
“Tunggu sebentar, Ndok” ucap Abah.
“Loh ada apa, Bah. Apa ada yang ketinggalan?” tanya Hana dengan wajah bingungnya.
Tiba-tiba saja seorang pria tampan dan gagah berjalan mendekati mereka yang tak kalah dari ketampanan seorang Brian, hanya saja warna kulit pria ini lebih cokelat dari pada Brian.
“Assalamualaikum” ucap pria tampan tersebut dengan sangat ramah sambil menatap Hana.
“Wa-waalaikumsalam” jawab Hana dengan wajah terkejutnya bahkan suaranya kini menjadi sangat gugup.
“Maaf, Bah. Tadi Satria terima telepon dulu dari atasan” ucap Satria dengan begitu sopan.
“Sudah tidak apa-apa” jawab Abah sambil menepuk punggung Satria yang lebih tinggi dari Abah.
“Ma-mas Satria? Ja-jadi kalian ke sini bersama mas Satria?” tanya Hana dengan wajah yang masih terkejut.
“Cie.. cie.. ekhem, sepertinya ada yang terpesona dengan penampilan Mas Satria sekarang” goda Arya kepada Hana.
“Yakk.. a-apaan sih kamu, Dek. Mbak kan hanya nanya saja” saut Hana dengan wajah yang sedikit memerah.
“Tapi ganteng kan?” tanya Arya yang terus menggoda Hana.
“Ganteng kok, eh.. ma-maksudnya semua laki-laki kan memang ganteng. Kamu sama Abah juga ganteng” jawab Hana yang mulai salah tingkah.
Satria yang melihat Hana semakin salah tingkah membuat dirinya hanya bisa tertawa kecil.
Sedangkan Abah dan Umi, cuman bisa menggelengkan kepalanya yang melihat putri mereka masih belum bisa melupakan kisah lamanya.
Sampai seketika Brian yang sudah menunggu Hana sangat lama membuat ia mulai penasaran.
“Siapa sih tamunya, lama sekali dia membukakan pintu” gumam Brian sambil berjalan ke arah pintu utama.
Hana yang mulai salah tingkah membuat wajahnya begitu memerah bahkan Arya terus saja menggoda Hana yang membuat Hana semakin kesal lalu di saat Hana ingin memukuli Arya tiba-tiba saja Brian menahan tangan Hana.
“Sama adik sendiri tidak boleh galak-galak” ucap Brian dengan suara tegasnya.
“Assalamualaikum, Nak Brian” ucap Abah dan Umi berbarengan.
“Waalaikumsalam, Abah, Umi, Arya. Kalian ke sini? Kenapa malam-malam begini. Kan bisa Brian suruh sopir untuk menjemput kalian besok pagi”
Brian langsung melepaskan tangan Hana dan bersalaman dengan mereka semua, tetapi Brian belum sadar jika Satria ini adalah kisah lama dari Hana.
Sampai seketika Brian langsung menyuruh semuanya untuk masuk serta membawa mereka semua ke ruang tamu.
“Assalamualaikum” ucap semuanya sambil tersenyum.
“Waalaikumsalam” ucap Tuan Ferry dan Nyonya Syifa secara bersamaan sambil menengok ke arah belakang.
__ADS_1
Betapa terkejutnya mereka berdua saat tahu jika besannya berkunjung ke rumah malam-malam begini.
Bahkan Qisya yang tahu jika Mbah Kung, dan Mbah Utinya datang langsung berlari dan memeluknya secara bergantian.
Sedangkan Brian yang dari tadi melihat kejanggalan dari cara tatapan Satria kepada Hana.
“Ck!! Siapa sih ini orang, sebegitunya banget melihat Hana. Apa dia tidak tahu jika Hana sudah menjadi istriku?” Brian berbicara di dalam hatinya sambil melirik ke arah Satria.
“Dia benar-benar terlihat sangat cantik. Coba saja jika status Hana belum menikah, mungkin aku bisa mendapatkannya kembali” ucap Satria di dalam hatinya sambil menatap Hana.
Hana yang merasa malu dengan tatapan Satria membuat ia menjadi salah tingkah.
Brian yang sudah mulai memanas karena melihat wajah Hana yang memerah, langsung mendekati dan memeluk pinggang Hana dengan sangat erat.
Hana yang mendapati tangan Brian memeluk pinggangnya merasa sangat terkejut dan menoleh ke arah Brian.
“Mas Brian, malu tahu” ucap Hana dengan suara pelannya.
“Biarkan saja, kau kan istriku. Jadi sudah seharusnya aku memelukmu, bukannya kita sudah halal?” tanya Brian sambil sedikit mengencangkan suaranya lalu sesekali melirik Satria dengan tatapan tajam.
Satria yang mendengar ucapan Brian sedang menyindir dirinya membuat ia hanya bisa tersenyum.
“Sepertinya suami Hana ini cemburu padaku. Hana benar-benar sangat beruntung bisa mendapatkan laki-laki yang begitu mencintainya” ucap Satria di dalam hatinya.
