
Saking Alex mulai emosi melihat kedua sejoli ini seperti mengejeknya, jadi dia harus memberikan efek jera kepadanya. Alex lalu menoleh kearah Mafioso yang berjaga-jaga di sekitaran kandang Cuuky dan Cooky. Lalu Alex memberikan kode untuk memegangi Pinjai serta Joko.
“Eh... a-apa apaan ini, heeiii... lepaskan aku... aku ini Tuanmu ya... berani sekali kalian menyentuh tubuhku” pekik Pinjai sambil memberontak dan berdiri, namun sayangnya ia sudah dikepung dengan beberapa Mafioso berbadan kekar.
“Yaaak... apa-apaan ini Lex, kenapa kau menangkap kami hahh! Apa salah kamu padamu?” pekik Joko sambil berdiri.
Kini kedua tangan Joko dan juga Pinjai berhasil di cekal di belakang punggung mereka dengan beberapa Mafioso yang sangat kuat. Alex lalu berdiri dari tempat duduknya sambil berjalan mendekati mereka berdua.
“Karena kalian sepertinya sudah puas mengejekku, jadi ini giliranku yang akan tertawa. Cepat masukan mereka berdua ke dalam kandang hewan kesayanganku karena sepertinya mereka sudah ingin sekali bermain bersama kalian"
"Ya meskipun mereka ini tidak akan memakan kalian karena sudah kenyang, tapi mereka masih bisa kok mencabik kulit kalian dan juga membuatkan tato istimewa yang tidak akan kalian lupakan" ucap Alex dengan senyum devilnya.
“Aarrrghhhh... apa kau sudah gila, Lex. Kau ingin menyerahkan kami pada hewan buas itu?? Tidakkkk... aku tidak mau mati konyol, aku masih lajang Lex. Aku belum merasakan malam pertama, lebih baik Pinjai saja karena dia sudah melakukannya dan sudah menghasilkan kecebong hanyut. Jadi biar dia saja yang duluan masuk ke kandang itu” celoteh Joko dengan wajah penuh ketakutan.
“Yaaaakk... apa-apaan ini hah! Kenapa kau malah menyuruh Alex memasukkan aku kak! Kau sudah tidak waras yaa... Aku ini sudah memiliki istri dan anak, kalau aku tiada lalu siapa yang akan menggantikannya” sahut Pinjai yang tidak terima sambil ia menatap Joko dengan tatapan penuh emosi.
“Sssttt... jangan teriak-teriak, percuma... itu malah membuat tenggorokanmu menjadi kering, apa lagi nanti kalian akan ekstra mengeluarkan tenaga untuk berolah raga dengan mereka. Jadi simpanlah energimu, serta nikmatilah...” ucap Alex yang membuat Joko dan juga Pinjai berusaha memberontak, hingga pada akhirnya mereka berdua di gotong bersama-sama untuk masuk ke dalam kandang Cuuky dan Cooky.
“Waaarrrgghhh...” Cuuky terbangun serta menatap tajam ke arah Joko dan Pinjai yang baru saja masuk ke kandangnya, sedangkan Cooky malah merasa sangat kenyang hingga ia sangat malas untuk menggerakkan tubuhnya.
“Ka-kakk... i-ini gi-gimana, me-mereka a-akan me-menerkam ki-kita dengan ta-taringnya yang begitu ta-tajam” gumam kecil Pinjai sambil tangannya kebelakang memegangi pagar besi.
“A-aku ju-juga ti-tidak tahu, Jai. Ba-baru kali ini ki-kita ma-masuk ke ka-kandang hewan ya-yang begitu me-mematikan. A-apa lagi ki-kita tahu jika Cuuky dan Cooky sa-sangat sensitif dengan ki-kita pasti de-dengan mudahnya la-langsung menerkam kita tanpa a-ampun” sahut lirih Joko yang membuat ia pun ikut memegang besi di belakangnya.
Dengan perlahan Cuuky melangkahkan kakinya mendekati Joko dan juga Pinjai dengan tatapan yang sangat tajam hingga tubuh mereka bergetar hebat dan kakinya mulai melemas.
“Cooky, ayo bangun. Bantu istrimu untuk memberikan pelajaran pada mereka karena telah menghina Tuanmu yang tampan ini. Jadi ayo bangun Cooky... kerja, kerja, kerja. Jangan malas!!” ujar Alex yang kini berhasil membuat Cooky bangkit dan berjalan mengikuti Cuuky di belakang.
Cuuky & Cooky hampir saja mendekati Joko dan juga Pinjai dengan keadaan di mana tubuh mereka mulai bergetar sangat hebat.
“Cu-Cuuky... Co-Cooky... ka-kalian kan bi-binatang yang ba-baik, ja-jadi jangan na-nakal ya...” ucap Pinjai dengan penuh ketakutan.
“Ki-kita adalah sa-saudara dari Tuanmu loh... ja-jadi ja-jangan sakitin ki-kita ya... a-aku ja-janji deh akan me-memberimu ma-makan yang lebih ba-banyak dari hari i-ini... ba-bagaimana?” tawar Joko.
"Wwwrrraaaggg...” sahut Cuuky dengan wajah sangarnya.
__ADS_1
“Rauwwrgg... rauwwrrgg...” ucap Cooky yang menunjukkan taring tajamnya.
Hal itu membuat Joko dan Pinjai kalang kabut hingga tubuh mereka benar-benar bergetar tidak terkontrol.
