
Sasya hanya mengabadikan kisah romantis 2 sejoli ini menggunakan ponselnya. Sasya selalu mencoba untuk menahan rasa geli dan tawa yang seakan-akan menggelitiki tubuhnya. Sedangkan Alex, ia tidak sadar jika yang sedang ia peluk adalah Joko.
Sasya benar-benar pintar mengelabuhi King Mafia yang kejam ini hanya dengan memakaikan jas putih yang ia gunakan kepada Joko serta menutupi kepala Joko menggunakan kain sehingga Alex dapat mengenali parfum yang ada di jas itu, namun selang kurang dari 2 menit tiba-tiba saja hidung Joko terasa sangat gatal.
Haaachiiimmm...
Joko bersin dengan sangat keras sehingga Alex langsung membuka matanya terkejut.
“Aaaaaaaaaa...” teriak Alex saat melihat orang yang cantik menggunakan hijab, namun sayangnya di rahangnya terdapat bulu yang sangat lebat.
“Bhahahaha...” Sasya tertawa dengan sangat puas sampai ia berguling-guling di atas sofa saking tidak kuatnya menahan drama yang ada di depannya.
“Nga-ngapain kamu di sini? Lalu ke-kenapa kau berpenampilan seperti itu Joko!!” ucap Alex yang membuat Joko langsung melepaskan kain yang mengikat lehernya.
“Ma-maaf Tuan, saya cuma mengikuti perintah dokter itu saja...” ucap Joko sambil menatap Sasya yang masih tertawa.
Seketika Alex melirik ke arah Sasya, hingga membuat ia sangat kesal.
“Jadi rupanya dia si rubah kecil yang sangat licik, lihat saja nanti... Kau akan membayar semuanya ini, wanita. Jangan panggil saya King, jika saya tidak bisa membuat kau takluk hah...” gumam Alex di dalam hatinya.
Lalu Alex menatap Joko dan memberikan isyarat agar Joko segera keluar dari ruang rawatnya. Joko pun keluar dari ruangan Alex dengan wajah yang sudah tidak bisa di jelaskan, ia sangat malu karena bisa-bisanya ia langsung menyetujui permintaan konyol Sasya itu tanpa berani menolaknya.
“Haha... Aduhh ahaha... Perutku sakit haha...” ucap Sasya yang telah duduk di sofa membungkukkan tubuhnya sambil memegangi perutnya.
Alex yang mulai kesal pun seketika suaranya berhasil membuat Sasya bungkam.
“Diam!!” ucap Alex dengan dingin dan Sasya menatap Alex dengan wajah sedikit ketakutan.
“Bagaimana hem... Sudah puas ketawanya? Baru kali ini saya melihat bawahan saya begitu tunduk kepada bocah kecil sepertimu” sahut Alex dengan tatapan yang sangat tajam.
“Ma-maaf, sa-saya cu-cuma bercanda” jawab Sasya dengan nada sedihnya, tapi kali ini Alex tidak mau sampai tertipu untuk ke-2 kalinya dengan wajah polosnya itu.
“Maaf saja tidak cukup untuk membayar semua rasa malu ini, paham!!” tegas Alex.
Dengan langkah kecil Sasya mencoba berjalan mendekati bangkar Alex, hingga Alex kembali di hadapkan dengan detak jantungnya yang begitu cepat.
__ADS_1
“Ja-jangan mendekat! St-stop right there!” ucap Alex dengan suara gugupnya.
Namun Sasya tidak menggubrisnya dan ia tetap berjalan mendekati bangkar Alex. Sasya langsung menundukkan kepalanya.
“I'm so sorry Sir, saya tidak bermaksud untuk membuatmu marah atau pun malu. Saya melakukan itu semua karena saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Di dalam keluarga saya di ajarkan untuk menjaga diri saya sendiri dari apa yang bukan menjadi milik saya..."
"Jadi maaf jika saya tidak bisa mengembalikannya padamu. Tapi saya siap jika ada hukuman di balik ini semua, Tuan...” ucap Sasya sambil menatap bola mata Alex dengan sangat dalam.
Entah mengapa Alex seperti sedang menatap gadis kecil yang sangat ia rindukan beberapa tahun ini. Ia merasa jika gadis yang bernama Qisya benar-benar ada di depan matanya, namun seketika ia mencoba untuk menangkisnya.
Alex berpikir kalau itu sangat mustahil baginya jika sampai Qisya benar-benar ada di depannya. Ya walaupun ada kemungkinan, tapi Qisya pasti akan kembali mengalami trauma saat melihatnya dan bukan malah menjadi gadis jahil seperti dokter yang berdiri di depannya.
“Jika Tuan merasa saya tidak pantas untuk merawat Tuan seperti Dokter Rini, tidak apa-apa itu sangat wajar karena saya masih seorang mahasiswa yang sedang berjuang untuk mendapatkan gelar di depan nama saya. Jadi maaf untuk ke tidak nyamanan ini, saya permisi...” ucap Sasya sambil tersenyum dan membalikkan badannya.
Saat Sasya ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba Alex langsung menahannya.
