukas ke toilet dulu ya...” ucap Lukas yang pergi ke toilet yang berada di dekat ruang tamu.
“Toilet? Bukannya di kamar Brian juga ada toiletnya ya, Pah?” tanya Oma Syifa dengan wajah bingungnya.
“Sudahlah jangan di ambil pusing, namanya juga Lukas. Jika tidak aneh ya bukan dia berarti” ucap Opa Ferry yang kembali fokus menonton layar televisi.
Ya di ruangan rawat Brian ada 2 kamar mandi. Satu di dalam kamar Brian dan satunya di ruang tamu agar jika ada yang datang menjenguk tidak harus masuk ke kamar pasien hanya untuk membuang air kecil atau pun besar.
...*...
...*...
3 hari berlalu...
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi dan Brian pun sudah di nyatakan sembuh oleh sang dokter serta di bolehkan untuk pulang. Tapi, ia harus 2 minggu sekali mengecek sekaligus mengontrol jahitannya apakah sudah kering atau masih basah.
Brian memang di perbolehkan pulang, namun ia tidak di sarankan untuk banyak memikirkan hal berat. Hal itu bisa memicu rasa pusing yang berkepanjangan karena efek luka di kepalanya yang belum sembuh total. Saat ini hanya Hana yang membawa Brian untuk pulang, yang lain hanya menunggu di rumah saja.
Sedangkan keluarga Hana pun sudah mendapatkan berita tersebut, tapi mereka tidak bisa datang menjenguk karena saat ini Abah dan Umi sedang ada urusan. Lalu, Arya yang kemungkinan akan datang pada malam hari. Sesampainya di rumah, Hana dan Brian langsung di sambut dengan ketiga kurcaci yang mana satunya bersikap sangat dingin.
__ADS_1
“Alhamdulillah Ayah sudah pulang, ayo masuk Ayah biar Kakak bantuin ya...” ucap Qisya yang langsung menggandeng tangan Brian.
“Lily uga mau antuin Yayah...” saut Lily dengan wajah cemberutnya.
“Aduh, wajahnya gemes banget sih hem... Ya sudah sini gandeng Ayah ya” ucap Hana yang mengalah.
“Yey... Holeee... Maacih Bunbun” ucap Lily dengan semangat yang membara.
“Lukas kamu gandeng Bunda saja, lagian kan kamu kalau sama Ayah berantem mulu” ucap Qisya.
“Ayah kan yang sakit kepalanya, bukan kakinya jadi kenapa malah di papak seperti kakinya yang sakit saja” saut Lukas dengan wajah datarnya.
“Lukas...” ucap Hana sambil tersenyum yang membuat Lukas menatapnya.
“Lukas enggak boleh berbicara seperti itu pada Ayah, masih bersyukur Ayah bisa ada di sini bareng kita. Jika tidak bagaimana? Apa Lukas senang melihat Ayah hanya berbaring di tempat tidur?” tanya Hana.
“Enggak, Bun. Lukas enggak mau Ayah sampai seperti itu, Lukas mau semuanya sehat” jawab Lukas dengan lantang yang membuat Brian tersenyum lebar.
“Meskipun di usianya yang sangat kecil, tapi dia memiliki jiwa kasih sayang yang sangat besar untuk keluarganya. Terima kasih Lukas, semoga jika Ayah tidak ada nanti kamu bisa menggantikan Ayah untuk mengaja Bunda, adik, Kakak dan semuanya ” ucap Brian di dalam hati kecilnya.
“Ayah... Maafin Lukas ya, Lukas salah sudah berbicara seperti itu kepada Ayah. Lukas sayang sama Ayah” ucap Lukas sambil menundukkan kepalanya.
Seketika Brian dan Hana terkejut dengan ungkapan kasih sayang dari Lukas yang sangat jarang sekali mereka dengar. Hana tersenyum lebar hingga tak terasa air matanya menetes dan segera ia usap. Brian yang mendengar kata-kata terindah terucap dari bibir Lukas membuat ia sangat bahagia.
Lukas adalah tipikah anak yang tidak suka mengungkapkan kata-kata kasih sayangnya, tidak seperti Qisya dan Lily. Namun di balik itu semua sifat dinginnya, Lukas selalu membuktikan rasa sayangnya pada keluarganya dengan semua tindakannya secara langsung. Lalu Brian berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya.
“Boleh Ayah melukmu, Lukas?” tanya Brian.
Lukas segera memeluk Brian dengan sangat erat yang membuat keduanya meneteskan air mata. Namun sesegera mungkin mereka hapus air mata mereka agar tidak terlihat satu sama lain.
Qisya yang melihatnya begitu bahagia saat sang adik kulkasnya kini sudah berani mengucapkan rasa sayang kepada orang tuanya. Sedangkan Lily hanya menatap dengan wajah polosnya karen ia tidak begitu paham dengan apa yang di lihatnya.
“Apa tidak ada yang mau meluk Ayah selain Lukas, hem...” tanya Brian sambil menatap Qisya dan Lilya.
__ADS_1
“Mau Ayah...” teriak Qisya yang berlari langsung memeluk Brian dan Lily yang hanya terdiam merucutkan mulutnya.
“Aduh, ini anak Bunda yang paling menggemaskan kenapa cemberut begitu hem...? Apa Lily enggak mau meluk Ayah bersama Kakak dan Abang?” ucap Hana sambil berjongkok di hadapan Lily.
“Lily cebel tau, Bunbun. Maca Kakak ndak mau nalah cama Lily, kan Lily macih kecil jadi ndak bica lali yang enceng anti alo jatuh imana? Teyus beldalah teyus nanis kan Lily ndak mau Bunbun” ucap Lily sambil kembali menekuk wajahnya begitu gemas.
Hana hanya bisa tertawa kecil saat mendengar keluh kesal Lily kepada Qisya. Mereka ayah dan anak-anak yang saat ini sedang berpelukan pun, langsung menghentikan aksinya dan menatap gemas pada Lily.
“Ya ampun Dek, memangnya kita lagi lomba lari apa. Sini... Kita peluk Ayah bareng-bareng jadi kenapa harus pakai ngambek segala” ucap Qisya.
“Ya begitulah dia sekarang, Kak. Manja dan drama Queen” saut Lukas.
“Oh jadi anak Ayah yang cantik ini mau peluk Ayah duluan, iya? Ya sudah sini-sini peluk Ayah” ucap Brian yang kembali merentangkan tangannya.
“Yeeey... Lily duyuan wleeee haha...” teriak Lily dengan sangat gemas yang membuat semuanya menggelengkan kepalanya, lalu Brian menggendong Lily sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
“Huaaa... haha... yey... holee... Lily di endong cana Yayah, kacian deh Kakak cama Abang ndak di endong Yayah wleee...” ledek Lily dengan menjulurkan lidahnya.
“Jika Ayah menggendong kami semua tulangnya akan remuk dan hancur. Jadi, tidak usah belaga seperti pemenang deh...” saut Lukas dengan cuek.
“Bialin, wleee... Alo iri biyang bos celebeww haha...” ucap Lily yang membuat semuanya tertawa melihat tingkah lucunya kepada Lukas.
Oma dan Opa yang melihatnya dari ruang keluarga pun ikut tertawa melihat tingkah kelucuan Lily yang benar-benar menghibur mereka semua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat siang... Selamat sore... Selamat beraktivitas semua... 😃😃😃
Semoga kalian menyukainya dan enjoy your life guys 😁😁😁
Untuk hari ini Author akan update 2 bab semua, yeeeyyy... 😆😆😆
Mohon dukungan dan semangat dari kalian semuanya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