
“Hana benar-benar bisa menjadi sosok Bunda yang sangat baik untuk Qisya, bahkan hari ini Qisya bisa merasakan apa itu ASI, dan bagaimana rasanya langsung dari Hana. Sehat-sehat sayangnya Ayah, semoga kalian berdua tidak akan pernah meninggalkan Ayah ya” ucap Brian di dalam hati kecilnya sambil menatap Qisya yang begitu menikmati ASI.
Hana yang menatap keduanya dengan sedikit menunduk membuat Hana sangat senang bahkan tersenyum.
“Semoga kalian selalu bahagia ya sayang-sayangnya Bunda. Tapi tunggu deh, kenapa aku bisa mengeluarkan ASI ya? Padahal aku belum memiliki anak. Apa jangan-jangan aku punya penyakit dalem? Jika itu benar maka kasihan mereka yang sudah menyusu padaku. Sebisa mungkin aku harus ke rumah sakit untuk memeriksakan diriku ini. Apa yang menyebabkan ASI milikku ini keluar lebih cepat. Apakah penyakit ataukah anugerah Allah” ucap Hana di dalam hati sambil mengusap kepala Brian dan Qisya berbarengan.
Hampir satu jam mereka menikmati susu asli yang berasal dari tubuh Hana, sampai akhirnya mereka menyudahi aksinya.
“Bunda ma'acih ya, Isa ceneng deh bica ngelacain cucu Bunda. Enak ahu anti Isa mau agih boyeh?” tanya Qisya sambil menunjukkan muka yang sangat bahagia.
“Yakk.. tidak bisa, Qisya sudah besar tidak boleh menyusu sama Bunda. Biar nanti dedek saja yang menyusu sama Bunda” ucap Brian dengan nada sewotnya yang membuat Hana seketika langsung menengok ke arah Brian.
“Ayah uga cama, ndak boyel nyucu cama Bunda. Tan Ayah cudah becal aya Isa, ahkan Ayah cudah tua agi” celoteh Qisya sambil menatap Brian.
“Yakk.. dasar anak nakal, bisa-bisanya kamu mengataiku tua, hum” Brian menatap Qisya dengan sangat tajam sambil duduk dengan kedua tangan di samping pinggang.
“Apa? Emang benel, tan Ayah cudah tua. Kacihan Bunda alo jalan ama Ayah anti aya alan ama Om-Om” celetuk Qisya sambil mengikuti gaya Brian.
“Sayanggg, lihatlah dia mengatai aku tua. Memang benar aku terlihat seperti Om-Om saat jalan bersamamu sayang?” tanya Brian dengan suara yang dibuat sangat manja.
Hana bingung ingin menjawab apa, tetapi tanpa sengaja Hana melirik Qisya yang sedang mengode dirinya dengan kedipan mata supaya mengiyakan apa yang Qisya bilang.
Hana yang baru saja mengerti maksud Qisya untuk menggoda Ayahnya kini membuat Hana senyum-senyum sendiri.
“Kenapa senyum-senyum gitu? Aku kan tadi nanya loh, apa benar aku seperti Om-Om?” ucap Brian dengan wajah penasaran.
“Hum, sepertinya yang dibilang Qisya ada benarnya Mas. Mas seperti terlihat lebih tua dari usianya, bahkan keriput-keriput di kulit Mas mulai terlihat sampai otot-otot tubuh Mas juga semakin berkurang. Dan lagi, perut Mas sedikit membuncit” jawab Hana sambil menahan tawanya.
__ADS_1
Sedangkan Qisya hanya bisa tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan mungilnya berusaha menahan suara tawanya agar tidak terdengar oleh Brian.
“Apah!? Jadi benar aku terlihat seperti Om-Om, tidak bisa di biarkan. Sepertinya aku harus segera latihan gym lagi agar ototku kembali seperti semula. Dan kamu tidak akan malu jalan bersamaku, sudahlah aku mau mandi dulu biar terlihat lebih tampan”
Brian berjalan menuju kamar mandi dengan muka sedikit kesal. Namun, di saat Brian sudah berhasil masuk ke dalam kamar mandi kini Hana dan Qisya tertawa terbahak-bahak sambil menutupi mulutnya.
“Bhaah.. ternyata anak Bunda jahil sekali ya, tega-teganya kamu menggoda Ayahmu hum..” Hana tertawa sambil menggelitiki Qisya.
“Bhaha.. ampun Bunda, ampun haha.. geli, habisnya Ayahnya rese” ucap Qisya sambil merasakan geli dengan meliuk-liukkan tubuhnya.
“Biarkan saja, ini hukuman untuk kamu yang sudah berani menggoda suamiku, haha...”
Hana dan Qisya tertawa bersama sambil bercanda di atas kasur dan sesekali Qisya memeluk serta menciumi Hana dengan penuh cinta.
Terlihat dari raut wajah Qisya yang begitu bahagia bisa mendapatkan seorang Bunda sebaik Hana. Sampai akhirnya Brian keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang, serta rambut yang basah bahkan perut yang sedikit membuncit pun masih terlihat seperti roti robek. Sehingga, Hana yang melihat Brian membuat ia merasa terkejut.
“Kenapa melihatku seperti itu, sayang? Apa aku terlihat begitu mempesona, hum..” tanya Brian sambil menyegarkan rambutnya ke belakang yang kini malah menambah kesan ketampanan yang berkali-kali lipat.
Hana yang melihat ketampanan Brian bahkan tidak bisa berkata apa-apa, sampai matanya pun tidak berkedip sama sekali.
Qisya yang melihat Bundanya terdiam seketika berbicara sambil menggoda sang Bunda “Cie.., cie.. Bunda cama Ayah cowit deh”
Hana yang sudah sadar langsung menjawab dengan suara gugup nya “Eh- aishh.., sudahlah cepat pakai baju itu auratmu terlihat malu sama Qisya”
“Cie.., cie.. wiwittt” celoteh Qisya sambil membuat mulut kecilnya membentuk siulan tetapi malah suaranya yang ia siulkan.
“Cie.., cie.., Qisya lihat muka Bunda merah tuh, tandanya apa ya?” goda Brian.
__ADS_1
“Cie.., cie.., Bunda mayu tuh Ayah haha” Qisya tertawa gemas melihat muka Hana yang sudah memerah bahkan kini membuat Hana salah tingkah.
“Mas Brian..” geram Hana sambil menatap Brian.
“Bhaha.. kaburrrr” Brian berlari ke arah ruang ganti untuk segera memakai pakaiannya.
“Hum, sudah berani menggoda Bunda ya” ucap Hana sambil menatap Qisya.
“Hehe.. ma-maaf Bunda, huaa.. Oma Opa tolong Isa ada mostel antik amuk” Qisya berlari keluar kamar dengan diikuti Hana sambil memperhatikan langkah kaki Qisya bahkan selalu memberitahu Qisya agar turun tangganya hati-hati.
Sampai di ruang makan Qisya bersembunyi di belakang kaki Omanya yang sedang merapikan meja makan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat siang dan selamat beraktivitas semuanya ☺️😊😇
Semoga kalian selalu semangat dengan jiwa api yang berkobar 🤭🤭🤭
Tin... tin... rekomendasi Novel buat hari ini mau lewat 🚙 😆😂
BLURB :
Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit.
Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi.
Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?
__ADS_1