Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Konser Olah Raga


__ADS_3

Di ruang makan


"Oma, bunda cama ayah mana? kok ndak keliatan cih.." ucap Qisya sambil memakan rotinya.


"Mungkin bunda sama ayah masih tidur sayang" saut Nyonya Syifa sambil mengolesin roti untuk suaminya.


"Kok umben cih Oma, tan bunda ndak pelnah keciangan angunnya alo ayah tuh balu keciangan mulu angunnya. Apa Isa angunin aja ya ke kamal" ucap Isa sambil menaruh rotinya dan ingin turun dari kursinya.


"Eh sayang jangan, bunda sama ayah lagi cape semalam habis olah raga. Jadi biarin mereka istirahat dulu ya" Nyonya Syifa menahan Qisya agar tidak turun dan mengganggu pengantin baru yang baru saja unboxing.


"Emangnya olah laga alem-alem bica, Oma? Tan olah laga itu pagi-pagi" celoteh Qisya dengan wajah bingungnya.


"Sudah ayo Qisya makan dulu ya, nanti kalau gak habis di omelin bunda loh" saut Tuan Ferry sambil menasehati Qisya mencoba mengingatkan tentang perkataan Hana yang tidak boleh menyisakan makanan atau membuang-buang makanan.


Qisya yang tidak mau membuat bundanya marah, langsung kembali memakan rotinya dengan sangat lahap bahkan mulutnya sudah penuh dengan selai coklat di mana-mana. Lalu Brian dan Hana datang dengan wajah bahagianya.


"Selamat pagi semua" ucap Brian dengan wajah yang berseri-seri.


"Pagi mah, pah, Qisya sayang" ucap Hana sambil mendekati Qisya dan mencium pucuk kepala Qisya.


"Pagi juga" saut Nyonya Syifa dan Tuan Ferry dengan bersama-sama sambil menatap satu sama lain.


"Wah.. anak ayah terlihat sangat cantik sekali dengan memakai hijab seperti ini" Brian menatap Qisya yang sudah mulai menggunakan hijab.


"Hehe.. ya dong, tan Isa mau aya bunda cama Oma. Ayah kok umben cih enggak dingin agi. Malah ayah tawa-tawa gitu"


Qisya merasa heran saat melihat ayahnya yang biasanya terlihat sangat dingin bahkan irit berbicara kini menjadi seorang pria yang sangat murah senyum.


Brian hanya bisa tertawa kecil mendengar celoteh Qisya, yang membuat Hana sedikit merasa malu.


"Kata Oma cama Opa, ayah abis olah laga ya? Kok ndak ajak-ajak Isa sih.., tan Isa mau itutan bial cehat" ucap Qisya dengan muka yang celemotan selai coklat.


Hana yang melihat Qisya langsung buru-buru mengoleskan roti untuk Brian dan berjalan mendekati Qisya dengan langkah kecilnya.


Nyonya Syifa dan Tuan Ferry hanya bisa saling menatap satu sama lain sambil tersenyum penuh arti.


"Hati-hati sayang, jika masih sakit harusnya kamu beristirahat saja di kamar" goda Nyonya Syifa sambil duduk serta memakan rotinya.


"Ya benar, jika di paksakan akan semakin sakit nanti loh" ucap Tuan Ferry yang ikut menggoda Hana.


Hana hanya bisa tersenyum malu sambil mengelap mulut Qisya yang sudah belepotan selai coklat.


"Bunda, emangna bunda cakit apa?" tanya Qisya sambil menengok menatap Hana


“Hem..” Hana merasa bingung bagaimana dia harus menjawab pertanyaan Qisya, apa lagi Qisya adalah anak kecil yang belum paham apa-apa tentang pernikahan atau pun malam pertama.


“Gapapa sayang, bundamu itu hanya kecapean saja kan semalem abis olah raga sama ayah. Kita tunggu hasilnya saja ya” ucap Nyonya Syifa sambil senyum-senyum.

__ADS_1


“Hasil apa Oma?” celoteh Qisya sambil menatap Nyonya Syifa.


“Sudah ayo Qisya makan dulu, ingatkan bunda selalu bilang jika kita sedang makan tidak boleh sambil berbicara” ucap Hana sambil duduk di sebelah Qisya dan Brian.


“Oteh bunda” ucap Qisya. Dan mereka pun semua melanjutkan sarapan paginya dengan suasana bahagia.


Bagaimana dengan Brian? Dia selalu mencuri-curi pandang dengan Hana yang hanya bisa menundukkan kepalanya karena tersipu malu, oleh tatapan Brian bahkan sering kali Brian mengedipkan matanya mencoba untuk menggoda sang istri.


Sedangkan Nyonya Syifa dan Tuan Ferry mereka hanya bisa tersenyum sangat bahagia, melihat perubahan Brian kepada Hana yang semakin lengket.


Lalu Qisya? Dia sedang asyik menikmati roti bersama dengan susu coklatnya.


Sampai akhirnya mereka semua telah selesai sarapan pagi, Hana dan Nyonya Syifa membereskan meja makan. Sedangkan yang lain pergi ke ruang keluarga untuk berkumpul di sana.


Namun, di sela-sela Hana sedang menyuci piring. Nyonya Syifa tidak sengaja menyindir Hana dengan celukkan yang membuat Hana langsung terlonjak kaget.


“Lain kali jika mau berhubungan intim, jangan lupa nyalakan kedam suara kamar kalian. Supaya orang yang lewat depan kamar tidak mendengarkan suara-suara keresahan” Nyonya Syifa berbicara sambil mengelap meja makan.


