Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Sasya Bertemu Chika


__ADS_3

Semua merasa bahagia ketika bisa berkumpul seperti ini, karena keadaan seperti inilah yang mereka kangenin setiap harinya. Hanya saja Sasya harus mengejar impiannya dan juga cintanya yang entah akan bernasip seperti apa nantinya setidaknya salah satu di antara cinta atau karir ada yang berhasil. Entah karir entah cintanya.


...*...


...*...


Tepat di hari ini semuanya keluarga besar sudah kembali ke Indonesia dengan pesawat yang Arya baru saja beli, dan sekarang tinggalah Sasya dia kembali ke Los Angeles dengan menaiki pesawat milik Alex.


Dimana awalnya menjadi sebuah percecokan tetapi mau tidak mau akhirnya mereka mengalah, yang penting Sasya bisa kembali ke tempat kerjanya dengan selamat.


Selama di perjalanan Sasya menceritakan tentang Abah Toni yang memberikan masukan untuk Alex sehingga Alex dan Pinjai langsung tersenyum. Ternyata ada peluang dimana Alex harus mendekati Abah Toni serta meminta restunya.


Sekitar 6 jam lamanya akhirnya mereka telah sampai di Los Angeles yang langsung di sambut oleh para bodyguard dan juga Joko.


Sasya yang melihat Joko pun langsung tersenyum kecil, yang mana Sasya malah ke ingat dengan nasib Chika kekasih dari Joko.


"Tuan bisakah aku melihat keadaan wanita yang bernama Cika?" Tanya Sasya, mampu membuat ketiga pria tersebut terkejut bukan main.


"A-apa? Ka-kamu mau bertemu dengannya ada perlu apa?" Tanya balik Joko dengan wajah takutnya karena Joko tahu jika Sasya adalah salah satu anak dari orang yang dulu berusaha Chika sakiti.


"Tidak, kau tidak boleh bertemu dengannya. Aku tidak mau kamu di sakiti olehnya, ingat dia itu-..."


"Cukup Alex, cukup!! Aku tahu kamu masih membencinya tapi kamu tahu aku sangat mencintainya dan cuman aku yang tahu banyak tentang dia, jadi kamu jangan menuduh dia seperti itu. Ingat Chika sekarang sudah jauh lebih baik dan dia juga tidak lagi memiliki niat jahat bahkan dia ingin sekali meminta maaf pada seseorang yang pernah dia sakiti"


Joko langsung menyerobot ucapan Alex yang belum selesai, hingga kini suasananya menjadi sedikit menegang. Sasya yang melihat itu pun langsung menengahi semuanya agar Alex tidak sanpai berantem dengan Joko hanya masalah Cika. Apa lagi Sasya tahu jika menyangkut Chika, Alex serta Joko selalu saja sensitif hingga bisa menimbulkan kesalah pahaman.

__ADS_1


"Sudah jangan pada bertengkar. Aku mau menemuinya sekarang, kalau kamu tidak mau mengantarkanku ya sudah aku bisa minta tolong sama Kak Pinjai atau juga Kak Joko. Ya walau pun aku tidak mengenal Kak Joko tetapi bolehkan aku menanggilmu dengan sebutan Kakak? Jika tidak aku akan kembali memanggilmu dengan sebutan Tu-..."


"Jangan! Panggil aku Kakak saja itu jauh lebih baik. Anggap saja aku ini Kakakmu yang paling tampan di antara mereka berdua, tetapi aku juga yang paling baik di antara mereka"


"Yaaaakkkk.. mana bisaaaaaa... aku yang paling tampan dan juga baik!!"


"Apa-apaan ini, akulah yang paling tampan dan juga baik apa lagi di antara kalian aku lah yang sudah beristri dan juga memiliki jagoan. Jadi sudah terbukti bukan ketampananku hem..."


Kini Joko, Alex dan juga Pinjai saling bersaut-sautan tanpa henti yang mana membuat semua bodyguard merasa heran. Baru kali ini ke-3 Tuannya bersikap bagaikan seorang anak kecil yang sedang merebutkan mainan.


Sasya yang sudah jengah langsung saja menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menatap tajam ke arah mereka bertiga, kemudian Sasya berteriak sekencang mungkin dengan aura mencekram.


"Sttoooppppp!!!!!!!!!!"


"Kalau kalian ribut seperti ini, aku akan pergi sendiri dengan para bodyguard kalian. Mau!!!"


"Tiddaaakkkk!!!"


