
Ash hanya menatap Sasya dan dia bisa merasakan kegugupan Sasha di depan Alex. Bagaimana dengan Pinjai? Ya dia hanya berdiri terdiam di tempat sambil memperhatikan situasi agar Alex tidak tiba-tiba meledak emosi dan rencana pendekatannya menjadi sia-sia.
“Hai... Sasya, bagaimana kabarmu? Oh ya... kamu mau kemana? Bukannya hari ini adalah jadwal cek-upku?” sapa Alex sambil tersenyum canggung.
“Aku mau ke kantin sama Ash...” jawab Sasya dengan wajah datarnya.
“Memang ini sudah masuk jam makan siang ya? Bukannya masih jam 11 ya...” Alex menatap Sasya dengan tatapannya yang penuh selidik.
“Ya emang ini belum masuk jam makan siang, tetapi tiba-tiba tadi subuh aku di minta untuk jaga pagi jadi baru sekarang aku bisa beristirahat” Sasya menjawab pertanyaannya Alex sambil dia sedikit mengalihkan pandangannya agar tidak selalu menatap Alex.
Sasya mengalihkan pandangannya itu karena ia sangatlah takut jika Alex akan mengetahui niatannya untuk menjauhi Alex dan melupakan semua tentang Alex.
“Lalu kau...?” celetuk Alex dengan mata elangnya menatap Ash yang sedari tadi terdiam.
Ash bisa merasakan jikalau Alex seperti sedang menaruh rasa cemburu kepada Sasya lantaran Alex yang selalu emosi pada Ash saat melihat mereka berdua berdekatan. Ash merencanakan sesuatu untuk memancing ledakan emosi Alex hingga bisa membuat Sasya kesal dan meninggalkannya.
“Ya tentu saja dong... dimana pun Sasya berada, ya di situlah aku berada. Sasya adalah kepala dan aku adalah ekornya, karena kami merupakan satu kesatuan yang tak pernah terpisahkan...” Ash pun merangkul pundak Sasya sambil melirik serta memberikan senyuman miringnya pada Alex.
“Apaan sih nih kunyuk... bisa-bisanya ia mencari kesempatan dalam kesempitan ya... enak banget ya ini bocah satu main ngerangkul seenak jidatnya aja, di kata aku ini apaan ehh... ta-tapi tunggu deh... sepertinya ini bisa menjadi kesempatan emas untukku mengecoh Alex supaya ia menjauhiku dengan sendirinya kaann...” ucap Sasya di dalam hatinya.
Alex pun mulai terpancing untuk masuk ke perangkapnya Ash, dan bahkan tanpa sepengetahuan Sasya dan Ash tangan Alex mengepal kuat seakan-akan ingin memberikan satu bogeman yang keras ke wajah Ash supaya ia mengerti bahwa Sasya hanya milik Alex, bukan milik Ash atau pun orang lain.
Sedangkan Pinjai yang mengetahui aura Alex yang mulai menegang, ia langsung saja segera memegangi tangannya Alex yang kini sudah mengepal kuat hingga membuat Alex pun langsung menengok ke arah Pinjai.
Pinjai pun hanya bisa memberikan kode kedipan matanya kepada Alex, sambil ia melepaskan tangannya dari tangannya Alex. Alex pun jadi mengerti dan sedikit menurunkan emosinya supaya terlihat lebih tenang di depannya Sasya dan Ash yang sedari tadi seperti memancing dan menatap remeh Alex dengan tengilnya.
Namun yang menjadi permasalahannya yaitu, kenapa Alex melihat Sasya hanya terdiam saat Ash merangkul pundaknya dan bukannya dia berontak atau segera menjauhinya. Tapi Sasya terlihat sangat nyaman berada di sampingnya Ash.
__ADS_1
“Hahaha... syukurin lu, panas-panas dah tuh hati. Untungnya saja Sasya saat ini berada di pihakku kalau tidak ya... sudah pasti aku yang akan jadi panas melihat mereka” gumam Ash di dalam hatinya.
“Tahan Tuan, tahan... dia hanyalah anak kecil yang ingin memancing-mancing semua emosimu. Sepertinya ia tahu apa niatmu, jadi dengan mudahnya ia malah memanfaatkan semua kelemahanmu ini agar Tuan bisa terlihat jelek di matanya Nona Sasya...” bisik Pinjai dengan suara kecilnya yang membuat Alex langsung paham.
Alex akhirnya mencoba menahan segala emosi yang saat ini melanda tubuhnya, sehingga Alex dengan perlahan mampu membuat semua hawa kemarahannya kian mereda.
Alex tidak ingin usahanya sia-sia serta dia juga tidak ingin sampai gagal dalam mendapatkan hati Sasya kembali karena Alex sangat yakin jika sebenarnya Sasya memiliki rasa padanya, hanya saja Alex harus dapat membuat rasa itu semakin tumbuh tanpa membuatnya layu hingga mati.
