
Key sangat tahu bahwa Daddy Ken begitu mencintai Mommy Nisha, sama halnya dengan Mommy Nisha yang sangat mencintai Daddy Ken. Jadi Key tidak mau menghancurkan cinta mereka cuman karena kehadirannya.
...*...
...*...
Setelah pulang dari rumah Kakek Iram dan juga Nenek Mona, Lukas langsung berbicara kepada kedua orang tuanya kalau nanti akan ada seseorang yang datang sehingga membuat mereka menjadi sangat penasaran.
"Abang, siapa yang mau datang ke rumah kita?" Tanya Lily.
"Nanti juga kamu tahu, sudah kamu bantu Bunda sana buat nyiapin makanan yang enak!" Jawab Lukas sambil memainkan ponselnya.
"Kalau aku di suruh bantuin Bunda, lalu Abang ngapain?" Tanya Lily lagi.
"Main, dahlah jangan ganggu. Bentar lagi Daddy pulang jadi cepat sana bantu Bunda, Abang akan membukakan pintu untuk mereka" Sahut Lukas yang berhasil membuat Lily sangat kesal.
"Yaaaa.. dasar Abang menyebalkan! Ada juga Abang yang bantu Bunda karena itu tamu Abang, bukan malah Lily. Lagian juga itu mainan apaan coba, tuh.. tuh.. tuh.. mati kan mati hahaha.."
Lily berdiri sambil mengganggu Lukas yang sedang bermain PUBG dimana karena sentuhan tangan Lily membuat Lukas terkecoh hingga mati tertembak oleh musuh di depannya.
Lily yang sudah puas mengganggu Abangnya lalu lari sekencang mungkin menuju dapur, dan tertawa terbahak-bahak membuat Bunda Hana langsung bingung. Cuman kebingungan Bunda Hana terjawab setelah mendengar.....
"Lilyy! Awas kamu yaaaa... lihat aja kalau ada apa-apa jangan pernah memanggil namaku!" Pekik Lukas dengan suara baritonnya hingga berhasil kembali membuat Lily tertawa gemas.
Bunda Hana menggelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan mereka setiap harinya selalu ada saja ulahnya, lalu Bunda hanya melanjutkan menyiapkan menu makan malam untuk tamu Lukas serta beberapa kue dan juga camilan.
__ADS_1
Ketika tawa Lily sudah puas dia langsung membantu Bunda Hana untuk menata semuanya serta mengupas beberapa buah yang akan di buatkan salat atau pun jus oleh Bunda Hana.
Tak lama bel rumah pun berbunyi, Lukas segera membukakan pintu bersamaan dengan munculnya Ayah Brian yang baru saja pulang dari kerjanya. Ayah Brian masuk sambil mengucapkan salam dan di jawab oleh Lukas sambil bersalaman.
"Apa tamumu sudah datang?" Tanya Ayah Brian sambil berjalan menuju ruang keluarga.
"Belum, mungkin sebentar lagi. Ayah mau langsung mandi atau mau Lukas bilangin Bunda untuk buatkan minum?" Tanya balik Lukas yang melihat Ayah Brian langsung duduk.
"Ayah mau rehat sebentar. Kamu bilang aja sama Bunda, Ayah minta di buatkan teh hangat sama cemilan karena perut Ayah sedikit lapar" Jawab Ayah Brian sambil membuka dasinya.
Lukas menganggukkan kepalanya, lalu berjalan menuju dapur dimana Lukas langsung memberitahukan pesenan Ayah Brian. Bunda Hana langsung membuatkan teh, dan membawa camilan untuk Ayah Brian di piring yang kosong.
Sedangkan Lily dia langsung berlari menemui Ayah Brian kemudian memeluknya begitu manja. Begitulah Lily, meskipun dia sudah sangat besar tetapi sifat manjanya benar-benar tidak pernah hilang.
Lukas pun mengangguk sambil melihat kepergian Bunda Hana, kemudian ia menatap kompor yang sedang menyala. "Astaga Bunda, kalau apinya kecil begini, kapan ayamnya mateng coba!"
Lukas langsung menyetel kompor dengan api berukuran sedang, kemudian ia kembali memainkan ponselnya sambil duduk.
