
“Arya tidak bisa lagi Bah, Mi... Arya tidak kuat seperti ini. Dari pada kami terus saling menyakiti, lebih baik Arya dan Nadha menjadi seperti semula dengan status hanya seorang atasan dan karyawan, tidak lebih”
Arya berusaha mengungkapkan seluruh perasaan yang ia ganjal beberapa bulan belakangin ini kepada kedua orang tuanya.
“Astaghfirullah Arya, kenapa nasibmu seperti ini? Bagaimana jika Mbakmu tahu, pasti dia akan memarahimu habis-habisan. Apa lagi Mbakmu selalu mengingatkanmu untuk lebih waspada dengan wanita jaman sekarang"
"Tapi kamu kan kemarin lagi cinta-cintanya dengan perempuan itu, jadi kamu tidak bisa berpikir dengan jernih. Bahkan kamu juga bilang kan jika kalian kenal memang cukup lama, namun dekatnya baru akhir-akhir menjelang pertunangan kalian kan?”
“Itulah yang membuat kamu berpikir dia itu yang terbaik, padahal ia bukannya yang terbaik menurut Allah untuk menjadi pendampingmu. Untung saja Allah masih baik padamu dan membukakan matamu supaya tahu siapa dia sebenarnya”
“Umi juga saat melihat Nadha pertama kali merasa ada perasaan yang beda dan sedikit tidak enak. Namun Umi pendam semuanya karena Umi percaya jika Allah memang menakdirkan kalian maka apa pun bisa terjadi. Tapi jika Allah tidak menakdirkan kalian untuk bersama, pasti akan ada saja yang membuat kamu tahu bagaimana sifat Nadha sebenarnya”
Umi menasihati anak bontotnya yang begitu malang, karena cinta pertamanya tidak bisa Arya gapai dan sekarang cinta tulusnya malah disalah gunakan oleh wanita yang gila akan duniawi. Sedangkan Abah hanya bisa tersenyum, semua yang mau Abah ucapkan sudah di wakilkan oleh istri tercintanya.
“Baiklah jika itu keputusanmu, Abah dan Umi tetap mendukungmu. Kamu tidak perlu patah semangat, jadikan ini sebagai pembelajaran dalam memilah milih pasangan yang kelak akan menjadi pendamping seumur hidupmu, Arya” ucap Abah.
“Terima kasih, Abah dan Umi selalu mendukung Arya. Meskipun langkah yang Arya ambil tergesa-gesa dan hasilnya jauh dari apa yang diinginkan, tapi kalian selalu menasihati Arya tanpa memarahi Arya yang sudah salah mengambil langkah dalam hidup”
“Arya cuma bisa berdoa supaya kelak Arya bisa mendapatkan jodoh yang terbaik dari Allah ,aamiinn Allahumma aamiinn...”
Arya berdoa hingga tak lupa ia selalu bersyukur karena memiliki orang tua yang sangat peduli dengannya. Mau ia salah atau tidak, mereka tidak pernah memarahi Arya. Mereka hanya bisa menasihatinya karena mereka tahu Arya sudah dewasa dan tentunya ia bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak untuk dirinya sendiri.
Sedangkan Abah dan Umi menyerahkan semua keputusan pada Arya karena dialah yang menjalin hubungan, bukanlah mereka. Hari sudah semakin larut membuat Arya yang benar-benar lelah tak terasa sampai tertidur begitu pulas di kamarnya.
Lalu Arya terbangun di tengah malam, dan betapa terkejutnya ia saat menatap dirinya yang masih dengan baju kerjanya. Kemudian Arya langsung segera bersih-bersih dan dia melakukan Shalat Istikharah untuk meminta petunjuk pada Yang Maha Kuasa tentang dirinya dan juga tunangannya.
...*...
...*...
Ke esokkan paginya, Arya bersiap untuk pergi ke kantor. Namun seperti biasa, Nadha akan selalu meminta di ajak makan di restoran mahal dan pergi berbelanja di Mall serta ia minta di temani saat pergi ke SPA yang mana Arya harus menunggunya selesai perawatan hampir 2 jam lamanya.
Arya semakin kesal dan kesal karena jika dia tidak menuruti permintaan tunangannya itu, maka Nadha akan terus mengeluh dan marah tidak jelas. Seiring berjalannya waktu, mereka pun pergi ke restoran bintang 5 untuk makan malam. Setelah makanan yang di pesan sudah tersusun rapi di meja, Nadha pun langsung memakannya dengan begitu lahab.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Arya, dia malah kehilangan nafsu makannya dan tidak menyentuh makanannya sama sekali. Nadha yang menyadari itu, membuat ia mengeritkan dahinya karena bingung melihat piring Arya yang masih penuh dengan makanan. Bahkan tidak ada yang berubah dari penataannya.
“Sayang, kamu kenapa kok makanannya enggak di makan? Mubazir loh, kasihan nanti nasinya nangis. Apa jangan-jangan kamu sakit, sayang?” tanya Nadh.
“Tidak, aku baik-saja kok. Sudah kamu lanjutkan makannya, jangan banyak berbicara takut keselek” jawab Arya dengan sedikit cuek.
“Lalu makananmu?” tanya lagi Nadha yang masih bingung.
“Kebetulan aku masih kenyang, jadi biarkan saja. Jika bisa di bungkus, maka aku akan menyuruh pelayan untuk membungkusnya supaya bisa aku bawa pulang saja. Kalau dipaksakan takutnya malah muntah” jawab Arya dengan mencari alasan.