Pinjai, Alex serta Joko langsung memasuki 1 mobil yang sama dimana Pinjai duduk di kursi pengemudi, kemudian Joko duduk di samping Pinjai dan juga Alex duduk di belakang.


Sasya yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya kecil dan berjalan mendekati mobil, salah satu bodyguard berlari kecil serta langsung membukakan pintu untuknya.


Tak lama Sasya masuk ke dalam mobil, Pinjai segera mengemudikan mobilnya dengan cepat sampai membuat tubuh Sasya terjatuh di pelukan Alex.


Sasya menatap wajah Alex yang juga di balas dengan tatapan Alex, sedangkan Pinjai dan Joko yang melihat adegan itu hanya bisa tersenyum kecil.

__ADS_1


Kemudian Joko berdehem dengan jahil serta berhasil menyadarkan mereka dan langsung melepaskan pelukan satu sama lain dengan perasaan gugup. Dimana Sasya menoleh ke samping kanan, dan juga Alex menoleh ke samping kiri.


Seketika keadaan di dalam mobil terlihat sangat sunyi, dimana kedua sejoli hanya terdiam satu sama lain sambil merasakan detak jantungnya. Sedangkan Pinjai dan Joko mereka hanya bisa menahan tawanya ketika melihat aksi keduanya yang benar-benar bagaikan seseorang yang baru saja jatuh cinta.


1 jam telah berlalu dimana kali ini mereka telah tiba di depan Mansion Mafia Golden Fangs, Sasya turun dengan perasaan yang benar-benar sedikit ketakutan lalu mereka berjalan mendekati pintu dimana tubuh Sasya sedikit merinding.


Namun, Sasya memberanikan diri untuk mengecek keadaan Chika sesuai dengan niatnya sendiri. Mereka berjalan melewati beberapa ruangan hingga kini terhenti di ruangan yang banyak sekali penjagaan.


Joko langsung membuka ruangan tersebut dimana Chika sedang duduk di atas ranjang sambil membaca buku-buku yang telah Joko berikan untuk menghilangkan rasa jenuhnya atau bisa juga membuat pikiran Chika kembali jernih agar sedikit demi sedikit Chika bisa menghilangkan traumanya dengan melihat orang baru.


Ceklek...


"Hai Sayang, apakah kedatangan kami mengganggu waktumu?" Tanya Joko sambil duduk di samping Chika. Yang mana saat Chika melihat Alex serta Sasya membuat tubuhnya kembali bergetar hebat dimana rasa ketakutan itu kembali muncul.


"Ti-tidak, ti-tidakkkk.. ja-jangan sa-sakiti aku Tu-tuan hiks.. ja-jangannnn.. ma-maafkan aku Tuan ma-maafkan aku hiks.."


Joko yang melihat itu langsung memeluk Chika dengan erat dimana Chika langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Joko, Sasya yang melihat itu pun seperti melihat dirinya yang dulu benar-benar sama percis.


"Heeeii.. tenang Sayang, tenang.. Tuan Alex tidak akan menyakitimu. Dia sudah berjanji padaku, jadi kamu tidak perlu takut lagi dengannya. Lihat aku lihat... jika ada siapa pun yang menyakitimu dia akan berhadapan denganku termaksud Tuan Alex sekalipun"


"Apa kamu lupa, aku selalu melindungimu dari apa pun yang akan membahayakanmu. Jadi tolong jangan seperti ini Sayang, aku tidak bisa melihatmu selalu berlarut di dalam trauma itu. Please Sayang, lawan semua rasa takutmu.. ayo.."


Sasya yang melihat itu pun langsung mencoba mendekati Chika dan duduk di pinggir kasur sambil tersenyum, Alex yang mau melarangnya tetapi Pinjai menghentikan semua itu. Jika Alex terlalu kasar pada Sasya itu malah akan membuat Sasya tidak akan bisa membuka hatinya.


Dengan terpaksa Alex langsung terdiam memantau Sasya agar Chika tidak akan kembali menyakitinya, namun siapa sangka Sasya malah meminta semuanya untuk keluar dari ruangan. Dimana hanya akan menyisakan Sasya dan juga Chika.

__ADS_1


Alex membantah keras, tetapi lagi dan lagi Pinjai menahan semua itu serta Sasya pun melirik Alex dengan kode tertentu. Hingga akhirnya mereka meninggalkan Sasya bersama Chika berdua di kamar, tapi jangan salah Alex masih bisa mengawasi mereka dari pantauan CCTV yang saat ini Joko setel melalui ponselnya.


__ADS_2