
Pagi hari tepat pukul 8, Alex sudah terbangun dari tidurnya. Bahkan ia sudah memakan sarapannya sendiri tanpa suapan dari tangan Sasya. Alex merasa kalau sikap Sasya sedikit aneh padanya, tidak seperti Sasya yang biasanya cerewet, jahil, menggemaskan dan juga lucu.
Namun kini sifat Sasya berubah menjadi sangat irit berbicara dan juga irit untuk tersenyum, hingga Alex merasa jika ada sesuatu yang terjadi padanya. Tapi kembali lagi pada cerita Ash yang selalu terngiang-ngiang di kepala Alex, dan ia berpikir mungkin saat ini Sasya sedang berusaha menjaga jarak darinya agar ia bisa menjaga hati Ash untuk tidak cemburu kepadanya.
Mau tidak mau, Alex harus terima itu. Lagian juga ia bukan siapa-siapanya Sasya kok, dan juga Alex tidak percaya dengan yang namanya cinta. Jadi Alex membebaskan hukumannya dari Sasya, namun Sasya tetap melakukan tugasnya agar Alex segera sembuh.
Hari demi hari mereka lewatkan dalam keadaan sama-sama dingin, cuma entah kenapa di dalam hati mereka sama-sama merasakan sakit yang luar biasa. Semakin mereka menghindar satu sama lain, maka semakin membuat mereka tersiksa.
Alex cuek karena ia berpikir kalau Sasya sudah memiliki pasangan, jadi ia harus bersikap sewajarnya agar tidak menyakiti orang yang tidak bersalah. Sedangkan Sasya cuek karena ia sedang menata hatinya untuk kembali tidak mengingat masa lalunya itu.
Tapi Alex yang benar-benar tidak tahan lagi dengan sikap cueknya Sasya, membuat ia sangat kesal. Saat ini Alex harus segera menanyakan kebenaran tentang apa yang menjadi penyebabnya Sasya bersikap seperti ini. Saat ini Alex tidak lagi di periksa selama 15 menit sekali, melainkan sehari 2 kali yaitu pagi dan malam.
Sekarang Sasya sedang berjalan mendekati kamar Alex dengan keadaan wajah sedikit tersenyum, namun masih terlihat sangat jutek. Pinjai dan Joko pun merasa seperti ada yang aneh dengan sifat Sasya saat ini, cuma ia mengurungkan niatnya untuk ikut campur urusan orang lain.
“Excuse me...” ucap Sasya dengan tersenyum kecil sambil memasuki ruangan Alex yang membuatnya refleks menoleh sambil memegangi ponselnya dengan keadaan tiduran.
“Good Morning, Mr. Alex” sapa Sasya kembali sambil berjalan mendekati bangkar Alex.
“Morning” balas sapa Alex yang lebih cuek dari Sasya.
“Maaf sebelumnya, bisa taruh ponselnya lebih dulu supaya memudahkan saya untuk segera memeriksa Tuan dan kembali mengurus pasien yang lain?” ucap Sasya yang membuat Alex kembali kesal, entah mengapa setiap kali Sasya bersikap secuek ini padanya selalu membuat hatinya sakit.
“Memang ada ya seorang dokter secuek ini dengan pasiennya seperti dirimu?” tanya Alex yang membuat Sasya langsung refleks menatap mata Alex.
Deegh...
Deeegghh...
Jantung mereka berdetak secara bersamaan dengan cepat, namun beberapa detik kemudian mereka langsung mengalihkan pandangan mereka. Sasya langsung segera mengecek keadaan Alex dengan wajah tegangnya, lalu Alex kembali menyuarakan suaranya.
“Kenapa diam saja, saya bertanya padamu. Apakah ada seorang dokter yang secuek ini sama pasiennya? Bahkan dokter Rini saja yang selalu kena omelan saya tetap dia selalu ramah, berbeda dengan dirimu" ucap Alex.
“Maaf Tuan... saya ini dokter Sasya bukan dokter Rini, jadi jangan pernah samakan kami karena pengalaman beliau jauh di atas saya yang masih seorang mahasiswa yang ingin meraih gelar tersebut” sahut Sasya yang sudah selesai memeriksa Alex.
__ADS_1
“Saya tahu itu, tapi kenapa cara pengobatanmu tidak seramah dokter Rini. Bahkan saat kemarin-kemarin pun kamu masih bersikap ramah sama saya, dan lebih parahnya lagi kamu telah menjahili saya beserta anak buah saya"
"Terus sekarang kenapa berubah seperti ini? Apa kamu marah sama saya karena hukuman yang saya berikan waktu itu?” cecar Alex yang membuat Sasya bingung harus menjawab apa lagi.
“E... i-itu ka-karena-...” jawab Sasya yang langsung dipotong oleh Alex dan malah membuat Sasya shock dengan apa yang ia dengar.
“Ya saya tahu kamu sudah memiliki kekasih dan mau bertunangan, tapi bisa kan kerja itu yang profesional dalam mengurus pasien. Kalau dokternya secuek dirimu ini, yang ada semua pasien mengeluh serta tidak mau di rawat olehmu” celoteh Alex yang malah mendapatkan tatapan terkejut dari Sasya.
