Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Side Story 5


__ADS_3

Kelvin yang merasa tidak terima dengan perkataannya Arya langsung berdiri dengan menarik Cantika agar berdiri di sampingnya. Cantika hanya bisa mengikuti perlakuan Kelvin padanya sambil tertunduk sedih. Kemudian Arya dan juga Saipul berdiri di depan mereka.


“Ini kan yang kamu suka, lihat mereka! Mereka sangat peduli kepadamu, bahkan menjelekkan serta menyalahkanku kalau semua ini akibat ulahku. Padahal jelas-jelas ini adalah kesalahanmu karena rahimmu yang tidak berguna!” bentak Kelvin sambil mencekam rahang Cantika dan menghempaskannya.


Buggh !...


“Arrghh... hiks...” Cantika berteriak sambil terisak saat kepalanya terbentur meja kerja Kelvin, hingga kerudungnya yang putih kini menjadi berwarna merah.


Arya dan Ipul seketika melototkan matanya dengan apa yang mereka lihat. Mereka tidak percaya bahwa Kelvin bisa memperlakukan wanita seperti sampah. Ipul berusaha menolong Cantika dan sedikit membantunya, tetapi Arya yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung memberikan hadiah yang begitu indah di sudut bibir Kelvin.


Duaaakkk !...


Arya menonjok Kelvin sekuat tenaganya hingga membuat Kelvin tersungkur jatuh ke lantai dengan keadaan sudut bibirnya mengeluarkan cairan merah yang begitu segar. Seakan-akan Arya mewakilkan Cantika untuk membalas perbuatannya itu.


“Arrgghh... Sia*lan! Berani sekali kau memukulku, hah!” bentak Kelvin sambil duduk dan mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan cairan merah.


“Kenapa? Tidak suka? Sini bangun, lawan aku. Jangan bisanya menyakiti wanita yang lemah! Dia adalah istrimu, seharusnya kau jaga dengan baik dan berikan dia kebahagiaan bukan malah menyakitinya serta memperlakukannya bagaikan sampah”


“Jika kau sudah tidak mau hidup bersama wanita seperti Cantika, lebih baik kau ceraikan dia! Aku yang akan menggantikan posisimu untuk membahagiakannya. Aku rela tidak memiliki anak, asalkan aku bisa hidup bahagia bersama Cantika"


"Asal kau tahu saja, aku sudah lama memiliki perasaan untuknya. Bahkan saat aku melihatnya pertama kali aku sudah berjanji dalam hatiku jika aku sukses, maka aku akan melamarnya karena aku takut jika aku mendekatinya pada waktu itu maka dia kan hidup susah denganku”


“Aku terus berjuang demi mencapai semua ini, dan pada akhirnya takdir berkata lain. Sekarang Cantika sudah menikah denganmu dan itu membuat aku sangat sakit, tetapi dari tadi aku mencoba untuk mengikhlaskannya kau tahu...”


“Namun apa yang aku dapat? Kau malah memperlakukannya seperti dia bukanlah seorang manusia. Aku tidak terima itu, lebih baik lepaskan dia dan berikan padaku. Aku rela menerima semua kekurangannya tanpa membuatnya menangis sedikit pun”


Arya terus saja mengucapkan kata-kata yang membela Cantika. Kelvin pun seketika langsung berdiri sambil bertepuk tangan dengan senyuman yang sangat licik.


Prok...


Prookk...


Proookkk...


“Sungguh luar biasa, kau mau menjadi pahlawan kesiangan untuknya hah?” tanya Kelvin sambil berjalan mendekat ke arah Arya dan kembali menatapnya dengan tatapan penuh amarah.


“Kau dan dia benar-benar sangat cocok jika di persatukan. Tapi sayangnya aku tidak akan pernah melepaskan dia untukmu. Bahkan saat nanti aku kembali menikah dengan wanita yang bisa memberiku anak. Aduh, kasihan... Pasti kecewa ya, hahaha...” ucap Kelvin kembali dengan nada mengejek.


