
Di kamar Qisya
Qisya sedang memasukkan beberapa setel pakaiannya ke dalam kopernya.
“Assalammualikum, Kak” ucap Lukas yang memasuki kamar Qisya.
“Waalaikumsalam, dek. Sini masuk, loh kemana kembaranmu?” tanya Qisya dengan wajah bingungnya.
“Pergi ke laut” ucap Lukas yang langsung duduk di kasur Qisya.
“Loh kok ngomongnya gitu sih, enggak boleh loh berbicara seperti itu sama adik sendiri” saut Qisya sambil kembali memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
“Habisnya aku kesal, Kak. Dia tuh menyebalkan sekali, beda sama Kakak” ucap Lukas.
“Yakk... Ntuh Babang bekas sendili yang menyebalkan tahu” saut Lily yang langsung masuk ke dalam kamar Qisya.
“Namaku Lukas bukan bekas” jawab Lukas.
“Bodo mamat, wlee... kan muyut aku memang begini” ucap Lily sambil menjulurkan lidahnya.
“Tuh Kak lihatkan dia benar-benar menyebalkan sekali” ngadu Lukas kepada Qisya.
“Ha... ha... ha... Babang adu-adu cama Kakak, dacal manja” ledek Lily.
“Aduh... Sudah dong kalian ini anak kembar loh, kenapa pada ribut terus sih. Kakak pusing lihatnya, kapan kalian akan akur hem...” tanya Qisya.
“Becok” jawab Lily dengan entengnya.
“Ya, besok kalau enggak kesiangan” jawab Lukas dengan dingin.
“Makanya bangun agi-agi jangan keciangan muyu kek kebo haha...” canda Lilya sambil tertawa.
“Cih... Dasar bebek!” ucap Lukas.
“Huuuu... kebo haha...” jawab Lily.
“Bebek!!” saut Lukas.
“Kebo!!” saut Lily.
“Bebek!!” saut Lukas dengan menolak pinggang.
__ADS_1
“Kebo!!” saut Lily dengan menolak pinggang.
“Stop!!!!” teriak Qisya sambil menutup kupingnya.
Lukas dan Lily pun langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya. Mereka berdua tidak akan berani jika Qisya sudah mulai marah.
Entah kenapa kini hanya Qisya yang mampu membuat si kembar ketakutan saat marah. Sedangkan yang lain jika sedang marah, si kembar malah tidak takut bahkan mereka malah suka tertawa bersama.
“Adik-adikku yang cantik dan tampan, coba ya sehari saja tidak berantem bisa kan” ucap Qisya dengan menekankan kata-katanya.
Lukas dan Lily hanya bisa mengangguk-anggukan kepala mereka bersama-sama.
“Ma-maaf...” ucap Lukas sambil menyodorkan tangannya.
“Lily uga minta maap ya Babang bekas” saut Lily sambil menjabat tangan Lukas.
“Ya, aku juga minta maaf sudah selalu meledekmu” jawab Lukas yang langsung melepaskan tangannya.
“Lily uga minta maaf udah edek-edek Babang hehe...” ucap Lily sambil tertawa.
Lukas pun tersenyum menatap Lily sambil ia memeluk Lily dengan sangat sayang, dibalik kecuekan Lukas ia begitu menyayangi Lily. Lily langsung membalas pelukan Abangnya dengan sangat erat.
Setelah berpelukan, Lukas kembali dengan wajah datarnya sambil menatap sang Kakak yang tersenyum menatap mereka berdua.
Lukas hanya menganggukkan kepalanya.
“Alhamdulillah, begitu dong. Itu baru namanya adik-adik Kakak yang sangat pintar. Sini-sini peluk Kakak dong...” jawab Qisya sambil tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya dengan keadaan duduk di tepi kasur.
Mereka berdua pun langsung menyerbu berlari ke arah Qisya dengan memberikan pelukan yang sangat hangat.
Dan kemudian, Lukas dan Lily di suruh turun ke bawah lebih dulu oleh Qisya karena ia masih harus membereskan semuanya yang masih tersisa di atas kasur. Dan baru akan menyusul mereka ke bawah.
