Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Tidak Tinggal di Indonesia


__ADS_3

Di sebuah penginapan di Korea Selatan tempat di mana Bisma dan Pinjai menetap, tiba-tiba saja ponsel Bisma berbunyi.


Tolalit... Tolalit... Tolalit...


Ponsel Bisma berdering dengan sangat keras disertai dengan getaran di dalam saku celannya. Bisma yang saat ini sedang duduk di kursinya sambil melamunkan sesuatu membuatnya terdiam tanpa pergerakan sedikit pun.


Tolalit... Tolalit... Tolalit...


Ponsel berbunyi untuk yang kedua kalinya, namun Bisma masih tidak menyadarinya karena ia sangat sibuk dengan apa yang sedang ia pikirkan saat ini.


“Sudah hampir 1 bulan lebih, kita tidak bertemu bahkan saling memberi kabar. Bagaimana keadaanmu di sana? Apakah kamu baik-baik saja, dan apakah kamu sudah bisa memulai hidupmu tanpa bayang-bayanganku yang selalu mengganggu pikiranmu? Jika kamu sekarang bisa jauh lebih bahagia, aku pun ikut senang karena setidaknya kejahatan yang pernah aku lakukan bisa tergantikan dengan kebahagiaanmu bersama keluargamu sekarang Baby...” ucap Bisma di dalam hatinya.


Pinjai yang memang ada di dekat Bisma sambil duduk di sofa mengerjakan pekerjaannya menggunakan laptop, tak sengaja dia mendengar suara yang tidak asing.


Tolalit... Tolalit... Tolalit...


Ponsel Bisma berbunyi untuk ke tiga kalinya, yang membuat Pinjai langsung berdiri serta berjalan menghampiri Bisma yang sedang melamun.


“Tuan, apakah Anda baik-baik saja?” tanya Pinjai yang seketika membuyarkan pikiran Bisma dan membuatnya tersadar.


“Hah? Bagaimana? Maaf aku tidak fokus, bisa ulangi lagi apa yang tadi kamu jelaskan padaku?" tanya Bisma yang penuh dengan kegugupan.


“Saya tidak menjelaskan apa-apa, Tuan. Saya hanya bertanya apakah Anda baik-baik saja? Atau perlu ke rumah sakit?” tanya Pinjai yang sedikit bingung melihat tingkah Bisma yang akhir-akhir ini sering melamun.


“Tidak perlu. Hoya... Kenapa kau mengagetkanku? Apa ada yang penting?” tanya Bisma dengan sikap dinginnya.


“Tidak Tuan, hanya saja dari tadi ponsel Tuan berdering terus. Sepertinya ada telepon masuk dari orang yang penting karena saya dengar ini sudah yang ke 3 kalinya ponsel Tuan berdering, tapi Tuan tidak sadar dengan suara ponselnya” jawab Pinjai.


Ponsel Bisma tak henti-hentinya terus berdering hingga membuat Bisma segera mengangkatnya. Bisma menempelkan ponsel tersebut di telinga kanannya tanpa bersuara sedikit pun.


📱 “Maaf Tuan, jika saya mengganggu waktunya. Tapi ini benar-benar kabar darurat Tuan, jadi saya harus segera menyampaikan bahwa wanita itu telah tertangkap polisi. Tuan Brian sudah melaporkannya dengan tuduhan pencemaran nama baik, pembunuhan berencana dan penggelapan uang perusahaan"


📱 "Saya sudah menyelidiki semuanya di kantor Tuan Brian, bahkan saya juga menanyakan langsung kepada komisaris polisi di kantor. Cuma saya tidak berani menemui wanita itu tanpa persetujuan Tuan Bisma sendiri”


Orang suruhan Bisma berbicara panjang kali lebar sehingga membuat Brian sedikit terkejut. Pinjai yang melihat wajah Bisma sedikit berbeda membuatnya penasaran.

__ADS_1


“Sepertinya Tuan sedang menerima telepon dari orang suruhannya untuk memata-matai pergerakan wanita itu. Apa Tuan dapat kabar terbaru darinya? Astaga, kenapa aku jadi kepo sih. Sudahlah nanti juga Tuan cerita sendiri padaku kan ?” ucap Pinjai di dalam hatinya.


📱 “Terus bagaimana dengan keadaan keluarga Tuan Brian? Terutama keadaan anak-anaknya” tanya Bisma yang malah menanyakan hal yang di luar dugaan.


📱 “Maaf, Tuan. Sepertinya atas kasus wanita itu membuat Tuan Brian kehabisan uang perusahaan yang membuatnya hampir saja bangkrut. Dari apa yang saya dengar, keluarga kecil Tuan Brian sudah tidak tinggal lagi di Indonesia. Mereka sudah pindah ke suatu tempat yang memang dirahasiakan, sehingga tidak ada yang tahu tentang itu” jawab orang suruhan Bisma.


📱 “Apa??? Pi-pindah? Ja-jadi mereka semua sudah tidak tinggal di Indonesia? Bagaimana mungkin mereka bisa meninggalkan keluarganya yang lain di sina?” ucap Bisma dengan suara baritonnya sambil berdiri yang membuat Pinjai sedikit terkejut saat mendengar Bisma yang sedang marah.


