
Tidak lama setelah kepulangan Lukas dan Lily, bel pulang sekolah pun berbunyi sehingga Jay dan Key pun pulang ke rumahnya dengan wajah yang berbeda. Key dengan wajah datarnya, sedangkan Jay dengan wajah yang sedikit memerah karena ia tidak sabar ingin tahu hadiah apa yang akan di berikan oleh Lily padanya.
...*...
...*...
Keesokan harinya, Lily memberikan sebuah hadiah stik PS yang begitu indah menggunakan tabungannya sendiri atas izin kedua orang tuanya. Sedangkan Jay menerima hadiahnya dengan wajah yang sangat datar, tetapi di dalam hatinya ia begitu berbunga-bunga. Rasanya Jay ingin melompat dari atas tebing yang begitu curam untuk menunjukkan betapa senangnya ia.
Kini hubungan Jay dan Lily terlihat cukup dekat, ya meskipun Jay masih cuek terhadap Lily cuma Lily bisa merasakan perhatian-perhatian kecil yang Jay berikan padanya sama persis seperti Lukas yang diam-diam menghanyutkan. Lalu bagaimana hubungan Lukas dan juga Key? Ya mereka baik-baik saja.
Lukas dan Key masih sama dengan sikap mereka yang saling dingin satu sama lain. Namun dengan perlahan Lukas sedikit mulai ada ketertarikan dengannya, apa lagi saat mendapatkan tugas dari sang guru yang 1 tim terdiri dari 2 siswa dan Lukas mendapat pasangan Key. Dari situlah mereka mulai membuka suara satu sama lain, hanya demi mendapatkan nilai yang bagus.
...*...
Di Los Angeles
Setiap hari tak henti-hentinya Alex selalu membuat Sasya kerepotan dengan tingkah konyolnya.
“Saya enggak mau minum obat, titik!” tegas Alex dengan wajah datarnya menatap tajam ke arah Sasya.
“Kalau kau enggak mau minum obat, bagaimana luka dalamnya bisa cepat kering. Apa kau mau selamanya berada di rumah sakit ini” ucap Sasya dengan nada yang sangat kesal.
“Apa masalahmu jika saya berada di rumah sakit ini selamanya, apa kau keberatan untuk mengurusku?” tanya Alex dengan mengerutkan dahinya.
“Jelaslah keberatan, aku ini seorang dokter bukan perawat. Dimana harga diriku jika aku harus melayanimu selama 24 jam seperti ini. Bentar-bentar ngerengek, bentar-bentar ini itu semuanya aku yang lakukan. Lalu apa tugas anak buahmu yang berjaga-jaga di sini?"
"Lalu apa tugas suster di sini jika kau selalu mengandalkanku seperti ini. Aku di sini hanya selama 3 bulan, dan dari mulai kau masuk ke rumah sakit dan sampai detik ini waktuku terbuang dengan sia-sia hanya untuk merawatmu yang sangat menyebalkan”
“Kalau kau tidak mau meminum obat, ya sudah terserah! Aku sudah capek, lelah dengan semua dramamu itu... lebih baik aku mengurus pasien yang lebih membutuhkanku” celoteh Sasya yang mampu membungkam semua yang ada di ruangan.
Ya benar, di sana terdapat Alex, Pinjai dan juga Joko yang sedang berkumpul untuk mengecek kondisi Alex. Namun saat ini mereka seperti mendapatkan pawang yang membuatnya tidak bisa berkutik apa lagi Alex. Dia benar-benar tidak bisa lagi membantah apa yang Sasya ucapkan di saat ia sedang kesal kepadanya.
Pinjai dan Joko yang melihat ke arah Alex pun di buat sangat bingung. Baru pertama kali mereka melihat seorang King Mafia yang begitu kejam kini bisa langsung takluk terdiam begitu saja hanya karena ucapan seorang dokter kecil seperti Sasya.
