
Saipul yang sudah sangat kesal dengan perlakuan Kelvin kepada Arya seketika menarik Arya untuk pergi dari sana.
Arya hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki Saipul yang sangat cepat. Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah parkiran.
“Kamu kenapa sih, Ya?” tanya Saipul dengan wajah kesalnya.
“Kenapa apanya sih, Pul? Aku tidak mengerti maksud kamu itu apa” tanya Arya dengan wajah herannya.
“Astaghfirullah, Arya! Kamu tidak sadar apa, dari tadi mereka itu menginjak-injak harga dirimu loh. Apa kamu tidak mau membalas perkataan mereka? Kenapa kamu tidak bilang saja, jika kamu ini adalah seorang bos di perusahaan besar yang saat ini kita kelola?” tanya Saipul yang benar-benar sangat marah.
“Sabar, Pul Sabar... Kamu tidak boleh emosi itu tidak akan baik untuk kesehatan. Kamu kan sudah tahu kalau perusahaan itu milik suami Mbak Hana, jadi bukan milikku. Meski pun Mas Brian sudah mempercayakan semua padaku tapi tetap saja itu miliknya. Dan aku harus belajar banyak dari situ agar suatu saat nanti aku bisa memiliki perusahaanku sendiri”
“Jadi, jika kita mau membalas mereka kita harus lebih berjuang untuk mengejar impian kita supaya bisa kita perlihatkan pada mereka bahwa ini loh orang yang dulu kalian ejek ternyata sekarang sudah menjadi sangat sukses. Jadi mereka tidak akan bisa berkata-kata lagi untuk mengejek kita”
Arya menjelaskan panjang lebar untuk membuat Saipul mengerti bahwa pembalasan yang baik adalah dengan pembuktian bukan perkataan.
“Baiklah, aku paham maksudmu. Aku salut denganmu, Ya. Kamu memang orang baik dan sudah selayaknya kamu pantas untuk maju. Keluarga kalian adalah keluarga yang baik, keluarga yang tidak pernah mengambil hati perkataan orang yang selalu mengejek kalian. Aku banyak belajar darimu, Ya. Semoga aku juga bisa mempunyai kesabaran yang lebih lagi ya. Dan semoga saat kamu sukses nanti kau selalu ingat sama aku sahabatmu” ucap Saipul dengan tersenyum.
“Tidak usah seperti itu, Pul. Kau adalah sahabat terbaikku yang sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri. Jadi, kapan pun aku sukses pasti di situ ada kamu. Kita akan sukses bareng-bareng. Tidak ada yang akan meninggalkan atau saling tinggal meninggalkan. Kita akan maju bersama jadi jika nanti aku punya perusahaanku sendiri, kamu orang pertama yang akan aku ajak untuk menemaniku membangun perusahaan yang sangat maju” saut Arya dengan tersenyum.
Dan mereka pun berpelukan layaknya seorang laki-laki dengan wajah yang sangat bahagia. Persahabatan mereka sangatlah kental, sehingga tidak ada yang pernah berhasil membuat mereka untuk saling salah paham.
Namun, di saat Arya ingin menghidupkan mesin motornya, tiba-tiba saja Kelvin mendekati Arya dan Saipul yang saat ini ingin menaiki motor Arya.
“Woi... Tunggu” teriak Kelvin sambil berlari.
“Ada apaan lagi sih tuh orang” ucap Saipul dengan nada kesal.
“Sabar, ingat pesanku tadi. Jangan sampai terbawa emosi” saut Arya.
__ADS_1
Kemudian mereka menatap Kelvin dengan wajah yang berbeda-beda. Arya dengan senyumannya dan Saipul dengan wajah kesalnya.
“Ada apa, Vin? Apa ada yang penting? Soalnya kita buru-buru ada keperluan” ucap Arya dengan mencari alasan agar tidak kembali membuat emosi Saipul memuncak.
“Nih buat kalian, jangan lupa nanti datang di acara pernikahan gua. Dan jangan lupa juga cari baju yang bagus untuk datang ke acara nikahan mewah gua” ucap Kelvin sambil memberikan surat undangan kepada Arya dan Saipul.
Setelah memberikan undangannya tersebut, kemudian Kelvin pergi begitu saja saat melihat undangannya sudah berada di tangan keduanya.
