
Hanya saja kali ini Alex benar-benar telah berhasil membawa cintanya kembali pulang bersamanya, dari sekian lama dia menunggu dan menunggu akhirnya waktu yang bahagia telah tiba. Sampai pada akhirnya Alex bisa menyempurnakan setengah bagian dari hidupnya yang sudah hilang.
Sasya segera memeluk Ayah Brian dengan perasaan yang sangat bahagia. Begitu pun Alex, dia tersenyum di sertai tangisan.
Sasya beralih memeluk Bunda Hana yang saat ini sudah berdiri penuh senyuman di samping Aya Brian.
Terlihat jelas bahwa Bunda Hana sangat menghargai keputusan suaminya yang mulai mengalahkan egonya sendiri.
Saat Sasya memeluk Bunda Hana, tiba-tiba Ayah Brian memeluk tubuh Alex sampai terdiam kaku bagaikan sebuah manekin. Ayah Brian tahu bahwa Alex sedang menahan rasa bahagianya tanpa bisa meluapkannya.
"Tu-..." ucapan Alex terhenti saat dia bisa merasakan pelukan seorang Ayah yang selama ini sudah lama tidak dia rasakan.
"Stop panggil aku, Tuan. Mulai sekarang panggil Ayah, karena sebentar lagi kamu akan menjadi menantu keluarga Adijaya"
"Aku harap kamu bisa membahagiakan putri kecilku dan tidak akan pernah menyakitinya, jika sampai aku mengetahui anakku menangis akibat ulahmu!"
"Maka jangan salahkan aku, kalau suatu saat nanti aku akan langsung menarik anakku kembali padaku. Mengerti!"
Alex mengangguk kecil bersamaan dengan elusan lembut di punggung Alex yang berasal dari tangan Ayah Brian. Kedua tangan Alex bergetar sedikit terangkat perlahan agar bisa membalas pelukan Ayah Brian.
Semua yang ada di sana benar-benar terharu sampai matanya berkaca-kaca, apa lagi Kakek Iram dia enggak menyangka rumahnya yang sepi bagaikan tak berpenghuni sekarang telah menjadi saksi bisu bersatunya cinta Sasya dan juga Alex.
Sasya tersenyum menatap mereka, sesekali memeluk Bunda Hana. Hampir 2 menit, akhirnya Ayah Brian melepaskan pelukannya.
Namun, tak henti dari itu. Bahkan senyuman kini telah berganti dengan teriakan panik ketika 1 tamparan keras berhasil melambung tepat di pipi Alex membuat Alex tersungkur duduk di sofa.
"ALEX!!!"
"AYAHHH!!!"
"MAS BRIAN!!"
"TUAN BRIAN!!"
Semuanya terteriak lalu berdiri, sedangkan Alex dia mengusap sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan cairan merah.
"Ayah apa-apaan sih, kenapa Ayah menampar Alex? Apa salah Alex? Bukannya Ayah udah merestui kami?"
Sasya mencoba menolong Alex bersama Daddy Ken dan yang lainnya, bahkan Nenek Mona menyuruh Key mengambilkan kotak P3K.
"Mas, kamu kenapa sih! Itu lihat karena ulahmu bibir Alex sampai terluka begitu" tegas Bunda Hana.
__ADS_1
"Biarkan saja, itu tamparan yang selama ini aku tahan untukmu. Dan sekarang aku sudah lega, tidak akan lagi melarangmu agar bisa mendekati putriku"
"Pokoknya aku tunggu dalam waktu 1 bulan ini, jika kamu tidak bisa membuatkan pernikahan mewah untuk putriku. Maka aku akan mencarikan Sasya pria yang lebih kaya, bagaimana?" tawar Ayah Alex yang sudah duduk dengan penuh percaya diri.
Key datang membawa kotak P3K dan sekilat mungkin segera diambil oleh Sasya agar bisa mengobati luka yang ada di sudut bibir kiri Alex.
"Sasya enggak mau mengadakan pernikahan yang mewah! Pokoknya Sasya mau yang sederhana saja, apa lagi Alex baru merintis perusahaan jadi penghasilannya tidak banyak Ayah"
"Jadi, stop buat Alex sulit Ayah! Apa pun yang terjadi Sasya enggak mau menyusahi Alex!"
Sasya mengoceh sambil membuka kotak tersebut dan terburu-buru untuk menuangkan alkohol pembersih ke kapas, lalu perlahan mengobatin sudut bibir Alex.
"Ssttt.. Ti-tidak apa-apa Sya.. A-awwss.. A-aku sanggup kok, anggap saja ini adalah tantangan untukku dari Ayah. Aku juga tidak mau kita menikah secara sederhana, walaupun aku baru memulai membangun perusahaan. Tapi aku yakin, rezeki tidak akan kemana-mana selagi kita berniat baik"
Alex meringis menahan rasa sakitnya sedikit, sesekali mencoba untuk membuat Sasya mengerti. Cuman sayangnya Sasya membantah itu semua, sehingga mereka menjadi berdebat kecil.
Bunda Hana yang melihat itu langsung duduk di samping Ayah Brian dan mencubit perutnya sangat keras.
Tatapan tajam menyelimuti Bunda Hana, sehingga Ayah Brian terlihat panik dan hanya bisa menunduk sedikit.
Takut? Ya, Ayah Brian sangat takut saat melihat istrinya memberikn ekspresi seperti itu.
Ayah Brian terpaksa harus melakukan itu agar bisa melihat seberapa besar perjuangan Alex untuk mewujudkan semua permintaan itu di saat detik-detik perusahaan Alex baru berdiri.
Untung saja Pinjai dan Joko bisa menangani semua bisnis yang baru mereka rintis bersama-sama dari awal serta mereka sudah berhasil mendapatkan cintanya.