Arya dari tadi masih diam dengan mata memerah menatap Kelvin bagaikan seekor Elang dan kedua tangannya kini sudah mengepal sangat kuat hingga terdengar suara gesekan dari gigi Arya. Ia sudah benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya.


Lagi dan lagi, Arya langsung kembali melambungkan tonjokan yang membuat Kelvin secepat mungkin refleks menahan tangan Arya. Kelvin seperti sudah membaca gerak gerik dari Arya.

__ADS_1


Lalu ia mengepal tangan Arya dengan sangat kuat menggunakan tangan kirinya, “Eitttss... Kau ingin membuat muka tampanku kembali terluka? Oh tentu tidak! Sebelum kau membuat wajahku rusak, maka aku lebih dulu yang akan membuatmu merasakannya”


Duaaakkkk !...


Bughh !...


Baaaghhh !...


Arya tersungkur ke lantai dengan keadaan terlentang, lalu Kelvin menghajar wajahnya dengan membabi buta. Ipul yang melihatnya pun segera melerai mereka berdua, sedangkan Cantika hanya bisa menangis serta menutup matanya rapat-rapat hingga telinganya.


Seolah-olah Cantika tidak mau melihat pertengkaran itu, dia merasa sangat bersalah pada Arya yang mana dia telah membelanya tapi malah terluka seperti itu. Padahal mereka berdua tidak ada ikatan pertemanan atau apa pun, tapi Arya membela Cantikan sampai seperti itu.


“Bang*sat! Lepaskan teman gua! Kalau sampai teman gua kenapa-kenapa, lu yang bakalan gua laporin. Gua pastikan lu akan masuk ke dalam jeruji besi seumur hidup lu, Vin!” teriak Ipul penuh emosi.


Lalu Ipul mendorong keras Kelvin hingga tersungkur agar Ipul bisa menolong Arya yang kini wajahnya sudah memar di mana-mana akibat pukulan dari Kelvin. Kelvin pun menyudahi aksinya karena dia sudah sangat puas memukul Arya, hingga ia tersenyum penuh dendam ke arah Arya.


“Ya, kamu gapapa kan? Kau masih bisa bangun kan? Atau aku panggilkan ambulan?” ucap Ipul sambil mencoba membuat Arya berdiri.


“Aku... Ti-tidak apa-apa Pul. Setidaknya aku sudah puas hahh... Karena bisa membalaskan rasa sakit yang tadi Ca-Cantika alami” jawab Arya dengan suara lirihnya.


“Keluar kalian dari sini! Jangan pernah menginjakkan kaki lagi di sini dan satu lagi, kerja sama kita semuanya gua batalin! Cepat pergi dari sini, gua muak liat wajah kalian!” teriak Kelvin dengan penuh emosi.


“Ayo Ya, kita keluar saja lagian ngapain kita di sini. Gua ogah kerja sama dengan laki-laki pengecut kaya dia. Beraninya cuma dengan wanita yang lemah, Cihh! Najis...” saut Ipul sambil membuang air liurnya yang hampir mengenai kaki Kelvin.


“Ogah banget gua, mending gua bawa sahabat gua berobat dari pada bersihin air liur gua yang mahal. Kalau perlu lu kumpuli terus jual gih, gua yakin besok lu jadi orang terkaya di dunia” jawab Ipul dengan cuek sambil membopong Arya yang semakin lemas.


“Dasar anak petani miskin, si*alann!!!” pekik Kelvin sambil berteriak saat melihat Ipul dan Arya pergi dari ruangannya.


“Arrrrrgghh... Sia*l. Kenapa hari ini sangat menguras tenaga sih!” ucap Kelvin sambil menjambak rambutnya dengan kasar.


