Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Membersihkan Toilet


__ADS_3

“Ka-kamu kenapa makannya kaya gitu? Kamu sehat kan, Lily?” celetuk Jay yang membuat Lily pun melirik Jay dengan tatapan tajam hingga membuat Jay pun sontak terkejut.


“Ke-kenapa dengan matamu? A-apa aku membuat kesalahan?” ujar Jay dengan rasa gugupnya.


“Tahu ahh... pikir saja sendiri” sahut Lily dengan nada juteknya, Jay yang merasa bingung itu membuatnya hanya mampu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Astaga... kenapa sih cewek itu bisanya selalu membuat pusing. Tadi cemberut, udah di bujuk, di turutin, di jajanin dan juga udah bahagia ketawa-ketawa. Lalu sekarang ia malah marah-marah enggak jelas haahh... dasar, cewek itu memang sangat aneh!” celetuk Jay di dalam hati.


“Dasar cowok yang tidak peka, aku kan cuma mau menyuapin dia doang lohh... Lagian apa salahnya coba tinggal buka mulut aja kayaknya susah banget deh...” gerutu Lily sambil memakan jajanannya dengan sangat rakus.


“Pelan-pelan entar-...” ucap Jay terhenti saat ia mendengar suara yang tak asing.


Uhuukk... uhuuukkk...


“Baru juga mau aku dibilang pelan-pelan entar ke sendat eeehh... ini malah sudah kejadian” seru Jay dengan malasnya.


“Uhuukk... beris uhukk... berisik... tolong mi-minum uhuuukk...” jawab Lily dengan batuk-batuknya.


Jay langsung mengambilkan minuman dan memberikannya pada Lily.


Glekkk...


Glekkk...


Glekkk...


“Hahh... kauu... sudah tahu aku keselak, bukannya langsung di ambilkan minum ini malah di ocehin. Bagaimana jika tadi aku mati, hahh!!!” pekik Lily yang sudah kesal membuat Jay diam terkejut, baru kali ini Jay melihat Lily sebegitu marah hanya karena ulahnya sendiri dan kini ia malah menyalahkan Jay.


“So-sorry, Ly...” ucap Jay dengan lirih dan matanya pun berkaca-kaca, hingga Lily yang melihatnya pun menjadi kasihan.


Tetapi Lily begitu geram dan hampir saja mencakar wajah tampannya Jay yang membuat Jay hanya bisa pasrah serta menutup kedua matanya.


“Huhh... sabar Lily, sabar...” gumam kecil Lily sambil mengusap dadanya.


“Hiks... maaf Lily, maafkan aku hiks...” Lily yang mendengar suara isak tangis itu langsung menoleh dan menatap Jay, yang kini sudah menangis.


“Lily ja-jangan marah-marah hiks... Jay ta-takut hiks...” suara manjanya Jay bisa Lily dengar begitu nyaring.


Baru kali ini Lily melihat Jay menangis seperti ini. Padahal Lily hanya marah saja padanya, tapi itu bisa membuatnya menangis bagaikan di gebukin orang sekampung.

__ADS_1


“Loh... loh... loh... kok Jay nangis sih, ya sudah Lily minta maaf ya kalau Lily udah marah-marah tadi. Jay mau kan maafin Lily? Kita baikkan oke..."


Lily tersenyum sambil menunjukkan jari kelingkingnya dan membuat Jay hanya mengangguk serta dia mengarahkan jari kelingkingnya. Kini mereka pun akhirnya berbaikan. Jay yang sudah menghapus air matanya, lalu Lily memberikannya minuman agar membuat Jay merasa sedikit tenang.


Entah kenapa wajah Jay yang habis menangis malah membuat Lily sangat gemas dan akhirnya ia tanpa sengaja mencubit pipi Jay begitu kencang saat Jay sedang minum. Hingga akhirnya Jay terpaksa menelan air yang memenuhi mulutnya dengan sangat kasar.


Gleeekk...


“Aaarrrgghh...” Jay berteriak yang malah membuat Lily langsung tertawa sambil melepaskan tangannya dari pipi Jay.


“Yaaaakkk... Lily, itu sakitttt...” sambung Jay sambil memegangi pipinya.


“Hahaaha... maaf, habisnya aku gemas. Baru kali ini aku lihat kamu nangis, jadi yasudah sekali-kali aku mencubit pipimu itu siapa tahu besok-besok kamu sudah berubah jadi pria menyebalkan hihihi...” ucap Lily.


“Tapi tidak begini juga Lily... sakit tahu pipiku. Bagaimana jika pipiku nanti gede sebelah? Kau mau bertanggung jawab?” jawab Jay dengan nada kesalnya.


“Bagaimana mungkin bisa gede sebelah, memangnya kau kira aku ini tawon atau lebah begitu yang bisa membuat pipimu bengkak, hahh?” Lily berbicara sambil ia menatap Jay dengan galak.


“Ya mungkin saja begitu...” celetuk Jay.


“Kaaauuu...” geram Lily sambil menahan rasa kesalnya.


