
Namun, saat Lily sedang melirik Qisya tiba-tiba saja terdengar sebuah suara.
Cekrek !...
“Yeyy... Dapat, haha...” ucap Qisya dengan sangat senang saat telah berhasil mengambil pose Lily yang sedang marah.
“Coba aku lihat, Kak” ucap Lukas yang duduk mendekat ke arah Qisya sambil menatap kamera.
“Haha... Bagaimana, lucu kan dia kalau sedang marah” tanya Qisya kepada Lukas.
“Aaa... Kakak, ndak mau Lily ndak cuka isshh...” celoteh Lily yang semakin membuat wajahnya semakin terlihat menggemaskan.
Cekrek !...
“Haha... Dapat lagi, jarang-jarang kita bisa dapet momen langka ini ya, Kas” tanya Qisya.
“Haha... ya, benar banget Kak” jawab Lukas sambil ikut tertawa.
“Huaaaa... Bunbun, Yayah. Kakak cama Babang nakal, ambil-ambil poto Lily yang lagi jeyek. Agian Lily antik ndak mau di poto-poto” rengek Lily.
“Antik? Kamu kira, kamu itu barang antik. Makannya jadi orang jangan malas belajar ngomong. Lihat tuh bicaranya masih berlepotan kaya makan coklat haha...” ledek Lukas.
“Huaaaa... Ental alo Lily tinggal nangis bayu tau aca” saut Lily sambil merengek.
“Haha... Tidak akan, sudah sana kalau mau pergi lagian juga kamu pasti takut keluar sendirian wleee... Dasar manja huuuu...” ledek Lukas.
“Huaaa... hiks, Bunbun... Yayah... hiks... Babang nakal” Lily menangis di dalam pelukan Brian.
“Abang, sudah dong jangan bikin adiknya nangis. Kasihan loh, kita kan mau liburan senang-senang di sini masa iya pada berantem begini” ucap Hana yang mencoba menenangkan Lily.
“Dek, enggak boleh gitu sama Lily. Nanti kalau dia marah kamu sedih” ucap Qisya.
“Abang, ayo minta maaf sama adiknya. Kan Abang laki-laki jadi harus berani mengakui kesalahan Abang sendiri” ucap Brian.
“Hiks... Lily cedih, Babang celalu nakal cama Lily hiks... Lily kan anak baik maca Babang celalu cuek cama Lily. Tapi alo cama Kakak, Babang celalu tawa-tawa hiks... Lily kan juga mau tawa-tawa baleng Babang Lily ndak mau teyus di malah-malahin muyu hiks... Apa Babang ndak cayang cama Lily hiks...” tanya Lily dengan suara isak tangisnya.
__ADS_1
Lukas terdiam sesaat saat mendengar keluhan dari Lily yang sangat menyentuh hatinya.
Degh ! ...
Degh ! ...
Degh ! ...
Detak jantung Lukas bekerja sangat keras yang membuat ia merasakan apa yang Lily rasakan saat ini. Entah kenapa, Lukas merasa sangat sedih atas ucapan Lily yang memang benar adanya.
Lukas selalu saja bersikap manis dan penuh tawa kepada Qisya. Namun saat dengan Lily, Lukas selalu saja cuek serta dingin kepadanya, tapi tidak lupa ia juga memiliki rasa sayang yang sama terhadap Lily dan Qisya. Hanya saja perlakuan Lukas yang berbeda terhadap Qisya dan Lily.
Hana sama Brian hanya bisa terdiam menunggu jawaban dari Lukas, karena mereka sudah tahu jawaban yang akam diberikan oleh Lukas hanya saja mereka ingin mendengarnya langsung dari bibir Lukas.
“Ma-maaf, a-aku te-terlalu cuek kepadamu Ly. Aku tahu kamu pasti marah sama aku karena aku selalu tersenyum saat bersama Kakak. Tapi, kalau a-aku bersama denganmu pasti aku selalu membuatmu kesal. Tapi, itu semua karena aku sangat sayang sama kamu Ly. Jika, aku tidak sayang maka aku tidak akan selalu menolongmu dalam hal apa pun yang akan membahayakan kamu”
“Sekali lagi aku minta maaf sama kamu, Ly. Aku janji aku akan berubah dan tidak akan cuek lagi sama kamu, mau kan maafin aku...”
Lukas berbicara tanpa henti sambil berdiri di depan Brian dan Lily dengan mengangkat jari kelingkingnya sambil tersenyum.
