Gairah Duda Perjaka

Gairah Duda Perjaka
Side Story 7


__ADS_3

Arya mencoba menjelaskan kepada Nadha agar ia bisa membantu dirinya untuk memperbaiki persahabatan mereka. Karena saat ini Arya sudah tidak tahu lagi harus bagaimana caranya agar ia bisa berbaikan dengan Ipul.


“Saya bisa saja Tuan, tapi saya tidak bisa janji karena Tuan tahu sendiri jika saya dengan Pak Ipul tidak terlalu dekat. Namun demi Tuan, maka saya akan mencoba itu semua supaya kalian bisa berbaikan kembali” jawab Nadha dengan penuh senyuman sedangkan Arya sedang menyeruput minuman hangatnya.


“Apa ini saatnya untukku agar aku bisa mengambil hati Tuan Arya supaya ia bisa menjadi milikku seutuhnya? Lalu aku tidak akan repot-repot bekerja selelah itu. Jika sudah menikah dengannya, pasti dia bisa memenuhi semuanya tanpa aku harus memintanya kan...” ujar Nadha di dalam hati kecilnya.


“Apa luka Tuan sangat sakit?” tanya Nadha sambil memberi perhatian kepada Arya.


“Lumayan... Ya sudah kamu boleh silakan keluar dari ruangan saya dan teruskan pekerjaanmu. Saya lagi butuh waktu sendiri, dan terima kasih kamu sudah mau membantu saya” ucap Arya.


“Baik, Tuan. Saya permisi...” saut Nadha sambil pergi meninggalkan Arya dengan wajah kesalnya.


Baru saja Nadha mencoba untuk mengambil hati Arya, namun ada saja hambatannya. Tapi itu tidak membuat Nadha menjadi gentar mengejar Arya. Jika ia terlalu agresif, pasti malah membuat Arya semakin menjauh darinya. Jadi Nadha berusaha untuk terus berpura-pura menjadi wanita yang tahu akan batasannya.


Arya yang tidak tahu harus ngapain, membuat ia langsung kembali melakukan pekerjaannya di meja kerjanya. Di sela-sela pekerjaannya, Arya kembali terlintas tentang Cantika yang di perlakukan tidak baik oleh suaminya yaitu Kelvin. Lalu Arya kembali marah dan emosi karena dia tidak menduga bahwa Kelvin bahkan sampai berkata seperti itu pada istrinya sendiri.


“Arrrgghh... Mengapa harus Kelvin yang memilikinya, kenapa bukan aku saja ya Allah? Kenapa Engkau memberikan jalan yang sulit untukku ini...”


“Bagaimana aku bisa memulihkan hatiku yang terasa sangat sakit ini? Cantika adalah cinta pertama bagiku, dan saat aku kembali bertemu dengannya malah dia sudah menjadi milik orang lagin”


“Aarrgghh... Dasar Arya bo*doh!! Kenapa dulu kamu tidak berusaha mendekatinya, kenapa harus menunggu sukses baru mendekatinya. Jika begini, kamu bisa apa? Menyesal? Nangis? Kecewa? Sakit hati? Ya memang itu yang aku rasakan saat ini”


“Jika waktu bisa kuputar kembali, maka aku akan rela hidup miskin demi mendapatkan Cantika kembali. Dari pada aku hidup kaya namun aku tidak bisa mendapatkannya seperti ini”


Arya menggerutuki kebo*dohannya pada masa lalunya saat bertemu dengan Cantika untuk pertama dan terakhir kalinya. Sampai akhirnya Arya yang merasa gelisah itu langsung pergi ke kamar mandi untuk berwudhu dan sedikit membuat dirinya tenang. Mungkin dengan dia beribadah maka hatinya akan terasa semakin tenang.


Setelah selesai, Arya kembali bekerja dan menuntaskan semuanya. Lalu Arya pergi dari kantornya menuju sebuah taman dan kembali berpikir tentang Bu Guru Cantik sambil menatap langit senja yang sangat indah.


“Andai saja pada saat itu aku berani mendekati Bu Cantik, mungkin nasib cinta pertamaku tidak akan sesakit ini. Baru saja aku mau memulai kisah kita, namun kau sudah memulainya lebih dulu dengan orang lain. Jika seperti ini, aku tidak bisa apa-apa huuf...”


“Mungkin kita bukan ditakdirkan untuk bersama, melainkan kita di takdirkan untuk menjadi seorang teman. Tapi aku tidak akan pernah putus untuk selalu mendoakanmu Bu Cantika”

__ADS_1


“Semoga kau dengan Kelvin bisa segera berbaikan dan kalian juga bisa segera di berikan keturunan agar tidak lagi membuat rumah tangga kalian retak hanya karena dirimu yang tidak bisa memberikan anak kepada Kelvin”


“Ya Allah... Aku titipkan Bu Cantika pada-Mu. Jagalah dia, dan selalu lindungi dia dari perbuatan suaminya yang sangat kasar padanya. Pintaku hanya satu ya Rab, berikan Bu Cantika anak supaya mereka bisa kembali memperbaiki rumah tangga mereka"


“Namun jika memang Engkau tidak bisa memberikan itu semua pada mereka, buatlah mereka berpisah secara baik-baik. Aku siap menerimanya dengan lapang dada. Tapi jika kita memang sudah tidak berjodoh, maka tolong segaralah Engkau gantikan cinta pahit ini menjadi cinta yang semestinya orang-orang rasakan pada umumnya. Karena aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya saling mencintai...”


