
Selang beberapa menit Bu Sumi datang dengan membawa camilan serta minuman untuk semuanya. Ia langsung meletakkannya di meja dan tak lupa ia pamit untuk pulang, karena harus melihat anaknya yang lagi di rawat di rumah sakit berkat kebaikan hati keluarga Brian.
Namun, di saat sudah Bu Sumi pulang tidak lama kemudian Brian pun datang dari ruangan kerjanya.
“Loh ternyata ada Arya di sini” ucap Brian sambil duduk di samping Hana.
“Eh Mas Brian hehe... ya, Mas. Maaf baru bisa nengokin Baby twins sekarang, habisnya pekerjaan kemarin rada padat jadi baru sempat ke sini deh” jawab Arya yang langsung bersalaman dengan Brian.
“Apa ada kendala di sana? Soalnya wajahmu terlihat sangat lelah sekali” tanya Brian dengan wajah penasaran.
“Sedikit sih, Mas. Ada beberapa alat yang rusak, jadi Arya harus mencari orang yang bisa membenarkan alat tersebut dan untungnya saja orang itu cepat sekali mengerjakannya. Jadi, Arya tidak terlalu pusing lagi jika ada keluhan dari beberapa karyawan. Lagian juga Arya di bantu sama Saipul untuk menghandle semua ini, sehingga Mas Brian tidak usah khawatir” ucap Arya.
“Syukur deh, kamu memang berbakat untuk menjadi pembisnis. Tidak salah aku mempercayaimu untuk mengurus proyek di desa. Aku bangga bisa melihatmu bertanggung jawab di usia yang masih terbilang sangat muda ini” saut Brian sambil tersenyum.
“Mbak juga bangga sama kamu. Mbak kira kamu akan bikin proyek Mas Brian bangkrut, tapi ternyata ini di luar dugaan Mbak, kamu benar-benar hebat dalam berbisnis. Apa lagi ini yang pertama kali kamu menjalani bisnis besar seperti ini” ucap Hana.
“Dari luar Arya memang terlihat seperti anak muda pada umumnya, tetapi di balik itu semua dia mempunyai bakat yang selama ini ia tutup-tutupi ya kan Arya” ucap Tuan Ferry sambil menepuk punggung Arya dan menatapnya.
“Hehe... Om tahu saja, ya memang sih Arya orangnya urak-urakan tetapi di dalam diri Arya sudah Arya tanamin untuk menjadi pria yang sukses dan bekerja keras supaya bisa membahagiakan Abah, Umi, dan Mbak Hana tentunya” ucap Arya sambil menatap Mbaknya dengan penuh kasih sayang.
Hana yang merasakan ketulusan dari sosok adiknya pun langsung meneteskan air matanya.
“Itu lihat Mbakmu semenjak hamil Baby twins perasaannya lebih sensitif, apa-apa selalu saja menangis” saut Nyonya Syifa sambil tersenyum
“Mamah apa-apaan sih, Hana cuma kelilipan doang kok” jawab Hana yang langsung menghapus air matanya.
“Om Alya bikin Bunda nangis?” tanya Qisya dengan wajah marahnya.
“Loh... loh... loh... Apa-apaan ini kok Om Arya yang di salahin, itu Bundamu saja yang terlalu cengeng” saut Arya sambil mengangkat kedua tangannya.
__ADS_1
“Om Alya nakal, minta maaf sama Bunda sekalang! Atau kalau enggak, nanti Kakak enggak bolehin main sama Baby twins” ucap Qisya sambil berdiri bertolak pinggang serta menatapnya dengan mata tajamnya.
“Oke, ampun tuan putri yang cantik, baiklah Om Arya akan meminta maaf kepada Bunda. Tapi izinkan Om Arya main dengan Baby twins ya” ucap Arya dengan nada memohon.
“Baiklah itu bisa di atul, sekalang minta maaf dulu ayo cepat” ucap Qisya dengan nada yang sedikit tinggi.
“Ck!! Kalau bukan ponakan sudah aku buang ke luat nih bocah. Cerewet banget sih, jangan-jangan kebanyakan makan petasan kretek kali ya ” ucap Arya di dalam hatinya.
Tuan Ferry dan Nyonya Syifa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat betapa posesifnya Qisya dengan Bunda serta Baby twins.
Sedangkan Brian hanya bisa menatap kagum dengan bocah kecil di depannya ini yang selalu membela Hana bahkan ia sampai tidak mau melihat Bundanya menangis.
