Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Masa Lalu Orang Tua Alex


__ADS_3

Ketika Alex (Bisma) berusaha ingin mencari seorang wanita agar bisa mendampinginya, lagi dan lagi Alex kembali mengingat kisah kelam kehidupan percintaan dari kedua orang tuanya dulu.


...*...


...*...


Masa lalu orang tua Alex (Bisma)...


Di saat usia Alex yang masih sangat kecil, ia sudah bisa merasakan jika pernikahan kedua orangnya tidaklah baik-baik saja seperti keluarga pada umumnya. Bahkan sang Ibu yang begitu tulus kepada sang Ayah malah di tinggalkan sang Ayah hanya demi memilih istri sahnya yang pada saat itu sang Ayah bilang jika istri sahnya kurang memperhatikannya seperti sang Ibu.


Sampai-sampai sang Ibu pun tidak pernah tahu jika sang Ayah ini memiliki seorang istri karena ketika bertemu dengan sang Ibu, sang Ayah mengaku kalau dia adalah seorang bujang yang sedang mencari pendamping hidup. Pada akhirnya tidak membutuhkan waktu yang lama mereka menikah di suatu tempat, yang mana hanya mengundang keluarga terdekat wanita saja.


Tetapi anehnya sang Ibu tidak menaruh rasa curiga sama sekali kalau tidak ada satu orang pun yang berasal dari keluarga sang Ayah untuk menghadiri acara tersebut. Sang Ibu sangat percaya dengan perkataan sang Ayah karena ia hidup hanya sebatang kara, jadi itulah alasan yang membuat sang Ibu tidak lagi mempertanyakan tentang keluarganya.


Sang Ibu takut jika menanyakan hal mengenai keluarga sang Ayah, maka akan membuat sang Ayah merasa sakit hati atau pun sedih. Sampai akhirnya mereka memiliki anak yang bernama Bisma atau Alex. Mereka melewati hari-harinya dengan sangat bahagia, ya meski pun sang Ayah sibuk bekerja sampai-sampai jarang untuk kembali ke rumah dengan alasan selalu bertugas di daerah yang berbeda-beda.


Tetapi itu semua tidak membuat kedekatan mereka berkurang sedikit pun. Namun kini usia Alex sudah memasuki umur 6 tahun yang mana Alex sudah bisa merasakan jika semakin ke sini sang Ayah semakin jarang untuk berada di rumah bahkan tidak pernah lagi mengabari mereka.


Alex yang sudah mulai merasakan adanya kejanggalan dari sikap sang Ayah, membuat ia menaruh curiga yang cukup besar. Lalu ketika sang Ayah pulang, Alex diam-diam menemui sang Ibu untuk membujuknya supaya mau mengikuti kemana pun sang Ayah pergi.


Awalnya sang Ibu menolak semua itu, cuma karena Alex kekeh dan terus memohon padanya dengan pendirian yang begitu kuat, akhirnya sang Ibu mau menuruti permintaan Alex demi membuktikan jika apa yang Alex curigai selama ini tidaklah benar.


“Ibu, Ayah kan sudah lama tidak pulang ke rumah dan hari ini Ayah sudah pulang. Tapi kenapa Alex merasa kalau Ayah itu sudah berbeda ya?” ucap Alex (Bisma) sambil menatap Ibunya dengan mata polosnya.


“Berbeda bagaimana, sayang?” ucap sang Ibu dengan nada lembutnya sambil melipatkan pakaian yang baru saja di angkat dari jemuran.

__ADS_1


“Alex juga bingung Bu, tapi hati Alex bilang kalau Ayah tidak bekerja. Masa iya biasanya Ayah kerja jauh tapi setiap seminggu sekali Ayah selalu sempatkan untuk pulang agar bisa bermain sama Alex. Cuma kalau sekarang Ayah pulang bisa 3 bulan sekali, dan itu pun hanya sehari di rumah lalu pergi lagi. Bahkan untuk menemani Alex saja, Ayah tidak mau karena alasannya selalu saja bilang cape” celoteh Alex yang membuat sang Ibu menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


“Alex tahu dari mana kata-kata seperti itu? Bahkan Ibu tidak pernah mengajari Alex dengan berbicara sedewasa itu. Lalu kenapa Alex curiga dengan Ayah? Bukankah, setiap Ayah pulang Ayah selalu membelikan mainan untuk Alex? Jadi kenapa Alex bukannya berterima kasih tapi ini malah seperti menuduh Ayah yang tidak-tidak. Ayah kan bekerja untuk kita, jadi Alex tidak boleh punya pikiran jelek tentang Ayah” ucap sang Ibu.


“Alex tahu kok Bi, tapi Alex selalu mencoba untuk percaya sama Ayah. Tapi kenapa hati Alex selalu bilang jika Ayah sudah berubah?” tanya Alex yang membuat sang Ibu terdiam sejenak.


“Bagaimana kamu bisa merasakan hal yang sama dengan Ibu, Lex. Padahal Ibu berusaha untuk menutupi rasa curiga ini dan selalu berpikir positif tentang Ayahmu. Namun Ibu juga tidak bisa mencegah perasaanmu jika benar adanya kalau Ayahmu akhir-akhir ini mengalami perubahan Lex...” gumam sang Ibu di dalam hati kecilnya.


