Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Iki Calon Bojone Hana, Bu Dew?


__ADS_3

Brian terus saja mengoceh sambil menatap langit yang penuh dengan bintang-bintang yang bersinar.


Entah kenapa kini tiba-tiba saja Sandra muncul di antara bintang-bintang yang bersinar.


“Hai.. sayang, apa kabar?” ucap Sandra sambil melambaikan tangan dengan wajah yang sangat bahagia.


“Sa-sandra? Be-benarkah itu kamu sayang?” ucap Brian yang langsung berdiri menatap langit.


“Hehe.. benar dong, masa aku berbohong” saut Sandra dengan tertawa.


“Sepertinya kamu sudah bahagia di sana ya?” tanya Brian dengan wajah sendunya.


“Iya sayang, aku di sini bahagia banget bahkan sudah ketemu dengan Mommy dan Daddy loh” jawab Sandra dengan nada yang sangat bahagia.


“Apa kamu tidak merindukan aku di sini?” tanya Brian dengan air mata yang menetes.


“Sudahlah Brian, jangan menangis seperti itu aku tidak suka melihatnya” saur Sandra dengan senyuman yang terukir.


“Hiks.. aku merindukan kamu Sandra, kembalilah bersamaku” ucap pilu Brian sambil menangis menatap langit.


“Loh kok menangis, ayolah Brian kamu harus bangkit loh. Sudah 5 tahun aku meninggalkanmu, tetapi kamu masih saja sendiri seperti ini?” tanya Sandra.


“Hiks.. aku tidak bisa menghianati kamu Sandra, aku tidak mau jika nanti namamu di hatiku tergantikan oleh wanita lain” saut Brian.


“Kehidupan kita sudah berbeda Brian, kamu harus berani mengambil langkah untuk hidupmu sendiri. Ingatlah kamu sudah punya Qisya bukan? Pasti dia sangat merindukan kasih sayang seorang ibu” celoteh Sandra.


“Ta-tahu dari mana kamu, jika aku memiliki anak?” tanya Brian dengan wajah bingung.


“Aku selalu melihatmu dari sini Brian, dan wanita itu cocok jadi pasanganmu. Dia baik, cantik bahkan sangat sopan” celetuk Hana yang malah membuat Brian terkejut.


“Siapa tadi namanya? Ha.. Hana? Hoya.. Hana, dia cocok untukmu Brian. Aku setuju jika dia menjadi penggantiku” sambung Sandra.


“Ma-maaf susah memikirkan wanita lain selain dirimu” ucap lirih Brian dan menatap Sandra dengan mata sembabnya.


“Kamu tidak salah Brian, kamu Benar. Aku bahkan senang jika kamu menikahinya, dan hidup bahagia bersamanya demi Qisya” jawab Sandra dengan senyum yang sangat indah.


“Ti-tidak Sandra, aku hanya mau kamu hiks.. kembalilah sayang” tangis Brian pecah saat mendengar Sandra mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati Brian.


“Tidak bisa Brian aku sudah bahagia di sini, aku tunggu kabar baiknya kamu dengan Hana ya. Dahh.. sampai jumpa” ucap Sandra sambil melambaikan tangan dan seketika hilang begitu saja.


“Hiks.. Sandra jangan pergi” teriak Brian di sela isak tangisnya.


Brian langsung berlari ke dalam rumah dan menutupnya dengan sangat keras.


Brakk..


Pintu tertutup sangat kencang.


Kemudian Brian berlari ke arah kamarnya dan menjatuhkan badannya di kasur.

__ADS_1


“Hiks.. a-apa aku harus menikahi Hana demi kamu Sandra?” ucap Brian sambil memikirkan perkataan Sandra tadi.


“Jika itu maumu, aku akan lakukan asalkan kamu bisa selalu bahagia. Apa pun permintaanmu itu aku akan lakukan hanya demi dirimu Sandra” ucap Brian yang sudah mulai lelah dan tertidur dengan keadaan yang masih mengeluarkan air mata.


*


*


*


*


3 hari berlalu


Kini waktunya Brian pulang ke Jakarta, karena urusannya sudah selesai.


