
Meskipun Arya dan Cantika sangat mahir dalam berbahasa Inggris karena pekerjaan mereka, namun mereka tidak pernah menggunakan bahasa Inggris di rumah yang mana membuat Iky tidak mengerti dengan apa yang Bunda Hana katakan saat ini.
"Bun... Bunda Hana ngomong apa sih, kok tiba-tiba Bunda Hana sebut nama Iky, Baba, Bubu dan yang lainnya. Terus tadi Ayah Brian juga ngomong sesuatu yang Iky enggak ngerti sama sekali"
"Sebenarnya Bunda sama Ayah ngomong apa sih, kasih tahu Iky dong biar Iky bisa paham. Atau jangan-jangan Bunda sama Ayah ngomong pakai bahasa Alien ya? Waahh... kerennya, Iky juga mau dong ngomong kayak gitu"
Iky berbicara sambil menatap Bunda Hana dan Ayah Brian dengan mata yang berbinar-binar.
Entah bagaimana perkataannya Iky malah membuat semua keluarga Ayah Brian tertawa karena kegemasan Iky yang penasaran.
...*...
...*...
Sementara itu saat ini Sasya, Alex dan Pinjai baru saja sampai di depan rumah sakit. Lalu Sasya turun dari mobil yang mana Alex pun ikut turun dan dia berdiri di depannya Sasya.
"Terima kasih atas tumpangannya, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai ketemu lagi, Tuan Alex..." ucap Sasya yang langsung berbalik dan berjalan pergi memasuki rumah sakit tersebut.
Sasya berjalan menuju lift dengan sangat cepat karena dia tidak sabar untuk bertemu dengan Ayah Brian. Namun saat Sasya masuk ke dalam lift, dia di kejutkan dengan Alex yang juga masuk bersamanya.
"Ke-kenapa ka-kamu malah ada di sini? A-apakah kamu a-akan mengikutiku sampai ke ruangan Ayahku? Tapi kenapa kamu mengikutiku, ada urusan apa kamu dengan Ayahku hahh?"
Sasya berbicara dengan sedikit terkejut namun juga kesal yang mana membuat Alex hanya diam dan langsung memencet lift agar tertutup sehingga saat ini hanya ada Alex dan Sasya di dalamnya.
"Aku hanya ingin pergi menjenguk Tuan Brian, karena bagaimana pun kami ini rekan kerja. Aku juga sudah sampai di sini, jadi kenapa tidak sekalian menjenguknya" ucap Alex dengan cueknya.
"Ta-tapi kan itu dulu, se-sekarang Ayah sudah bukan lagi rekan kerjamu. Jadi sebenarnya apa yang kamu lakukan di sini, hahh? Apakah kamu hanya ingin mencari kesempatan dalam kesempitan, iya?"
__ADS_1
Sasya berbicara dengan menatap tajam pada Alex yang mana hanya di tanggapi cuek oleh Alex. Tidak lama kemudian pintu lift terbuka dan Alex pun keluar dari lift yang juga di ikuti oleh Sasya.
Alex berjalan menuju nomor kamar Ayah Brian yang mana di ketahui dari Pinjai, dan hal ini membuat Sasya menjadi semakin curiga dengan Alex.
Bagaimana pun Sasya tidak mengatakan tentang nomor kamarnya Ayah Brian, jadi bagaimana Alex bisa tahu?
Itulah yang ada di dalam pikirannya Sasya, namun dia langsung menepisnya dan berjalan dengan cepat melewati Alex.
Sekarang Sasya berjalan di depannya Alex menuju ruang rawatnya Ayah Brian lalu Sasya langsung saja membuka pintu tanpa mengetuknya.
Sasya yang ingin melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut pun terhenti saat dia melihat bahwa Alex juga ingin masuk ke dalam.
Kemudian Sasya pun menatap Alex dengan tajam tanpa dia menyadari siapa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Bukannya aku sudah bilang... stop it! Kenapa kamu masih saja mengikutiku ke sini, hahh! Sudah aku bilang kamu pergi saja dari sini, jadi kenapa saja kamu masih tidak mau mendengarkan ucapanku Tuan Alex yang terhormat"
Saat ini Sasya berdiri di pintu sambil satu tangannya masih memegang gagang pintu dan membukanya dengan sangat lebar sehingga semua orang yang ada di dalam ruangan dapat mendengar dan melihat semuanya.