“Baiklah kalau begitu... selamat makan siang untukmu dan semoga saja hari ini adalah hari yang jauh lebih baik dari hari kemarin. Kalau begitu aku pamit...” ucap Alex dengan tersenyum menatap Sasya dan juga Ash yang kini wajahnya sudah mulai berubah lantaran ia melihat reaksi Alex yang tidak terpancing olehnya.
Kemudian Alex berbalik arah yang mana membuat semuanya menjadi bingung karena Alex malah berjalan ke arah pintu keluar. Sedangkan Pinjai, ya... dia hanya mengikuti Alex dari arah belakangnya, ia paham mungkin suasana hati Alex saat ini sedang tidak baik. Jadi mereka hanya memutuskan untuk pulang dan tak akan melanjutkan cek-up untuk memeriksa bekas lukanya.
Kemudian Sasya pun langsung saja dia menggerakkan kedua bahunya dengan tatapan kesal melihat Ash, yang masih merangkulnya tanpa rasa dosa. Bahkan Ash hanya tertawa kecil melihat Sasya, dengan membentukkan jarinya menjadi huruf V.
Alex yang baru saja berjalan beberapa langkah, kini terhenti saat Sasya berlari kecil mendekati Alex sambil dia terhenti tepat di depannya Alex. Lalu Ash hanya terdiam di tempatnya sambil dia melihat Sasya yang mendekati Alex dengan wajah sedikit panik.
Alex tersenyum kecil sambil ia menatap Sasya yang masih mempedulikannya itu padahal dari tadi Sasya kayak berusaha bersekongkol dengan Ash memancing emosinya Alex, tetapi sekarang? Sasya malah terlihat sangat panik dan cemas.
“Ya memang awalnya niat aku ke sini itu hanya untuk cek-up dan juga bertemu denganmu. Cuma setelah aku tahu jika dokter yang akan menanganiku bukan kamu, ya sudah kapan-kapan saja. Lebih baik aku kembali aja lalu aku mengurusi pekerjaan yang sempat tertunda” jelas Alex.
Sasya lalu melototkan matanya sambil bertolak pinggang mendongak menatap wajah Alex yang mana memang mereka memiliki perbedaan tinggi badan yang cukup berbeda jauh sehingga Sasya pun harus mendongakkan wajahnya sedikit agar bisa menatap Alex.
“Heeeyyy... Tuan Bisma Alexander yang terhormat! Kau kira lukamu pada waktu itu tidak serius, hahh? Sehingga dengan gampangnya kau berbicara seperti ini”
“Setiap pasien yang selesai melakukan operasi, atau punya penyakit yang cukup serius selalu mempunyai jadwal cek-up tersendiri setiap bulannya. Itu pun harus di jalani sampai saat dokter benar-benar menyatakan kalau semuanya baik-baik saja dan sembuh, paham!!” tegas Sasya dengan suara cerewetnya.
“Ternyata... meskipun kamu selalu saja berusaha keras untuk menjauhiku, tetapi kau tak akan pernah bisa membohongi perasaanmu sendiri, Syaa... aku tahu itu, itu sebabnya aku akan memperjuangkan cinta kita sampai kapan pun juga. Aku sudah sangat rela jika harus berpindah dari agamaku, asalkan aku bisa bersatu denganmu Syaaa...” ucap Alex di dalam hati kecilnya sambil tersenyum menatap Sasya.
__ADS_1
Sasya yang melihat Alex tersenyum itu, membuatnya menjadi sangatlah kesal lantaran Sasya mencoba memarahinya tetapi reaksi Alex malah seperti sedang menertawai Sasya.
"Kenapa senyum-senyum begitu, hahh! Ada yang lucu kah? Atau ada yang salah dengan ucapanku, hahh?" Sasya bicara dengan nada yang sedikit emosi.
Alex langsung mengelus kepala Sasya yang membuat Sasya pun melototkan matanya dan terdiam mematung, akibat melihat senyum Alex yang begitu manis sudah terukir dari bibir Alex.
"Sudahlah jangan marah-marah, kasihan nanti cantikmu hilang. Lebih baik kamu makan saja sama sahabatmu itu, nanti jikalau kamu sudah tidak marah padaku barulah aku akan cek-up ke sini. Aku tak mau di periksa dengan dokter mana pun selain gadis kecilku ini..." ujar Alex yang berhasil membuat pipinya Sasya merah merona sambil tangannya Alex masih mengelus kepala Sasya.
Ash yang melihat itu membuat hatinya menjadi sangat panas, bahkan nafasnya sudah mulai memburu. Niatnya Ash itu ingin membuat Alex terpancing emosi oleh perangkapnya, tetapi ini malah Ash yang terpancing.
Sedangkan Pinjai hanya tersenyum kecil melihat tingkahnya dua sejoli itu yang membuatnya merasa gemas dan ingin langsung menarik mereka ke KUA agar bisa segera bersatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