“Om Alya ayo...” saut Qisya yang masih melihat Arya berdiam diri.
Arya yang sudah kembali dari lamunannya pun langsung berjongkok di hadapan Hana untuk meminta maaf.
“Mbak maaf ya, selama ini Arya sudah menyusahkan Mbak sama Abah, Umi. Arya janji, jika Arya nanti sukses Arya tidak akan melupakan kalian karena kalian semua Arya bisa seperti ini. Arya tahu selama ini Mbak mengesampingkan kebahagiaan Mbak demi kebahagiaan keluarga, maka dari itu Arya akan menjadi seperti Mbak yang bisa membahagiakan keluarga"
Hana yang dari tadi hanya bisa menangis membuat ia sangat tersentuh dengan perkataan Arya. Adik kecil yang selama ini ia sayangi kini sudah tumbuh begitu besar, bahkan beban yang selama ini Hana tanggung kini digantikan oleh sosok Arya.
“Hiks... Mbak selalu mendoakan kamu kok Dek. Mbak tahu kamu adalah adik Mbak yang hebat, pasti suatu saat nanti impianmu menjadi pengusaha sukses akan tercapai hiks... Mbak titip Abah dan Umi, tolong jaga mereka dan bahagiakan mereka ya Dek"
"Dan yang lebih penting lagi, jika nanti kamu sudah siap untuk menikah carilah wanita yang bisa menerimamu apa adanya serta wanita yang bisa menyayangi keluarga kita seperti keluarganya sendiri. Mbak enggak peduli wanita itu kaya atau miskin, yang penting dia adalah wanita yang baik. Paham kan maksud Mbak, jangan sampai kamu menyesal nantinya jika hanya melihat seorang wanita dari kecantikan fisiknya tanpa melihat kecantikan hatinya” jawab Hana sambil meneteskan air matanya.
“Arya janji Mbak, jika Arya nanti punya pasangan Arya akan meminta izin kepada semuanya lebih dulu dan jika ada yang tidak setuju dengan hubungan Arya, maka Arya rela meninggalkan pasangan Arya. Karena restu kalian adalah yang lebih utama untuk kehidupan Arya” saut Arya yang langsung mendapat pelukan dari Hana.
Tuan Ferry dan Nyonya Syifa dari tadi hanya terdiam menatap persaudaraan mereka yang sangat kuat. Bahkan kasih sayang mereka melebihi apa pun, tak di sangka betapa beruntungnya mereka bisa mendapatkan sosok menantu yang sangat sempurna bahkan ia juga berasal dari keluarga yang sangat baik.
Nyonya Syifa pun tak terasa juga ikut meneteskan air matanya. Sedangkan Brian dari tadi menahan emosinya yang hampir memuncak saat melihat Hana memeluk pria lain, ya meskipun itu adalah adiknya sendiri tetapi rasa cemburu di dalam hati Brian begitu besar.
__ADS_1
Hingga di saat Hana telah selesai mencium kening Arya, kini Brian langsung menariknya ke dalam pelukannya.
“Yakk... Apa-apaan ini, kenapa pakai adegan peluk-pelukan begini. Dan satu lagi, kenapa kamu mencium pria lain selain aku suamimu?” ucap Brian dengan nada kesalnya.
“Astaghfirullah, Mas Brian kenapa sih aneh banget. Arya itu adikku bukan orang lain, wajar dong lagian kami ini sedarah tau...” ucap Hana sambil menghapus air matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello para pembaca setiaku... 😁😁😁
Semoga kalian semuanya sehat dan selalu bahagia... 😚😚😘
Author mau kasih sedikit pengumuman dulu nehh buat kalian 👉🏻👈🏻
Kalian tahu... Novel ini akan segera berakhir atau taman 😱😱😱
Jadi Author ingin meminta pendapat kalian semua disini... 🤭🤭🤭
Adakah yang mau lanjut Season 2 atau bikin novel baru nehh... 🤔🤔🤔
Karena di novel ini kan sudah banyak konflik dan kejadian... 😗😗😗
Jadi Author bingung lebih baik lanjut atau bikin cerita baru 🤷🏻♀️🤷🏻♀️🤷🏻♀️
Tolong berikan masukan dan saran kalian di komentar yaaa... 😊😊😊
Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Itu sangatlah berarti besar untuk Author selama ini semuanya... 🥺🥺🥺
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi pembaca setiaku... 🤗🤗🤗
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