"Sa-Sasya, a-apa yang kamu la-lakukan di sini? Bu-bukannya saat ini ka-kamu harusnya ada di LA ya, jadi ba-bagaimana kamu bisa datang ke sini? Lalu kamu bicara dengan siapa sampai kamu marah seperti itu?"
Bunda Hana bertanya dengan wajah bingungnya karena Sasya masuk ke dalam ruangan, tapi dia malah marah-marah pada seseorang yang ada di luar ruangan. Apalagi Sasya juga berbicara dengan bahasa Inggris yang membuat semuanya bingung.
"Eehh... Bu-Bunda ada di sini ya hehe... Sasya ke sini karena merasa khawatir setelah tahu kabar kalau Ayah di rawat di rumah sakit dari Ash. Kalau masalah marah-marah ya itu karena..." ucapan Sasya terhenti saat Alex langsung saja masuk ke dalam ruangan.
"Halo semuanya, saya adalah Alex atau kalian mungkin lebih mengenal saya dengan nama Bisma. Saya di sini mengantarkan Sasya sekalian datang untuk menjenguk Tuan Brian" ucap Alex dengan wajah datarnya tanpa memedulikan sekitarnya.
"Ka-kau... kenapa kau bisa datang ke sini bersama dengan anakku? Apa yang kamu lakukan kali ini untuk dekat dengan anakku? Apakah kejadian waktu itu masih belum cukup untukmu, hahh?" tegas Ayah Brian yang mana membuat semua terkejut dengan suara baritonnya.
__ADS_1
Bahkan Mommy Nisha, Key dan Jay merasa sangat bingung karena mereka semua berbicara dengan bahasa Indonesia yang mereka tidak mengerti. Apalagi Brian juga yang terlihat seperti orang marah dan tidak menerima kedatangannya Alex saat ini.
Ayah Brian yang sudah tidak bisa menahan amarahnya pun seketika bergerak untuk turun dari ranjangnya sambil mencoba melepaskan infusan yang ada di tangannya. Lalu Bunda Hana serta Papah Ferry langsung menghentikan Ayah Brian.
Sasya yang melihat Ayah Brian merasa sangat marah pun langsung saja berjalan mendekati Alex dan membuat Alex menatapnya.
Kemudian Sasya mencoba untuk menarik Alex keluar dari sana, namun Alex hanya berdiri dengan diam dan tidak bergerak sedikit pun.
"Sudah aku bilang berapa kali kalau kamu itu tidak akan di terima di sini, jadi pergilah sekarang juga. Lagi pula kenapa sih kamu ngotot banget buat datang dan masuk ke ruangan Ayahku" ucap Sasya dengan nada tinggi dan kesalnya pada Alex.
"Aku juga sudah bilang bukan kalau aku ini ke sini untuk menjenguk Tuan Brian, sekalian aku juga ingin meminta maaf atas semua kesalahanku di masa lalu. Aku juga ingin meminta izin dari mereka semua yang ada di sini, untuk bisa mendapatkanmu kembali"
"Jika aku ingin memilikimu, maka aku harus mendapatkan izin dan restu dari semua keluargamu. Itulah sebabnya kenapa aku datang ke sini untuk bertemu dengan Tuan Brian serta keluargamu yang lainnya"
"Aku tidak mau lagi merasakan penyesalan yang sangat sakit ini, jadi aku akan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mendekatimu kembali dan mencoba untuk mendapatkan hatimu serta keluargamu"
Alex berbicara dengan menatap Sasya sangat dalam sambil sesekali menatap Ayah Brian dan Bunda Hana.
Sementara yang lainnya hanya berdiri terdiam di tempatnya karena merasa terkejut dengan ucapannya Alex.
Lalu ada seorang yang berjalan mendekati Alex dengan wajah yang penuh dengan amarah yang bahkan jauh lebih menyeramkan daripada Ayah Brian.
Seseorang tersebut adalah Lukas, yang mana dia merasa sangat benci saat dia melihat Alex berada di depannya. Rasanya seperti gunung amarah sudah meledak di dalam tubuhnya Lukas.
Dengan semua amarah dan kekuatannya, Lukas langsung melayangkan pukulan telak di perutnya Alex. Lalu Alex yang tidak siap dengan pukulan tersebut pun membuat dirinya tersungkur di lantai.
Sasya dan semua orang yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak memanggil nama Lukas. Kemudian Arya pun berlari dan menarik tangan Lukas dengan cepat yang mana membuat Lukas langsung masuk ke dalam dekapannya Arya.
__ADS_1