Sedangkan Bunda Hana langsung menyapa Ayah Brian dan menaruh pesanannya di atas meja sambil bersalaman, lalu Ayah Brian berbicara menanyakan siapa yang akan datang. Tetapi Bunda Hana dan juga Lily tidak tahu menahu karena Lukas tidak memberitahu siapa yang akan datang.
Pokonya Lukas hanya bilang bahwa tamunya adalah tamu yang spesial jadi mereka harus menyambutnya dengan sangat spesial. Ketika mereka bertiga sedang mengobrol tiba-tiba terdengar suara seseorang berteriak.
"Bunda, ayamnya ngamuk. Cepat datang ke sini, Lukas takut!" Teriak Lukas ketika melihat ayam goreng yang tadinya damai sekarang seakan-akan memberontak. Hingga membuat mereka khawatir dan langsung lari menuju dapur.
"Astaga Lukas! Kau apakan ayamku, huaaa.. kenapa jadi begini" Ucap Bunda Hana ketika melihat ayam yang di goreng sudah berserakan dimana-mana bahkan dapur yang tadinya bersih kini penuh dengan bercakan minyak panas.
__ADS_1
Sedangkan Ayah Brian langsung mematikan kompor dengan perlahan, lalu menatap tajam ke arah Lukas. "Apa yang kau lakukan pada ayam itu, hem..? Kenapa semua ayamnya berantakan di lantai seperti ini?"
"Tu-tunggu Ayah, se-seingat Bunda ketika Bunda tinggalin posisi kompor itu apinya kecil. Lalu kenapa tadi Bunda lihat jadi besar?" Sahut Bunda Hana dengan wajah yang sangat bingung.
"Nahloh.. nahloh.. makannya kalau di suruh jaga itu dijaga dengan benar jangan main ponsel mulu. Masih untung ayamnya ngamuk coba kalau Bunda yang ngamuk bisa-bisa Abang enggak boleh main game selama 1 Minggu haha.." Jawab Lily yang malah berhasil membuat Lukas melototkan matanya.
"Kaaauuu..!!" Geram Lukas. Lily hanya bisa menjulukan lidahnya, namun ketika Lukas ingin mendekatinya Lily langsung mengumpet di belakang Bunda Hana.
"Bunda, Abang tuh.." Rengek Lily.
"Lukas kamu belum menjawab pertanyaan Ayah dan juga Bunda. Ada yang terjadi dengan ayam itu, kenapa dia mengamuk? Lalu tadi Bunda bilang saat di tinggal apinya kecil, tapi kenapa saat kami kembali apinya jadi membesar?" Tegas Ayah Brian.
"Eee.. i-itu A-ayah.. tadi saat Lukas di suruh Bunda nunggu di dapur, terus Lukas lihat Bunda sedang goreng ayam tapi apinya kecil banget. Mungkin Bunda lupa, jadi ya udah Lukas gedein aja, kalau kecil bagaimana ayamnya bisa mateng coba. Keburu lumutan yang ada!" Jawab Lukas tanpa merasa bersalah.
Ayah Brian dan Bunda Hana menatap satu sama lain sehingga mereka kembali menatap Lukas dengan menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun Lukas! Itu bukan karena Bunda lupa, tapi emang kalau goreng ayam sebaiknya apinya itu harus kecil supaya dia tidak mengamuk. Pantas saja ayam Bunda bisa bernasib seperti ini, ternyata ada ulahmu di balik semua ini. Ckk.. ckk.. ckk.. "
Bunda Hana menggelengkan kepalanya yang malah membuat Lukas menyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kemudian Ayah Brian langsung pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih, sedangkan Lukas dan Lily membantu Bunda Hana untuk membersihkan dapur yang sangat berantakan.
Balum lagi Lily selalu mendumel kepada Lukas karena ini adalah ulahnya, tetapi dia juga kena imbasnya karena Bunda Hana menyuruh mereka berdua membantu membersihkan semuanya supaya adil, tidak ada yang merasa menjadi menang.
Bagi Lukas dia tidak keberatan sama sekali, selagi Bunda Hana tidak melarangnya untuk berhenti bermain games selama 1 Minggu. Awalnya Bunda Hana ingin menghukumnya sesuai dengan ucapan Lily, tetapi Lukas mencoba terus merayunya agar menghukumnya dengan cara membersihkan dapur saja dari pada harus ketinggalan beberapa event penting di dalam gamesnya.
__ADS_1