Setelah puas dengan pemikirannya, akhirnya Arya memutuskan untuk melupakan Cantika dan memulai membuka kembali hatinya untuk wanita lain. Arya merasa bahwa dia akan menjadi pria yang jahat jika dia masih memikirkan istri orang lain yang tidak lain adalah teman sekolahnya sendiri.


Di saat Arya mencoba melupakan Cantika, terlintas wajah Nadha selaku sekretarisnya sehingga membuat Arya sangat terkejut dengan pikirannya sendiri.


“Apa-apaan ini, kenapa aku jadi terbayang-bayang wajah Nadha? Perasaan tadi aku sedang membahas Cantika, jadi kenapa jadi terlintas Nadha di sana? Astaghfirullah... Ada apa ini? Apa aku sudah mulai menyukai Nadha?”


“Arghh... Tidak, tidak, tidak! Nadha itu sekretarisku, tidak mungkin aku menyukainya. Mungkin karena dia selalu sering bersamaku dan tadi juga aku meminta tolong padanya jadi aku sampai kepikiran dia. Ya mungkin saja seperti itu, kepikiran bukan berarti aku suka, kan...” Arya mencoba menangkis semua bayangan Nadha di dalam pikirannya.


Dengan perasaan campur aduk, lalu Arya kembali ke rumah dan pada saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Abah dan Umi yang melihat Arya baru pulang langsung menegurnya karena mereka merasa sangat cemas akibat Arya tidak menjawab panggilan dari mereka.


“Arya, kamu kenapa pulang dengan wajah seperti itu? Bahkan masuk rumah tidak mengucapkan salam lebih dulu? Apa ada masalah?” tanya Abah.


“Tidak, Bah. Mungkin karena Arya kecapean saja jadi Arya lupa mengucapkan salam. Maaf y Bah, Mi... Assalammuaikum...” ucap Arya sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


“Apa yang Umi katakan itu benar, Ya. Meskipun kamu sudah sangat besar dengan usia yang matang, namun bagi kami kamu tetaplah anak kecil yang masih harus kami bimbing agar bisa menjadi jauh lebih baik lagi” jawab Abah.


“Sebelumnya Arya mau ucapkan terima kasih pada Umi dan Abah yang selalu perhatian sama Arya, tapi Arya tidak ada apa-apa kok. Mungkin karena pekerjaan yang numpuk jadi membuat Arya lembur seperti ini hehe...” ucap Arya.


Arya hanya bisa berbohong kalau dia harus kerja lembur karena banyak pekerjaan sehingga membuat moodnya tidak stabil. Padahal di dalam hatinya, Arya tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir yang berlebihan pada masalah percintaannya.


...*...


...*...


Keesokan harinya, Arya pergi ke perusahaan dengan perasaan tenang serta dengan pemikiran bahwa sekarang dia harus fokus bekerja demi keluarganya dan melupakan semua pikiran tidak bergunanya. Namun ada satu pikiran yang membuat hati Arya mengganjal, yaitu tentang persahabatannya dengan Ipul.

__ADS_1


Yang mana persahabatan mereka sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja seperti ini. Lalu saat Arya sedang fokus pada pekerjaannya, tiba-tiba saja seseorang masuk dengan membawa beberapa berkas.


“Permisi Tuan, maaf mengganggu waktunya. Ini ada beberapa berkas penting yang harus ditanda tangani hari ini” ujar seseorang dengan nada cuek.


Arya yang mendengar suara itu langsung menatapnya, “Kamu masih marah padaku, Pul?” tanya Arya.


“Maaf Tuan, saar ini kita sedang ada kantor jadi akan lebih baik Tuan fokus saja pada pekerjaan Anda” jawab Ipul yang membuat Arya semakin sedih.


Arya rela kehilangan cinta pertamanya, tetapi ia tidak rela jika harus berjauhan seperti ini dengan Ipul sahabat terbaiknya. Rasanya benar-benar sangat sakit karena selama ini Ipul yang selalu mendampingi kemana pun Arya melangkah.


“Terserah kau saja, Pul! Aku sudah tidak bisa menjalani pekerjaan seperti ini. Aku bisa mengikhlaskan Cantika, tapi aku tidak bisa berada dalam satu kantor dengan sahabatku sendiri tetapi kita malah terlihat bagaikan orang asing” saut Arya sambil berdiri dan keluar dari ruangan.


Ipul yang melihat itu merasa sangat sakit karena di saat temannya sedang mengalami patah hati, malah dirinya bersikap egois hanya karena mereka hampir saja mengalami kecelakaan akibat ulah Arya. Ipul yang melihat Arya semakin menjauh, membuat dirinya kembali masuk ke ruangannya.


Sedangkan Nadha yang melihat Arya pergi begitu saja, ia langsung pergi mengikuti Arya dibelakangnya tanpa Arya sadari. Nadha berpikir di dalam hatinya bahwa mungkin saja ini adalah kesempatan untuk dirinya agar bisa mendekati Arya secara perlahan tapi pasti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai guys... Apa kabar kalian? Author harap kalian baik baik saja 😊😊😊


Season 1 dari novel Gairah Duda Perjaka sudah tamat yeyy... 😆😆😆


Sambil menunggu Season 2, Author akan memberikan Side Story 🥳🥳🥳


Side Story tentang kisah hidup Arya, semoga kalian menyukainya 🤗🤗🤗


Untuk jadwal Season 2, Author masih merencanakannya nih... 😗😗😗


Mohon bersabar dan terus dukung Author Chubby kalian ini 😁😁😁


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🥰🥰🥰

__ADS_1


Terima kasih dan sayang kalian banyak banyak deh pokoknya 😘😘😘


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2