Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Makan Siang Bersama-sama


__ADS_3

Sementara Mommy Nisha pun bahagia dan dia juga bersiap untuk berbelanja beberapa buah dan camilan lain yang bisa menjadi teman makan malam mereka nanti.


Mommy Nisha tidak mau jika dia harus selalu menerima, karena setidaknya hanya sebatas ini saja dia bisa membalas semua kebaikan dari Bunda Hana dan juga Ayah Brian.


Tanpa terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 1 siang yang mana ini artinya adalah waktu makan siang untuk murid-murid sekolah.


Kini kelas sudah berakhir dan para guru pun pergi meninggalkan semua kelas agar anak-anak bisa pergi untuk makan siang begitu juga dengan para guru.


“Jay... ayo kita pergi ke kantin sekarang atau semua makanan di sana keburu habis terjual. Aku ingin makan burger ayam krispi dan spaghetti carbonara, meat ball, aku juga mau pesan mangga float dan strawberry cupcake. Aduuh... rasanya aku sudah ngiler hanya dengan membayangkannya...”


Lily berbicara sambil mengelap air liur imajinasinya karena dia merasa bahwa saat ini dia sedang menetaskan air liur akibat rasa laparnya.


Tapi hal tersebut hanya membuat Jay sedikit mengukir senyuman di wajahnya yang mana Lily bahkan tidak menyadarinya karena dia sangat fokus dengan bayangannya.


Lalu Jay berdiri dan berjalan begitu saja menuju pintu keluar kelas yang mana Lily juga ikut berdiri serta berjalan di sampingnya.


Entah kenapa kini Jay merasa sangat senang karena sekarang hubungannya dengan Lily menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Lily pun ikut merasa senang karena akhirnya dia bisa mendapatkan seorang teman dekat seperti Jay.


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka sampai di kantin sekolah dan Lily langsung menyerbu semua kios yang ada di sana.


Lily terus saja memesan makanan yang enak dan menggiurkan tanpa memperdulikan sekelilingnya.


Sedangkan Jay hanya berdiri di belakang Lily sambil menahan tawanya lantaran Lily terlihat seperti seseorang yang belum makan selama satu minggu.


Melihat bahwa Jay hanya diam saja, akhirnya Lily memaksa Jay untuk ikut memilih makanan sama sepertinya.

__ADS_1


Perbedaannya di sini adalah Jay yang memesan sedikit makanan karena memang Jay bukan tipe orang yang makan banyak.


Jay hanya memesan satu set rice box yang mana berisi nasi, ayam krispi dengan saus barbeque, salad sayur, meat ball dan segelas ice tea yang mana ini adalah menu standar di kantin sekolah mereka.


Setelah selesai memesan makanan, akhirnya mereka duduk di kursi yang berada di tengah kantin. Tidak lama setelah mereka duduk, tiba-tiba mereka melihat Lukas dan Key yang berjalan berjauhan. Lily yang merasa antusias pun langsung saja memanggil mereka.


“Abang Lukas... Kak Key... ke sini. Ayo kita makan siang bersama-sama di sini. Cepatlah kemari Abang Lukas, Kak Key...” teriak Lily yang mana membuat semua murid di kantin menatap ke arah Lily dan juga Jay.


Jay yang merasa malu itu hanya menundukkan kepalanya sambil mengaduk-aduk ice tea dengan sedotan. Sementara Lukas dan Key lalu berjalan mendekati Lily dan Jay karena mereka tahu jika mereka tidak mendekati Lily, maka dia akan selalu berteriak.


“Ada apa? Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu tadi? Apa kamu tidak merasa malu karena saat ini semua murid tertuju padamu, hahh!” ucap Lukas dengan nada datarnya.


“hehehe... maaf Abang Lukas, habisnya aku merasa excited saat melihat Abang Lukas dan Key tadi. Lebih baik sekarang Abang Lukas pesan makanan untukmu dan juga Kak Key, karena pasti saat ini Kak Key tidak bawa banyak uang seperti Jay” ucap Lily sambil menatap Key.