“Ba-baiklah, sa-saya akan minum obatnya...” ucap Alex dengan nada yang begitu lirih, hingga matanya pun sangat berkaca-kaca.
“Ckk... dari tadi kek, jadi aku enggak mesti harus pakai drama seperti ini terus kan capek tahu... berasa kek lagi ngurusin adikku yang begitu manja dan takut akan obat. Lagian kau meminum obat untuk menyembuhkan bukan mematikan jadi enggak usah takut, paham!” ucap Sasya sambil memberikan beberapa butir obat untuk segera Alex minum.
Alex menerimanya begitu saja dan langsung meminumnya dengan wajah yang sangat melas. Entah mengapa rasanya Pinjai dan Joko ingin sekali tertawa lepas ketika King Mafia sangat takluk dengan bocah. Namun mereka mengurungkan niatannya, dan hanya bisa senyum-senyum saling melirik satu sama lain.
Joko dan Pinjai takut jika sampai mereka tertawa, maka habislah riwayat mereka. Belum lagi kemarin-kemarin Pinjai baru saja senang karena mendapatkan reward dari Alex akibat kejadian itu. Masih ingatkan saat Sasya dan Joko mengerjai Alex?
Di sana Alex menghukum Sasya untuk merawatnya 24jam hingga sembuh dan Sasya lakukan itu sampai detik ini. Sedangkan Joko sangat ketakutan jika Alex memarahinya atau menghukumnya dengan berat, akibat ia telah membuat harga diri seorang King Mafia runtuh hanya karena di peluk oleh sesama jenis.
*
__ADS_1
Flashback Joko & Alex
Sedetik setelah Sasya pergi dari ruang rawat Alex, mereka di kejutkan dengan suara bariton Alex terdengar sangat nyaring sampai ke seluruh lorong rumah sakit itu.
“Jokoooo...” pekik Alex yang membuat Joko terbujur kaku dengan mata yang melotot.
“Tamatlah riwayatmu Joko, Joko... ternyata jadi orang baik tidak semudah apa yang kita bayangkan. Buktinya sekarang, niat mau bantuin dokter itu malah kena getahnya” gumam Joko.
“Sabar... terima saja nasibmu hari ini, semoga hukumanmu tidak berat” ucap Pinjai sambil menepuk pundak Joko.
“Jika kau tidak masuk dalam hitungan 3 maka hidupmu berakhir di sini” tegas Alex dari dalam ruangannyq sehingga Joko yang mendengarnya langsung kocar-kacir berlari memasuki ruang rawat Alex.
Ceklek...
Joko masuk dengan perlahan, serta wajahnya sangat ketakutan.
“Huhhh... tenang Joko, tenang... kamu bisa ayo pasti bisa... aku yakin Tuan tidak akan bisa menghukumku dengan berat huuh...” gumam Joko di dalam hati kecilnya sambil mengatur nafasnya.
Sedangkan Alex, ia malah menatap tajam ke arah Joko yang membuat Joko berjalan mendekatinya dengan cara menunduk.
“Sejak kapan saya mempunyai orang kepercayaan yang berjalan tidak percaya diri seperti ini, hah!” ucap Alex yang membuat Joko langsung berdiri tegak dengan wajah sangarnya menatap Alex, namun detak jantung terus berpacu sangat kencang.
“Maaf Tuan, ada apa memanggil saya?” ujar Joko dengan tegas di samping bangkar Alex.
“Kaaaauuu...” pekik Alex yang membuat Joko terkejut saat tangan Alex satunya di angkat tinggi seolah-olah ingin memberikan tamparan keras untuknya jadi ia menutup kedua matanya secara cepat.
Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Joko tidak merasa kan sakit , bahkan ia merasa jika tubuhnya seperti tertimba benda berat yang membuat dadanya sangat sesak. Joko membuka matanya dan seketika membuat ia terkejut bukan main saat melihat Alex malah memeluknya dengan erat.
