
Lalu, Pinjai pergi meninggalkan Alex ke taman rumah sakit untuk menenangkan pikirannya serta memikirkam bagaimana rencananya agar Alex dan juga Sasya tidak sampai berpisah serta kembali bersama.
...*...
...*...
Di ruangan Ayah Brian..
Sasya yang awalnya sangat kecewa dan juga sedih seketika langsung kembali terlihat ceria agar tidak membuat kedua orang tuanya merasa cemas.
Lalu, Sasya masuk dengan membuka pintu serta mengucapkan salam yang mana membuat kedua orang tuanya tersenyum sambil menjawab salam dari Sasya.
"Bunda, Ayah.. bagaimana kabar kalian? Maaf ya kedatangan Sasya ke sini malah membuat kalian menjadi emosi lantaran Sasya.." Ucapan Sasya terhenti saat Bunda Hana langsung memeluknya penuh kasih sayang.
"Sudah tidak apa-apa, sayang. Bunda senang Kakak bisa ke sini, lalu bagaimana kerjaan Kakak di sana? Bagaimana bisa Kakak pulang sebelum waktunya?" Tanya Bunda Hana dengan wajah bingungnya.
"Dan Ayah mau kamu ceritakan bagaimana kamu bisa ketemu dengannya, hingga kenapa dia bisa sampai ke sini bersamamu?" Sahut Ayah Brian dengan wajah yang penuh dengan ke seriusan.
"Sabar sayang, biarkan Sasya cerita semuanya dengan pelan-pelan kita cukup mendengarkannya saja. Ohya, Abang mandi dulu gih.. terus ganti bajumu itu jangan lupa bentar lagi supir akan menjemputmu dan kamu harus menemani yang lain di rumah bersama Lily. Nanti sore Bunda sama Ayah akan pulang"
Bunda Hana berbicara sambil menatap Lukas yang mana Lukas langsung memberikan respon yang sangat membingungkan.
"Pulang? Memangnya Ayah udah boleh pulang? Lalu, jika Ayah boleh pulang kenapa kalian hanya pulang berdua? Terus Kakak? Jangan bilang Kakak akan menjaga pria breng*sek dan juga kejam itu?" Sahut Lukas.
"Lukas!! Jaga bicaramu ya, dia itu tidak aeburuk yang kamu pikirkan. Aku tahu dia adalah penyebab dari semua trauma yang terjadi denganku, tapi aku bisa melihat jika dia bukanlah orang yang jahat seperti apa yang ada di bayanganmu saat ini" Pekik Sasya saat tidak terima jika Lukas langsung mengecap Alex dengan bahasa yang tidak enak di dengar.
__ADS_1
"Sudahlah Kak, stop menganggap dia itu orang baik. Jika dia adalah orang baik, tidak mungkin memiliki pekerjaan yang sangat kotor itu. Apa Kakak lupa, jika dia itu ketua dari Mafia jadi tidak menutup kemungkinan jika pria itu memiliki hati yang kejam sama seperti Mafia lainnya!" Sahut Lukas dengan tegas.
Perkataan Lukas saat ini mampu membuat kedua orang tuanya yang awalnya bingung, kini berubah menjadi sangat terkejut bahkan tak percaya dengan apa yang Lukas bicaraan saat ini.
Sasya yang dari tadi berusaha agar tidak terlihat murung di depan kedua orang tuanya saat mengertahui siapa Alex dan berusaha menutupinya. Namun, Lukas dengan lantangnya langsung membongkar semua kedok Alex dangan versi yang berbeda.
"Apa kamu bilang tadi, Lukas? Pria itu adalah ketua Mafia? Bagimana mungkin kamu bisa tahu tentangnya secepat itu? Sedangkan kamu saja baru bertemu dengannya?" Cecar Ayah Brian dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan bahkan Ayah Brian langsung duduk menatap ke arah kedua anaknya.
"Ti-tidak Ayah, bu-bukan begitu. Apa yang di katakan Lukas tidak benar, Ayah dengar dulu penjelasan Sasya. Bukannya tadi Ayah meminta Sasya untuk menjelaskannya? Jadi, Ayah jangan salah paham dulu. Sasya akan menjelaskan semuanya dari awal" Sahut Sasya yang langsung mendekati Ayah Brian dan mencoba membuatnya tenang.
"Kakak jangan bohong ya!! Tadi asistennya sendiri yang bilang bahkan dia keceplosan bahwa pria itu adalah ketua dari mafia Golden Fangs. Apa Kakak tidak tahu betapa kejamnya Mafia itu?"