Sampai seketika Nyonya Syifa dan Tuan Ferry mempersilahkan mereka semua untuk duduk bersama-sama sambil berbincang-bincang.
Brian berjalan dengan sangat cepat, bahkan wajahnya sudah terlihat begitu menyeramkan. Aura dingin yang selama ini hilang entah kemana, kini kembali muncul saat tahu jika Hana dan Satria sepertinya ada sesuatu.
Karena Satria selalu menatap Hana penuh arti, sedangkan Hana yang ditatap selalu merasa malu. Padahal ketika Hana di tatap oleh pria lain dia selalu cuek. Tetapi saat di tatap oleh Satria, Hana malah terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Brian yang sudah tidak sabar langsung berdiri di samping Hana sambil kedua tangannya di sandarkan di meja. Lalu Brian menengok ke arah Hana yang lagi asyik membuatkan minuman.
“Loh, Mas Brian ada apa kesini? Mau di buatkan minuman lain?” tanya Hana sambil senyum-senyum.
“Tumben senyum seperti itu, tidak biasanya kamu begitu” ucap Brian dengan suara dinginnya.
“Lah kan Hana memang murah senyum Mas, jadi ya Hana memang seperti ini. Memang Mas Brian, yang susah untuk tersenyum” jawab Hana sambil menuangkan camilan ke dalam stoples.
“Siapa dia?” tanya Brian langsung tutup point.
“Dia siapa maksudnya, Mas?” tanya Hana dengan wajah bingungnya.
“Laki-laki itu siapa? Dan ada hubungan apa kalian di masa lalu?” tanya Brian dengan sangat dingin.
“Oh itu, dia namanya Mas Satria. Memangnya kenapa? Hana dan dia tidak ada hubungan apa-apa kok” jawab Hana.
“Tidak mungkin kalian tidak ada apa-apa, Apa kalian pernah berpacaran?” tanya Brian dengan serius.
__ADS_1
Hana yang mendengar pertanyaan konyol dari mulut Brian seketika langsung menatap Brian.
“Apa Mas lupa, jika Hana tidak pernah berpacaran dengan siapa pun. Karena itu adalah dosa. Di agama kita tidak di ajarkan untuk berpacaran, tetapi jika keduanya saling menyukai boleh saja. Namun, namanya bukan pacaran melainkan ta’aruf”
Hana mencoba menjelaskan kepada Brian yang sepertinya lupa jika Hana terlahir dari keluarga yang berpegang teguh pada agama.
“Maaf, lalu dia siapa? Sepertinya kalian begitu dekat” tanya Brian dengan wajah serius.
“Nanti Hana ceritakan ke Mas Brian semuanya, tapi Hana harus segera mengantarkan ini semua. Kasihan jika terlalu lama menunggu” ucap Hana sambil membereskan semuanya di atas nampan.
“Aku tunggu. Sini biar aku membantumu” saut Brian yang langsung mengambil 1 nampan berisikan camilan, sedangkan Hana membawa nampan yang berisikan minuman.
Hana dan Brian berjalan bersamaan, bahkan Abah dan Umi yang melihatnya begitu bahagia.
Terlihat dari wajah Brian kini sudah mulai banyak perubahan di dalam pikiran Abah serta Umi.
Tetapi Satria yang melihat keromantisan 2 sejoli itu, benar-benar membuat hatinya terasa teriris.
“Seharusnya aku yang berada di sampingmu, Han. Maaf jika dulu aku telah mengecewakanmu. Dan memilih wanita lain yang kini malah membuat rumah tanggaku hancur karena wanita itu telah berselingkuh dibelakangku” ucap Satria di dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo... Haloha... Apa kabar para pembaca setiaku 😃😃😃
Aku harap kalian selalu sehat dan terus semangat menghadapi segalanya 🤗🤗🤗
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bersyukur dengan semua yang kita miliki 😇😇😇
Ehh... ehh... ada yang mau lewat nehh dibawah ini... kita lihat yuk ada apa 🤭🤭🤭
Jeng... jeng... jeng... Rekomendasi novel lainnya untuk hari ini guys 🥳🥳🥳
Jangan lupa untuk jelajahi dan tinggalkan jejak petualangan kalian disana yaa... 😆😆😆
BLURB :
Lula seorang penulis novel yang sangat terkenal, apa jadinya jika lula masuk ke novel yang di buat dan menjadi Protagonis wanita dalam novel itu?
Ya lula ternyata masuk kedalam tubuh Lentara sosok tokoh yang dia buat lemah. Lentara adalah gadis cantik dan lemah karena selalu di sayang oleh kakeknya dan kakeknyalah yang selalu menyelesaikan masalah Lentara.
Di saat kakeknya meningal lentara diberi sebuah benda dan diamanatkan untuk diberikan kepada seseorang yang memiliki tanda elang di punggungnya sehingga membuat Lula di kejar para mafia dan hidupnya selalu dalam ancaman.
Kemudian Lentara dipertemukan dengan mafia terkejam yaitu tuan Ismail.
Apakah lula sanggup hidup sebagai lentara?
Ikut perjalan lula sebagai lentara dalam My Lovely My Angel
__ADS_1