Tetapi sebelum pulang Brian sempatkan mampir lebih dulu ke rumah keluarga Hana.


Saat ini Brian sudah membeli mobil baru yang sangat mewah bahkan lebih mewah dari mobil yang Brian pakai saat kecelakaan.


Brian melewati jalan yang sedikit sempit untuk bisa mencapai rumah Hana.


Sampai akhirnya semua orang yang baru pertama kali melihat mobil mewah itu di buat sangat heboh.


“Wah.. mobil mewah siapa itu? Sepertinya mengarah ke arah rumah Pak Tomi dan Bu Dewi ya” ucap seorang ibu-ibu kepada tetangga.


“Apa jangan-jangan itu calon suaminya Hana? Wah.. kalau begitu mereka beruntung banget ya bisa mendapatkan pria kaya” saut tetangga.


Semua tetangga bahkan anak kecil pun sangat heboh mengikuti mobil Brian dari belakang.


“Astaga, aku lupa ini kan kampung. Kenapa ke sini pakai mobil ini” ucap Brian di dalam mobil sambil melihat segerombolan orang kampung.


Tak lama mobil Brian sampai di depan pekarangan rumah Hana.


“Bu Dewi, Pak Tomi.. iki loh calon bojone Hana wis teko (Bu Dewi, Pak Tomi.. ini loh calon suaminya Hana sudah datang)” teriak tetangga.


“Ono opo toh, kowe podho bengok-bengok kaya ngono ? (ada apa sih, kalian pada teriak-teriak begini?)” ucap Umi sambil berlarian kecil keluar rumah.


“Iki calon bojone Hana, Bu Dew? (ini calon suaminya Hana, Bu Dew?)” tanya tetangga.


“Oalah mas Brian toh, ayo nak masuk dulu..” ucap Umi sambil mempersilahkan Brian masuk.


“Makasih, mi” ucap Brian sambil memasuki rumah.


“Astaga, aku baru datang ke sini saja sudah heboh begini. Bagaimana kalau aku benaran menikahi Hana?” suara hati Brian.


“Yak.. apa-apain sih Brian, ingat di hati kamu masih ada Sandra. Jangan pernah lupakan itu!” saut Brian di dalam hati.


Semua orang bahkan anak kecil-kecil berdiri di depan pintu rumah Hana.

__ADS_1


“Wah.. ganteng pisan yo, calon bojone Hana. Apik tenan nasipe (wah.. tampan sekali ya, calon suaminya Hana. Bagus banget nasibnya)” ucap tetangga.


Umi yang melihat kerumunan tersebut, kini langsung keluar dan mendekati mereka semua.


“Ya ampun kalian ini ya, seperti menonton layar tancap saja. Sudah ayo pada bubar” ucap Umi yang sudah mulai kesal.


“Yaaaaahhh....” keluhan para warga.


Semua warga, tetangga bahkan anak kecil pun langsung meninggalkan rumah Hana.


Sedangkan Umi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Begini nasib orang desa, sekalinya melihat yang bening-bening sudah berkerumun seperti lalat saja” gumam Umi sambil memasuki rumahnya.


Kemudian Umi duduk menemani Brian.


“Maaf ya mas Brian, warga di sini memang seperti itu. Jika baru melihat yang mewah dikit saja sudah pada heboh hehe..” ucap Umi sambil tertawa.


“Tidak apa-apa mi, malah Brian yang minta maaf karena lupa kesini menggunakan mobil baru. Dan malah membuat 1 desa heboh” ucap Brian dengan wajah tanpa ekspresi.


“Loh mas Brian sudah beli mobil baru toh, oalah.. selamat ya mas. Semoga mobilnya awet” saut Umi dengan sangat ramah.


“Aamin mi, hoya.. yang lain pada ke mana mi, kok tumben sepi banget” ucap Brian sambil celingak-celinguk.


“Mereka sedang ada di sawah, baru saja Arya berangkat menyusul Abah dan mbakyune” jawab Umi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para leaders 🤗


Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung othor terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok, malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


Papay 🤗🤗


__ADS_2