"Baiklah, aku akan beritahu kalian semua bahwa ada banyak mafia yang sudah berhasil di lumpuhkan olehnya hanya karena perebutan masalah harta. Bahkan Mafia Golden Fangs itu merupakan serikat Mafia terkejam yang ada di dunia"
Lukas berbicara tanpa rem sedikit pun hingga membuat sang Kakak dan juga kedua orang tuanya malah menjadi bingung, bagaimana bisa seorang Lukas yang terkesan pendiam dan juga masa bodo dengan apa pun kini menjadi sangat detail tentang Mafia.
Lukas yang menyadari sorotan dari manik mata sang Kakak dan juga kedua orang tuanya membuat ia langsung gugup serta panik, lantaran Lukas berbicara tanpa sadar.
"Astaga, apa yang aku bicarakan barusan? Gawat, bagaimana ini jika mereka mencurigaiku? Aku harus menjawab apa? Arrrghhh.. bod*doh!!" Gumam Lukas di dalam hatinya dengan penuh khawatir.
"Dari mana kamu tahu tentang serikat Mafia Golden Fangs sedetail itu? Apa saja yang kau ketahui tentang Mafia? Katakan!!!" Bentak Ayah Brian yang membuat Lukas terkejut.
"Ada apa denganmu Lukas? Kenapa diam-diam kamu seperti sangat tahu tentang mafia-mafia seperti itu? Jangan bilang kalau kamu diam-diam bergabung dengan? Iya?" Tanya Bunda Hana dengan tatapan menyorot tajam.
"Sejak kapan Adikku yang tidak pernah mau tahu tentang apa pun, kini bisa selantang itu memberitahu kami semua bagaimana kejamnya Mafia Golden Fangs atas perintah Tuan Alex?" Tegas Sasya penuh tanda tanya.
__ADS_1
Lukas yang awalnya ingin membuat Alex menjadi jelek di mata sang Kakak, malah dia sendiri yang terkena imbasnya. Bahkan Lukas terlihat begitu gelisah, gugup dan juga panik. Wajahnya yang sudah memerah membuat semua menjadi sangat curiga.
Namun, Lukas berusaha setenang mungkin meskipun detak jantungnya berdetak sangat kencang. Kemudkan, Lukas berusaha memejamkan kedua matanya sekilas sambil menarik nafasnya dengan perlahan.
Dirasa detak jantungnya mulai mendingan Lukas segera menjelaskan semuanya dengan sedikit kebohongan. Yang mana Lukas mencoba mencari alasan yang kuat agar mereka semua tidak kembali curiga kepadanya.
"A-ayah, Bunda sama Ka-kakak jangan salah paham dulu.. Lukas bisa menjelaskan semua itu karena Lukas pernah membaca berita yang ada di sosial media dan juga google bahwa ada salah satu mafia yang sangat di segani oleh mafia lainnya"
"Yang mana Mafia Golden Fangs menduduki peringkat kedua dengan julukan King Mafia terkejam. Sehingga banyak mafia di bawahnya yang enggan untuk melawannya"
"Namun, mereka semuanya tidak tahu siapa King Mafia Golden Fangs yang kejam itu. Mereka hanya tahu, siapa pun yang sudah bertemu dengannya serta menatap wajahnya maka tepat di hari itu juga hidupnya akan berakhir di tangannya"
"Maka dari itu Lukas bisa mengatakan semua itu lantaran Lukas sedikit mengetahui tentang Mafia Golden Fangs, jadi kalian semua jangan salah paham. Lu-lukas ti-tidak bergabung dengan ma-mafia mana pun kok. Lukas kan anak baik heheh.."
Lukas menjelaskan semuanya yang mana membuat kedua orang tuanya sudah mengerti, tetapi tidak dengan Sasya. Sasya merasa sepertinya Lukas sedang mencoba mengalihkan kecurigaan mereka semua.
Apa lagi saat Lukas mengatakan jika dia tidak bergadung dengan mafia mana pun dengan suara gugupnya membuat Sasya langsung menatapnya dengan instens.
"Apa jaminannya kau tidak berbohong soal ini? Karena yang aku perhatikan tadi kau berbicara seperti hanya ingin mengalihkan perhatian kita agar tidak mencurigaimu. Namun, gerak-gerikmu menunjukkan jika ada sesuatu yang kau sembunyikan. Apakah aku benar Lukas?" Tanya Sasya dengan wajah dinginnya.
Lukas yang mengetahui bahwa apa yang di ucapkan oleh Sasya mampu membuat Lukas terdiam tak berkutik.
Tapi, Bunda Hana yang tidak mau mengambil pusing langsung menyuruh Lukas segera mandi lantaran sebentar lagi akan di jemput oleh supir untuk segera pulang agar menemani yang lainnya di rumah sambil menunggu kepulangan Ayah Brian.
Lukas yang mendapatkan celah membuat hatinya seketika lega dan langsung menuruti perintah sang Bunda tanpa menjawab apa pun dari pertanyaan yang Sasya lontarkan.
__ADS_1