“Uuhuukk... uhukk...” Joko terbatuk yang membuat Alex langsung melepaskan pelukannya.
“Eh... ma-maaf Kak. Aku kekencangan ya meluknya?” ucap Alex dengan wajah sedihnya.
Joko yang melihat itu sedikit bingung, lalu ia berkata, “Ti-tidak, a-aku kira kau ingin menamparku karena aku sudah memalukanmu dan membuat harga dirimu sebagai King menjadi hancur"
"Tapi jujur saja aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin membantu dokter itu saja. Kata dua kamu butuh pelukan hangat agar bisa membuatmu merasa tenang, jadi aku ikuti saja perintahnya asalkan kamu bisa segera sembuh” jelas Joko yang malah membuat Alex tersenyum.
Ya beginilah mereka, ada saatnya momen dimana mereka terlihat seperti saudara kandung dan ada juga momen di saat mereka benar-benar bagaikan partner kerja yang sangat sadis.
“Kenapa kau tersenyum seperti itu? Apa kau tidak jadi menghukumku? Tapi dokter itu telah mendapatkan hukumannya, lalu aku?” tanya Joko yang membuat Alex tetap tersenyum.
Entah mengapa Alex merasa sangat senang karena dengan hukuman ini ia bisa merasa lebih dekat dengan Sasya. Tetapi tidak tahu kenapa, kini hatinya Alex malah merasa begitu nyaman.
“Buat apa aku menghukummu Kak, kau tidak salah malahan aku sangat berterima kasih padamu. Berkatmu aku bisa menghukumnya dan membuatnya selalu ada di sisiku” ucap Alex yang membuat pikiran Joko loading parah.
“Ma-maksudnya? Ka-kau menyukai dokter kecil itu?” tanya Joko dengan wajah melongo tak percaya.
__ADS_1
“Entahlah aku hanya merasa nyaman dengan dia, itu saja. Makanya aku ke sini memanggilmu untuk memberikan reward atas semua ini, karena Kakak sudah membuat aku bisa dekat sama dia. Ya walaupun hanya sampai aku sembuh, tapi setidaknya aku bisa tertidur dengan tenang tanpa bayangan gadis kecilku”
“Kakak tahu kan selama ini aku tidak pernah bisa merasakan bagaimana rasanya tertidur dengan sangat pulas, dan sekarang aku bisa merasakannya lagi setelah aku bersama dokter itu. Jadi sekarang aku kasih 1 permintaan untukmu, apa pun akan aku turuti Kak"
Alex tersenyum menatap Joko yang masih tidak percaya dengan semua ini, cuma sepersekian detik Joko berpikir jika ia bisa memanfaatkan kesempatan ini yang mana mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.
“Benarkah kalau kau akan menuruti satu permintaanku, apa pun itu?” ucap Joko dengan tersenyum kecil yang membuat Alex bisa merasakan ada keganjilan di dalam perkataannya.
“Kau tidak akan meminta sesuatu yang aneh-aneh padaku kan, Kak?” ucap Alex dengan tatapan mengintimidasi.
“Tidak, kau tenang saja. Jadi bisakah aku meminta permintaan itu sekarang?” ucap Joko dengan senyum lebarnya.
“Baiklah, apa yang ingin kau minta dariku?” tanya Alex dengan penuh keseriusan.
“Aku minta kau bebaskan Cika, biarkan dia menghirup udara bebas di luar sana karena aku akan memulai kisahku bersamanya” ucap Joko dengan tersenyum lebar.
Joko tersenyum sambil membayangkan betapa indahnya saat dia akan memiliki keluarga kecil bersama Cika. Sedangkan Alex yang melihat itu menjadi sangat-sangat kesal, karena Joko seperti memanfaatkan kesempatan darinya.
“Tidak! Aku tidak bisa melepaskan wanita licik itu. Kau paham itu!” tegas Alex.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para leaders 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-2 aku loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung othor terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi... 😆😜
Terima kasih 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
__ADS_1