Namun, di saat Lily sedang menuruni tangga dengan bersenandung ceria. Tiba-tiba saja ia hampir terpeleset dari tangga yang sangat tinggi.
Lukas yang dengan sigap menjaga Lily pun langsung menariknya untuk menyelamatkan Lily.
“Kalau jalan pakai mata perhatikan langkahnya, jangan selalu saja bersenandung. Paham!!” ucap Lukas dengan kesal.
“Hehe... maap Babang, ndak agi-agi deh. Maacih ya Babang ampan” ucap Lily sambil cengengesan yang malah membuat Lukas menggelengkan kepalanya.
Namun, di saat Lily kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga. Lukas pun tersenyum sangat lebar, ia begitu bahagianya bisa menjaga sang adik dengan sigap. Ya, itulah sosok Lukas. Ia selalu saja cuek dan bertengkar dengan Lily.
__ADS_1
Namun, dibalik itu semua Lukas tidak akan bisa lama-lama berada jauh dari kembarannya yang terkadang membuatnya kesal tetapi juga bisa membuatnya tersenyum dengan tingkahnya yang sangat menggemaskan.
Dan akhirnya mereka pun berkumpul di ruang keluarga sambil menunggu kedatangan Qisya. Hingga akhirnya beberapa menit kemudian Qisya turun dengan kopernya sambil menunjukkan muka cerianya.
Dan pada saat itu mereka pun berpamitan kepada Opa Ferry dan Oma Syifa. Oma Syifa entah kenapa ia menangis saat Lily berpamitan dengan caranya tersendiri.
“Oma Lily amit duyu ya, Oma angan malah-malah muyu cama Opa. Opa uga angan nakal-nakal ya cama Oma, Lily mau pergi duyu cama Yayah, Bunbun, Kakak, dan Abang. Nannti alo Lily dah lulang agi Lily bawain oleh-oleh ya, yapi Oma jangan angis ental Lily ndak jadi pelgi dong alo Oma angis. Tan Lily pelginya cuma cebental loh, nanti alik agi ketemu Opa ama Oma oteh...” ucap Lily.
“Hiks... Oma enggak nangis sayang, Oma cuman sedih lihat Lily mau pergi liburan kan Oma sayang banget sama Lily. Lily janji ya nanti pulang lagi, Oma enggak mau oleh-oleh tapi Oma mau kalian pulang dengan keadaan sehat, selamat dan tanpa kekurangan satu pun oke...” ucap Oma Syifa sambil mencium pipi ketiga cucunya.
“Otehh... Oma cantik” ucap Lily.
Lukas hanya bisa menganggukkan kepalanya bersamaan dengan Qisya yang tersenyum. Kemudian Hana dan Brian pun berpamitan sambil memeluk orang tua Brian secara bergantian.
Dan akhirnya mereka berlima pun berjalan menuju mobil yang sudah Brian siapkan untuk mengantar mereka semua ke Bandara. Sepanjang perjalanan Lily selalu saja bernyanyi bersama Qisya dengan perasaan bahagia.
Lalu, Lukas hanya bisa menatap samping jendela dengan perasaan yang tiba-tiba saja tidak enak.
“Kok perasaan Lukas enggak enak ya, ada apa ini? Semoga saja tidak ada apa-apa. Ya Allah berikanlah keluarga Lukas kesehatan, keselamatan tanpa kekurangan satu pun dari mulai berangkat sampai pulang ke rumah. Amin ya Allah...” ucap Lukas di dalam hatinya sambil memanjatkan doa.
Hana dan Brian hanya bisa tersenyum lebar saat melihat anak-anaknya di belakang sedang asyik bernyanyi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai disini dulu ya cerita untuk hari ini semuanya... 😁😁😁
Author ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian 😗😗😗
Kisah Novel ini akan segera berakhir atau tamat 😱😱😱
Hanya ada beberapa bab lagi dan Novel ini akan tamat 😢😢😢
Lalu bagaimana dengan pendapat kalian tentang Season 2 ? 🤔🤔🤔
Mohon berikan saran kalian di kolom komentar ya... 🥺🥺🥺
Dan mohon tetap dukung Author walaupun sudah tamat 😔😔😔
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya 🤗🤗🤗
Terima kasih semua... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