“Ke-kekasih? Tu-tunangan? Ma-maksudnya bagaimana Tuan. Sa-saya tidak paham apa yang Tuan katakan” ujar Sasya dengan gugup sehingga ia berbicara dengan nada terbata-bata.
Saat Alex melihat wajah Sasya begitu terkejut dan bingung malah membuat ia pun ikut menjadi bingung.
“Ke-kenapa dia malah menunjukkan wajah yang seperti itu? Seolah-olah dia tidak tahu apa maksud dari yang aku katakan ini. Padahal jelas-jelas aku saja tahunya dari calon tunangannya sendiri” gumam Alex di dalam hatinya.
Sasya dan Alex terdiam untuk beberapa menit, hingga akhirnya Alex kembali menjelaskan semua maksud perkataannya agar Sasya mau mengakuinya dan tidak lagi berpura-pura seperti dia tidak tahu apa-apa.
“Kamu sudah memiliki kekasih kan, dan juga sebentar lagi ingin melakukan pertunangan dengannya kan?” tanya Alex yang lagi dan lagi membuat Sasya semakin bingung.
“Apaan sih Tuan, jangan sok tahu deh. Saya ini tidak memiliki kekasih ataupun tunangan apalah itu. Jika memang memilikinya, maka saya akan langsung melakukan pernikahan bukan pacaran dan menjalin hubungan yang tidak jelas tujuannya” tegas Sasya yang dari tadi sudah berusaha menahan rasa bingung dan juga kesalnya.
Namun di persekian detik Sasya berhasil menangkap sesuatu yang mampu membuat hatinya tersayat.
“Di-dia su-sudah memiliki kekasih? Ta-tapi ya wajar sih, orang umur Om Bisma juga sudah sangat matang karena kami berbeda 10 tahun. Pastinya dia sudah memiliki keluarga dan juga anak yang lucu, tapi dimana mereka? Kenapa selama dia di sini aku tidak melihatnya?” gumam Sasya di hatinya dengan berusaha tegar menerima kenyataan yang ada di dalam pikirannya.
“Ya memang hati saya sudah ada yang memiliki dan juga menempati, tapi sayangnya gadis kecilku sangatlah membenciku. Bahkan sampai detik itu pun aku tidak tahu keberadaannya di mana hahh...” gumam Alex di dalam hatinya saat ia sudah menyadari jika dirinya memang sudah mulai mencintai Qisya saat ia merasakan artinya kehilangan.
Sedangkan Sasya? Entah mengapa rasanya sangat sakit saat mendengar kalau Alex sudah memiliki pasangan. Tapi sayangnya Sasya belum menyadari jika dirinya sudah lama menaruh hati pada Bisma saat ia masih kecil dan sampai saat ini pun belum menyadarinya.
Saat ini Sasya hanya merasa jika saat dia mengetahui Alex adalah Bisma, perasaannya sangat bahagia namun ia juga tidak memungkiri jika kejadian di masa lalunya itu membuat ia kembali sangat terluka.
“Eh... tu-tunggu dulu, ta-tadi dia bilang kalau aku punya kekasih dan mau tunangan? Tapi dari mana dia bisa berpikir seperti itu ya...” ucap Sasya di dalam hatinya.
Sasya langsung menatap Alex penuh intimidasi bahkan dahinya mulai mengerut menandakan bahwa Sasya sangat mencurigai sesuatu. Alex yang merasa di tatap seperti itu malah membuat ia jadi gugup dan sedikit menjauh dari Sasya.
__ADS_1
“Ke-kenapa wa-wajahnya seperti itu? A-apa jangan-jangan kau i-ingin memerkosaku?” celetuk Alex yang membuat Sasya langsung menyentil dahinya begitu gemas.
Pleetakk...
“Ouchh... sa-sakit tahu, kau ini tidak tahu sopan santun ya apa kau lupa jika saya ini lebih tua darimu jadi jangan sekali-kali durhaka padaku, atau mau saya kutuk jadi berlian?” pekik Alex sambil mengusap dahinya.
Ya memang sih tidak terlalu kencang sentilan tangan mungil Sasya, tapi rasanya itu loh yang lumayan sakit.
“Hyaaakk... mana ada di kutuk jadi berlian, ada juga jadi batu kali ehh... tu-tunggu dulu, memangnya kau siapa bisa mengutukku? Apa kau orang tuaku? Kan bukan, jadi kau tidak bisa seenaknya berbicara seperti itu padaku paham” celoteh Sasya yang membuat Alex tersenyum karena ia baru lagi mendengar Sasya kembali memarahinya, entah mengapa Alex rasanya saatlah bahagia.
“Kenapa senyum-senyum? Pasti kau sedang memikirkan yang aneh-aneh tentangku iya kan?” celetuk Sasya dengan tatapan tajam.
“Hem... maybe yes... maybe no...” sahut Alex dengan sangat cuek yang membuat Sasya begitu geram dan langsung memukul kecil bahu Alex.
“Huuaa... dasar menyebalkann..” pekik Sasya yang membuat Alex terkekeh.
Namun itu tak berlangsung lama saat Sasya kembali mengingat tujuannya untuk menanyakan apa yang membuat ganjalan di dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah Kang Salto Barbar kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