“Ada apa ini? Pindah? Apa Tuan Brian dan keluarganya pindah? Lalu kenapa Tuan terlihat sangat kesal, marah bahkan kecewa saat menerima kabar itu. Bukannya Tuan memang sudah tidak ingin lagi untuk menemui Nona Qisya ?” ucap Pinjai di dalam hati kecilnya sambil menatap Bisma yang sudah mondar-mandir ke sana ke sini.


📱 “Saya kurang tahu, Tuan. Tapi yang saya tahu dari salah satu karyawannya, Tuan Brian ingin membawa salah satu anaknya yang sakit untuk berobat serta kembali merintis perusahaannya mulai dari nol. Cuma saya tidak tahu siapa nama anak dari Tuan Brian yang sakit itu Tuan” jawab orang suruhan Bisma.


“Anak Tuan Brian ada yang sakit? Lalu dibawa sejauh itu agar bisa sembuh yang mana itu pun di rahasiakan tempatnya. Apa ja-jangan jangan anak tersebut adalah Qisya? Jika memang benar adanya, apakah sampai separah itu sehingga dia harus menjalani pengobatan yang jauh? Astaga Qisya... Maafkan aku jika kesalahanku ini bisa membuatmu menjadi seperti ini Baby...” ucap Bisma di dalam hati kecilnya dengan raut wajah yang sangat sedih.


Pinjai yang bisa melihat wajah Bisma seperti sedang bersedih membuat ia semakin merasa kasihan dengan Bisma. Bisa Pinjai lihat jika Bisma saat ini benar-benar telah merasakan arti kehilangan yang sesungguhnya.


Padahal Bisma berjanji untuk tidak menemui Qisya, tapi bukan berarti mereka harus pergi jauh yang entah dimana keberadaan mereka.


“Bukannya Tuan sudah berjanji untuk tidak mau lagi berurusan dengan mereka? Bahkan Tuan juga bilang kalau dia tidak akan menemui Nona Qisya lagi. Lalu kenapa sekarang Tuan malah menanyai kabar mereka? Apa Tuan sudah benar-benar jatuh cinta? Astaga mana mungkin. Pasti ini hanya pikiranku saja karena kemungkinan kedekatan mereka pada waktu itu membuat aku sampai berpikir sejauh ini. Apa lagi mereka berbeda umur yang sangat jauh hampir 10 tahun, jadi mana mungkin Tuan atau pun Nona Qisya sama-sama mau satu sama lain kan?! Mungkin saja Tuan hanya merasa kehilangan yang benar-benar kehilangan kan...” ucap Pinjai di dalam hatinya penuh dengan tanda tanya.


Orang suruhan Bisma yang tidak mendengar suara Bisma kini kembali berbicara untuk memastikan jika Bisma masih menerima telepon darinya.


Bisma yang mendengar suara tersebut, membuat dirinya langsung tersadar.


📱 “Ekhem... Akj masih ada di sini” saut Bisma dengan kedinginannya sambil menetralkan rasa kepanikan yang saat ini melanda pikirannya.


📱 “Maaf Tuan, lalu bagaimana sekarang Tuan? Apa saya harus mencari tahu tentang keberadaan keluarga kecil Tuan Brian atau malah saya harus fokus kepada wanita itu?” tanya orang suruhan Brian.


📱 “Tidak perlu, biarkan saja. Sekarang fokus saja dengan wanita ja*lang itu. Cari segala cara untuk membawanya ke sini menemuiku dan lolos dari pantauan polisi. Aku tidak mau wanita itu mati dengan tenang, aku mau wanita itu mati dengan siksaan penderitaan seperti apa yang telah diperbuat olehnya, mengerti!? Cepat bawa wanita itu ke sini, aku tidak mau menunggu terlalu lama karena tanganku sudah sangat gatal ingin menempelkan tato-tato yang terukir indah di seluruh tubuhnya” ucap Bisma dengan tatapan sang Mafia kejam.


📱 “Ba-baik, Tuan. Saya akan mencari cara agar wanita itu bisa secepatnya saya bawa ke Korea untuk bertemu dengan Tuan” jawab orang suruhan Bisma dengan nada sedikit ketakutan.


Tutt... Tutt... Tutt...


Sambungan telepon pun terputus saat Bisma yang mematikan secara sepihak. Bingung, marah, kesal, emosi, sedih, panik, dan cemas. Kini semua rasa itu sedang melanda diri Bisma sehingga membuatnya tidak terkendali.

__ADS_1


Pranggg !...


Pranggg !...


Pyaaarrr !...


Bisma membanting semua barang yang ada di dekatnya hingga berantakan di mana-mana. Pinjai yang melihatnya pun langsung segera menahan Bisma agar tidak sampai melukai dirinya sendiri.


Apa lagi Pinjai sangat tahu betul jika Bisma sedang marah, maka dia tidak akan segan-segan untuk melukai dirinya sendiri atau pun orang lain. Siapa pun yang berani sedikit saja menyenggol Bisma di saat dia sedang tidak terkendali seperti sekarang, maka nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai para readers semuanya 🤗


Seperti yang kalian tahu ini adalah karya novel ke-2 Author loh 🤭


Semoga kalian menyukainya ya 🤝


Dukung Author terus dengan cara berikut :


Like 👍


Komen 📨


Favorite ❤️


Rate 🌟


Share 📲


Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏


Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜


Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️

__ADS_1


Terima kasih semuanya 🙏🙏


Papaaayyy~~~ 🤗🤗


__ADS_2