“Itu tidak perlu, karena aku memiliki uang tabunganku dan itu jauh dari cukup untuk membeli makan siang untukku sendiri. Aku akan pergi memesan sekarang dan segera kembali ke sini, permisi...” ujar Key yang langsung pergi begitu saja untuk memesan makan siang untuk dirinya sendiri.


Lily pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya yang mana membuat Lukas langsung berbalik dan berjalan pergi untuk memesan makan siangnya.


Sementara itu Key sudah memesan rica box dengan menu sehat yang mana berisikan nasi, tumisan kangkung (morning glory), telur dadar dan bacon panggang serta segelas ice tea.


Lukas juga memesan rice box tapi dengan versi yang lebih standar. Rice box tersebut berisi nasi, ayam karage, tumisan kangkung, salad buah dan segelas ice tea.


Setelah selesai memesan lalu Lukas dan Key berjalan mendekati mejanya Lily dan Jay yang sudah makan lebih dulu.


Lukas duduk di depan Lily dan Key yang duduk di samping Lukas, karena saat ini Lily dan Jay sudah duduk berdampingan.

__ADS_1


Mereka pun mulai makan makan siang mereka dengan sangat hening kecuali dengan Lily. Dia makan sambil berbicara sendiri penuh dengan antusias.


Setiap makanan yang Lily pesan pasti akan langsung mendapatkan review mulai dari rasa dan juga penampilannya.


Lukas dan Key hanya makan dengan tenang tanpa menanggapi perkataannya Lily, namun Jay beberapa kali menanggapi Lily.


Bahkan Jay dan Lily juga bertukar makanan dan mereka juga saling mereview makanan satu sama lain. Bahkan terkadang Lily juga sibuk mengambil makannya Lukas dan tentu saja Lukas hanya diam dan membiarkan Lily melakukan apa pun yang dia inginkan.


“Yuumm... ternyata ayam karage hari ini sangat enak dan gurih, aku jadi ingin memesannya juga deh... kira-kira masih ada tidak ya menu ayam karage di sana...” ucap Lily sambil melirik ke ruko makanan di kantin.


“Tidak ada, menu ayam karage sudah habis dan ini adalah porsi terakhir. Jika kamu mau, maka kamu bisa mengambil milikku sebanyak yang kamu inginkan” ucap Lukas yang sengaja berbohong karena dia tidak mau Lily makan berlebihan.


Lukas tahu jika Lily makan terlalu banyak, maka itu akan membuat perutnya menjadi sakit. Itu sebabnya Lukas melakukan hal ini agar Lily tidak lagi memesan makanan lainnya karena dia sudah makan cukup banyak. Kemudian Lukas memberikan setengah porsi ayam karage miliknya pada Lily.


“Terima kasih Abang Lukasku tersayang... Lily jadi makin sayang sama Abang Lukas. Kalau begitu ini, Lily akan membagi setengah meat ball yang Lily beli untuk Abang Lukas sebagai gantinya hihi...” Lily pun meletakkan meat ball di piringnya Lukas.


Lukas hanya tersenyum sekilas karena dia merasa Lily masihlah tidak berubah, dia tetap menjadi gadis baik hati dan suka berbagi.


Meskipun Jau dan Lily tidak melihat Lukas tersenyum, tapi Key diam-diam menatap Lukas dan dia melihat senyum tipisnya Lukas.


“Ternyata beruang kutub ini juga tahu bagaimana caranya untuk tersenyum, aku kira dia itu seperti robot. Atau mungkin saja karena Lily itu adiknya jadi dia bisa tersenyum seperti itu, ya walaupun hanya sekilas saja” gumam Key di dalam hatinya.


Mereka pun melanjutkan menghabiskan makan siang mereka dengan tenang, kecuali Lily. Setelah selesai makan siang, lalu mereka kembali ke kelas mereka masing-masing.


Namun tidak lupa pula Lily pergi membawa strawberry cupcake untuk di makan di kelasnya sambil menunggu bel berbunyi.

__ADS_1


Sementara itu Jay hanya pergi membeli susu kotak untuk menetralkan semua makanan berat yang baru saja dia makan.


Sesampainya di kelas, Lily duduk di kursinya dan Jay duduk di kursi di depan mejanya Lily karena saat ini murid yang duduk di sana masih berada di kantin sekolah.


__ADS_2