Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Terlalu Polos dan Baik


__ADS_3

Keesokan harinya jam sudah menunjukkan pukul 8.


Qisya sudah bangun lebih pagi dari pada Bisma. Saat ini Qisya merasa sedikit kelaparan, lalu ia langsung berjalan menuju dapur setelah selesai dari ritual mandinya. Tak lupa pula Pinjai sudah membawakan beberapa pakaian yang ia sudah pesan dari butik.


“Aduh... Perutku seperti sudah mulai demo. Apa di sini ada camilan ya? Aku rasa tidak. Sepertinya Om jangkung itu mempunyai kebiasaan hidup yang sehat, tapi apa salahnya aku coba cari dulu deh... Siapa tahu saja ada roti kan, lumayan buat ganjal perut yang sudah berisik ini” gumam Qisya sambil berjalan menelusuri setiap sudut penginapan Bisma yang layaknya sebuah rumah.


Di saat Qisya sedang berjalan menuju dapur, tiba-tiba saja ia bertemu dengan Pinjai yang sedang membuatkan sarapan.


“Permisi... Om baik sedang apa di sini?” tanya Qisya yang langsung membuat Pinjai tersontak kaget.


“Ya ampun, Nona kecil ini mengagetkan saya saja. Ada apa Nona ke sini? Ada yang bisa saya bantu?” tanya Pinjai dengan wajah terkejut.


“Loh, harusnya Qisya dong yang bertanya. Dapur kan tempatnya para wanita. Lalu, kenapa Om baik yang memasak di sini? Apa di sini tidak ada pembantu?” tanya Qisya dengan wajah bingungnya.


“Tuan Bisma tidak terlalu suka dengan masakan pembantu, Nona. Ia lebih suka masakan yang di buat oleh tanganku sendiri karena ia sangat-sangat menjaga kesehatan tubuhnya. Jadi apa pun yang di makan semuanya harus seimbang dengan tubuh kita” jawab Pinjai sambil membuatkan sarapan.


“Oh begitu ya, Om baik. Ternyata jadi Om jangkung itu sangat sulit ya. Mau makan saja harus sesuai dengan keseimbangan tubuhnya. Kalau Qisya dan keluarga sih apa saja di makan Om karena apa pun yang di masak oleh Bunda itu semuanya sangat nikmat dan lezat. Apa lagi kalau Om sudah mencobai masakan Bunda beh... Pasti Om akan ketagihan hehe...” ucap Qisya sambil tertawa yang membuat Pinjai sedikit tersenyum.


“Oh ya, Om. Kapan Om jangkung bangun. Qisya rasanya ingin segera pulang ke penginapan Ayah sama Bunda dan adik-adik. Qisya benar-benar merindukan mereka. Pasti saat ini mereka sedang khawatir dan menangisi Qisya. Coba dong Om, bangunin Om jangkung kan Om baik temannya Om jangkung” bujuk Qisya dengan wajah memohon.


“Aduh... Bagaimana ya Nona. Saya tidak pernah mengganggu aktivitas Tuan Bisma dari dulu. Jika ia sudah bangun juga pasti akan segera datang ke sini, jadi Nona tenang dulu ya. Saya harus segera menyelesaikan masakan ini supaya Tuan tidak menunggu” saut Pinjai yang kembali membuatkan roti dengan toping sayuran dan telur mata sapi.


Namun, di saat Pinjai ingin membuatkan jus. Tiba-tiba Qisya langsung menerobosnya.

__ADS_1


“Sini, Om. Qisya bantu, Om buat roti saja yang enak ya nanti Qisya minta satu boleh kan Om? Perut Qisya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi Om, kasihan cacing-cacing di dalam pada mengamuk karena Qisya belum kasih mereka makanan hehe...” ucap Qisya sambil cengar-cengir yang membuat Pinjai hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Tidak perlu, Nona. Lebih baik Nona duduk saja di sana nanti kalau sudah selesai saya akan bawakan sarapan untuk Nona, bagaimana?” tawar Pinjai.


“Hem... Enggak deh, Om. Qisya mau bantu Om saja, sebagai imbalan karena Om sudah mau membuatkan Qisya sarapan. Lagian, kalau begini saja sih Qisya bisa karena Qisya pernah bantuin Bunda bikin jus apa lagi makanan untuk Lukas dan Lily waktu kecil” jawab Qisya yang sedang memotong beberapa buah untuk ia masukan ke dalam blender.


