
“Ma-maaf Tuan, maafkan saya. Ma-maksud saya keadaan istri Tuan masih seperti tadi, tidak ada kemajuan bahkan ia masih dalam keadaan kritis. Tapi saya akan terus memantaunya setiap saat, jadi Tuan tidak perlu khawatir” jawab sang dokter dengan sangat hati-hati, namun di dalam hati kecinya ia sangat takut jika harus berhadapan dengan Brian.
Sedangkan sang suster hanya mampu berdiam diri karena ia masih sangat sayang dengan pekerjaannya. Ia tidak mau sia-sia keluar dari pekerjaan ini hanya karena salah ucap seperti sang dokter yang telah di ancam oleh Brian.
“Cih!! Dasar dokter tidak berguna. Sudah sana pergi” bentak Brian dan langsung meninggalkan sang dokter dan suster untuk masuk kembali ke ruangan Hana.
“Astaghfirullah... Kenapa Tuan Brian semakin galak saja ya” ucap sang suster sambil menatap sang dokter.
“Meski pun Tuan Brian terlihat galak seperti itu tetapi hatinya sangat baik kok. Hanya saja dia menutupi kebaikannya dan lebih memperlihatkan sikap dinginnya. Apa lagi saat ini ia dan keluarganya sedang mendapati musibah. Bahkan, istrinya masih dalam keadaan kritis. Jadi wajar saja jika ia sangat sensitif dengan perkataan yang sedikit menyinggung”
“Aishhh... sudahlah, kenapa jadi kita menggosip seperti ini. Lebih baik kita lanjutkan pekerjaannya, kalau sampai Tuan Brian tahu bisa-bisa kita akan jadi pengangguran seumur hidup”
Sang dokter kemudian berjalan dan diikuti dengan sang suster di sampingnya sambil membawa beberapa surat hasil pemeriksaan pasien.
Brian yang dari tadi mencoba membuat Hana terbangun tidak sengaja alat pendeteksi jantung Hana berbunyi sangat cepat dan kencang.
Tit... tit... tit... tit...
Tit... tit... tit... tit...
Brian yang melihatnya menjadi sangat panik, karena baru 10 menit yang lalu sang dokter telah memeriksanya dan semua baik-baik saja.
Brian yang mulai panik tidak bisa berpikir dengan jernih, ia langsung berlari keluar ruangan untuk mencari sang dokter. Padahal, jelas-jelas di atas tempat tidur tepat di atas kepala Hana terdapat tombol merah kecil untuk memanggil sang dokter agar segera ke ruangan jika ada keadaan darurat.
Tapi, apa boleh buat. Namanya juga orang panik. Tidak akan bisa berpikir sejauh itu. Kemudian Brian berlari sangat kencang sambil mencari sang dokter.
Dengan hitungan menit Brian sudah menemukan sang dokter lalu ia tarik dengan sangat keras bahkan hampir saja menyeret sang dokter.
“Ya ampun, Tuan Brian. Ada apa ini? Kenapa saya di seret-seret seperti ini?” tanya sang dokter sambil mengikuti langkah kaki Brian yang begitu cepat dengan wajah sedikit kesal.
Brian terdiam dan langsung masuk ke dalam ruangan, lalu betapa terkejutnya sang dokter saat mendapati alat pendeteksi jantung Hana berbunyi sangat nyaring yang menandakan Hana dalam keadaan berbahaya.
__ADS_1
“Astagjfirullah, Nyonya. Ada apa denganmu? Tadi masih baik-baik saja” ucap sang dokter dengan sangat cemas lalu mencoba memeriksa Hana.
Dengan langkah cepat sang suster memasuki ruangan terburu-buru. Kini deru napasnya sudah ngos-ngosan.
“Hah... hah... a-ada apa, Dok?” tanya sang suster berusaha menetralkan deru napasnya.
“Sus, cepat bantu saya memeriksa Nyonya Hana” ucap sang dokter dengan suara tegasnya.
“Baik, Dok” sang suster kemudian langsung membantu sang dokter untuk memeriksa Hana.
“Lihat!! Kau apakan istriku, hah!! Sampai nanti dia kenapa-kenapa, kalian berdua akan aku tuntut dan dapat aku pastikan kalian akan mendapatkan hukuman gantung!” saut Brian dengan sangat dingin penuh emosi.
Sang dokter yang sudah sangat panik membuat emosinya seketika naik.
“Tuan bisa diam tidak!! Saya di sini dokter, dan Tuan adalah suami dari pasien! Jadi jangan seenaknya berbicara! Kami di sini sudah berusaha untuk menyelamatkan istri Tuan dan kami lakukan yang terbaik buat Nyonya Hana. Kalau pun ada yang harus di tuntut itu adalah Tuan sendiri. Karena Tuan sudah mencemarkan nama baik kami, serta Tuan sudah berusaha mengganggu konsentrasi kami di sini. Paham!! Lebih baik Tuan keluar dari sini!!”