Lily yang melihat Abangnya tersenyum pun menatapnya dalam-dalam seperti sedang mencari keseriusan dalam perminta maaf Abangnya.
“Abang janji, Dek. Abang akan selalu tersenyum untuk kamu, asalkan kamu tidak menangis lagi. Abang sedih lihatnya, hati Abang juga merasakan apa yang Lily rasakan” jawab Lukas sambil tersenyum lebar.
Hana yang menatap momen sweet di antara mereka tak terasa ia meneteskan air mata kebahagiaannya saat melihat anak-anaknya yang saling menyayangi.
Qisya yang bisa melihat Bundanya sedang menangis pun langsung memeluk Hana dari samping. Ia juga bisa merasakan betapa beruntungnya memiliki adik-adik yang sangat baik.
“Oteh... Lily maapin, tapi alo Babang nakal lagi Lily ndak mau maapin ya” ucap Lily.
Lukas hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian, mereka berdua saling berpaut jari kelingking dengan tersenyum bersama-sama.
Tidak lupa, Lukas menghapus air mata sang Adik dengan sangat lembut. Dan Lily pun menunjukkan senyum bahagianya saat melihat Lukas yang selalu saja tersenyum kepadanya.
“Ayah cuman berpesan kepada kalian bertiga anak-anak Ayah. Ayah dan Bunda itu benar-benar sangat menyayangi kalian bertiga tanpa membedakan kasih sayang satu sama lain. Jadi, Ayah dan Bunda mau kalian tetap akur seperti ini ya. Jangan pada berantem terus, kasihan Bunda nanti sedih lihatnya. Pokonya Ayah dan Bunda mau kalian harus saling menyayangi satu sama lain tanpa adanya rasa iri” ucap Brian.
__ADS_1
“Yang dikatakan Ayah benar sayang, kalian harus bisa menjadi saudara yang selalu akur. Jika, ada salah satu dari kalian yang sedih maka harus kalian hibur jangan malah tambah dibuat nangis dan jika ada yang kesusahan maka kalian harus saling membantu satu sama lain. Ingat, sampai kapan pun kalian tetap saudara jadi jangan sampai adanya permusuhan di dalam diri kalian, bagaimana? Apa kalian paham apa yang Ayah dan Bunda bicarakan” tanya Hana.
Qisya, Lukas dan Lily pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya bersama-sama pertanda bahwa mereka telah mengerti apa yang telah di sampaikan kedua orang tua mereka dengan sangat baik.
Lily yang memang masih sangat polos pun sedikit mengerti apa yang dijelaskan oleh Brian dan Hana yang membuat Lily juga ikut menganggukkan kepalanya bersama kedua Kakaknya.
...*...
...*...
Keesokan harinya di Bandara Korea Selatan
Ada beberapa pria yang pakaian serba hitam menutupi hampir seluruh wajahnya dengan menggunakan topi, kacamata dan masker penutup mulut. Pria dengan postur-postur tubuh yang sangat gagah sedikit menarik beberapa orang yang ada di Bandara.
Namun, dibalik semua itu ada sosok pria tampan, putih, sipit dan jangkung serta sangat gagah dari yang lain membuat semuanya terkagum-kagum menatapnya.
Banyak orang yang menduga bahwa pria tersebut adalah salah satu pimpinan dari beberapa pria gagah yang sedang mengelilinginya. Mereka semua berjalan dengan sangat berwibawa tanpa adanya senyuman sedikit pun.
Di saat pria yang telah diduga adalah Tuan dari mereka semua memasuki mobilnya kini semuanya pun memasuki mobilnya secara cepat dan mengelilingi serta mengikuti mobil dari Tuannya tersebut.
“Pinjai, apakah mereka semua sudah sampai di tempat ini?” tanya Tuan tersebut dengan suara dinginnya kepada asistennya yang duduk di sampingnya.
“Sudah, Tuan Bisma. Kemarin mereka sudah sampai lebih dulu, dan saya juga sudah berhasil melacak tempat penginapannya” jawab Pinjai selaku Asisten Tuan Bisma.
“Bagus. Lalu, bagaimana rencana kita terhadap mereka semua? Aku tidak mau sampai rencana yang sudah aku tunggu-tunggu bertahun-tahun gagal begitu saja. Kau tahu, bukan Pinjai. Aku memiliki dendam yang sangat dalam kepada keluarga mereka. Jadi, lakukan semuanya sebaik mungkin. Paham!!” jelas Tuan Bisma dengan wajah datarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Cubby ini... 🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