Hana yang mendengar ucapan-ucapan Nyonya Syifa langsung memberhentikan aktivitasnya dan berbalik badan yang langsung mendapati bahwa Nyonya Syifa sedang tertawa gemas.


“A-apa mamah se-semalam me-mendengar su-suara Ha-hana?” tanya Hana dengan suara gugupnya.


“Hehe.. maaf sayang, mamah tidak sengaja mendengar suara dari depan kamar yang begitu indah. Jadi mamah langsung menarik papah untuk ikut mendengarkan takutnya mamah salah dengar. Dan ternyata kalian benar-benar unboxing”. Nyonya Syifa berbicara sambil menggoda Hana yang wajahnya sudah memerah menahan malu.


“Haha.. sudah sayang, tidak usah malu begitu. Mamah sama Papah malahan senang bisa mendengar suara penyatuan kalian, untungnya kasur kalian tidak roboh ya”


“Bagaimana sayang rasanya duren yang masih fres dan di segel? Mantap bukan, hum? Haha..” goda Nyonya Syifa sambil tertawa.


“Mamah, ish.. sudahlah jangan menggoda Hana mulu. Malu tahu” ucap Hana langsung menutup mukanya menggunakan kedua telapak tangannya yang malah semakin membuat Nyonya Syifa tertawa terbahak-bahak


“Aduh perut Mamah sakit tertawa mulu, sudah ayo kita ke ruang keluarga kasihan suamimu mungkin dia masih teringat rasanya haha” Nyonya Syifa langsung berlari kecil sambil tertawa.


“Mamah...” teriak Hana yang mencoba mengejar Nyonya Syifa.


Sesampainya di ruang keluarga, Qisya yang awalnya fokus pada televisi kini teralihkan menatap kedua wanita yang sudah dewasa bermain kejar-kejaran.


“Oma cama Bunda, napa lali-lali cih.. anti jatoh angis agi” ucap Qisya.


Nyonya Syifa dan Hana langsung duduk di sebelah suaminya masing-masing dengan wajah Hana yang masih memerah, sedangkan Nyonya Syifa masih saja tertawa.


“Mah, ada apa sih kalian sampai lari-lari begitu? Seperti anak kecil saja” celetuk Tuan Ferry sambil menatap istrinya.


“Hehe.. itu loh Pah, Hana dia malu kalau semalam kita mendengar suara konser mereka” ucap Nyonya Syifa yang langsung mendapat pelototan mata dari Brian.


“Jadi Mamah sama Papah semalam mendengar suara kita? Pantesan saja. Brian kira kalian tahu karena jalannya Hana” ucap Brian sambil menatap kedua orang tuanya.


“Makannya jika ingin konser itu jangan lupa menyalakan kedap suara, sudah tahu Mamahmu ini orangnya iseng. Untung saja pintunya di kunci, kalau tidak bisa-bisa sudah di rekam” ucap Tuan Ferry.

__ADS_1


“Koncel? Koncel apaan Opa? Emangna Bunda cama Ayah penyanyi? atanya cemalam olah laga gimana cih, Isa adi ingung nih” celoteh Qisya sambil menatap semuanya dengan wajah polosnya.


“Konser sambil olah raga kan buat bikin dedek untuk Qisya” ucap Nyinya Syifa.


“Wahh.. dedek untuk Isa Oma? Yey.. asyik, Isa mau unya dedek” celoteh Qisya sambil bersorak bahagia yang membuat semuanya ikut tersenyum.


“Bunda, anti malam Isa bobo cama Bunda cama Ayah ya, boyeh tan?” tanya Qisya sambil menatap Hana dan Brian.


“Boleh dong sayang” ucap Hana sambil tersenyum.


“Yak.. mana bisa, Qisya bobo di kamar saja, kan Qisya sudah besar” ucap Brian dengan nada sewotnya.


“Ayah ish.. pelit anget cih, Bunda saja boyehin kok” celoteh Qisya yang membuat semua tertawa.


Tetapi tidak dengan Brian yang malah menatap kesal ke arah Qisya


“Tidak bisa di biarin, jika Qisya ikut tidur bagaimana dengan nasib si Joni? Bisa-bisa gagal dong malem keduanya” ucap Brian di dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers, maaf menunggu lama ya 🙏 Authornya lagi sibuk banget jadwal padat banget, nanti di usahain buat up ya 🥺


Hoya, author punya rekomendasi novel untuk kalian loh..


Cus melimpir ke sini 👇🏻


BLURB !


"Hidup itu memang perlu bebenah diri! Termasuk singkirin kamu!"


"Hanum, serius itu hanya kecelakaan dan lupa."


"Termasuk menyakiti juga kamu sebut Hippocampus sejenis amnesia anterograde?"


Kamu tau, kamu cuma jadi beban yang bisanya nyalahin aku dan ninggalin aku diwaktu yang tidak tepat. Muaaak!!


Hanum seorang wanita dengan minus akal kepercayaan diri jauh dari kata cantik, serta bentuk tubuhnya besar jauh dari kata normal membuat dirinya selalu di ejek dan hina oleh pasangan. Hanum mati matian diet, demi mendapatkan pasangan yang tampan serta bisa mengertinya. Dapatkah Hanum melewatinya, belum lagi kisah cintanya dengan Alfa Jhonson bagai ada di roller coaster!


NAH KAN, SIMAK PENASARAN?


CUSS! KLIK LINK JUDULNYA YA KAK!


BAD WIFE.


JANGAN LUPA TAP LOVE, JEJAKNYA.


__ADS_1


__ADS_2