Padahal Arya sudah sangat-sangat jenuh dengan sandiwara ini. Apa lagi tubuh Arya memang bersama Nadha, namun pikirannya tetap pada pekerjaan yang seolah-olah memanggilnya untuk segera di selesaikan tanpa harus menunggu menumpuk lebih dulu. Nadha pun hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu ia kembali makan.
Sedangkan Arya hanya fokus menatap isi restoran yang sama sekali tidak pernah ia kunjungi. Bahkan membawa semua keluarganya pun belum pernah, tapi kali ini dia malah datang karena suruhan dari Nadha. Setelah selesai makan malam, mereka kembali berjalan di taman yang waktu dulu Arya melamar Sekretarisnya.
Tanpa di duga ternyata Arya sudah merencanakan semua ini untuk memutuskan pertunangannya dengan Nadha tepat di tempat di mana mereka memulai hubungan pertunangan, maka di tempat itu pula hubungan mereka akan berakhir agar kedepannya mereka bisa berjalan sesuai dengan keinginannya masing-masing.
Arya sudah tidak bisa lagi menuruti semua kemauan Nadha yang serba kemewahan. Arya tidak mau hidup yang hanya memikirkan masalah duniawi, Arya hanya mau hidup seperti air yang mengalir mengikuti arusnya dan juga ia tidak mau memiliki keluarga kecil yang jauh dari agama.
Sekarang Arya dan Nadha asyik menikmati suasa taman di malam hari dengan berjalan beriringan namun tidak berpegangan tangan. Arya hanya berjalan dalam diam sambil menatap langit penuh bintang yang berkilau, tanpa melirik ke arah Nadha.
Sedangkan Nadha merasa sedikit kesal karena sejak mereka pergi berkencan dari pagi sampai sekarang, Arya selalu cuek padanya. Nadha terus berjalan sambil memasang wajah juteknya lalu di terkejut saat melihat bahwa Arya berada di belakangnya dan berhenti berjalan.
"Ada apa sayang? Kenapa kamj tiba-tiba berhenti berjalan seperti itu? Apa kamu sakit atau mungkin kelelahan?" tanya Nadha sambil menatap khawatir pada Arya.
"Nad, aku ingin bicara sesuatu dengan kamu. Ini sangat serius dan aku harap kamu bisa menerima ini dengan baik-baik" ucap Arya sambil menatap serius Nadha.
"Ada apa sih kamu, kok tiba-tiba jadi serius kayak gini. Apa kamu lagi ada masalah atau apa perusahaan terkena kerugian besar? Apa kamu kekurangan uang sekarang" tanya Nadha yang tanpa sadar membuat Arya semakin kesal.
Arya mengernyitkan alisnya dan berkata, "Kenapa kamu malah khawatir soal perusahaan rugi besar atau aku yang tidak punya uang. Apa kamu tidak bisa khawatir tentang kesehatanku atau keluargaku?"
"Selama ini aku sudah diam saja karena aku pikir kamu yang seperti ini hanyalah sementara karena kita baru bertunangan. Tapi sekarang tidak lagi, selaka beberapa bulam terakhir kamu sudah benar-benar berubah. Kamu bukan lagi Nadha yang baik, polos dan lugu seperti dulu. Kamu berubah menjadi Nadha yang manja, egois dan boros"
"Awalnya aku tidak masalah karena aku pikir itu hal wajar jika pria membelanjakan dan memanjakan pasangannya, tapi tidak lagi. Kau bahkan sampai menggunakan status sebagai tunanganku di kantor. Apakah ini tujuanmu mendekati dari awal, Nadha" ucap tegas Arya sambil menatap dingin Nadha.
__ADS_1
Nadha yang baru pertama kali di tatap dingin seperti itu lalu merasa ciut, dan mencoba untuk membela diri, "A-aku tidak begitu, sayang... Ak-aku cuma... cuma sedang terlena sekejap saja. Aku tidak bermaksud seperti itu, sayang"
"Aku cape Nadha, kamu selalu menuntut aku untuk selalu di samping kamu. Tapi di saat aku membutuhkanmu, kamu malah tidak ada di sampingku. Kamu terlalu terlena dengan kekayaan dan kenyamanan yang aku berikan, Nadha" ucap Arya dengan wajah sedihnya.
"Sekarang aku tanya padamu, Nadha. Apakah selama ini kamu pernah sekali saja... Sekali saja kamu tulus mencintaiku, tanpa memandang status dan harta yang aku miliki saat ini. Bisakah kamu bersamaku jika aku bahkan tidak memiliki uang sedikitpun"
"Bagaimana jika aku hanya seorang pekerja kantoran yang gajinya hanya cukup untuk biaya hidup saja. Apakah kamu bisa berhenti berbelanja dan pergi ke tempat mahal dan berkelas seperti itu?" tanya Arya dengan nada seriusnya.
Nadha yang mendengar itu hanya bisa berdiri diam dan menatap Arya dengan wajah anehnya. Nadha merasa bahwa Arya sedikit aneh hari ini, dan seperti sedang menguji cintanya kepada Arya selama ini.
"Apaan sih yang dia bicaran tiba-tiba ini. Kalau dia cuma pekerja kantoran dan gak punya banyak duit, lalu ngapain juga gua mau deketin dia dan berusaha ngambil hatinya dari awal ckk..."
"Mendingan gua deketin Pak Ipul atau manager lainnya yang lebih kaya. Mana bisa seorang Nadha Shintia yang cantik ini hidup miskin tanpa menggunakan barang branded yang mahal dan terkenal ihh..." ucap Nadha di dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊
Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆
Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳
Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗
Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗
Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰
Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1