Sang dokter mengusir Brian dan menggeret Brian untuk keluar dari ruangan sambil menutup pintu lalu, sedikit membantingnya.
Brian terdiam sesaat, kemudian ia berkata “Sepertinya dia sudah tidak waras. Berani sekali dia melawanku. Dan kenapa jadi aku yang di salahkan? Yang memeriksa Hana kan dia, kenapa aku yang kena. Dasar dokter aneh, baru dia seorang yang berani membentakku” gumam Brian dengan wajah bingungnya.
Hampir 10 menit sang dokter telah selesai memeriksa Hana. Kini, ia langsung keluar ruangan untuk segera menemui Brian bersama sang suster yang selalu berada di sampingnya.
“Maaf Tuan, saya sudah tidak sopan kepada anda. Karena saya sedang panik, di tambah Tuan selalu menyalahkan kami. Jadi sekali lagi kami minta maaf” ucap sang dokter dengan merendahkan suaranya sambil sedikit menundukkan kepalanya.
“Bagaimana keadaan istri saya, apa dia sudah sadar? Apa dia lagi mencariku? Haha.. sudah kuduga. Benarkan kataku tadi jika istriku akan segera sadar, karena ia tidak akan kuat lama-lama jauh dari suaminya yang tampan ini” ucap Brian dengan nada sombongnya.
Sang suster dan sang dokter hanya bisa saling memandang satu sama lain dengan wajah bingungnya.
“Maaf Tuan. Anda salah, Nyonya Hana belum sadarkan diri. Saat ini ia bahkan bertambah nyenyak tidurnya” saut sang dokter dengan wajah sedihnya.
Brian yang tadinya sangat percaya diri bahkan bersikap sangat sombong, kini hanya bisa terdiam dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
“Ma-maksud dokter apa? Nyenyak tidur? Saya tidak paham. Tolong jelaskan yang lebih jelas lagi, saya tidak suka teka-teki seperti ini!” ucap Brian dengan tegas sambil memasang wajah penuh penasaran menatap sang dokter.
Sang dokter kemudian menarik nafasnya lalu ia menghembuskannya secara perlahan supaya rasa takutnya berkurang.
“Jadi begini Tuan, Sebelumnya saya minta maaf. Jika setengah jam yang lalu kondisi Nyonya Hana baik-baik saja dan masih dalam keadaan kritis. Ta-tapi kini, keadaan Nyonya Hana sangat buruk” ucap sang dokter.
“A-apa? Bu-buruk?” teriak Brian sambil kondisi tubuhnya lemah dan bersandar di dinding.
“Ya Tuan, Nyonya Hana saat ini sedang mengalami koma. Mungkin karena tubuh Nyonya Hana tidak terlalu kuat menahan semuanya sehingga ia tertidur begitu pulas” jawab sang dokter.
Bagaikan ribuan petir yang telah menyambar tubuh Brian, sehingga membuat ia seketika terduduk lemas di lantai sambil air matanya mulai kembali menetes sangat deras.
“Hiks... ti-tidak mungkin, Hana tidak mungkin koma. Dia tidak akan bisa jauh-jauh dari aku, hiks... ke-kenapa kamu tidur Han, kenapaa!!” teriak Brian sambil menundukkan kepalanya di sela-sela kakinya dengan meremas kepalanya sangat erat.
Sang dokter dan suster yang melihatnya pun ikut bersedih. Baru kali ini seorang Brian Adijaya yang terkenal pantang nangis, bahkan sikapnya yang begitu dingin serta galak kini menjadi sangat lemah hanya karena Hana.
“Nyonya Hana benar-benar telah mengubah Tuan Brian. Sehingga ia terlihat begitu lemah serta sangat terpukul dengan keadaannya. Cepat bangun Nyonya, kasihan Tuan Brian. Dia sangat mencintaimu, jangan biarkan ia kembali merasakan kehilangan untuk ke dua kalinya. Karena mungkin ia akan lebih hancur dari masa lalunya ” ucap sang dokter di dalam hati kecilnya.
“Nyonya Hana memang wanita yang hebat, ia bisa mengubah Tuan Brian yang terkenal sangat menakutkan ini menjadi seperti boneka yang sangat menggemaskan. Cepat bangun Nyonya, Tuan Brian benar-benar mencintaimu. Jangan biarkan ia kembali menakutkan karena itu akan berbahaya untuk semua orang ” ucap sang suster di dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺
Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗
Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁
Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