“Baiklah, tapi hati-hati ya Nona. Jika Nona terluka, pasti saya akan kena marah Tuan” ucap Pinjai.


“Tenang saja, Om baik. Percayakan semuanya pada Chef Qisya hehe...” ucap Qisya dengan percaya diri.


Di sela-sela kesibukan mereka berdua, rupanya dari tadi Bisma sudah bangun dan sudah rapi dengan pakaiannya. Namun, di saat Bisma sedang berjalan menuju meja makan ia malah mendengar suara anak kecil yang sangat menggemaskan.


Bisma langsung mencari sumber suara itu yang ternyata Pinjai dan Qisya sedang asyik menyiapkan masakan.


Tak lama saat mereka berdua sudah selesai dengan semuanya, lalu mereka pergi ke ruang makan yang sudah ada Bisma duduk dengan memainkan telepon genggamnya.


“Hai, Om jangkung. Bagaimana tidurnya semalam? Nyenyak kan... Makannya sebelum tidur itu bersih-bersih dulu terus baca doa biar enggak di ganggu sama setan. Lagian Om orang mau tidur malah kaya orang ke masukan setan, marah-marah terus lempar-lempar bantal guling. Om tahu tidak, ini bokong Qisya masih sedikit sakit tahu, bagaimana kalau tulang Qisya patah. Terus Om bisa menggantinya pakai apa?” saut Qisya dengan nada sedikit kesal.


“Gadis kecil yang cerewet!” gumam Bisma dengan lirih dan masih terdengar oleh Qisya.


“Om bilang apa barusan? Om sedang mengatai Qisya cerewet, iya? Om itu yang sangat pemarah dan menakutkan, coba saja Om dekati anak-anak kecil lainnya. Pasti mereka akan kabur dan berlari mencari pertolongan” saut Qisya yang langsung duduk dan memakan rotinya.


“Maksudnya? Kenapa anak-anak jika melihat aku malah meminta pertolongan? Kau menuduhku sebagai penjahat, begitu Nona kecil?” ucap Bisma dengan menekankan kata-kata terakhirnya.

__ADS_1


“Bukan penjahat sih, Om. Tapi lebih tepatnya lagi monster galak yang akan menerkam mangsanya hidup-hidup dan di jadikan makanannya” ucap Qisya dengan ceplas-ceplos yang membuat Bisma sedikit geram.


“Argghhh... Si*al. Andai saja aku tidak memasang wajah baik ini di depan dia, mungkin saat ini aku sudah berhasil membunuhnya. Tapi, tidak! Aku hanya akan membalaskan dendamku sama seperti yang telah Ayahnya lakukan pada Kakakku. Dan aku akan pastikan mereka akan hancur hari itu juga !” ucap Bisma di dalam hati kecilnya.


“Kasihan, Nona kecil ini. Dia tidak tahu apa-apa tentang masa lalu Ayahnya. Kini, malah menjadi korban balas dendam Tuan Bisma. Tapi, apa boleh buat, memang yang di lakukan Ayahnya benar-benar keji. Dia malah membiarkan istrinya di nodai oleh pereman tanpa melakukan perlawanan, tapi seharusnya Tuan Bisma membalaskan dendamnya pada istri Tuan Brian bukan pada anaknya karena istri Tuan Brianlah yang menjadi akar penyebab semua ini. Namun, di saat kematian sang istri Tuan Brian malah kembali menikah dengan selingkuhannya yang sekarang sudah menjadi istrinya ” ucap Pinjai di dalam hatinya sambil menatap Qisya yang sedang lahap dengan makanannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo... Haloha... Apa kabar para pembaca setiaku 😃😃😃


Aku harap kalian selalu sehat dan terus semangat semuanya 🤗🤗🤗


Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bersyukur dengan semua yang kita miliki 😇😇😇


Ehh... ehh... ada yang mau lewat nehh dibawah ini... kita lihat yuk ada apa dibawah sini 🤭🤭🤭


Jeng... jeng... jeng... Rekomendasi novel lainnya untuk hari ini guys 🥳🥳🥳


Jangan lupa untuk jelajahi dan tinggalkan jejak petualangan kalian disana yaa... 😆😆😆


...*...


__ADS_1


__ADS_2