
Tanpa mereka sadari ternyata Brian, Lukas, Lily dan Jay berada di belakang mereka. Jay yang mengerti kenapa Kakaknya menangis itu pun langsung berlari dan ikut memeluk Key.
Kemudian Bunda Hana pun memeluk Key dan Jay secara bersamaan karena Jay ikut menangis bersama Key.
Setelah selesai menangis lalu Key melepaskan pelukannya Bunda Hana dan dia menatap Jay. Melihat kalau Jay menangis, Key lalu menghapus air mata Jay sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum menatap Jay. Bunda Hana yang melihatnya pun ikut tersenyum.
“Kamu itu laki-laki jadi tidak boleh menangis, hapus air matamu ini dan tersenyumlah. Jika Adikku ini menangis lalu bagaimana bisa aku sebagai Kakakmu akan tersenyum hemm...” ucap Key sambil menghapus air mata Jay.
“Kakak hiks... a-apakah Ka-Kakak di marahi lagi o-oleh Daddy? Ka-Kakak jangan menangis ka-karena jika Kakak me-menangis maka a-aku juga akan ikut menangis hiks...” air mata Jay tetap menetes tanpa henti.
“Kakak Key... kenapa Kakak menangis? Lily jadi ikutan sedih melihat Kak Key dan Jay menangis hiks... jangan menangis lagi Kakak Key...” ucap Lily dengan wajah sedih dan matanya yang mulai berlinangan air mata.
“Apa semuanya baik-baik saja sayang? Kenapa kamu menangis? Apakah orang tua kalian tidak mengizinkan kalian makan malam bersama dengan kami? Haruskah aku yang bicara pada orang tua kalian?” tanya Bunda Hana dengan wajah khawatirnya.
“Tidak perlu Tante, terima kasih. Tapi aku rasa kami akan pulang sekarang saja karena hari semakin larut. Kami juga tidak ingin merepotkan Tante dan Om lebih lama lagi” ucap Key sambil berusaha untuk berdiri.
Akibat menangis terlalu lama, membuat kaki Key terasa lemah sehingga dia hampir saja terjatuh saat mencoba untuk berdiri.
Namun dengan sigap Lukas berlari ke arah Key dan membantu Key untuk berdiri tegak sehingga dia tidak jadi terjatuh.
“Kakimu ini masih lemas karena kau terlalu lama menangis. Lebih baik saat ini kalian istirahat saja di sini sampai kau merasa tenang dan baru kalian boleh pulang. Kalau perlu kalian makan malam bersama dengan kami” Lukas berbicara sangat tegas namun penuh kekhawatiran.
“Apa yang Lukas katakan itu benar, lebih baik kalian istirahat saja di sini sampai kalian merasa tenang sambil makan malam bersama kami. Nanti kami yang akan mengabarkan orang tua kalian dan meminta pengertian dari mereka” ucap Brian dengan nada lembutnya.
__ADS_1
Di saat Key dan Jay bingung harus menjawab bagaimana, tiba-tiba saja ponsel Key berbunyi dan terdapat notifikasi pesan masuk dari Mommy Nisha. Key pun membukanya dan membacakan pesan dari Mommy Nisha tersebut.
📨 “Sayang, kalian makan malamlah di rumah teman kalian yang bernama Lily itu ya. Jikalau bisa, minta ijin orang tua Lily untuk mengizinkan kalian menginap di sana untuk hari ini saja”
📨 “Saat ini keadaan Daddy kalian sedang tidak memungkinkan jika kalian pulang sekarang juga. Jika perlu nanti Mommy akan meneleponmu dan bicara dengan orang tua Lily untuk meminta izin mereka”
📨 “Mommy minta maaf karena saat ini Mommy sedang berusaha menenangkan Daddy kalian, jadi tetaplah di sana untuk hari ini saja. Mommy sayang kalian berdua, Key... Jay...”
Key membacakan pesan tersebut dan Bunda Hana serta Ayah Brian langsung saja menganggukkan kepalanya mereka.
Meskipun mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi mereka tidak bisa membiarkan Key dan Kay pulang jika keadaan di rumah mereka sedang tidak baik.
Akhirnya Key membalas pesan tersebut di mana Bunda Hana dan Ayah Brian mengizinkan mereka berdua untuk menginap hari ini.
Mommy Nisha yang melihat pesan dari putrinya merasa bersyukur karena setidaknya mereka tidak akan melihat Daddy mereka yang sedang mengamuk di rumah.
