Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Rahasia Kakek Iram


__ADS_3

Lukas segera di tarik oleh Kakek Iram untuk memasuki mobil, kemudian dengan cepat sang sopir melajukan mobilnya ubtuk meninggalkan beberapa bodyguard yang sudah terkapar tak berdaya.


Di dalam perjalanan Lukas langsung menatap ke arah Kakek Iram lalu ia berkata, "Tuan ada urusan apa dengan mereka? Lalu mereka itu siapa? Dan kenapa Tuan akan membawaku? Jangan bilang kalau Tuan penculik?"


Lukas mencecar Kakek Iram dengan semua pertanyaan yang membuat sang sopir pun penasaran apa yang akan di katakan oleh Kakek Iram, karena setiap dirinya yang bertanya Kakek Iram selalu tidak mau menjawabnya.


"Eee.. i-itu di-dia adalah orang jahat yang ingin merebut semua hartaku. Bahkan nyawaku dan juga istriku berada dalam bahaya. Makannya setiap aku kemana-mana selalu saja di teror oleh mereka, tetapi aku bukan penculik seperti apa yang kau ucapkan barusan anak kecil!"


Kakek Iram berbicara dengan nada gugupnya tetapi terkesan tegas, hingga akhirnya Lukas mempercayainya dan entah kenapa Lukas sangat ingin membantunya. Ya, malaupun mereka baru saja bertemu tetapi jiwa penolong Lukas langsung meronta-ronta karena Lukas melihat Kakek Iram seperti melihat Kakeknya sendiri.


"Jika Tuan mau, aku akan membantu Tuan dengan menyembunyikan identitas keluarga serta alamat rumah Tuan yang baru. Jadi Tuan dan istri Tuan tidak akan kembali hidup di dalam ketakutan" Jelas Lukas yang berhasil membuat Kakek Iram tidak percaya.


Namun Kakek Iram juga tidak akan membuang kesempatan yang sangat langka ini, sehingga dia menyetujuinya dan segera membawa Lukas untuk bertemu dengan Nenek Mona.


Sesampainya di sana mereka langsung saling berkenalan dan juga Lukas telah dianggap oleh mereka sebagai cucunya sendiri.


Flashback Off


Tapi semua itu tidak terhenti di situ doang, identitas Kakek Iram sampi detik ini belum bisa di lacak oleh Alex atau pun Joko. Belum lagi Kakek Iram pun juga belum bisa mengatakan kejujuran ini karena dia takut jika Lukas mengetahuinya pasti Kakek Iram akan kembali di teror oleh Alex.


Sampai seketika Nenek Mona datang yang mana membuat dia sedikit mengerutkan dahinya dengan ekspresi wajah yang bingung lantaran suaminya sedang duduk bersama seorang anak kecil.

__ADS_1


"Kau sedang duduk sama siap-.. astaga Lukas cucuku? Huaaaaa... akhirnya kau datang juga, Nenek sangat merindukanmu"


Nenek Mona segera duduk di samping Lukas sambil memeluknya begitu erat, Lukas yang mendapat perlakuan itu hanya bisa tersenyum kikuk merasakan tubuh kecilnya digoyang sana digoyang sini bagaikan ayunan.


"Astaga, Sayang!! Jika kamu memeluknya seperti itu cucumu bisa-bisa langsung mati muda" Ucap Kakek Iram dengan datar.


"Ehhh.. heheh.. ma-maafkan Nenek ya Lukas. Habisnya kamu kemana saja sudah hampir 3 bulan tidak menemui Nenek, apa Lukas udah enggak sayang sama Nenek?" Sahut Nenek Mona dengan wajah yang sangat sedih.


"Aisshhhh.. stop dramanya Nek. Lukas bukan tidak sayang sama kalian, tapi Lukas tidak ada waktu buat ke sini. Bunda sama Ayah selalu mengawasi Lukas, ini saja Lukas ke sini bela-belain karena ada hal penting yang akan Lukas sampaikan dengan Kakek. Kalau tidak, mungkin Lukas tidak akan ke sini" Jawab Lukas dengan cuek.


"Yaaaaakkk.. dasar bocah nakal!! Enak sekali ucapanmu itu, hem.. apa kau mau membuatku mati karena menahan rindu padamu?" Celetuk Nenek Mona dengan kesal.


"Ya jika Nenek mati ya sudah, Lukas hanya bisa mendoakan agar Nenek tenang di alam sana" Ujar Lukas dengan kedatarannya yang malah membuat Kakek Iram terkekeh kecil.