Gludakkk... gludakkk... gludakk...
Suara gemetar tubuh mereka yang saat ini menempel pada tiang besi kandang, sampai seketika Cooky & Cuuky telah siap melompat ke tubuh mereka dan...
Klutaaangg... buggghhh...
Cooky & Cuuky hanya berhasil memeluk tiang kandangnya, sedangkan Joko dan Pinjai sudah nangkring di atas kandang dengan memanjatnya yang paling atas. Mereka berdua terlihat bagaikan seekor Mo*nyet yang nemplok pada ranting pohon.
“Bhahahaha... haha... syukurin... lagian seenaknya saja kalian menertawakanku, sekarang gantian biar aku yang tertawa melihat nasib malang kalian hahaha...“ tawa Alex seketika pecah saat melihat kedua sahabatnya tak berdaya menatap ke arah bawah untuk memastikan kalau mereka aman dari pelukan Cooky dan Cuuky.
Para Mafioso yang berjaga-jaga di sana dengan wajah sangar mereka pun ikut tertawa kecil melihat kedua dari Tuan mereka yang terlihat sangar kini menjadi tak berdaya hanya di depan hewan kesayangan Alex.
Ya wajar saja sih karena Cooky & Cuuky adalah hewan buas. Tapi yang membuat mereka semua tertawa bukan hanya itu, melainkan adanya 2 air terjun kecil yang mendadak menetes di dalam kandang Cooky & Cuuky.
Sseeerrr... sseerrrr... sseeeerrr...
“Huaaa... sayyaang... to-tolong akuuu... hiks...” teriak Pinjai yang langsung saja membuat Manda sangat terburu-buru untuk menggendong Alle serta ia segera berlari kecil untuk sampai ke kandang Cooky & Cuuky.
“Huuaaaa... hiks... kau jahat Lex... kau jahat!!! Aku benci kau yang gila seperti ini Alex hiks...” ucap Joko yang malah membuat Alex tertawa tanda henti.
Mukanya Pinjai dan Joko terlihat sangat lucu, bahkan siapa pun yang melihatnya bukan merasa iba dan kasihan padanya melainkan malah akan ikut menertawai mereka akibat kelucuan mereka.
“Sayang-... bhahaha... bhahah...” tawa Manda yang baru saja sampai dengan wajah khawatir, namun kini ia malah menjadi terbahak-bahak saat melihat suaminya di ambang kematian.
“Hiks... sa-sayang tolong aku hiks... Alex mau membunuhku dan Kak Joko hiks...” ucap Pinjai yang selalu menolah-noleh ke arah Manda dan juga Cooky & Cuuky begitu pun juga dengan Joko.
Mereka berdua takut jika tiba-tiba hewan itu nemplok di punggung mereka dan langsung menancapkan taringnya di leher mereka maka sudah pasti tamat riwayat Joko dan juga Pinjai.
“Hahaha... Dad... Mom... Dad... haha... Dad ompol hihi... yeeeeyyy... hahaha...” sorak Alle yang membuat Alex kembali tertawa bersama dengan semuanya, sedangkan Cooky & Cuuky mereka setia tiduran santai tepat di bawah kaki Pinjai serta Joko.
“Huss... huss... pergiii sana hiks...” ucap Joko sambil dia melambai-lambaikan kakinya dan menatap ke arah bawah.
__ADS_1
“Arrwwg....” sahut Cuuky yang membuat Joko kembali memeluk tiang besi.
“Aaaaa... hiks... Lex, please be-bebaskan aku hiks... a-aku belum nikah Lex hiks...” pekik Joko dengan keadaan tubuhnya yang masih bergetar.
“A-aku juga Lex hiks... a-aku baru punya anak kecil, ja-jadi ja-jangan bikin anakku ke-kehilangan Da-daddynya dong hiks...” sahut Pinjai dengan kondisi yang sudah memprihatinkan.
Alex yang mendengar ucapan mereka itu pun tak menggubrisnya sama sekali, ia masih sibuk tertawa bersama Manda dan juga Alle yang masih terlihat sangat senang hingga Alle menepuk-nepukan tangannya gemas.
“Hyaaaakkk... dasar kau anak lucknut!! Bisa-bisanya kau bertepung tangan saat melihat keadaan Daddymu yang berada di ambang kematian seperti ini hikss...” pekik Pinjai yang malah makin membuat Alle senyum serta menjulurkan lidahnya.
“Hahaha... Dad ompol... Dad ompol ihh haha... ita cama wleee... hahaha...” ucap Alle dengan bahagia karena selama ini Pinjai selalu meledek dirinya karena Alle selalu mengompol akibat Manda lupa memakaikannya pempers.
Namun sekarang adalah gilirannya Alle yang meledek Daddynya karena wajah dan suaranya lebih lucu darinya. Mereka terus mengoceh, dan kembali membuat semuanya tertawa. Apa lagi Cooky dan Cuuky beberapa kali menakuti mereka dengan sangat senang.
Seperti mereka telah mendapatkan mainan barunya. Hingga tidak terasa lagi sudah hampir 30 menit lamanya mereka menangkring hanya dengan berpegangan tiang besi, bahkan saat ini juga tubuh mereka mulai melemah.
Beberapa kali mereka hampir terjatuh dan membuat dua hewan kesayangan Alex dengan senang hati menyambut mereka. Sampai ketika Manda yang sudah merasa kasihan itu langsung mendekati Alex yang masih sedikit tertawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1