Lalu seseorang yang merupakan salah satu guru yang galak langsung berjalan mendekati Jay dan Lily dengan wajah datarnya. Seorang guru itu berdiri tepat di belakang Lily, yang membuat Jay pun langsung berdiri dengan tegak menatap ke arah guru yang mana terkenal dengan sifat galaknya.


“Heiii... ngapain kamu berdiri seperti itu, aku belum selesai berbicara yaa...” ucap Lily dengan kesal.


Kini Jay pun hanya bisa menundukkan kepalanya karena dia tidak berani untuk menatap wajah seseorang guru itu yang mana terlihat sangatlah menyeramkan.


“Tamatlah riwayatmu Jay... semoga Kak Key tidak akan tahu jika aku mendapat teguran atau hukuman dari guru yang galak ini...” gumam Jay di dalam hati.


“Ekheem...” deheman seorang guru yang tidak di gubris oleh Lily.


Saat ini Lily masihlah mengoceh dengan nada kesalnya kepada Jay, ya walaupun Jay tidak membalasnya tetapi Lily tetap memarahinya. Entah kenapa Lily sangat kesal dengan Jay, hanya karena tadi dia mencubit pipinya sudah membuat Jay memarahinya. Jadi Lily tidak terima dan kembali menyuarakan suaranya yang begitu merdu.


“Jangan ikut campur urusanku... aku ini sedang berurusan dengan dia. Jadi lebih baik kamu balik sana ke kelas” seru Lily tanpa melihat siapa yang berdiri tepat di belakangnya.


“Memangnya kalian berdua ini tidak ada jam pelajaran, hah?” tanya seorang guru dengan nada yang di lembutkan, namun wajahnya terlihat sangat datar.


“Tidak... kelasku lagi kosong terus aku bete, ya sudah aku main ke sini karena semua ide ini dari Jay. Lalu kamu sendiri kenapa ada di-... Pa-Pa-Pak Jo-Jordy...”

__ADS_1


Lily terkejut saat menatap wajahnya Pak Jordy yang sedang menatap Lily dengan sangat datar, yang awalnya Lily mengira iti adalah murid lainnya tapi ternyata itu adalah salah satu guru galak.


“Huuuaaa... Abaang, tolongin Lily hiks... bagaimana ini? Pasti Lily kena hukuman deh yaaaakkk... semua ini gara-gara Jay, awas saja kauu...” gumam Lily di dalam hatinya sambil ia mendelik menatap Jay yang hanya menundukkan wajahnya dan sesekali melirik Lily.


“Oh begitu... jadi kalian sedang ada jam kosong? Baiklah kalau begitu mari ikut Bapak. Sepertinya toilet sekolah sedang kotor, dari pada kalian enak-enakkan di sini lebih baik kalian bantu-bantu buat bersihin toilet. Kasihan kan jika penjaga yang membersihkannya kan...” ucap Pak Jordy.


“Ta-tapi Pak... kan yang menyuruh aku itu Jay, jadi biar Jay saja yang menerima hukumannya yaaa...” celetuk Lily.


“Yaakk... enak saja, aku kan cuma kasih solusi biar kamu tidak jenuh, tetapi kau dengan semangatnya setuju. Jadi bukan salah aku aja dong...” jawab Jay.


“Tetap saja itu salah kamu, karena kamu kan yang mengajakku untuk ke sini jadi bukan salah aku. Kalau Pak Jordy mau hukum ya hukum saja Jay, aku ikhlas...” celetuk Lily kembali.


“Apa yang kau bilang, hah!!! Enak banget hidupmu, di awal sudah aku belikan kau semua jajanan dengan sekarang dengan seenaknya kamu lempar batu sembunyi tangan. Sudahlah Pak Jordy, hukum saja kami dan Anda jangan pilih-pilih kasih mentang-mentang dia perempuan terus di belain gitu. Jadi biarkan saja kami di hukum secara adil!” ucap Jay.


“Yaaaakkk... aku tidak mauuu...” Jay dan Lily malah ribut berdua hingga membuat Pak Jordy pun langsung merasa pusing serta langsung membentak keduanya agar tidak kembali membuat kegaduhan sampai telinganya berasa ingin pecah.


“Stoopppp!!!! Tidak ada lagi yang saling menyalahkan, kalian berdua akan saya hukum. Kalian harus membersihkan toilet sebersih mungkin, paham!!! Saya akan mengawasi kalian dari CCTV, awas saja jika kalian sampai melanggar maka hukuman kalian akan saya tambahkan, paham!!”


“Sekarang kalian cepatlah pergi ke toilet dan mulai membersihkannya, jika kalian tetap di sini maka jangan berharap saat jam pulang sekolah nanti kalian akan pulang juga, paham!” tegas Pak Jordy.


Jay dan Lily langsung kocar-kacir berlari menuju toilet yang mana mereka tidak mau sampai hukumannya ditambahkan atau pun harus menginap di sekolahan.


Belum lagi, Jay dan juga Lily takut jika sampai ketahuan oleh Kakaknya maka bisa-bisa mereka akan habis di marahi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2