Sang Ibu berusaha sekerasnya untuk menangis semua rasa curiga itu terhadap suaminya. Dia harus bisa percaya dengan suaminya, kalau ia tidak pulang memang demi pekerjaan bukan hal yang lainnya. Bekerja sangat jauh dari keluarga dan juga jarang sekali pulang, memang membuat keluarga di rumah berpikir yang bukan-bukan.


Tetapi tidak semua suami seperti apa yang mereka bayangkan. Ada suami yang memang berpegang teguh kepada kepercayaan keluarga agar tidak membuat mereka kecewa, dan ada pula suami yang hanya mementingkan egonya sendiri semata-mata hanya untuk mencari kesenangan.


“Bu, kenapa Ibu diam saja. Apa Ibu juga merasakan ada yang aneh dengan Ayah?” tanya Alex yang membuat sang Ibu tersadar dari lamunannya.


“Eh... e-enggak kok, bukan apa-apa. Ya sudah mendingan Alex mandi gih, ini sudah sore loh” ucap sang Ibu.


“Sudah ayo cepat mandi dulu, Ibu mau masak buat bekal Ayah. Sebentar lagi Ayah harus berangkat kerja kan...” ucap sang Ibu yang malah membuat Alex menjadi sangat bingung.


Lalu Alex berjalan menuju kamarnya dan mengambil pakaian gantinya. Kemudian pergi menuju kamar mandi.


“Kenapa Ibu aneh ya, biasanya Ayah kalau berangkat kerja tidak pernah di bawakan bekal. Lalu kenapa Ibu sekarang mau bawakan Ayah bekal? Apa Ibu tidak curiga kepada Ayah sama seperti aku mencurigainya” gumam Alex sambil mandi serta menyabuni tubuhnya.


Di usianya yang sangat kecil, Alex memang sudah di biasakan untuk hidup mandiri tanpa bantuan sang Ibu. Apa lagi, Alex adalah seorang anak laki-laki yang mana Alex harus bisa menjaga sang Ibu tanpa membuatnya mengeluh. Hampir 15 menit Alex mandi, lalu setelah selesai ia langsung berjalan menuju kamarnya.


Tetapi tiba-tiba saja Alex melihat kalau pintu kamar orang tuanya masih terbuka. Berarti itu menandakan kalau sang Ayah sudah bangun dari tidur siangannya. Kemudian Alex juga mendengar suara berisik dari arah dapur, yang berarti sang Ibu tidak lagi berada di kamar dengan sang Ayah. Tapi yang lebih anehnya kenapa Alex seperti mendengar sang Ayah sedang berbicara dengan seseorang bahkan seperti berbisik-bisik.

__ADS_1


“Iya, ya. Ini aku pulang sebentar lagi, sabar ya. Kerjaan aku masih numpuk banget di sini, kalau udah mau arah pulang nanti aku kabarin lagi” ucap sang Ayah dengan nada berbisik.


Alex yang mendengar itu langsung mengintip dari pintu yang terbuka sedikit. Dapat Alex lihat jika sang Ayah seperti habis menerima telepon dari seseorang yang entah siapa.


Sang Ayah yang sudah menutup panggilannya dan ingin segera keluar kamar, membuat Alex kejar-ketir ketakutan jika sang Ayah melihatnya. Secepat kilat Alex berlari ke arah kamarnya, sambil mengintip sang Ayah.


“Sepertinya tadi aku melihat ada bayangan lewat, tapi siapa ya? Apa aku salah lihat? Bisa jadi sih, toh Alex juga sepertinya ada di kamar dan Ibu pun kayanya sedang masak di dapur. Ya sudahlah, mungkin cuma angin lewat. Lebih baik aku segera mandi, lalu bersiap-siap untuk pulang” gumam kecil sang Ayah yang masih terdengar jelas di telinga Alex.


Lalu sang Ayah pergi menuju kamar mandi. Sedangkan Alex langsung menutup pintu kamarnya dan duduk di pinggir kasur.


“Apa yang tadi Ayah bilang? Lebih baik aku segera mandi, lalu bersiap-siap untuk pulang? Memangnya Ayah mau pulang kemana lagi, bukankah ini rumahnya? Terus kenapa di telepon itu Ayah bilang kalau Ayah di sini lagi kerja?” ucap Alex dengan beberapa pertanyaan yang membuat kepalanya pusing.


“Ayah kenapa sih? Ada apa dengan Ayah? Lalu tadi itu siapa yang teleponan sama Ayah? Pokoknya aku haru bisa membujuk Ibu untuk segera bersiap-siap supaya bisa mengikuti Ayah sampai tempat kerjanya. Aku tidak mau Ayah mempunyai wanita lain selain Ibu, Aku juga tidak suka jika Ayah sampai menyakiti hati Ibu” ucap Alex dengan amarahnya.


Kemudian Alex berlari menuju dapur untuk kembali membujuk sang Ibu untuk ke sekian kalinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻


Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺


Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗


Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁

__ADS_1


Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2