
Di pagi hari
Hana terbangun lebih dulu sambil mengerjapkan matanya, di saat Hana telah berhasil membuka matanya kini ia di suguhkan dengan keadaan Brian yang masih setia menyusu.
Hana tersenyum sangat bahagia dengan mengusap kepala Brian sambil berkata "Terima kasih mas, hari ini sudah membuat Hana begitu bahagia. Meskipun mas belum bisa mencintai Hana sepenuhnya, tapi Hana sangat bersyukur mas sudah mulai bersikap lembut kepada Hana"
Brian yang merasakan elusan lembut di kepalanya itu mulai membuka matanya sedikit demi sedikit dengan keadaan mulut yang masih menyesap mainannya.
Brian melepaskan mainan barunya dan menatap Hana sambil berkata "Ma-maaf"
"Tidak apa-apa mas, Hana senang bisa lihat mas sedekat ini" ucap Hana sambil tersenyum.
Brian tersenyum dan mengecup seluruh wajah Hana serta bibir Hana sekilas "Selamat pagi, istriku" Brian tersenyum sangat lebar yang menunjukkan sederetan gigi nya yang sangat rapih.
"Hehe.. selamat pagi juga suamiku" ucap Hana sambil tersenyum.
"Yaah.. masa gitu doang sih" saut Brian dengan wajah cemberutnya yang malah membuat Hana tertawa gemas.
"Uluh..uluh.. suamiku, muach" Hana mencium bibir Brian sekilas.
"Hehe.. gitu dong, baru namanya morning kiss" Brian tertawa sangat gemas yang malah membuat Hana menggelengkan kepalanya.
Hana yang melihat jam weker sudah menunjukkan pukul 7 seketika membuat matanya membola sangat besar, Brian yang melihatnya ikut terkejut dengan keadaan mengangkat sebelah alisnya.
"Astagfirullah mas, Hana kesiangan. Ya ampun Hana lupa tidak shalat subuh, bahkan ini sudah terlalu siang Hana belum menyiapkan sarapan untuk kalian" ucap Hana tergesah-gesah dan langsung duduk.
"Hei, tenang dulu sayang. Sudah tidak apa-apa, mamah pasti sudah masak di dapur dia akan maklumin kok" ucap Brian yang ikutan duduk sambil menatap Hana.
"Hana harus buruan mandi mas, kasihan mamah di dapur masak sendiri" Hana yang belum menyadari semalam baru selesai unboxing bahkan tubuhnya saja masih polos yang membuat Hana segera turun dari tempat tidur.
Saat Hana ingin melangkahkan kakinya ia baru merasakan kesakitan di area mahkotanya dan hampir saja terjatuh jika Hana tidak berpegangan dengan meja kecil di sampingnya.
__ADS_1
"Arghh.. hiks.. sa-sakit" ucap Hana sambil menangis
Brian yang melihatnya langsung buru-buru menolong Hana dan mendudukinya di pinggir kasur.
"Memang kamu lupa semalam kita habis ngapain? Bahkan tubuh kita saja masih polos sayang" ucap Brian berjongkok di depan Hana sambil memegang kedua pahanya.
Hana yang baru menyadarinya langsung berteriak "A... mas Brian" Hana kembali menutupi semua asetnya dengan kedua tangannya.
Brian tertawa sangat puas melihat tingkah lucu Hana "Haha.. percuma saja kau tutupi sayang, aku masih bisa melihatnya itu apa hayo, wah.. gunungnya besar sekali ya dan itu sawahmu lebat ya haha" Brian menunjuk semua aset Hana sambil tertawa gemas.
"Yak.. mas Brian ish, jangan menggoda Hana seperti itu" rengek Hana sambil mukanya memerah menahan malu yang luar biasa.
Brian yang sudah sangat gemas langsung menggendong Hana dan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Hyakk.. ma-mas mau apa? Ja-jangan sekarang ya, punya Hana masih sakit" ucap Hana sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher Brian dengan wajah sedihnya.
Brian hanya bisa tertawa gemas, dan sesekali mencium kening serta bibir Hana yang malah membuat Hana semakin malu serta menundukkan kepalanya.
Sampai akhirnya mereka selesai mandi, Brian mengeringkan tubuh Hana lebih dulu kemudian memakaikan bathrobe pada tubuhnya, lalu bergantian dengan dirinya.