"Sudah Sayang, jangan kau marahi dia seperti itu yang ada nanti dia tidak akan pernah mau lagi datang ke sini. Lagian juga kapan kau akan membawaku dan juga istriku untuk menemui keluargamu hem?? Dan hal penting apa yang akan kau katakan padaku?" Tanya Kakek Iram dengan wajah seriusnya.


Lukas menatap Kakek Iram dengan sedikit kode yang mana Kakek Iram pun langsung paham, lalu Kakek Iram menatap Nenek Mona hingga membuatnya sedikit bingung.


"Ada apa ini? Kenapa kalian menatapku?" Tanya Nenek Mona.


"Hehe.. ti-tidak apa-apa Sayang, oh iya bisakah kau buatkan kami makan siang yang enak? Karena aku mau berbicara dengan Lukas berdua dulu ya, jangan marah.." Rayu Kakek Iram dengan tersenyum.

__ADS_1


Nenek Mona yang memang sudah paham hanya bisa berpura-pura kesal lalu ia pun berdiri dengan wajah juteknya, serta meninggalkan mereka berdua di ruangan keluarga menuju dapur.


Setelah kepergian Nenek Mona, Kakek Iram kembali bertanya pada Lukas tentang hal penting apa yang akan dia bicarakan karena Lukas terlihat begitu tegang.


"Cepat katakan ada apa ini, aku sudah tidak bisa menunggu lagi!" Tegas Kakek Iram.


"Jadi begini Kek, aku sudah mengetahui jika Mafia yang dulu selalu ngejar-ngejar Kakek itu ternyata namanya Bisma Alexander dia adalah ketua dari Mafia Golden Fangs. Apa Kakek kenal dengannya atau Kakek pernah mendengar namanya?" Jelas Lukas.


Kakek Iram yang mendengar perkataan Lukas kini menjadi diam seribu bahasa, dari mana Lukas bisa tahu nama itu. Sedangkan Kakek Iram yang tahu dia tidak ada sedikit pun menyebutkan nama Alex. Namun kali ini Kakek Iram harus sedikit memerankan akting yang biasa istrinya lakukan.


"Se-serius ji-jika ketua Mafia Golden Fangs itu namanya Bisma Alexander? Lantas dari mana kamu bisa mengetahui semua itu? Bukannya identitas Mafia itu sangat susah di retas, kau sendiri pun tidak bisa meretasnya" Jawab Kakek Iram dengan wajah yang dibuat sepanik mungkin.


Lukas langsung menceritakan kejadian yang sudah terjadi selama di rumah sakit hingga kembalinya Sasya ke Los Angeles. Begitu juga dengan masa lalu keluarganya, dimana Lukas harus menggali lubang yang selama ini berusaha di tutup rapat-rapat.


Kakek Iram yang mendengar semuanya membuat jantungnya berdebar, dimana sebentar lagi kebenaran akan tentang dirinya dan juga Alex bakalan terungkap. Itulah yang selama ini Kakek Iram takutkan, karena Kakek Iram benar-benar sudah menganggap Lukas sebagai cucunya. Jadi dia belum siap jika semuanya terungkap begitu saja.


Apa lagi kalau sampai Lukas menjauhinya serta membencinya itu akan membuat hati istrinya sangat terluka, karena Nenek Mona sangat menyayangi Lukas seperti cucu kandungnya sendiri.


Setelah kejadian meninggalnya anak dan juga cucunya membuat Nenek Mona sangat menderita, namun setelah kedatangan Lukas membut Nenek Mona kembali bersemangat.


Bahkan setiap harinya mereka selalu berkomunikasi walaupun secara diam-diam karena Lukas belum memberitahukan semua ini kepada keluarganya karena Lukas takut jika mereka semua marah pada Lukas lantaran dia sudah membantu mantan seorang Mafia yang Lukas sendiri tidak tahu jelas apa penyebab Kakek Iram sampai memiliki masalah dengan Alex.

__ADS_1


Tetapi berkat penjelasan-penjelasan yang Kakek Iram berikan pada Lukas, membuat Lukas malah semakin berpikir jelek tentang Alex sehingga ketika Lukas menatap wajah Alex dia seakan-akan terbayang bagaimana kejamnya Alex saat ingin menghabiskan nyawa Kakek Iram dan juga Nenek Mona hanya demi sebuah harta.


Untungnya Kakek Iram sekarang tidak lagi menjadi seorang Mafia, melainkan sudah menjadi pengusaha bahan tambang yang sangat sukses. Cuman percuma saja mereka hidup dengan bergelimpah harta tetapi mereka selalu di selimuti dengan rasa ketakutan akibat perbuatan Kakek Iram di masa lalunya.


__ADS_2