Lalu seketika matanya melirik ke arah Cantika yang duduk di sofa dengan keadaan kaki di naikkan di sofa serta meringkukkan badannya layaknya orang yang sangat ketakutan. Kelvin tersenyum penuh arti, dan perlahan demi perlahan Kelvin melangkahkan kakinya mendekati Cantika.


“Arrghhh... hiks... Sa-sakit, Vin hiks... Le-lepaskan hiks...” Kelvin menarik hijab yang Cantika gunakan dengan sangat kasar, dan membuat hijab yang ia gunakan melosot ke belakang dengan menyisakan dalaman hijab.


Untungnya jarum yang menempel di hijab segitiga yang Cantika gunakan tidak sampai menacap di lehernya. Meskipun jarum tidak menancap di leher Cantika, tetapi dengan adanya hijab yang masih melekat erat di lehernya membuat ia seperti tercekik meskipun tidak dengan tangan Kelvin secara langsung.


“Uhukk... uhukk... ueeekkk... hiks... Le-lepasin Vin... uhukk... uhukk...” Cantika terbatuk-batuk karena merasa lehernya sudah benar-benar tercekik.


Kelvin tertawa senang saat melihat Cantika tersiksa, seperti mendapat kepuasan tersendiri. Lalu ia melepaskannya dengan sedikit mendorong kasar hijab yang di gunakan Cantika. Cantika langsung membenarkan hijabnya serta mengambil nafas sebanyak-banyaknya.


Meskipun masih terbatuk-batuk, tetapi dia masih bisa selamat dari maut yang hampir menjemputnya. Cantika hanya bisa menangis meratapi kehidupannya yang sangat pahit ini. Sedangkan Kelvin dia sangat senang melihat istrinya menangis serta tersiksa seperti itu.

__ADS_1


Lalu Kelvin keluar dari ruangannya untuk mencari udara segar yang mana udara tersebut berada di dalam Apartemen barunya. Apartemen? Udara segar? Apa maksudnya?


Ya itu karena Kelvin memiliki wanita lain di belakang Cantika. Cantika yang memang sudah mengetahuinya pun mencoba berkali-kali untuk melawan, tetapi tetap saja tidak bisa memungkinkan jika Kelvin malah akan bisa lebih kejam menyiksa Cantika.


Kelvin selalu merasa bahwa Cantika hanyalah istri yang tidak berguna, tidak bisa memberikan anak serta Cantika cuma bisa membuatnya merasa malu. Jadi setiap saat Kelvin selalu melampiaskan amarahnya dan membuat Cantika sudah terbiasa dengan perlakukan kasar dari suaminya.


Setelah kepergian Kelvin, Cantika langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih serta mencuci wajahnya yang terlihat sangat bengap karena terlalu lama menangis.


Saat wajahnya yang bengap sudah terlihat cukup lumayan, Cantika langsung bergegas untuk pulang ke rumah. Dia tidak mau lagi jika Kelvin sesampainya di rumah tidak menemukannya, maka dirinya akan habis di dalam sentuhan tangan kasarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo semuanya... Selamat beraktivitas untuk kalian semua... 😃😃😃


Di sini Author ingin meminta pendapat kalian tentang sesuatu 👉🏻👈🏻


Author ingin mengganti cover Novel ini untuk persiapan Season 2 😗😗😗


Mohon berikan pendapat kalian apakah harus di ganti atau tidak 😄😄😄


Cover Saat Ini ⬇️⬇️⬇️



Rencana Cover Baru ⬇️⬇️⬇️



Silahkan berikan pendapat kalian di kolom komentar semua... 😆😆😆


Kalian juga bisa berikan masukan jika ada sesuatu yang kurang 😁😁😁


Kalau begitu sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 😊😊😊


Jaga diri kalian dan tetaplah tersenyum dan semangat 45, MERDEKA... 💪🏻💪🏻💪🏻


Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 🥳🇮🇩🇮🇩


Happy Independance Day our beloved county, Indonesia... 🥳🇮🇩🇮🇩


I Love You Guys... ♥️♥️🤍🤍

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2