“Mau kemana? Kau tidak bisa kabur dariku ya... Ingat baik-baik, kau sudah membuat harga diriku jatuh di depan bawahanku jadi kau harus merawatku 24 jam sampai aku benar-benar sembuh dan pulang dari rumah sakit ini. Paham!” sahut Alex yang membuat Sasya langsung membalikkan badannya dengan kesal.
“Heiii... Tuan Alex yang menyebalkan, saya ini seorang Dokter bukan suster. Jadi tugas saya hanya memeriksa serta mengecek semua keadaan pasien, tapi jika Tuan sangat ingin ada yang merawat Tuan selama 24 jam, maka sewalah suster bukan diriku” tegas Sasya.
“Ya! Saya tidak mau dan tidak akan pernah mau, titik!! Byee...” sahut Sasya dengan wajah kesalnya serta pergi begitu saja, tapi bukan Alex namanya jika ia tidak mampu membuat situasi kembali memihak padanya.
Sasya memegang gagang pintu serta ingin melangkahkan kakinya, namun ia urungkan niatannya itu saat mendengar sesuatu.
“Jika kau tidak mau, baiklah tak masalah. Cuma ingat ya, jangan salahkan saya jika besok rumah sakit terbesar ini akan tutup dan membuat semua pasien menjadi terlantar” ucap Alex dengan nada cueknya di sertai penegasan di setiap ucapannya sehingga kesannya ia sedang mengancam Sasya.
“Ka-kaaaauuuuuu...” geram Sasya sambil menatap Alex penuh emosi.
“Silahkan keluar, saya mau istirahat dan tunggu saja kabar baiknya besok” ucap Alex sambil memejamkan kedua matanya.
Sasya yang semakin merasa kesal, jengkel, marah dan juga bingung membuat ia mengerang gemas terhadap Alex.
“Iiiisssshhhh... Ini orang hatinya terbuat dari apa sih, cuma karena aku menolaknya malah dia tanpa rasa berdosa ingin membahayakan semua pasien dan merenggut paksa pekerjaan para medis lainnya. Benar-benar menyebalkannnn...” geram Sasya dengan suara kecilnya, namun masih bisa terdengar sangat jelas di telinga Alex yang begitu tajam.
“Oke, saya akan menuruti permintaanmu YANG MULIA” tekan Sasya yang langsung keluar dari ruangan Alex dengan sedikit membanting pintu kamarnya.
__ADS_1
Brakkk !...
Alex membuka matanya secara perlahan, kemudian ia tak menyangka sikap gemas Sasya mampu membuat ia tersenyum kembali setelah sekian lama ia tidak bisa tersenyum. Sasya berjalan dengan wajah marahnya sehingga membuat para mafioso serta Pinjai dan Joko langsung menatapnya dengan tatapan bingung.
Ini baru pertama kalinya mereka melihat ada yang berani melawan Tuannya tanpa rasa ketakutan, padahal umur Sasya jauh di bawah mereka tetapi kenapa Alex tidak marah? Biasanya jika ada yang tidak sopan sedikit saja pada Alex, itu bisa langsung habis di tangan mereka. Namun kali ini tidak berlaku pada Sasya.
“Apa lihat-lihat, hah!? Mau aku makan!” bentak Sasya saat melewati mereka semua.
Sikap dan perkataan Sasya membuat mereka malah menjadi tertunduk takut padanya termaksud Pinjai dan Joko. Kemudian Sasya kembali pergi meninggalkan mereka semua.
Pinjai mengangkat kepalanya sambil berkata, “Ada apa dengan dia? Kenapa wajahnya terlihat sangat kesal begitu..."
“Kau ini seperti baru mengenal Tuan Alex saja Pinjai, sudah pasti ada kata-kata ancaman darinya sehingga membuatnya begitu kesal. Kalian tahu sendiri tadi ceritanya seperti apa, pasti itu sangat membuat Tuan Alex marah dan malu” sahut Joko yang malah membuat semuanya kembali menahan tawanya saat mengingat cerita Joko.
“Terus saja tertawa terus... Senang ya kalian semua melihat saya menderita. Untungnya saja saya tidak di hukum oleh Tuan Alex” ucap Joko kembali yang malah membuat semuanya semakin tidak bisa menahannya dan sedetik kemudian, mereka di kejutkan dengan suara bariton Alex terdengar sangat nyaring.
“Jokoooo...” pekik Alex yang membuat Joko terbujur kaku dengan mata yang melotot.
“Tamatlah riwayatmu, Joko... Ternyata jadi orang baik tidak semudah apa yang kita bayangkan. Buktinya sekarang, niat mau bantuin dokter itu malah kena getahnya ciihh...” gumam Joko.
“Sabar... Terima saja nasibmu hari ini, semoga hukumanmu tidak berat ya haha...” ucap Pinjai sambil menepuk pundak Joko.
“Jika kau tidak masuk dalam hitungan 3 maka hidupmu berakhir di sini” tegas Alex dari dalam kamar sehingga Joko yang mendengarnya langsung kocar-kacir berlari memasuki ruang rawat Alex.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Selamat beristirahat dan selalu bahagia semua... 😇😇😇
Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺
Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗
Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁
Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