Hana berusaha untuk berjalan namun masih terasa sangat sakit.
"Masih sakit kan, makannya jangan ngeyel di bilangin suami. Sini aku gendong lagi nanti aku obati" Brian langsung menggendong Hana dan membawanya ke ruang ganti.
"Ish.. Hana tidak ngeyel mas, kan cuman nyoba doang. Kalau nanti Hana lumpuh gimana?" ucap Hana di gendongan Brian.
"Ya aku cari istri baru lah, yang bisa melayaniku" Brian berbicara yang malah membuat Hana langsung memukuli dada bidangnya dengan sangat cepat.
"Yak.. dasar suami jahat, bisa-bisanya istri lumpuh karena melayani suami. Bukannya tanggung jawab malah mencari wanita lain" ucap Hana sambil terus memukul dada bidang Brian dengan wajah kesalnya.
"Bhaha.. ampun sayang, ampun ahaha.. habisnya kamu lucu sih, mana ada melakukan seperti itu bisa sampai lumpuh. Kalau lumpuh sesaat bisa seperti kamu sekarang ini" Brian tertawa sambil mendudukan Hana di kursi yang ada diruang ganti.
__ADS_1
"Tau ah, mas Brian menyebalkan. Awas saja jika minta lagi, Hana tidak mau ngasih" ucap Hana dengan wajah marahnya.
"Ya sudah, kan yang dosa kamu bukan aku. Jadi aku bisa main sama yang lain saja" goda Brian sambil mencari kotak P3K.
"A... mas Brian" Hana berteriak merengek yang malah membuat Brian semakin tertawa terbahak-bahak.
"Haha.. sudah sayang, iya iya aku minta maaf. Hari ini sudah menggodamu. Sudah ya jangan ngambek lagi kasihan wajah cantiknya loh" ucap Brian sambil berjongkok di hadapan Hana.
"Yak.. mas mau ngapain, punya Hana masih sakit tahu. Mas jangan minta dulu dong, nanti ya Hana janji deh di kasih bonus tapi jangan sekarang ya" ucap Hana yang melihat Brian melebarkan kakinya.
Brian hanya tertawa gemas sambil menggelengkan kepalanya dan mengolesi mahkota Hana yang sudah membengkak dan sangat merah.
"Hihi.. ternyata aku liar sekali ya semalem, pengen lagi sih tapi nanti saja kasihan Hana bahkan ini saja sudah membengkak" ucap Brian di dalam hati sambil mengolesi salepnya.
Hana hanya bisa meringis kesakitan dan merasakan dingin di daerah mahkotanya akibat salep yang sedang Brian obati, sesekali Brian meniupnya agar Hana tidak begitu merasakan kesakitan.
Sampai akhirnya Brian sudah selesai mengobati Hana, lalu mengambilkan Hana pakaian agar bisa memakainya sambil duduk.
"Mas, ini celana Hana mana?" tanya Hana dengan wajah bingungnya yang Hana mendapati gamis panjang serta kaca matanya.
"Tidak usah memakai celana dulu, kasihan punyamu nanti jika terkena gesekan akan semakin sakit. Sudah pakai itu saja, dan hati-hati jika tidak memakai dalaman"
Brian memakai pakaiannya di depan Hana tanpa rasa malunya sambil menasehati Hana, Hana hanya bisa mengikuti perintah suaminya dan menurutinya.
"Hati-hati jika tidak memakai dalaman? Paling juga yang menyantapku dia sendiri. Dasar suami menyebalkan" ucap Hana di dalam hatinya.
Sampai akhirnya mereka sudah selesai dengan pakaiannya, bahkan Hana sudah rapi serta sudah bisa sedikit berjalan dengan langkah kecil membuat Brian beberapa kali tertawa melihat jalan Hana yang seperti pingwin.
Hana hanya bisa cemberut dan tidak meladeni godaan suaminya yang nanti malah semakin membuatnya malu.
Brian dan Hana kemudian turun ke bawah dengan langkah kecilnya, Brian mencoba untuk menyeimbangi langkah Hana agar tidak membuatnya merasa malu di depan kedua orang tua Brian nantinya.
__ADS_1