“Udahlah, ayo pulang Ya. Aku sudah muak di sini” ucap Saipul yang langsung menaiki motor Arya.
Tanpa basa-basi Arya langsung mengemudikan motornya untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sampai di rumah Arya langsung bersih-bersih dan masuk ke dalam kamarnya dengan membaca selembar surat undangan yang belum sempat ia baca.
Arya yang benar-benar mengantuk pun asal meletakkan saja surat undangan tersebut dengan sembarangan. Kemudian, Arya langsung menjatuhkan badannya ke kasur dan tertidur dengan sangat pulas.
Hari demi hari telah berlalu, Hana dan Brian yang hampir beberapa kali di prank oleh Baby twins pun terkadang merasa sedikit kesal. Karena mereka beberapa kali telah menyiapkan semuanya untuk buru-buru ke rumah sakit, tetapi Baby twins malah tidak mau keluar-keluar.
Hana dan Brian pun sudah menyiapkan sebuah kamar khusus untuk Baby twins dengan beberapa dekorasi yang sangat cantik.
Qisya yang juga tidak sabar untuk melihat Baby twins membuat ia selalu menyuruh sang adik untuk cepat keluar dari dalam perut Hana, namun Qisya malah mendapati reaksi tendangan oleh Baby twins.
Sedangkan Tuan Ferry dan Nyonya Syifa saat ini sedang keluar negeri karena ada urusan penting, dan sore nanti akan kembali lagi untuk pulang karena mereka tidak mau lama-lama pergi meninggalkan Hana yang sebentar lagi akan melahirkan.
Sore hari di ruang keluarga Brian, Hana dan Qisya sedang memakan cemilan sambil menonton televisi film drama yang berbau film ekstrem.
Entah kenapa akhir-akhir ini Hana selalu suka film yang berbau ekstrem serta Qisya dan Brian pun yang melihatnya kadang merasa takut tetapi tidak dengan Hana. Dia malah sangat menyukainya dan sesekali menjadi penonton yang mendukung aktor kesukaannya untuk melawan semua musuh-musuhnya.
Hingga akhirnya Tuan Ferry dan Nyonya Syifa yang baru saja sampai di rumah pun langsung menyapa semuanya di ruang keluarga dengan membawa belanjaan yang sangat banyak untuk cucu-cucunya.
__ADS_1
“Assalamualaikum...” ucap salam Tuan Ferry dan Nyonya Syifa sambil berjalan menuju ruang keluarga.
“Waalaikumsalam...” jawab Hana, Brian dan Qisya secara bersamaan sambil berbalik ke arah belakang.
“Oma, Opa huaa... Qisya kangen” teriak Qisya sambil memeluk keduanya secara bergantian.
Hampir 3 hari mereka keluar negeri dengan keperluan yang sangat mendadak. Hingga akhirnya kini mereka kembali dengan sangat cepat karena khawatir dengan kondisi Hana yang saat ini hanya menghitung hari untuk melakukan persalinan.
Saat mereka telah selesai berpelukan, Tuan Ferry dan Nyonya Syifa bersalaman kepada Hana serta Brian secara bergantian. Lalu, mereka duduk di sofa sambil tak lupa untuk menunjukkan hadiah untuk Baby twins dan Qisya.
“Wahh... Oma, Opa ini buat Qisya? Bagus banget bajunya terima kasih Oma, Opa. Qisya senang deh” ucap Qisya dengan perasaan yang sangat bahagia saat melihat beberapa baju panjang dengan berbagai macam motif.
“Sama-sama Kakak, nah... Ini untuk Baby twins” ucap Nyonya Syifa sambil memberikan beberapa tas belanjaan kepada Hana sambil mengusap perut Hana yang sangat besar.
“Wahh... Terima kasih Oma, Opa atas hadiahnya. Baby twins senang sekali pastinya” ucap Hana sambil tersenyum dan mengusap perutnya.
“Hoya..., Bagaimana situasinya? Apa sudah ada kabar tentang orang yang menyerang Hana bulan lalu? Lalu, siapa dalang dari semua ini?” tanya Tuan Ferry sambil bersandar di sandaran sofa dengan melebarkan kedua tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang imut dan chubby ini... ☺️☺️😊
Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Chubby ini... 🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