Setelah duduk di ruang tamu, akhirnya Key dan Jay meminum air putih yang Bunda Hana ambilkan untuk mereka.
“Maaf jika Bunda berlaku tidak sopan, tapi bisakah Key atau Jay memberitahu kami apa yang sebenarnya terjadi? Tapi jika kalian tidak ingin memberitahukannya juga tidak apa-apa, kami tidak akan memaksa kalian”
Bunda Hana berbicara dengan sangat lembut dan berhati-hati karena dia tidak ingin membuat perasaan Key dan Jay jadi tersinggung.
Lalu Key dan Jay pun saling menatap satu sama lainnya dan tidak lama kemudian Jay mengangguk yang mana artinya dia meminta Key untuk menceritakan semua jika Key sanggup.
__ADS_1
Key lalu menatap wajah Bunda Hana dan Ayah Brian yang saat ini menatap mereka dengan wajah cemas penuh kekhawatiran.
Key bisa merasakan ketulusan dari tatapan Ayah Brian dan Bunda Hana sehingga Key pun menarik napasnya dan membuangnya perlahan untuk menenangkan dirinya.
“Aku pikir saat ini Daddy Ken sedang marah besar karena dia berpikir aku sengaja membawa Jay denganku untuk pergi bermain. Memang sejak aku masih sangat kecil atau bahkan sejak lahir, Daddy Ken tidak pernah menyukaiku”
“Bagaimana pun aku hanya anak dari selingkuhan Daddy Ken. Mommy Nisha adalah Ibu kandungnya Jay, sedangkan Mommy Ica... Mommy Ica adalah ibu kandungku dan di hiks... dia sudah tidak ada lagi di dunia...” Key meneteskan air matanya sambil bercerita.
Jay yang melihat Kakaknya menangis pun lalu menggenggam tangannya Key dengan matanya yang sudah berlinangan air mata. Key lalu mengelus tangan Jay dengan tangan satunya dan dia pun tersenyum menatap Jay.
“Mommy Nisha bercerita padaku kalau beberapa bulan setelah aku lahir, Mommy Nisha mengandung Jay. Pada saat itu Mommy Ica tidak tahu jika Daddy Ken sudah menikah dengan Mommy Nisha selama 5 tahun”
“Mommy Ica baru tahu kalau Daddy Ken sudah menikah adalah saat Daddy Ken yang mulai jarang datang ke rumah. Lalu di saat Daddy Ken tahu jika hiks...jika Mommy Nisha hamil anak laki-laki lalu Daddy Ken meninggalkan Mommy Ica”
“Mommy Nisha juga bilang kalau setelah Jay lahir dia baru tahu kalau Daddy Ken selingkuh darinya hiks... saat Jay berusia 1 tahun dan aku berusia 2 tahun, Mommy Ica meninggalkan aku di depan rumah Daddy Ken lalu hiks... lalu Mommy Ica pergi untuk selama-lamanya”
“Daddy Ken bilang kalau dia ingin membuangku ke panti asuhan tapi Mommy Nisha melarangnya hiks... Mommy Nisha memilih untuk membesarkan aku bersama dengan Jay seperti anak kandungnya sendiri hiks...”
“Tapi Daddy Ken tidak pernah mau menirma aku hiks... dia selalu membanding-bandingkan aku dengan Jay. Namun Mommy Nisha selalu memperlakukan kami sama hik... Mommy Nisha selalu ada di sampingku kapanpun aku membutuhkan seseorang”
“Bahkan sampai saat ini Daddy Ken masih tidak menyukai aku hiks... Daddy Ken selalu menganggap aku adalah hama yang harusnya tidak ada dalam hidupnya hiks... Tapi Mommy Nisha selalu ada di sampingku dan menjagaku agar aku bisa menjadi wanita yang kuat”
“Meskipun aku dan Jay hanya saudara tiri, tapi aku sangat menyayangi Jay hiks... itu sebabnya aku dan Mommy Nisha selalu mengajarkan Jay untuk selalu memperlakukan wanita dengan hormat hiks... kami tidak ingin Jay tumbuh menjadi pria yang seperti Daddy Ken”
__ADS_1
Key menceritakan semua kisah hidupnya dengan penuh air mata yang membuat semua yang mendengarnya bisa merasakan kesedihan Key.
Jay yang melihat Kakaknya kembali menangis itu pun langsung memeluknya dan ikut menangis bersamanya.