Sedangkan Alex dia belum bisa bergabung sepenuhnya lantaran ada cinta yang harus dia jemput untuk kembali pulang bersamanya.
"Syaa.. Dengarin aku ya, aku gapapa kok. Anggap aja ini adalah sebuah tantangan untukku dari Ayahmu, apa lagi tinggal 1 langkah supaya aku bisa menjemput cintaku. Jadi kamu cukup doakan calon imammu ini, supaya bisa memenuhi rintangan terakhir" ucap Alex menatap wajah Sasya yang sangat dekat.
"Aku pasti akan selalu mendoakan kamu, Mas. Pokonya kalau sampai hak buruk terjadi, aku akan tetap menikah denganmu walaupun aku harus melawan Ayahku sendiri"
"Selama ini aku sudah berusaha menjadi anak yang baik buat Ayah dan juga Bunda, namun jika mereka tidak bisa mengerti perasaanku buat apa? Aku sudah dewasa dan aku berhak menentukan pilihanku sendiri"
Sasya berbicara sambil sesekali mengobati luka di sudut bibir Alex dengan telaten. Bahkan Alex hanya bisa tersenyum kecil menahan rasa perih akibat alkohol yang saat ini Sasya tempelkan secara perlahan.
"Ya Bunda juga setuju, jika Ayahmu masih belum merestui biarlah itu urusan Bunda. Yang terpenting anak Bunda bisa bahagia dengan cintanya"
"Bunda cuman ingin ingatkan kepada kalian jangan pernah sedikit pun, kalian ngecewain kami semua. Pahamkan?"
Nasehat Bunda di anggukin oleh Sasya dan juga Alex, kemudian mereka tersenyum dan berterima kasih karena Bunda Hana selalu mendukung mereka meskipun Ayah Brian menolak keras.
__ADS_1
Setelah Sasya sudah mengobati luka Alex, mata Alex malah tertuju kepada Lukas yang saat ini sedang menatapnya dengan intens.
"A-apa ka-kamu ma-masih ti-..." Alex menghentikan ucapannya ketika Lukas memotong dan segera menjawabnya.
"Aku setuju, tapi dengan 3 syarat!" tegas Lukas.
"Lukas!!" ucap Sasya sedikit meninggi, Alex mencoba menahannya menggunakan kode gelengan kepalanya.
"Apa syaratnya, insyaAllah akan aku lakukan" jawab Alex sambil tersenyum.
"Yang pertama aku mau ijab kabul menggunakan bahasa Arab, dan yang terakhir aku mau acara pernikahan diadakan di Indonesia. Bagaimana?"
Degh!
2 persyaratan yang Lukas berikan berhasil membuat Alex terdiam, kali ini Lukas benar-benar seperti menguji seberapa jauh perubahan yang sudah Alex jalani.
Bahkan semuanya pun tidak menyangka jika Lukas yang terbilang pendiam, cuek dan dingin bisa berpikir sejauh itu.
Jay sama Key memang tidak mengerti apa-apa cuman bisa terdiam tanpa ekpresi, begitu pun dengan yang lain.
Ayah Brian dan Bunda Hana setelah mendengar itu membuat hatinya terenyuh, anak yang telah mereka anggap tidak tahu apa-apa telah berhasil bikin mereka merasa terkagum-kagum.
"Abang, apa itu tidak keberatan? Bagaimana nnti dengan Lily? Apakah Abang akan memperlakukan hal yang sama kepada calon suami Lily?" tanya Lily antusias, refleks buat semuanya menoleh termasuk Jay.
Wajah Jay terlihat tegang, sedangkan Lukas mengangguk lalu berkata. "Ya, sama! Mau Kak Sasya yang menikah atau pun dirimu kelak, maka calon suamimu harus bisa menggunakan bahasa Arab untuk ijab kabulnya. Bagitu pun dengan diriku!"
"Ya walaupun kita bukanlah dari keluarga yang ahli agama. Cuman aku mau kita bisa hidup dengan pedoman agama, agar bisa membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahma"
Jelas Lukas bikin Bunda Hana meneteskan air matanya, dia terarah untuk mendekati Lukas kemudian memeluknya begitu erat. Sesekali mencium seluruh wajah Lukas.
Sasya menoleh menatap Alex yang masih terdiam, Alex mencoba untuk tetap tersenyum meski di dalam hatinya sedikit gelisah dan juga bimbang.
Apakah Alex akan bisa menyelesaikan persayaran dari Ayah Brian dan juga Lukas? Atau hanya salah satu persyaratan dari mereka yang lolos? Entahlah..
Alex berusaha mengatur nafasnya sambil berkata. "Ba-baiklah, aku si-siap. InsyaAllah aku akan selesaikan semua persyaratan dari Ayah dan juga Lukas"
"Ta-tapi jika seumpama aku hanya menyelesaikan salah satu persyaratan dari kalian, apakah pernikahan itu akan batal?"
Jantung Alex berpacu dengan cepat ketika Ayah Brian dan juga Lukas hanya menganggukan kepalanya.
Kali ini Alex benar-benar harus lebih berjuang lagi, lantaran cuman tinggal 1 langkah lagi dan dia tidak mau menyia-nyiakannya semua yang sudah dia lewati sejauh ini.
__ADS_1
Tekat Alex saat ini dia harus bisa menyelesaikan semuanya satu persatu sampai ketika di hari H nanti semua sudah bisa terlaksana tanpa adanya rintangan yang akan membuat pernikahan gagal.
Ada rasa khawatir dan juga ketakutan di dalam hati Sasya maupun Alex, tapi semua kembali lagi. Cinta yang bisa membuat Alex mampu bertahan serta selalu bersemangat menjadi yang terbaik untuk gadis kecil yang telah berhasil menaklukan hatinya.